TAKDIR YANG TERTUKAR

TAKDIR YANG TERTUKAR
Kekesalan Antonio


__ADS_3

Langsung saja Anindita menghentikan ucapan dari tuan Antonio yang tidak ada habisnya memberikan penghinaan kepada dia terus menerus.


"Stop! Aahhh...kau benar-benar ya...aku memang jelek aku pendek, pipiku tembam dan besar aku juga tidak sehat aku merepotkan dan lemah apa lagi hah? Terus saja kau mengejekku sampai kau merasa puas..aishhh..." Balas Anindita membentak tuan Antonio dengan sangat kencang.


Tuan Antonio terus saja merasa serba salah dalam menghadapi Anindita saat itu, dia sudah berusaha untuk bersikap baik kepadanya dengan memberikan jas miliknya agar Anindita tidak kedinginan saat itu, namun sayangnya justru malah pertengkaran yang mereka dapatkan, dan kini tuan Antonio yang baru menyadari bahwa dia memang sudah kehilangan kesadaran pada dirinya sendiri sebab dia gagal menahan dirinya yang malah menjelaskan hal yang tidak penting kepada Anindita, sehingga pada akhirnya membuat Anindita marah dan memalingkan pandangan ke luar jendela mobil saat itu.


Tuan Antonio sendiri dia hanya berdecak kesal dengan perasaan bingung tidak menentu, dia tidak tahu harus berbuat apa untuk membuat Anindita agar dia tidak marah dan merajuk terus seperti itu kepadanya, sebab tua Antonio sendiri tidak bisa terus berada dalam suasana di dalam mobil yang sangat tidak enak seperti ini bagi dirinya.


"CK....dia marah begitu saja padahal aku hanya membalikkan ucapannya, dia yang lebih dulu menghinaku, apa yang salah dengan perkataanku tadi" gerutu tuan Antonio yang masih saja merasa kesal.


Meski sebenarnya saat itu tuan Antonio sendiri sudah merasa sedikit tidak enak karena dia yang membuat Anindita sampai semarah itu, tetapi dengan sifat dan karakter yang keras dalam dirinya, sangat pantang sekali bagi tuan Antonio untuk meminta maaf dan mengakui kesalahannya kepada orang lain, terlebih dia juga sama sekali tidak merasa bahwa dirinya melakukan kesalahan kepada Anindita saat itu.


Yang pada akhirnya hingga mereka sampai di mension. Anindita dan tuan Antonio sama sekali tidak berbicara seterusnya, bahkan ketika mobil baru saja berhenti, Anindita langsung pergi keluar sendiri dengan perlahan dan berusaha untuk turun dari mobil dengan semuatenaga yang dia milikku saat itu, sedangkan tuan Antonio sendiri konyolnya dia justru malah pergi untuk masuk ke rumahnya seorang diri tanpa mengingat keberadaan Anindita yang masih berjalan dengan merayap cukup pelan sambil terus memegangi bagian samping mobil sebab kakinya masih merasa lemas dan tubuhnya juga tidak memiliki banyak energi saat itu.


Melihat tuan Antonio yang sudah sampai di depan pintu dan hendak masuk meninggalkan dia begitu saja, tentu Anindita merasa sangat kesal, padahal dia sudah berharap tuan Antonio bisa membantunya agar dia bisa cepat sampai masuk ke dalam rumah dan tidak perlu menahan sakit dan kelemahan seperti itu.

__ADS_1


Dengan cepat Anindita langsung berteriak dengan keras memanggil tuan Antonio dan menyinggungnya dengan sinis saat itu juga.


"Antonio! Heh apakah kau seorang pria, aishh...tega sekali kau pergi masuk ke dalam rumah seorang diri, apa kau lupa kalau aku sedang tidak sehat hah!" Bentak Anindita sangat kencang.


Tuan Antonio segera berbalik dan dia langsung berjalan menghampiri Anindita dengan menggerutu kecil, namun Anindita masih bisa mendengar gerutuannya tersebut.


