TAKDIR YANG TERTUKAR

TAKDIR YANG TERTUKAR
Berdebat


__ADS_3

Anindita yang masih sangat kaget dia langsung saja menjauh dari tuan Antonio secepatnya dan menunjuk dia dengan berkata cukup gugup saat itu dan masih merasa linglung.


"KA..KA..kau, kenapa kau bisa tidur disini?" Tanya Anindita dengan wajahnya yang masih saja kebingungan dan takut saat itu,


"Jadi hanya karena itu kau berteriak seperti orang gila hah?" Bentak tuan Antonio yang langsung saja memijat keningnya merasa sangat pusing dan frustasi kepada Anindita.


Anindita segera melihat tubuhnya dan dia merasa sangat lega setelah sudah memastikan bahwa tubuhnya masih utuh dan baik-baik saja, dia takut sekali sebelumnya dan merasa sangat lega setelah mengetahui semuanya, namun saat ini dia masih sangat penasaran dengan apa yang terjadi semalam terhadap juga Antonio, sebab mereka tiba-tiba saja tertidur di tempat yang sama saat itu, hal tersebut membuat Anindita merasa sangat terganggu karenanya.


Walau masih cukup takut, dan melihat tuan Antonio memijat keningnya Anindita masih berusaha memberanikan dirinya untuk bertanya kepada Antonio saat itu, mengenai kejadian semalam yang sebenarnya karena dia merasa sangat penasaran.


"Heh... Antonio kau ini yang benar saja, cepat katakan apa yang sebenarnya terjadi tadi malam? Kenapa kau bisa ada di dalam kamarku?" Bentak Anindita dengan mengerutkan kedua alisnya sangat kuat,


"Hey... Mana yang kau sebut sebagai kamarmu ini rumahku ini dan ini kamarku, kau yang menumpang disini semalam dan kau juga yang menarik tubuhku sampai jatuh ke tempat tidur, apa kau bodoh hah? Aahhh dasar kau itu aishh...." Ucap tuan Antonio yang semakin kesal dan jengkel.


Dia segera bangkit dari tempat tidur dan segera pergi membersihkan dirinya begitu saja namun Anindita langsung menahan tangan Antonio dengan cepat karena dia ingin segera pergi dari tempat itu secepatnya.


"Ehh ..tunggu mau kemana kau" ucap Anindita sambil menahan tangan tuan Antonio dengan beraninya.


Antonio menatap tajam ke arahnya lalu menatap ke arah tangan Anindita yang memegangi tangannya, dengan cepat Anindita langsung melepaskan genggaman tangannya itu dan dia segera menelan salivanya susah payah.


"Aahh... Jangan salah paham, aku menahanmu karena aku ingin bertanya di mana pintu keluar di rumah ini, aku harus segera pulang sebelum ayahku benar-benar mencemaskan aku" balas Anindita kepadanya,


"Diam saja di sini aku akan mengantarmu nanti" balas tuan Antonio dengan wajahnya yang masih menyarankan.


Dia langsung masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan seluruh tubuhnya lalu keluar dari sana tanpa memakai pakaian dan hanya mengenakan handuk yang dia lilitkan di pinggangnya.


Anindita yang melihat itu dia sangat kaget dan langsung menutup kedua matanya dengan cepat menggunakan kedua tangannya.


"Aaaaa.... Hey apa kau gila, kenapa kau keluar tanpa pakaian aishh kau menodai mataku yang suci dasar kau pria sialan!" Teriak Anindita yang langsung merutuki Antonio dengan ucapan kasarnya tersebut.


Antonio yang mendapatkan ucapan seperti itu dari Anindita tentu saja dia merasa sangat kesal dan dia langsung mengeratkan giginya sambil mengepalkan kedua tangannya dengan kuat, namun walau begitu dia masih bisa menahan emosinya kepada Anindita sampai langsung menyuruh Anindita masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya sebelum dia benar-benar tidak bisa menahan emosinya lagi jika masih mihat Anindita di hadapannya saat itu.


