TAKDIR YANG TERTUKAR

TAKDIR YANG TERTUKAR
Memberi Tahu Ben


__ADS_3

Ben yang sedari tadi kebingungan dia hanya bisa menatap dengan wajah yang terperangah kaget dan kedua alis yang terus dia kerutkan dengan kuat, sambil menatap ke arah Anindita yang memiliki karakter sangat berbeda dengan Anindya sehingga jelas sekali itu membuat seorang Ben yang sudah mengenal Anindya sejak kecil kini terlihat sanga kebingungan.


"Siapa kau dan dimana Anindya sekarang?" Tanya Ben mulai semakin mencurigai Anindita saat itu.


Melihat Ben yang sudah bertanya dengan menatapnya penuh kecurigaan dan sangat serius seperti itu, Anindita langsung saja menarik tangannya untuk sedikit lebih menjauh lagi dari pintu sebab dia takut ayahnya akan menguping pembicaraan mereka saat itu.


"Aishh ...syuuutt.... Jangan keras-keras dasar bodoh, aku akan memberitahuku semua kebenarannya tapi kau harus berjanji kepadaku bahwa kau tidak akan membocorkan semua rahasia ini kepada siapapun, apa kau mengerti hah?" Bentak Anindita kepadanya hingga Ben mulai mengangguk patuh meski sebenarnya dia terlihat sangat terganggu dan masih merasa heran sendiri.


Anindita langsung menarik nafas panjang dan langsung saja membisikkan sesuatu kepada Ben dengan sejujur-jujurnya tentang dia dan Anindya yang sudah melakukan penukaran tempat satu sama lain.


"Aku Anindita dan Anindya ada di rumahku, dia ada di alamat yang sudah aku sebutkan kau pergi saja kesana dan ingat katakan bahwa kau ingin menemui Anindita sebab kau adalah temannya saat TK, ingat kau bilang teman saat TK sebab aku tidak memiliki seorang teman pun apa kau mengerti?" Ucapku kepadanya.


Ben yang sudah mendengarkan semua penjelasan dariku dia terlihat masih sangat syok dan jelas sekali bahwa saat itu dia masih belum bisa memahami sepenuhnya apa yang sudah Anindita jelaskan dengan begitu panjang lebar kepadanya, tapi Anindita memang tidak memiliki banyak waktu lagi untuk berbicara dengan Ben sebab sang ayah Anindya hanya memberikannya waktu beberapa menit saja saat itu.


"Ja..jadi kalian berdua bertukar tempat dan kenapa wajah kalian sangat mirip, apa semua ini nyata?" Ucap Ben yang masih saja menatap terperangah dan terlihat kebingungan,


"Aishh.... Sudahlah jika kau masih tidak mengerti dengan apa yang aku jelaskan barusan kau pergi saja temui Anindya yang asli dia akan memberitahumu semuanya secara jelas dan ingat jangan sampai beri tahu siapapun, tutup mulutmu dengan rapat apa kau mengerti hah?" Ucap Anindita memperingatinya lagi,


"Iya...iya aku mengerti, kau tidak perlu memperingati aku terus seperti itu aishh....kau memang benar-benar sangat berbeda dengan Anindya" balas Ben yang sangat membuat Anindita begitu jengkel di buatnya karena lagi dan lagi Ben berbicara terlalu keras saat itu.


"Dasar kau bodoh, pelankan suaramu, aishh....kau mau aku cekik yah!" Ucap Anindita mengancamnya.


Dengan mata yang membelotot lebar dan dia sudah hampir mengarahkan tangannya ke dekat lebar Ben untuk menakut-nakuti dia hingga Ben langsung saja mundur menjauh darinya, sampai tidak lama Doni keluar dari rumah lalu segera menari Anindita dengan kasar dan membawanya masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Sudah.... Anindya waktumu sudah habis tuan Antonio sudah cukup lama menunggumu di dalam, abaikan saja pria yang tidak bisa melakukan apapun ini" ucap Doni membuat Ben merasa sangat di rendahkan olehnya.


Sedangkan Anindita sendiri terus melambaikan tangannya kepada Ben dan menyuruhnya untuk segera pergi dari sana dengan cepat sebab Anindita sama sekali tidak ingin melihat pria sebaik Ben akan di sakiti oleh orang yang sangat kejam seperti tuan Antonio ini, di tambah ayahnya Anindya juga terlihat sama saja dan malah menurut kepada pria yang menyebalkan tersebut.


"Ayo sana pergi.... pergilah cepat pergi Ben!" Ucap Anindita sambil terus melambaikan tangannya.


Hingga akhirnya Ben terpaksa pergi dari sana meski dia merasa sangat berat hati karena mau bagaimana pun dia juga merasa kasihan dan tidak enak kepada Anindita yang sudah sekaan-akan mengorbankan dirinya untuk hubungan dia dan Anindya yang asli. Terlebih saat itu Ben juga sudah mengenal Anindita walau hanya dalam beberapa hari saja tapi dia benar-benar merasa seperti sudah bisa mengenal sosok Anindita yang memiliki wajah mirip dengan Anindya itu dalam waktu yang sudah lama.


"Anindita tunggu aku, nanti aku akan menyelamatkan kau setelah aku menemui Anindya yang asli" batin Ben saat itu meyakinkan dirinya.