"Hah...ternyata dia masih butuh juga dengan tenagaku, siapa suruh sebelumnya dia sendiri yang mengatakan bahwa aku tidak boleh menyentuhnya, dia juga yang merajuk dasar konyol" gerutu tuan Antonio sambil berjalan menghampiri Anindita saat itu.


Karena mendengar gerutuan barusan dari tuan Antonio, Anindita menjadi sangat kesal, dia pun sudah tidak ingin lagi untuk menerima bantuan dan meminta bantuan apapun dari tuan Antonio sehingga saat tuan Antonio sudah berada di hadapannya dan hendak menyentuh tangan Anindita untuk membantunya berjalan dan berniat memapahnya, Anindita dengan cepat menghempaskan tangan tua Antonio dan menjauhi dia begitu saja.


Itu membuat tuan Antonio kaget dan terperangah dengan bola mata yang terbuka lebar dan dia benar-benar merasa tidak habis pikir dengan pikiran yang ada di kepala Anindita karena Anindita selalu mudah berubah-ubah dengan cepat, entah dengan karakternya ataupun dengan penyakitnya yang bisa kambuh kapan saja sehingga hal itu membuat tuan Antonio merasa frustasi dan kesal.


Dia berdiri melihat Anindita yang masuk ke dalam rumah sambil mengepalkan kedua tangannya dan mengeratkan giginya dengan kuat, tuan Antonio terus menahan emosi di dalam dirinya dengan sekuat tenaga agar dia tidak semakin membuat Anindita kesal dan merajuk lebih parah lagi kepadanya, namun tetap saja tuan Antonio tidak bisa menahan kekesalannya lagi saat itu.


Sehingga saat melihat Anindita baru saja masuk melewati pintu rumahnya tuan Antonio langsung berbalik dan dia berteriak sangat kencang sambil menatap langit malam saat itu untuk melampiaskan emosi di dalam dirinya karena dia tidak bisa melepaskan semua amarah itu pada Anindita secara langsung.

__ADS_1


"Aaatrrkkkkkk....sialan...memang kau manusia bunglon, kenapa mudah sekali kau berubah, aishh...aku ingin membunuhmu bunglon!" Teriak tuan Antonio sangat kencang sampai membuat beberapa orang penjaga di rumahnya menatap heran dan merinding takut ketika mendengar teriakkan tuan Antonio yang di ikuti dengan gerutuannya tersebut.


Saat tuan Antonio berhenti berteriak dan mengatur nafasnya dengan cepat para penjaga itu kembali memalingkan pandangannya lurus lagi ke depan seakan tida pernah memandangi tuan Antonio yang berteriak bak seorang orang stres sebelumnya.


Disisi lain Anindita sendiri mendengar teriakannya tuan Antonio sehingga dia kembali mengeluarkan kepalanya dari balik pintu dan memanggil nama tuan Antonio sambil mengejeknya saat itu.


"Hei.....Antonio... Apa kau sudah gila ya?" Ucap Anindita yang membuat tuan Antonio semakin frustasi dengan kelakuannya tersebut.


Tuan Antonio pun kembali berteriak sambil menggelengkan kepalanya kuat karetdia benar-benar tidak bisa melampiaskan emosinya secara langsung pada orang yang membuatnya semarah ini.


"Haaaaa....aaaaarrkkkkkk..... Kenapa aku harus bertemu dengan manusia menjengkelkan itu!" Teriak tuan Antonio sekali lagi.


"Wahh...dia benar-benar sudah gila" gerutu Anindita saat mendengar teriakkan kedua dari tuan Antonio saat itu.


Anindita juga segera kembali masuk ke dalam rumah setelah mengatakan hal tersebut dan dia terus berjalan pelan sambil memegang ke dinding tembok rumah itu secara perlahan karena dia takut sekali terjatuh sebab kakinya terasa semakin lemah dan lemah.

__ADS_1


__ADS_2