TAKDIR YANG TERTUKAR

TAKDIR YANG TERTUKAR
Bertukar Tempat


__ADS_3

Sedang Anindita yang mendengar permintaan dari Anindya dia lama diam termenung dan refleks mengerutkan kedua alisnya sangat jelas saat itu, dia tidak mau membohongi Oma dan ibunya karena dia sangat menyayangi mereka namun dia juga merasakan bahwa selama ini dia tidak pernah bisa pergi ke luar ataupun menikmati udara dengan bebas, dia harus selalu diam di dalam rumah seperti seekor burung yang diam dalam sangkar, sehingga dia merasa nyaman dan senang ketika tinggal dengan Doni ayahnya Anindya karena dia memberikan kebebasan kepada dirinya.


Tapi walau begitu Anindita tetap saja tidak menyetujui apa yang di inginkan oleh Anindya kepadanya, sebab dia tidak pernah tahu apakah Anindya akan bersikap baik pada Oma dan ibunya atau tidak sebab dia tahu bahwa identitasnya itu adalah seorang pencuri misterius dan dia merasa cemas dengan hal itu.


Hingga tidak lama Anindya kembali berbicara kepada Anindita dan berusaha terus membujuk dia juga meyakinkannya.


"Anindita aku mohon padamu ini hanya satu bulan saja, itu tidak akan lama aku janji kepadamu dan aku juga tidak akan melakukan hal apapun kepada Oma dan ibumu, aku hanya ingin menerima perhatian dan kasih sayang dari mereka dan aku akan terus berpura-pura menjadi dirimu begitu juga dengan kau yang akan berpura-pura menjadi aku, aku janji padamu Anindita" ucap Anindya sambil memegangi tangan Anindita dengan erat dan dia memasang wajah yang menyedihkan kepada Anindita.


Hal itu membuat Anindita semakin dilema dan dia merasa bingung untuk membuat keputusan saat itu, dia hanya takut salah dalam mengambil keputusan sehingga dia masih harus memikirkannya dengan sangat matang saat itu.


"Anindya sebenarnya aku juga merasa bosan dengan hidupku meski aku memiliki banyak harta tapi aku tidak sebahagia yang kau pikirkan, aku tidak memiliki sesuatu yang sangat berharga seperti yang kau miliki, aku juga tidak punya ayah yang sangat melindungi aku, aku bahkan tidak memiliki sahabat pria yang sangat menyayangi aku sama seperti Ben yang sangat mencintai kamu, aku ingin merasakan ada di posisimu juga Anindya, karena menurutku menjadi kau adalah hal paling beruntung karena kau sehat, tapi aku juga bersyukur dengan memiliki oma dan ibuku, aku tidak ingin mengecewakan mereka, dengan bertukar tempat denganmu secara diam-diam seperti ini" ujar Anindita yang masih memikirkannya dengan baik,

__ADS_1


"Anindita kalau kamu memang menyukai di posisiku kenapa kamu tidak mencobanya dahulu, rekam ini ayo rekam perjanjian diantara kita sebagai bukti kuat nantinya, aku sungguh berjanji padamu Anindita, aku akan kembali setelah satu bulan dan aku tidak akan pernah membuat mereka mengetahui bahwa aku bukan kamu, aku janji padamu" ucap Anindya lagi sambil merekam ucapannya sendiri di ponsel Anindita saat itu.


Kemudian dia mengembalikan kembali ponsel tersebut ke tangan Anindita dan membuat Anindita semakin bingung untuk memilih.


Setelah memikirkan begitu lama akhirnya Anindita pun mengijinkannya untuk bertukar tempat dengan Anindya, namun dia melakukan itu semua bukan karena dia tidak senang dalam hidupnya dengan Oma dan ibunya, tetapi karena dia ingin mengabulkan keinginan dari Anindya yang sangat menyedihkan, walaupun sebenarnya orang yang sangat menyedihkan adalah dirinya sendiri, dimana dia hanya memiliki waktu 16 bulan lagi untuk bertahan hidup.


"Oke... Baiklah aku setuju dengan permintaanmu, tapi ingat Anindya aku melakukan semua ini bukan karena aku tidak senang hidup dengan ibuku dan Oma, tapi aku melakukan ini untukmu, entah kenapa aku merasa aku harus melakukan itu setidaknya aku harus melakukan hal baik dalam hidupku sebelum aku tidak" balas Anindita kepada Anindya.


"Terimakasih banyak Anindita aku sungguh berhutang banyak kepadamu, terimakasih sudah memberikan aku kesempatan untuk merasakan hidup seperti dirimu, aku janji suatu saat nanti aku akan membalas kebaikan dirimu, walau harus dengan nyawaku sendiri" ucap Anindya sambil tersenyum senang memeluk erat tubuh Anindita,


"Jangan bicara seperti itu gadih bodoh! Mana mungkin hal semacam ini bisa kau balas dengan nyawamu, aku juga tidak akan bersedia menerimanya" balas Anindita sambil balik tersenyum membalas pelukan Anindya kepadanya.

__ADS_1


Saat itu juga mereka langsung berganti pakaian satu sama lain dan Anindita membelikan ponsel yang sama seperti miliknya untuk Anindya agar penyamaran mereka berjalan lancar dan tidak di ketahui oleh siapapun, bahkan Anindita memberitahu masalah dokter Gavin kepada Anindya sehingga meminta Anindya untuk berpura-pura meminum obat yang di berikan oleh ibu atau Oma nya kepada dia, sehingga hal itu membuat Anindya merasa heran dan bingung.


"Tunggu Anindita memangnya kau sakit apa? Kenapa sepertinya kau harus setiap hari meminum obat yang banyak, apa kau sakit parah?" Tanya Anindya merasa curiga dan bingung,


Anindita tidak mengatakan yang sebenarnya karena dia tidak ingin siapapun mengasihani dirinya hanya karena dia mengidap kanker hati yang ganas saat ini.


"Aahhh... Bukan apa apa kok, ini hanya penyakit biasa aku tidak tahan dingin saja dan mudah masuk angin jadi harus meminum banyak vitamin agar tetap sehat, semua orang kaya juga pasti meminum vitamin kok, tapi vitamin itu khusus hanya di buatkan oleh dokter Gavin untukku, sehingga orang lain belum tentu cocok jika meminumnya jadi agar kau tetap aman sebaiknya kau jangan meminum obat itu, apalagi mencobanya karena iseng atau penasaran, nanti jika tidak cocok dengan tubuhmu kau bisa sakit tahu" ucap Anindita sengaja berbohong dan menakut-nakuti Anindya dengan otak pintarnya itu.


Anindya pun langsung percaya dengan mudahnya pada semua ucapan yang dikatakan oleh Anindita kepada dirinya.


"Sudah.. ini ambil semua kartu ini dan pin nya sudah aku tuliskan di ponselmu, juga semua kontak sudah aku salin ulang, kau tidak akan ketahuan oleh siapapun jika kita bertukar tempat, ingat kau harus tetap mengirimkan aku uang dari kartu ATM ini, apa kau mengerti?

__ADS_1


"Kita akan berkomunikasi dengan nomor ini dan aku sengaja memberi nama satu huruf di kontaknya agar ibu tidak mencurigai apapun, aku tidak pernah memiliki teman jadi dia akan merasa curiga jika aku memiliki kontak orang asing kau bilang saja ini nomor operator dan ingat hapus setiap chat setelah kita mengobrol apa kau mengerti?" Ucap Anindita memberitahu Anindya dan mengajarinya cara memakai ponsel itu dengan penuh kesabaran.


__ADS_2