Setelah Doni sudah benar-benar membawa masuk Anindita ke dalam rumah, Ben langsung segera bergegas pergi menuju alamat yang di katakan oleh wanita yang mengaku sebagai Anindita kepadanya, dia pergi dengan secepat yang dia bisa menuju perumahan mewah yang sangat luas dan indah, sampai Ben terus memeriksa kembali alamat yang sudah dia tulis di memo ponselnya karena sebelumnya dia takut lupa.


"Ini benar alamatnya, tapi kenapa menuju ke arah perumahan yang sangat mewah seperti ini? Apa jangan-jangan wanita bernama Anindita itu seorang putri kaya raya sehingga Anindya memaksa dia dan mau bertukar tempat dengannya begitu mudah?" Ucap Ben terus memikirkan.


Ben terus saja mencari alamat rumah tersebut hingga dia sampai di depan sebuah rumah yang sangat mewah dan lebih mirip seperti sebuah mension saat itu, bahkan Ben sendiri merasa kagum dengan kemegahan rumah tersebut, hingga dia mulai masuk ke dalam dan menekan bel rumah tersebut selama beberapa kali.


Anindya merasa sangat kaget dan langsung saja membelalakkan matanya dengan lebar ketika melihat Ben, sang sahabatnya sejak kecil tiba-tiba saja muncul di hadapan dia, ketikan dia berada di rumah tersebut.


Awalnya Anindya yang melihat Ben dia berpura-pura mm enjadi Anindita sama seperti yang dia lakukan selama ini.


Bahkan dia berpura-pura tidak mengenali Ben saat itu, agar penyamarannya tidak terbongkar sedikitpun.


"Kau.... Siapa kau dan ada perlu apa datang ke rumahku larut malam seperti ini?" Tanya Anindya dengan tangan yang gemetar karena dia takut penyamarannya akan terbongkar.

__ADS_1


Tetapi disisi lain Ben sendiri juga terperangah dengan kaget ketika melihat Anindya yang asli saat itu, mulai dari cara bicaranya dan wajahnya dia bisa sangat yakin bahwa yang ada di hadapannya saat itu sungguh Anindya yang asli, Anindya yang dia kenal sejak kecil dan yang selalu bersama dengannya selama ini.


Saking rindunya dengan Anindya Ben tidak bisa menahan dirinya lagi dan dia langsung saja memeluk Anindya dengan erat sampai membuat Anindya merasa sangat heran dan berusaha untuk melepaskan Ben saat itu, karena dia takut seseorang akan melihat dirinya dalam keadaan berpelukan bersama seorang pria di malam hari seperti itu.


"Anindya aku sangat merindukanmu kenapa kau berpura-pura tidak mengenali aku, Anindita sudah mengatakan semuanya kepadaku, dan tidakkah kau mau menjelaskan semuanya kepadaku sekarang, aku sudah datang jauh-jauh kemari hanya untuk menemuimu dan mendengarkan penjelasan darimu Anindya" ucap Ben mengatakan semuanya,


Anindya kembali semakin membelalakkan matanya sangat kaget dia tidak menduga Anindita sendiri yang akan membocorkan masalah rahasia besar seperti ini kepada Ben padahal dia sendiri yang mengatakan bahwa hal itu akan menjadi rahasia mereka berdua namun justru malah dia juga yang melanggarnya sendiri.


"Ben... Ja..ja..jadi kau sudah tahu semuanya?" Tanya Anindya kembali memastikan.


Ben langsung mengangguk meng iyakan dan langsung saja Anindya mempersilahkan Ben untuk masuk ke dalam rumah agar mereka bisa mengobrol dengan lebih tenang dan nyaman, Ben duduk di sofa dan berhadapan dengan Anindya yang asli saat itu.


"Ben... Apakah benar yang kau katakan sebelumnya, tali kenapa dia bisa memberitahumu, dia sudah berjanji sebelumnya bahwa semua ini hanya akan menjadi rahasia diantara aku dan dia" ucap Anindya terlihat tertunduk dengan lesu dan merasa sangat kecewa kepada Anindita.


Tetapi untungnya karena Ben ada disitu dia langsung mengehentikan Anindya yang berpikiran buruk terhadap Anindita dia merasa sedikit bertanggung jawab atas Anindita yang sekarang justru malah terjebak dengan seorang pria menyeramkan dan di takuti semua orang.


"Anindya apa kau marah dan kecewa kepada wanita yang mirip denganmu itu?" Tanya Ben yang membuat awal mula semuanya,


"Tentu aku sangat kecewa dia yang membuat perjanjian semua ini namun dia sendiri yang melanggarnya, apa kamu pikir aku bisa menerimanya?" Balas Anindya sambil menatap sedikit kesal.


Ben segera meraih tangan Anindya dan berusaha menenangkan perempuan tersebut agar tidak terjadi salah paham diantara kedua gadis yang memiliki wajah sangat mirip seperti itu.


"Anindya tolong dengarkan aku dulu, dia tidak seperti yang kamu pikirkan ada sebuah alasan besar mengapa dia melakukan semua itu, dan aku akan memberi tahumu sekarang, jadi tolong dengarkan dengan baik" ucap Ben dengan lembut kepada Anindya membuat Anindya menjadi lebih tenang saat itu dan segera mengangguk dengan cepat.

__ADS_1


"Baiklah aku akan mendengarkanmu Ben, ayo katakan semuanya" balas Anindya yang mau mendengarkannya.


Untungnya Anindya tidak sekeras kepala Anindita sehingga tidak terlalu sulit untuk berbicara dan menjelaskan semua kejadian yang sebenarnya terjadi diantara mereka semua dalam beberapa waktu ini.


__ADS_2