
Anindita segera menuntun Doni dan dengan cepat membawanya masuk ke dalam rumah sambil membawa uang sisa dari melunasi rumah itu, nampak Doni memegangi tangan Anindita dengan penuh kasih sayang antara ayah kepada putrinya, dan sebelum masuk ke dalam rumah Anindita juga memberikan kode kedipan mata sebelah kepada Anindya yang masih bersembunyi di balik gedung di dekat sana.
Anindya yang melihat itu dia mengerti dan hanya tetapi diam disana menunggu sampai Anindita bisa keluar dari rumahnya dan meninggalkan sang ayah.
Sedangkan disisi lain Anindita juga cepat mencari alasan kepada pria tuan yang bersamanya saat itu.
"EU...eumm... Ayah aku harus pergi ke luar lagi ada beberapa hal yang harus aku selesaikan, kau tunggulah di rumah" ucap Anindita membuat alasan saat itu.
Untungnya sang ayah Anindya tersebut sangat mudah untuk di bodohi sehingga dia bisa mempercayai ucapan dari Anindita saat itu dengan begitu mudahnya.
"Ahh... Begitu ya sudah kau boleh pergi tapi ingat jangan sampai kau pulang larut malam apa kau mengerti?" Ucap Doni kepada Anindita yang dia pikir adalah putrinya Anindya saat itu.
Dengan cepat Anindita langsung mengangguk dan dia langsung pergi ke luar dengan tergesa-gesa dan kembali menemui Anindya yang masih bersembunyi di luar sana, hingga ketika mereka bertemu langsung saja Anindya menarik tangan Anindita dengan cepat dan menanyakan dari mana dia bisa membawa uang sebanyak itu dari tas tersebut.
__ADS_1
"Kau... Darimana kau bisa membawa uang sebanyak itu, apa kau mencurinya?" Ucap Anindya menduga dengan kecurigaan yang salah.
Dengan cepat Anindita langsung saja menghempaskan tangan Anindya dan dia merasa sedikit kesal karena sudah di tuduh seperti itu oleh Anindya setelah dia sudah membantu mereka untuk mendapatkan rumah mereka kembali saat itu.
"CK... Dasar kau tidak tahu terimakasih, aku sudah menolongmu bahkan menghabiskan uang dalam tabunganku sendiri secara cuma-cuma untukmu dan ayahmu yang tidak berguna itu, tapi kau malah mencurigai aku mencuri, aishh... Apa kau pikir semua orang sepertimu dan ayahmu itu, aku tidak mencuri dasar bodoh, aku memiliki banyak kartu yang bisa kapan saja aku gunakan dan tadi itu hanya kebetulan saja aku mencairkan semua uangku karena aku ingin kabur dari rumah dan bersenang-senang, tapi justru malah harus aku habiskan untukmu" balas Anindita dengan wajah yang kesal dan dia melipatkan kedua tangannya di dada.
Mendengar itu Anindya pun merasa sangat bersalah kepada Anindita karena sudah mencurigai dia yang tidak-tidak dan dia pun segera meminta maaf secepatnya kepada Anindita saat itu juga, dia juga mengaku salah dan lupa karena tidak mengingat bahwa Anindita adalah putri seorang orang kaya bukan putri dari seorang pencuri barang antik sepertinya.
"Aahh... Maafkan aku Anindita aku sungguh tidak bermaksud seperti itu, aku sungguh minta maaf kepadamu, aku hanya terlalu kaget melihat uang sebanyak itu dan kau membawanya dengan begitu mudah, bahkan pada awalnya aku pikir isi di dalam tas itu hanya pakaianmu saja, aku minta maaf Anindita dan terima kasih kamu sudah mau membantu aku dan ayahku, aku tidak akan pernah melupakan kebaikan dirimu ini"
Melihat betapa kasihannya gadis itu Anindita tidak bisa marah kepadanya terlalu lama, sehingga dia pun segera menghembuskan nafas kasar dan langsung saja memaafkannya dengan cepat saat itu juga.
