Takdir Untuk Aqila

Takdir Untuk Aqila
Niat Jahat


__ADS_3

“Aqilaa” panggil Fauzan ketika sudah berhasil masuk ke toilet wanita dengan cara mengendap-endap.


Aqila yang mendengarnya segera menyahuti, “Fauzan itu kamu?” tanya Aqila.


“Iya Qi, kamu di mana?” tanya balik Fauzan.


“Ini di sini” jawab Aqila sembari menggedor-gedorkan pintu kamar mandinya.


Fauzan segera menghampiri pintu kamar mandi itu tapi di tahan oleh seseorang, “Hey siapa kamu? Kenapa kamu ada di toilet wanita?” tanya orang tersebut kepada Fauzan.


“Teman saya terjebak di kamar mandi ini, dan saya mau menolongnya” jawab Fauzan sembari menunjuk pintu kamar mandi yang di dalamnya ada Aqila.


“Fauzan tolong aku” saut Aqila.


“Tuh kan” ucap Fauzan menaikan satu alisnya, sedangkan orang itu hanya diam saja tidak bicara apa-apa.


“Iya Qi, bentar” saut Fauzan dan mencoba membuka pintunya tapi tidak bisa.


“Apakah ada kunci atau kunci cadangan?” tanya Fauzan kepada orang tersebut yang sepertinya penjaga toilet.


“Tidak ada” jawabnya.


Fauzan menghela nafas pelan lalu menatap pintu tersebut, “Qi, kamu jauh-jauh ya dari pintu, pintunya mau aku dobrak” ucap Fauzan.


“Iya” saut Aqila.


Dalam hitungan tiga Fauzan mendobrak pintunya tapi tidak bisa dan yang ketiga kalinya dia berhasil membuka pintunya.


Dan dia melihat Aqila yang menutup telinga dengan tangannya dan menutup matanya.


Fauzan segera menghampiri Aqila, “Qi, kamu gak papa?” tanya Fauzan.


Aqila membuka matanya dan nampaklah wajah tampan Fauzan yang tidak terlalu dekat dengan dirinya, “Fauzan” mata Aqila sudah berair, ingin sekali dia menagis kencang dan memeluk Fauzan, tapi tidak bisa ahh sayang sekali.


“Hey udah gak usah takut ada aku di sini, sekarang cepat kita ke Mr. Agam” ucap Fauzan tersenyum mencoba menenangkan Aqila yang kelihatannya sedang takut.


Aqila tersenyum tipis dan mengangguk, lalu mereka segera pergi dan meninggalkan penjaga toilet yang hanya diam saja.


“Fauzan apakah sudah mulai?” tanya Aqila ketika masih sedang di jalan.


“Baru saja, masih perkenalan belum tanya jawab” jawab Fauzan.


“Cepat Qi, kamu harus mengambil posisimu lagi” lanjutnya.


“Posisi, emang udah ada yang gantiin?” tanya Aqila menatap Fauzan yang berada di depannya.


“Iya” jawabnya singkat.


“Siapa?” tanya Aqila lagi


“Mr. Agam” panggil Fauzan ketika sudah sampai di hadapan Mr. Agam.


Mr. Agam menatap mereka berdua dan dia tersenyum, “Ahh syukur, Qila kamu dari mana saja?” tanya Mr. Agam.


“Maaf Mr, tapi sebaiknya membicarakan ini nanti saja” saut Fauzan.


Mr. Agma yang paham mengangguk dan menghampiri panitia, setelah berbicara kepada panitia Mr. Agam mengangguk dan tersenyum.


“Ayo Qi, naik ke atam mimbarmu” ucap Fauzan.


Aqila mengangguk dan menaiki mimbar, “Fira” panggil Aqila sedikit terkejut ketika sudah berada di belakang Fira.

__ADS_1


Fira menoleh ke belakang dan dia keget ketika melihat Aqila, “Aqila astaga kamu dari mana saja, syukurlah kamu sudah ada, kalau begitu aku turun dulu” ucap Fira dan langsung turun.


