TAKDIR YANG TERTUKAR

TAKDIR YANG TERTUKAR
Terbongkar Semuanya


__ADS_3

Ibu Kasih langsung mendapatkan informasi mengenai Anindya yang mengalami kecelakaan, dia pikir itu adalah Anindita namun lagi-lagi ibu Kasih tersadar bahwa wanita yang saat ini tengah dia jenguk adalah putri pertamanya dan saudara kembar dari Anindita yang asli, namun berkat mendatangi Anindya ke rumah sakit pada akhirnya ibu Kasih bisa bertemu dengan putrinya Anindita dan sekaligus bertemu dengan Doni yang tengah menunggui Anindita bersama tuan Antonio saat itu.


Untuk pertama kalinya pasangan suami istri yang sudah berpisah dalam waktu sangat lama kini dipertemukan kembali karena putri mereka.


"Doni menyingkir dari putriku," ucap ibu Kasih saat itu.


Doni tentu saja merasa heran dia mengerutkan kedua alisnya dengan kuat dan langsung menatap tajam pada ibu Kasih yang mengatakan itu adalah putrinya.


"Kau....untuk apa kau ada disini?" Tanya Doni dengan penuh keheranan saat itu.


"Dia Anindita bukan putri yang kau bawa, putrimu bulan di kamar ini dia ada di sebrang kamar ini, pergi dan temui putrimu yang baru saja mengalami kecelakaan dengan pacarnya itu." Ucap ibu Kasih memberitahunya.


Doni langsung membelalakkan mata dan dia merasa sangat kebingungan dengan semua hal yang sangat aneh ini, sehingga dia tetap tidak mempercayai apa yang dikatakan oleh ibu Kasih pada awalnya namun untungnya tuan Antonio membantu menjelaskan kepada Doni sehingga dia bisa mengerti semuanya dan terlihat marah besar saat itu, karena merasa dia sudah di bohongi oleh semua orang saat itu.

__ADS_1


"Ahahah....apa maksudmu? Kau pikir aku bisa di tipu olehmu, sudah jelas dia putriku dia Anindya bukan Anindita, dia dibawa ke rumah sakit oleh tuan Antonio untuk apa lagi kau mau menipuku, apa kau mau mengambil Anindya dariku juga hah?" Bentak Doni kepada mantan istrinya tersebut.


"CK....jika kau tidak percaya tanyakan saja kepada tuan Antonio sendiri ataupun pada dokter yang menangani pasien ini, mereka jelas akan tahu bahwa dia adalah Anindita yang mengidap penyakit kanker hati, di pingsan karena sudah lama melewati terapinya dengan dokter Gavin dan semua ini disebabkan oleh putri kesayanganmu Anindya, dia bahkan ingin menyingkirkan Anindita dari sampingku dan selama ini putrimu tinggal denganku sedangkan yang di bawa oleh tuan Antonio dia adalah putriku," balas ibu Kasih memberitahunya dengan jelas.


Doni masih belum bisa mempercayai semua itu sampai akhirnya tuan Antonio terpaksa harus ikut angkat bicara, dia menarik tangan Doni dan segera membawanya ke luar dari ruangan itu untuk membicarakannya.


"Doni ikut dengan saya, biar saya yang menjelaskan semuanya padamu," ucap tuan Antonio saat itu.


Hingga setelah mendapatkan penjelasan panjang dari tuan Antonio barulah Doni terlihat begitu lemas, dia tidak menduga jika putri kesayangannya bisa melakukan hal seperti ini, dan dia baru sadar bahwa ternyata selama ini Anindya hanya menginginkan sebuah perhatian dan kasih sayang dari sosok ibunya begitu pula dengan Anindita yang ingin hidup dengan bebas sehingga mereka berdua melakukan hal seperti ini, dan sekarang Doni merasa penuh rasa bersalah kepada kedua putrinya tersebut, namun dia sadar bahwa dia tidak bisa menemui Anindita saat ini.


"Sayang akhirnya kamu bangun, apa kamu baik-baik saja, apa yang kamu rasakan? Biar ayah panggilkan dokter untukmu," ucap Doni kepadanya saat itu.


"Ayah... kenapa ayah bisa ada disini?" Tanya Anindya kepadanya saat itu.

__ADS_1


"Maafkan ayah Anindya, semua ini pasti karena ayah yang tidak pernah memperhatikan kamu dan memberikan perhatian yang baik untukmu, ayah sudah tahu semuanya sayang, aku mengetahui semua hal yang sudah kamu lakukan dengan Anindita selama ini, ayah tidak akan menyalahkan dirimu ataupun memarahi kamu lagi, ayah akan menjadi ayah yang baik untukmu ke depannya." Ucap Doni yang langsung saja memeluk Anindya dengan sangat erat.


"Terimakasih ayah, tapi aku juga merasa bersalah kepada Anindita, aku ingin menemuinya, aku ingin melihat keadaan dia ayah," ucap Anindita saat itu.


Saat Anindya terus saja meminta untuk pergi menemui Anindita yang dikatakan ayahnya juga di rawat di rumah sakit itu, tiba-tiba saja Ben muncul dia masuk ke dalam ruang rawat Anindya dengan sebuah perban di tangan dan kepalanya saat itu.


Bahkan dalam kondisi seperti itu Ben masih mencemaskan Anindya dan rupanya hal itu berhasil membuat hati Doni meleleh perlahan atas kebaikan yang di miliki oleh Ben terhadap Anindya.


"Anindya apa kamu baik-baik saja, Anindya ayo jawab aku?" Ucap Ben dengan wajah yang sangat panik dan penuh ke khawatiran saat itu.


Sedangkan Anindya sendiri terlihat tersenyum kecil karena dia tahu bahwa Ben tidak sadar dengan keberadaan ayahnya di ruangan itu.


"Aku baik-baik saja Ben, tapi apa kamu tidak sadar disini ada ayahku kau tidak bisa terus memeluk aku selama ini," ucap Anindya sampai menyadarkan Ben yang memeluknya dengan erat saat itu.

__ADS_1


"Aaa....AA..aahh..maafkan aku, maafkan aku om, aku sungguh sangat mencemaskan putrimu jadi aku tidak bisa mengontrol diriku sendiri." Ucap Ben yang langsung meminta maaf dan membungkukkan kepalanya di hadapan Doni saat itu.


__ADS_2