"Beraninya kau berkata seperti itu kepadaku! Siala suruh kau malah menghadap ke arah kamar mandi, sudah cepat sana kau bersihkan tubuhmu sebelum aku menghajarmu!" Ancam Antonio yang sangat menyeramkan.


Anindita pun segera berjalan menuju kamar mandi masih dengan tangannya yang menutupi kedua matanya tersebut dan dia langsung masuk ke dalam meski sebelumnya sempat terpentok dengan pintu kamar mandi cukup keras hingga membuat seorang tuan Antonio menahan tawa melihat tingkahnya tersebut yang cukup mengemaskan baginya.


"Dukk....aduh...ah sial, siapa yang membuat pintu kamar mandi harus sekecil ini benar-benar bodoh, aduhh jidatku" gerutu Anindita meringis kesakitan sambil memegangi jidatnya dan terus masuk ke dalam kamar mandi milik Antonio tersebut.


"Fffff.....dasar bocah konyol, itu adalah balasan karenakau selalu saja berbicara dengan kata yang kasar dan merutuki orang lain seenaknya" batin Antonio merasa puas saat melihat Anindita terpentok pintu kamar mandinya dengan keras.

__ADS_1


Setelah mandi tentu saja ribut Anindita menjadi basah kuyup dan dia juga terpaksa harus mengenakan pakaian mandi milik Antonio yang ternyata di dalam kamar mandi itu hanya terdapat satu pakaian putih seperti itu saja, sehingga sekarang Anindita mengerti mengapa Antonio memilih keluar hanya dengan mengenakan handuk yang dia lilitkan di pinggangnya saja.


Karena handuk mandi yang ada disana hanya ada satu saja saat itu, saat Anindita keluar dan dia mencoba mengeringkan rambutnya sambil membawa pakaian yang dia kenakan sebelumnya Antonio justru langsung menyuruh Anindita untuk duduk di depan cermin kamarnya saat itu.


"Hey.. kau ayo kemari" ucapnya yang saat itu terlihat sudah memakai pakaian dengan rapih.


Anindita menaikkan kedua alisnya merasa sangat heran ketika Antonio tiba-tiba saja menyuruh dirinya untuk menghampiri dia dan Antonio malah berdiri di depan cermin saat itu, Anindita tidak mendengarkannya dan dia justru malah berjalan sedikit menjauh dari Antonio, sehingga hal tersebut membuat Antonio cukup geram lagi.


"Aishh...kenapa kau malah menjauh, cepat kemari ribet sekali sih!" Bentak Antonio yang langsung saja menarik tangan Anindita dan langsung menyuruh dia untuk duduk di depan cermin dengan paksa.


"Ehhh ...eh ... Apa yang mau kau lakukan kepadaku, hey lepaskan aku" ucap Anindita mencoba untuk berontak.


"Sudah duduk saja kenapa kau sangat keras kepala dan sulit sekali diatur hah? Bocah menjengkelkan aku hanya akan membantumu mengeringkan rambutmu bodoh!" Ucap Antonio sambil mengambil hair dryer di meja rias tersebut.


Dan dia langsung saja membantu Anindita untuk mengeringkan rambutnya dengan cepat, itu sangat mengagetkan Anindita karena sebelumnya dia sama sekali tidak pernah mendapatkan perlakuan semanis itu dari siapapun selama ini, bahkan Oma dan ibunya sendiri tidak pernah melakukan hal itu untuk mengeringkan rambutnya, sehingga hal itu membuat seorang Anindita sangat kaget dan hanya bisa menatap dengan heran juga kaku di depan cermin.


"Wahhh ..... Antonio apa kau sudah makan makanan yang aneh? Kenapa kau bersikap baik begini kepadaku?" Tanya Anindita dengan heran,


"Kau sakit semalam dan jika rambutmu basah terlalu lama kau akan demam, memang tubuhmu itu sangat rentan dan penyakitan aahhh aku salah memilih calon istri" ucap Antonio dengan mendengus kesal.