Setelah Fira turun Aqila segera maju, dan ada seseorang yang menatapnya tajam, ‘Kenapa dia bisa keluar sih? Kan sudah ku kunci, gagal rencanaku untuk menang’ batinnya kesal.


Dan perlombaan pun segera di mulai, semuanya begitu nampak serius mau yang mengikuti lomba ataupun yang tidak mengikutinya, karena semua pertanyaannya begitu sangat sulit bahkan lebih sulit dari yang kemarin.


***


Setelah perlombaan selesai Aqila tidak langsung turun melainkan dia mengikuti dulu sesi pemotretan, dan kali ini juga Aqila memenangkan kembali lombanya dan meraih juara 1 lagi, setelah selesai Aqila menghampiri Mr. Agam dan yang lainnya.


PROK... PROK... PROK


Mr. Agam dan yang lainnya bertepuk tangan ketika melihat Aqila menghampirinya, “Selamat nak kamu berhasil lagi” ucap Mr. Agam tersenyum.


“Iya, selamat ya nak” saut dosen yang lain.


Sedangkan hanya di balas senyuman dan anggukan oleh Aqila, dang begitu banyak ucapan selamat yang di berikan kepada Aqila, tapi itu tak membuat Aqila senang dengan pujian itu.


“Qilaa” panggil Fauzan tersenyum.


Aqila menatap Fauzan, “Kamu lagi kepikiran sesuatukan?” tanya Fauzan.


Aqila hanya mengerutkan keningnya saja, “Nihh lihat siapa ini” ucap Fauzan dan memperlihatkan layar ponsel.


Aqila yang melihat itu tersenyum bahagia, “Zan beneran?” tanya Aqila menatap Fauzan.


“Iya, nih ambil, tadi orang tua kamu nelepon ya udah aku angkat aja” ucap Fauzan dan memberikan ponsel milik Aqila kepada pemiliknya.


Aqila menerimanya dan menatap wajah kedua orang tuanya yang sangat dia rindukan, “Assalamualaikum ayah, bunda” ucap Aqila tersenyum.


“Waalaikummussalam nak, kamu sangat hebat bunda dan ayah bangga sama kamu” jawab bunda Asih di sebrang telepon, Aqila tersenyum saja.


“Alhamdulillah nak sehat, kamu sehatkan nak?” tanya ayah Fikri.


“Alhamdulillah ayah sehat” jawab Aqila.


Dan mereka pun mengobrol dan yang berada di situ tersenyum melihat Aqila yang sedang mengobrol dengan orang tuanya.


Cukup lama Aqila mengobrol dengan orangtuanya hingga orang tuanya memutuskan mengakhiri video call nya, “Sayang sudah dulu ya, di sini sudah malam, bunda dan ayah mau istirahat dulu, besok pagi kita telepon lagi” ucap bunda Asih tersenyum.


“Iya bund, selamat malam ayah, bunda” saut Aqila tersenyum.


“Malam sayang, assalamualaikum” salamnya.


“Waalaikummussalam” setelah itu panggilan pun teputus.


“Udah Qi?” tanya Fauzan tersenyum.


“Iya udah” jawab Aqila.


“Ohh iya Mr. Agam dan bu Aisyah kemana?” tanya Aqila ketika tidak melihat pembimbingnya.


“Beliau sudah pulang duluan, katanya masih ada urusan” jawab Fauzan dan Aqila menganguk.


“Ohh iya Fira dan Juna juga kemana?” tanya Aqila lagi.


“Dia a-, ai ada dimana dia, tadi ada di sini” ucap Fauzan menunjuk sebelahnya.


“Ya sudah kita cari saja” ucap Aqila dan di angguki oleh Fauzan.


Sedari tadi ternyata ada yang melihat mereka sedari tadi, “Queenza Aqila, awas saja kau” ucapnya menatap Aqila tajam.