"Huft... Baiklah kalau begitu, karena aku kasihan denganmu dan aku juga tidak tahu kenapa aku bisa mengasihi orang asing seperti kau dan ayahmu, aaahh aku sudah memaafkanmu, lepaskan tanganku jangan lebay seperti itu" balas Anindita dengan cepat dan melepaskan tangan Anindya yang memegangi tangannya dan terus meminta maaf kepadanya saat itu.
__ADS_1
Anindita pun berniat untuk pergi secepatnya saat itu karena dia takut sang ibu dan Oma nya akan mengetahui guling bohongan yang dia gunakan untuk penyamaran di rumahnya saat itu.
"Sudahlah aku juga harus kembali ke rumahku, yang pasti aku mau sudah tahu ternyata Ben memang orang bodoh dan sebaiknya kau membantu dia untuk mendapatkan uangnya kembali dari pelelang penipu tersebut" ujar Anindita kepada Anindya saat itu.
Namun disaat Anindita hendak melangkahkan kakinya dan meninggalkan Anindya dari sana, tiba-tiba saja tangannya di tahan oleh Anindya dan nampak wajah Anindya terlihat begitu menyedihkan dan lesu, Anindita yang melihat itu dia merasa tidak tega dan langsung saja menanyakan apa yang terjadi dengan Anindya.
"Ada apa lagi kau menahan tanganku dan memasang wajah menyedihkan seperti itu? Apa kau mau aku memberikan banyak uang lagi padamu hah?" Ucap Anindita dengan suara yang dia tinggikan.
Anindya dengan cepat menggelengkan kepalanya dan dia langsung mengutarakan apa yang dia inginkan dengan sedikit gugup saat itu kepada Anindita.
"Bukan itu yang aku inginkan, aku sama sekali tidak perduli dengan uang tapi aku... Aku... Hanya ingin..." Ucap Anindya yang tertahan,
"Ingin apa, cepat katakan aku tidak punya banyak waktu untukmu" bentak Anindita yang sudah sangat gemas melihatnya begitu berlama-lama untuk mengatakan keinginannya tersebut.
__ADS_1
"Aku ingin bertukar tempat denganmu dalam beberapa saat saja, aku menyukai ibu dan Oma mu, aku ingin bisa merasakan kasih sayang seorang ibu dan seorang nenek, juga ingin merasakan tinggal di rumah yang besar dan mewah, aku ingin ada di posisimu Anindita, aku iri denganmu yang memiliki segalanya sedangkan aku, aku hidup begitu menderita sejak kecil, meskipun kau orang asing bagiku tapi tidakkah kau mau membantu aku yang sangat menyedihkan ini? Aku hanya ingin merasakannya selama satu bulan saja, setelah itu aku akan kembali pada ayahku dan kau juga bisa kembali pada ibumu, aku mohon aku hanya ingin merasakan hidup dengan bahagia sepertimu walau hanya sekali dalam hidupku" ucap Anindya mengatakan keinginannya.
Dia sudah sejak awal tidak ingin kembali kepada ayahnya karena dia tidak suka tinggal dengan sang ayah yang selalu mendesak dia dan memaksa dia untuk menjadi seorang pencuri dan harus selalu membantu dia dalam banyak hal berbahaya dalam pencurian, hingga dia merasa sangat malu untuk bisa mendekati Ben, pria yang dia cintai sejak dulu hingga saat itu, oleh karena itu dia sangat nyaman ketika dia tidak sengaja tertukar dengan Anindita dan dia ingin tetap berada di sana lebih lama sedikit lagi, maka dari itu dia memberanikan diri meminta hal tersebut kepada Anindita yang dia lihat seperti orang yang baik, apalagi setelah Anindita bisa dengan mudahnya memberikan uang dalam jumlah cukup banyak baginya seperti barusan.