
Awalnya Anindita sendiri merasa sangat kaget dan dia refleks langsung saja mundur menjauhi pria tersebut karena dia merasa sedikit takut dengan sikapnya yang terlihat mulai liar, Anindita pun segera memasukkan obat bius yang bisa membuat siapapun yang menelan obat itu akan segera tidak sadarkan diri bahkan orang tersebut tidak akan ingat apa yang terjadi padanya sebelumnya.
"Aishhh.... Beraninya kau mencoba menyentuh wajahku, makan ini kau tidak akan ingat apapun yang terjadi malam ini, dasar berandal sialan" ucap Anindita sambil langsung memasukkan obat yang sudah dia persiapkan itu ke dalam mulut Mr R tersebut.
Tidak berselang lama setelah Anindita memasukkan obat tersebut ke dalam mulut pria bernama Mr R tersebut di langsung terlihat mulai lemas dan Anindita dengan cepat mendorong tubuh pria tersebut ke belakang cukup kuat hingga pria itu jatuh ke lantai begitu saja, dia pergi menaiki lift setelah memastikan bahwa dia tidak meninggalkan jejak apapun di sekitar sana, dia tersenyum kecil sebelum pintu lift benar-benar tertutup saat itu.
Dan dengan santainya Anindita keluar dari lift tersebut dan berjalan melewati banyak orang yang sibuk menikmati musik di bar sangat kencang dan meminum banyak minuman disana, dia berjalan dengan santainya dan memakai kacamata hitam untuk membuat orang-orang tidak terlalu memperhatikan dirinya, dia jugabdengan sengaja melipat kedua tangannya di dada untuk menyembunyikan berlian merah yang ada di cincin yang dia pakai di jari manisnya saat itu, dia bisa keluar dar melewati laser penjaga yang memeriksa seluruh tubuhnya dari benda-benda aneh disana, tentu saja Anindita bisa bebas dengan mudah dari pengecekan tersebut sebab dia menyembunyikan cincinnya tersebut di jari tangannya sedangkan saat proses pemeriksaan kedua tangannya diangkat keatas dan hanya bagian kelapa juga badannya yang di periksa laser tersebut.
"Ini terlalu mudah untukku" batin Anindita sambil tersenyum kecil karena dia telah berhasil mengambil cincin itu.
Keluar dengan sangat santai dan pergi menghentikan taxi lalu langsung menuju ke kediaman tuan Antonio yang sudah dia ketahui tempatnya karena dia pernah di bawa kesana oleh sang ayah Doni ketika dia pertama kali terpisah dari ibunya saat itu.
Awalnya Anindita pikir tertukar dengan orang lain adalah sebuah hal yang sangat buruk dan merupakan kesialan untuknya, namun setelah lebih dalam mencoba untuk menjalani hidup sebagai orang lain yang bisa bebas di luar sana, itu sangat menyenangkan baginya terlebih pekerjaan Doni yang cukup menantang sangat membuat dia tertarik, apalagi setelah dia sudah berhasil mengambil cincin berlian itu dengan mudah, dia berpikir ingin melakukannya lagi lain kali.
Anindita sampai di depan gerbang kediaman tuan Antonio yang sangat megah dan begitu glamor, dua penjaga berdiri di gerbang depan memakai seragam serba hitam serta kacamata hitam yang cukup besar, Anindita berjalan menghampiri mereka dan dengan wajah datarnya dia langsung saja menyuruh kedua bodyguard tersebut untuk segera membukakan gerbang itu untuknya.
__ADS_1
"Hey...botak! Buka gerbangnya aku ingin masuk" ucap Anindita dengan wajahnya yang datar dan cukup berani berbicara seperti itu kepada dua orang bodyguard tersebut.
Para bodyguard itu langsung menatap tajam ke arahnya dan sama sekali tidak mendengarkan dia untuk membukakan gerbang tersebut hingga hal itu cukup untuk membuat Anindita kesal.
"Hey.... Apa yang kalian tunggu aku bilang buka gerbangnya apakah kalian ini tuli!" Bentak Anindita lagi lebih keras dari sebelumnya,
"Gadis pendek untuk apa kita membukakan pintu untukmu, apakah kau tahu rumah siapa ini?" Balas salah satu bodyguard yang membuat Anindita sangat kesal karena dia di Katai pendek.
"Aishh... Apa kau bilang aku pendek, kemari kau biar aku menepuk kepala botakmu itu, ayo kemari cepat" teriak Anindita yang sangat geram dan berusaha untuk meraih kepala botak bodyguard yang mengatainya pendek tersebut.
"Ahahaha.... Lihatlah ada seorang kurcaci yang berusaha untuk menggapai kepalaku, ahaha dia sangat pendek bahkan aku bisa menendangnya hingga ke bulan" ucap salah satu bodyguard tersebut.
"Asihh... Kau sangat menyebalkan, awas kau yah... Antonio keluar kau.... Hey...pria sialan keluar kau apa kau bisa mendengarkan hah!" Teriak Anindita sangat keras.
Hal itu membuat kedua bodyguard tersebut sangat kaget dan refleks langsung saja terperangah membuka mata mereka dengan sangat lebar.
__ADS_1
Sebab mereka tahu bahwa tuan Antonio adalah orang yang sangat menyeramkan dan dia tidak bisa di ganggu oleh siapapun saat itu, sehingga ketika melihat ada seorang gadis yang aneh tiba-tiba saja datang ke sana dan meminta mereka membuka gerbang untuknya lalu malah berteriak sangat kencang seperti itu dan mengatai tuan Antonio dengan sebutan yang sangat kasar tentu mereka menjadi sangat kaget dan langsung saja membekap mulut Anindita untuk membuatnya berhenti berteriak saat itu.
"Diam kau gadis sialan, apa kau mau mati yah, jika tuan Antonio mendengar kau berbicara kasar dan mengatainya seperti itu, bukan hanya kau yang mati tapi kami berdua juga akan mendapatkan hukuman!" Ucap bodyguard yang membekap mulut Anindita saat itu.
Anindita tidak terima bodyguard itu malah membekapnya dan dia langsung saja menggigit tangan body tersebut sekaligus sampai membuatnya langsung melepaskan bekapan pada Anindita sambil meringis memegangi tangannya yang terluka karena gigitan dari Anindita yang cukup kuat.
"Aaaw....aishh...apakah kau a*Jing, berani sekali kau mengigit tanganku, rasakan ini" ucap bodyguard tersebut dan hampir saja melayangkan tangannya hendak menampar Anindita saat itu.
Anindita juga sudah menutup matanya karena takut dan kaget tersentak melihat bodyguard tersebut sudah melayangkan tangan ke arahnya, untung saja saat itu tuan Antonio datang dan menahan tangan bodyguard tersebut tepat waktu sehingga Anindita bisa terselamatkan dengan tepat.
"Beraninya kau menyentuh wanitaku, sekarang juga bawa dia ke kandang macam!" Ucap tuan Antonio begitu saja.
Dengan cepat paran penjaga lain menarik tangannya dan menyeret dia bertubuh kekar itu sekaligus entah akan di bawa kemana saat itu, Anindita yang melihat tuan Antonio tiba-tiba saja muncul dia merasa sedikit lega karena sudah di selamatkan dari bodyguard sialan tadi namun salah satu bodyguard lain justru malah menatapnya ketakutan dan bodyguard yang di seret tadi berteriak meminta tolong dan meminta maaf kepada dirinya juga pada tuan Antonio saat itu.
Dia terlihat begitu panik dan sangat ketakutan saat berteriak meminta pertolongan seperti itu.
__ADS_1