__ADS_1


“Lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu, sekarang tersenyumlah sebelum kau menangis” lanjutnya tersenyum licik lalu segera pergi.


***


“Fira Yunita” panggil seseorang dari arah belakang.


Fira menoleh ke belakang, dan dia mengerutkan keningnya, “Iya, siapa ya? Kenapa kamu mengetahui namaku?” tanya Fira menatap wanita tersebut.


“Kau tidak perlu tau aku siapa dan kau juga tidak perlu tau aku tau namamu dari mana, yang penting aku mengetahui segalanya tentangmu termasuk keluargamu” ucapnya tersenyum miring.


“Kau siapa?!” tanya Fira lagi menunjuk wajah wanita itu.


“Jaga sikapmu Fira Yunita” sentaknya menatap tajam Fira.


“Kau berani sekali menyentak anak pengusaha, apa kau tau ayahku siapa? Ayahku adalah seorang pengusaha terkenal, kau taukan perusahan Group Companie Time, itu adalah perusahan ayahku” ucapnya tersenyum miring.


“Dan kau hanya sebagai anak pengusaha batu bara kecil” lanjutnya menunjuk wajah Fira.


“Dan satu lagi keluargamu memiliki hutang banyak kepada keluargaku” wanita tersebut tersenyum miring ketika melihat Fira yang hanya diam.


“Tidak, kau bohong, kau tidak tau apa-apa” ucap Fira menatap tajam wanita tesebut.


“Sayang sekali tapi aku sedang tidak berbohong” ucapnya bersedekap dada.


“Apa kau tidak percaya, aku bisa saja menelopon ayahku dan bilang tarik semua uang yang telah ayahku beri kepada keluargamu agar keluargamu hancur” lanjutnya tersenyum miring menatap Fira.


“Jangan... Apa maumu? Kenapa kau menggangguku?” tanya Fira.


“Itu kata yang ku ingingkan dari tadi” ucapnya dan maju satu langkah.


“Aku ingin kau melakukan sesuatu untukku” ucapnya.


“Apa?” tanya Fira menatap si wanita.


Si wanita hanya tersenyum miring lalu membisikan sesuatu pada Fira, Fira seketika membeku mendengarnya, “Bagaimana apa kau mau?” tanyanya setelah selesai membisikannya.


Fira menatap si wanita dengan wajah terkejutnya, “Kalau kau tidak mau aku akan telepon ayahku sekarang” ancamnya dan mengeluarkan telepon dari sakunya.


“Stop... Aku mau melakukannya untukmu, tapi ku mohon jangan lakukan itu pada keluargaku” ucap Fira menghentikan.


“Baiklah ku pegang ucapanmu kalau tidak kau akan mendengar bahwa keluargamu akan hancur, dan satu hal lagi walaupun kita tidak sekampus tapi mata-mataku ada di mana-mana, ingat itu” ucapnya tersenyum miring lalu segera pergi dari hadapan Fira.


***


“Fira, kamu dari mana saja?” tanya Juna ketika melihat Fira menghampiri mereka bertiga.


“Maaf membuat khawati, aku hanya sedang mencari angin segar saja, oh iya selamt ya Qi kau berhasil lagi” ucap Fira tersenyum menatap Aqila.


“Iya, makasih ya” saut Aqila dan Fira menganguk.


“Ya sudah kita pulang saja, karena sudah tidak ada kegiatan lagi, kita istirahat dan besok kita mulai aktivitas kita lagi” ucap Fauzan.


“Iya” saut mereka serempak, dan mereka pun kembali ke kamar mereka masing-masing.


**To Be Continue...


***


Kira-kira siapa ya orang yang nyuruh Fira? Dan apa yang akan Fira lakukan setelah dia di ancam oleh wanita tersebut? Penasaran? Saksikan terus kelanjutan ceritanya...


Terimakasih sudah mampir dan selamat membaca di bab selanjutnya, bye-bye**...

__ADS_1


__ADS_2