Mendengar jawaban yang sangat menyebalkan seperti itu dari Antonio tentu saja membuat Anindita sangat kesal sekali di buatnya dan dia juga langsung berdecak kesal dengan merotasikan matanya.


"CK.... Siapa juga yang mau menjadi calon istrinya, aku akan segera melepaskan cincin ini apa kau mengerti!" Ucap Anindita dengan tegas kepada Antonio.


"AA...aaaahhhh....aaaaww" ringis Anindita kesakitan.


Dengan sigap Antonio langsung menaruh pengering rambutnya dan menarik tangan Anindita lalu langsung memasukkan tangan Anindita tersebut ke dalam mulutnya begitu saja dan dia menjilatnya.


"Hey... Apa yang kau lakukan?" Bentak Anindita sangat kaget sambil segera menarik kembali tangannya tersebut.


Dia merasa sangat jijik dan kesal karena Antonio malah menjilat jari manisnya tersebut tanpa izin darinya begitu saja.


"Aishh.... Ini jorok sekali aaahhh aku harus mencuci tanganku sekarang" ucap Anindita merasa sangat kesal dan dia terus menjauhkan tangan itu dari dirinya sendiri,


Antonio hanya menatapnya dengan tajam dan kesal dia merasa seperti hal yang sangat menjijikan sampai Anindita mengatakan dia harus mencuci tangannya saat itu juga.


"Heh, apa kau pikir aku tidak menggosok gigi? Gigiku sangat sehat dan bersih, aku menjilatnya agar kau tidak merasakan sakit lagi, itu pengobatan alternatif bodoh, apa kau tidak tahu?" Balas Antonio kepadanya,


"Aku tidak membutuhkan pengobatan yang jorok seperti itu, dan jika aku perlu aku akan meminta ayahku melakukannya bukan orang sepertimu" balas Anindita yang sangat menohok.

__ADS_1


Antonio sudah sangat geram dan emosi sekali menghadapi Anindita saat itu, namun dia masih bisa berusaha menahan emosinya tersebut dengan mengusap dadanya beberapa kali, dan terus meminta agar dirinya bersabar saat itu.


"Aahhh ...sabar Antonio sabar, dia hanyalah bocah ingusan yang cukup menguran kesabaran, aku harus menghadapinya dengan hati yang baik huaaaaa" batin Antonio menahan emosinya berkali-kali saat itu.


"Heh bocah konyol dan sangat menyebalkan kau dengar baik-baik ucapanku saat ini, kau tidak perlu memaksakan dirimu sendiri untuk berusaha melepaskan cincin tersebut dari jarimu, karena dengan ada atau tidaknya cincin itu aku akan tetap menikahi mu apa kau mengerti!" Balas Antonio begitu saja.


Membuat Anindita merasa sangat kaget dan kesal dia cemberut dan sangat tidak bisa menerima hal itu lalu dia berniat untuk pergi dari tempat itu secepatnya dan hendak menepuk Antonio saat itu namun sayangnya dia justru malah tersandung dengan kursi rias yang ada disana dan ikatan dari pakaian mandinya juga terlepas begitu saja hingga membuat pakaian itu terbuka dan Antonio mihat tubuh Anindita yang hanya memakai pakaian dalam saja saat itu.


Anindita sangat panik dan langsung saja berteriak kaget sambil menyuruh Antonio untuk tidak mihat ke arahnya saat itu.


"Aduh....e.e..ehh...aaaarkkkkk" teriakkan Anindita yang saat itu kaget ternyata pakaian mandinya terbuka saat dia hampir jatuh sebelumnya.


Ya saat itu Antonio menahan tangan Anindita sehingga dia tidak terjatuh dan bisa selamat namun sialnya justru malah pakaian mandinya yang terbuka sehingga membuat Anindita langsung berteriak sangat kencang dengan panik.


"Antonio jangan lihat kemari, cepat berbalik kau sialan!" Bentak Anindita sangat keras.


