TAKDIR YANG TERTUKAR

TAKDIR YANG TERTUKAR
Di Gendong


__ADS_3

"Baik aku akan memberikanmu lima puluh juta yang kau inginkan tapi bagaimana jika aku tahu bahwa bedak ini adalah produksi dari pabrikku? Aku bisa memberikanmu banyak sekali bedak yang seperti ini, bagaimana? Aku juga bisa membawamu ke penjara atas penipuan dan pemerasakan kepada istriku, aaahhh satu lagi kau juga telah memasukan identitas dari bedak produksi pabrikku bagaimana apa kau masih menginginkan uang lima puluh jutamu itu?" Balas tuan Antonio yang langsung saja membuat wanita paruh baya itu bergetar ketakutan dan tidak bisa berbicara apapun lagi kepadanya.


Seketika setelah mendapatkan jawaban menohok seperti itu dari tuan Antonio ibu paruh baya tersebut langsung saja terlihat gemetar ketakutan dan dia langsung saja kabur berlari dengan cepat setelah berhasil merampas kembali bedak di tangan tuan Antonio tersebut dan terus lari tunggang langgang begitu saja.


Anindita yang melihat semua kejadian tadi dia hanya terperangah dengan membelalakkan kedua matanya lebar juga mulut yang terbuka karena aneh juga syok melihat masih ada penipu kelas rendah seperti itu di sekitaran ini bahkan penipu itu mau menipu dirinya yang sudah pernah mengelabui begitu banyak brandal jalanan di dunia bawah, itu adalah hal yang sangat menjengkelkan bagi Anindita, tapi tetap ada untungnya karena melihat kejadian konyol seperti itu rasa sakit di uluh hatinya tiba-tiba saja mulai membaik dan kini tidak sesakit sebelumnya sebab dia sendiri masih bisa menahan rasa sakit itu tidak sampai jatuh lemas apalagi pingsan seperti sebelumnya.


"Wahhh... Ternyata ibu itu benar-benar seorang penipu yah, hampir saja aku tertipu olehnya" batin Anindita saat itu.


Tuan Antonio terlihat berdecak pelan setelah kepergian ibu-ibu paruh baya tersebut dan dia langsung beralih menatap ke arah Anindita dengan cepat, juga segera memeriksa keadaannya saat itu.


"CK...dasar penipu bodoh mana mungkin aku memiliki pabrik bedak murahan seperti itu, dasar manusia konyol," gerutu tuan Antonio saat itu sambil segera berbalik menatap ke arah Anindita dengan segera.


"Hey....apa kau baik-baik saja, mana tadi yang sakit, atau penyakitmu itu kambuh lagi yah?" Tanya tuan Antonio kepada Anindita saat itu.


Mendengar tuan Antonio yang menyinggung mengenai penyakit dirinya dia langsung merasa sangat heran dan sedikit bingung, karena tuan Antonio seperti mengetahui tentang penyakitnya tersebut, padahal dia sama sekali tidak mengatakan apapun kepadanya selama ini.

__ADS_1


"Ehhhh....tuan darimana kau tahu bahwa aku sakit? Apa jangan-jangan kau tahu juga bahwa aku sakit...." Ucap Anindita yang tertahan saat itu karena tuan Antonio sendiri langsung saja memotong ucapannya dengan cepat.


"Aahhh...aku tahu kalau kau sakit saat kau pingsan di rumahku saat itu, kau sakit perut kan, mana yang sakit aku akan mengobati sakitmu itu" ujar tuan Antonio yang langsung saja memotong ucapanku seperti itu.


Anindita langsung saja merasa sangat heran dan kebingungan sendiri, padahal sebelumnya dia jelas sekali melihat bahwa tuan Antonio seperti mencemaskan dirinya dan berbicara seperti itu seakan dia mengetahui bahwa Anindita sakit saat itu, tetapi ketika dia mulai mencurigai dirinya dia langsung saja memotongnya seperti itu, dan membuat Anindita merasa agak curiga.


