
Disisi lain sebenarnya saat itu tuan Antonio sengaja dia hanya menjadikan sosok Melisa sebagai pelampiasan kekesalan dirinya saat itu pada Anindita saja, sebab dia sudah terlanjur kesal lebih dulu atas ucapan yang dikatakan oleh Anindita sebelumnya diaman dia sama sekali tidak menganggap keberadaan dirinya dan malah membiarkan dia begitu saja saat itu, bahkan mengatakan bahwa dia tidak perduli meski tuan Antonio pergi dengan wanita manapun di belakangnya.
Sehingga ketika mendengar ucapan seperti itu tuan Antonio sudah tidak bisa menahan emosi di dalam dirinya lagi, dia langsung saja pergi dari sana secepatnya dan segera saja membawa Melisa yang kebetulan tengah berada di sampingnya untuk membuat Anindita merasa puas karena dia sendiri yang sudah mengatakan seperti itu pada tuan Antonio lebih dulu.
Namun apa yang terjadi tuan Antonio hanya pergi menggandengkan tangan Melisa hanya sampai di dalam lift saja saat sudah tidak lama kemudian, Anindita pergi dia bahkan mendorong tubuh Melisa dengan kuat menggunakan kedua tangannya dengan cukup kuat sampai membuat Melinda hampir saja jatuh tersungkur saat itu karena jalan menuju ke luar dari dalam lift itu agak licin sebab saat itu bagian pembersihan baru saja selesai untuk membersihkannya, namun karena dia bertepatan muncul disaat pintu lift terbuka dan tuan Antonio menendang dia ke luar dari perusahaannya secara langsung.
"Pergi kau dari sini dan jangan ke gr an, aku melakukan semuanya bulan karena siapapun tetapi agar aku bisa mengusirku dari kantorku secara langsung!" Ucap tuan Antonio kepada Melisa.
Namun tentu saja Melisa tidak isa menerima semua perlakuan kasar dari tuan Antonio kepadanya yang sudah dia dapatkan berkali-kali selama hari ini saja, belum lagi dengan banyaknya hari sebelum ini yang pernah dia dapatkan kala itu, namun sampai sekarang Melisa tetap menantinya dan dia terus menggoda tuan Antonio meski saat itu tuan Antonio sama sekali tidak menggubris dia, sampai terpaksa tuan Antonio memanggil security kantor dan menyuruh ya untuk pergi menyeret Melisa keluar dari kantor perusahaan miliknya sekaligus mulai saat itu juga tuan Antonio memotret wajah Melisa dan dia berbicara dengan tegas kepada semua penjaga yang berdiri di depan perusahaan dimana aku bekerja secara diam-diam, seharusnya kau lebih memilih siswa yang pandai dan cerdas, bukan malah memilih seseorang hanya dari penampilan luarnya saja, karena manusia memiliki hati dan hati manusia sedalam lautan ada banyak hal yang di sembunyikan semua orang entah karena ingin memilih diam, ataupun jika karena hal lainnya lagi.
__ADS_1
"Satpam seret dia keluar dari sini dan untuk kalian semua dengarkan ucapanku baik-baik, jangan sampai kalian memberikan izin untuk orang ini ke dalam gedung perusahaanku, apa kalian mengerti, jika sampai saja saya melihat wanita ini masuk ke dalam perusahaan lagi, maka aku tidak akan segan-segan memberikan hukuman yang berat sekaligus hukuman yang akan memberikan pahatan berharap untuk tersangkanya juga!" Ucap tuan Antonio bicara dengan sangat lantang sekali saat itu di hadapan semua karyawan dia yang ada di sekitar sana.
Bahkan Melisa sendiri nampak memberikan tatapan yang tajam kepada tuan Antonio dan dia juga terus saja berusaha untuk berontak kepada tuan Antoni saat itu.
"Lepaskan...cepat lepaskan aku, Antonio apa yang kamu lakukan? Kau akan menyesal melakukan semua ini kepadaku, apa kau tidak tahu siapa aku Antonio?" Ucap Melisa yang pada akhirnya dia juga berani untuk membentak sosok tuan Antonio di hadapan para karyawan tuan Antonio sendiri saat itu.