Dan Antonio yang baru sadar dia langsung saja berbalik dengan cepat hingga Anindita segera membenarkan pakaiannya itu lalu pergi mengganti pakaian dengan secepatnya ke ruang ganti untung menghindari hal-hal semacam itu yang sangat memalukan saat itu.


Anindita terus saja menggerutu kesal selama dia mengganti pakaian di ruang ganti saat itu, dia merasa sangat kesal, marah dan malu. Dia juga merasa tidak karuan dengan dirinya sendiri dan tidak mengerti apa yang harus dia lakukan ketika berhadapan lagi dengan tuan Antonio setelah itu.


"Aishh....dasar Antonio sialan, sangat menjengkelkan, dan aaarrhkkkk aku sangat malu bagaimana aku bisa menghadapi dia sekarang" gerutu Anindita dengan kesal.


Sedangkan disisi lain Antonio yang sudah melihat tubuh Anindita dia langsung merasa panas dan wajahnya merah merona, dia sama sekali belum pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya meskinbanyak sekali wanita yang dengan sengaja menyerahkan diri mereka terhadapnya, bahkan tidak sedikit yang dengan sengaja mendatangi dia dengan pakaian yang sangat terbuka ketika dia pergi ke bar, tapi Antonio sama sekali tidak pernah tergoda dengan wanita manapun dan dia bahkan tidak pernah merasakan apapun meski melihat mereka semua tanpa busana, tetapi ketika melihat Anindita barusan, dia sama sekali sulit untuk menahan dirinya dan seperti ada dorongan yang kuat dalam dirinya sendiri terhadap Anindita.


Dia berusaha menenangkan dirinya sendiri dan terus mengatur nafasnya berkali-kali untuk menenangkan dirinya.


"Aaahhh.... Ada apa denganmu bagaimana mungkin aku bisa tertarik dengan wanita kurus dan sangat menjengkelkan sepertinya aahh aku pasti sudah gila" gerutu Antonio sambil mengacak rambut belakang kepalanya perlahan.


Di belakang tanpa Antonio sadari padahal sudah ada Anindita yang baru saja keluar dari ruang ganti dan mendengar gerutuannya barusan.


"Heh... Siapa yang kau bilang wanita kurus dan menjengkelkan, apa kau berkata seperti itu kepadaku?" Ucap Anindita dengan menatap tajam dan melipatkan kedua tangannya di dada saat itu.


Antonio langsung berbalik dan dia sangat kaget ketika melihat Anindita sudah berada di belakangnya dan mendengar gerutuan dia barusan, dia pun sibuk mencari alasan kepada Anindita untuk menyelamatkan harga dirinya saat itu.


"Hah...ahahaha....jangan terlalu percaya diri kau, mana mungkin aku akan tertarik kepada gadis konyol dan sangat sembrono sepertimu, sudahlah sana kau cepat pergi dari rumahku sebelum aku berubah pikiran aaahh kau sangat merusak pemandangan rumahku yang indah ini" ujar Antonio yang tiba-tiba saja mengusir Anindita dengan kasar.


"Hey... Apa kau lupa sejak awal aku juga ingin pergi secepatnya sejak aku bangun tapi kau siapa yang menyuruh aku diam dan harus mandi dulu dan berkata kau akan mengantarku, hah? Apa kau sudah lupa ucapanmu sendiri tuan Antonio yang bodoh?" Balas Anindita dengan penuh keberanian dan sama sekali tidak takut dengan Antonio.


"Aish .. ya sudah ayo cepat ikut aku, kau benar-benar aaaahhh" balas tuan Antonio dengan emosi yang sangat kesal dan dia kembali harus mengacak rambutnya dengan penuh emosi.

__ADS_1


Dia langsung saja menarik tangan Anindita hingga mereka keluar dari rumahnya tersebut dan langsung saja menyuruh Anindita untuk segera masuk ke dalam mobilnya dengan cepat.


"Ayo cepat pakai sabuk pengaman mu, apa lagi yang kau tunggu bukannya kau ingin segera pulang menemui ayahmu yang sangat bodoh itu?" ucap Antonio yang terus merasa kesal kepada Anindita.


__ADS_2