Tetapi walau begitu Anindita merasa sedikit lega karena ternyata penyakit yang dia idap tidak di ketahui oleh tuan Antonio, meski pun rasanya itu sedikit aneh.


"Aaahhh....bodoh amat lah, yang penting dia ternyata tidak mengetahui penyakit ku" batin Anindita saat itu.


"Ayo aku bantu kau berjalan, dasar penyakitan" ucap tuan Antonio mengatai Anindita,


"Aishh ..sudahlah jika kau tidak tulus dalam membantuku, aku bisa jalan sendiri, aaahhhh ini sakit lagi" ucap Anindita yang mulai merasakan bagian hatinya terasa sakit lagi.


Yang tidak Anindita duga, tiba-tiba saja dia langsung mengangkat tubuh Anindita begitu saja dan membuat Anindita merasa sangat kaget di buatnya, sebab dia tiba-tiba saja dia gendong oleh tuan Antonio begitu saja saat di dalam mall tersebut.

__ADS_1


"Ehh...eh...eh ..tuan apa yang kau lakukan hey Antonio turunkan aku, hey ..lepaskan kau mau membawaku ke mana hey...ini sangat memalukan!" Teriak Anindita berontak dengan sekuat tenaganya karena dia merasa sangat malu saat itu.


Namun sayangnya saat itu tuan Antonio sama sekali tidak menghiraukan ucapan dari Anindita dan dia terus saja mengabaikan suara Anindita yang terus memberontak dengan keras kepadanya dia sama sekali tidak memperdulikan hal itu dan malah menyuruh Anindita untuk menyembunyikan wajahnya jika dia merasa malu dengan banyak orang disana saat itu.


"Heh...kalau kau malu sembunyikan saja wajahmu bukannya malah berontak membuat semua orang malah memperhatikan kita karena suaramu yang sangat berisik itu" ujar tuan Antonio kepada Anindita saat itu.


Anindita benar-benar di buat kesal dan semua tingkah tuan Antonio kepada dirinya sangat menguji kesabaran dirinya sendiri, sehingga memang tidak ada jalan lain lagi saat itu, dan Anindita hanya bisa mengikuti apa yang dikatakan oleh tuan Antoni sendiri saat itu, sebab apa yang dikatakan oleh ya memang ada sisi benarnya juga dimana semua orang sudah mulai memperhatikan dirinya tetapi lebih banyak dari orang-orang itu memuji tuan Antonio yang mengatakan bahwa dia pria romantis dan tampan banyak juta orang-orang disana yang memuji tubuh atletisnya tuan Antoni itu, dan semua hal tersebut sungguh mengganggu telinga Anindita yang pada dasarnya sangat membenci tuan Antonio apalagi dia harus berada dalam gendongannya seperti itu.


"Wahhh...lihat pria itu sangat tampan sekali, beruntungnya gadis yang di gendongannya itu, aku juga ingin sepertinya" ucap salah satu wanita yang mereka lewati saat berjalan saat itu,


"Iya yah....pria itu memiliki postur tubuh yang sangat bagus dan keren di tambah dengan style nya yang sangat elegan, sepertinya dia adalah orang kaya bukan, wajahnya juga sangat tampan" balas para pengunjung mall yang lainnya.


Anindita yang terus mendengar banyak pujian di lontarkan dari banyak orang kepada tuan Antonio dia, benar-benar di buat kesal dan emosi karena terus mendengarkan banyak sekali ucapan yang tidak berguna yang masuk ke dalam telinganya saat itu.


"Wahh...dia ini memang pria yang suka mencari perhatian di sekilingnya, benar-benar jauh berbeda dengan tipe pria idamanku" batin Anindita saat itu sambil menatap wajah tuan Antonio dari bawah.

__ADS_1


Setelah itu Anindita kembali menyembunyikan wajahnya pada dada bidang tuan Antonio karena dia tidak ingin ada satu pun orang yang mengenali wajahnya tersebut atau melihatnya sedang di gendong oleh tuan Antonio di tempat umum seperti itu.


__ADS_2