Anindita saat itu baru saja sampai di lantai bawah namun dia sama sekali tidak melihat apapun yang aneh disana, padah saat itu waktu diantara dia jalan kesana dengan perginya tuan Antonio tidak lama, bahkan kami bisa di ibaratkan saling susul satu sama lain, karena takut ketinggalan tuan Antonio.
Namun sampai di lantai bawah dia malah tidak menemukan siapapun lagi apalagi seperti bekas kekerasan lainnya diantara mereka semua yang ada di sana, tapi tatapan mereka yang sangat aneh dan langsung menunduk ketika melihat pada Anindita ataupun ketika menyapanya, hal itu membuat Anindita mengerutkan alis seorang diri saking merasa herannya dengan semua hal tersebut saat itu.
__ADS_1
"Eeehh ..ada apa dengan mereka kenapa mereka malah memberikan tatapan seperti itu kepadaku? Emangnya aku ada pernah buat salah ya? Perasaan mereka semua sudah tahu kalau aku adalah pasangan si Antonio sialan itu, tapi kenapa mereka terlihat begitu panik ya?" Gerutuku terus memikirkan hal tersebut tanpa henti dan saat disana malah mendapatkan palingan wajah dari setiap karyawan yang sengaja dia lihat atau yang tidak sengaja saling menatap mata dan mengadu pandangan dengannya saat itu.
Anindita yang memang sangat berani dia mengesampingkan rasa malunya sendiri dan langsung saja dia mendekati salah satu penjaga di samping pintu dan menanyakan tentang semua hal dan keganjalan ini kepadanya saat itu juga.
"Syuuttt ....hei..kenapa mereka memalingkan pandangan dariku, dan kenapa mereka terus menunduk dan pura-pura sibuk begitu?" Tanya Anindita kepada salah satu penjaga yang masih cukup muda saat itu, jadi dia bicara bicara dengan santai selama bekerja seperti itu dan membuat otak tidak akan terlalu sumpek lagi.
Sayangnya satpam itu juga tetap tidak mau memberitahu pada Anindita tentang semua keanehan ini yang dia rasakan dan bahkan satpam penjaga itu juga masih memasang wajah yang terlihat gugup dan cemas namun dia malah terus saja sengaja menghindari kontak mata dengan Anindita saat itu, padahal Anindita sendiri sudah sangat geram sekali dan dia tidak bisa bersabar lagi saat itu, hingga langsung saja Anindita menjadi naik pitam dan dia berteriak sangat kencang saat itu, dia bahkan menatap tajam kepada penjaga di hadapannya yang dia rasa bahwa penjaga itu benar-benar tidak bisa meminta uang sewaan apapun lagi suatu hari nanti.
"Aishh....hei! Apa kalian semua ini tuli hah? Aku bertanya dengan baik-baik, kenapa kalian masih tidak menggubris pertanyaan dariku? Ayo cepat jawab aku dan angkat kepala kalian semua, jangan sampai aku akan membentak kalian lebih keras lagi!" Ucap Anindita membentak dan berteriak dengan sangat kencang kepada penjaga pria tersebut sampai membuat penjaga itu hanya bisa berdiri mematung sambil kakinya yang terlihat gemetaran, entah karet tremor karena mendapat ancaman dari Anindita yang sangat menyeramkan itu atau memang dia seperti tertekan begitu.
__ADS_1
Anindita benar-benar sangat jengkel sebab satpam penjaga itu hanya terus menunduk kepadanya dan tidak mau mengatakan apapun kepada Anindita mengenai tuan Antonio ataupun momen-momen apapun di masa-masa yang menyenangkan itu, dia benar-benar sudah sangat kesal kepada kelakuan tuan Antonio sebelumnya dan sekarang malah harus bertambah merasa semakin kesal dengan hal seperti ini yang membuat kepala dia semakin pusing dalam menghadapinya.