TAKDIR YANG TERTUKAR

TAKDIR YANG TERTUKAR
Di Ketahui Ibu Kasih


__ADS_3

Hingga Ben yang sudah mendengar semua cerita panjang dari Anindita dia juga ikut menjadi emosi mendengarnya dan tanpa sadar dia refleks menepuk meja di sana dengan cukup keras hingga membuat Anindya dan Anindita tersentak kaget karena mendengar suara tersebut.


"Brak! Sialan....." Ucap Ben setelah menggebrak meja saat itu.


"Heh ..beraninya kau menggebrak meja di rumahku, aish membuat aku kaget saja," ucap Anindita sambil mengusap dadanya sendiri saat itu.


"Ahah..maafkan aku Anindita tapi aku benar-benar sangat terpancing emosi ketika mendengar ucapanmu barusan, aahh bagaimana bisa kamu malah terjebak dengan orang yang sangat menyebalkan sepertinya, sudahlah lagipula sekarang kau sudah bebas darinya, kau akan aman jika tinggal disini dan biarkan Anindya pergi tinggal denganku saja," ucap Ben saat itu menemukan solusinya.


Tapi Anindita menghentikan tingkah Ben saat itu, dia tahu bagaimana Antonio dia tidak mungkin diam saja jika mengetahui bahwa dia tidak kembali ke kediamannya maka dari itu dia juga meminta agar Ben mengembalikan Anindya kepada ayahnya saja, agar semua ini tidak membuat Doni merasa cemas karena putrinya di kabarkan hilang nantinya.


"Tidak Ben jangan sampai Anindya tinggal di rumahmu, dia harus kembali ke rumah ayahnya Doni, bagaimana pun Doni itu adalah ayah kandungnya dia juga orang yang sudah merawat dan membesarkan Anindya selama ini, apakah menurutmu pantas bagi seorang wanita tinggal di kediaman seorang pria tanpa dia ketahui oleh orang tuanya terlebih dahulu, jika kau benar-benar menyukai Anindya ya kau harus meyakinkan dulu Doni tentang hal itu, jadi kembalikan saja dia ke sana, aku akan mencari cara lain untuk menghadapi Antonio nanti," balas Anindita kepadanya.


"Anindita apa maksudmu? Jika aku membawa Anindya kembali kepada rumah ayahnya itu sama saja dengan kita akan mengirimkan Anindya kepada Antonio untuk menggantikan dirimu, kau tahu jelas bagaimana Antonio, mengapa aku melakukan ini, itu terlalu beresiko untuk Anindya." Balas Ben yang membuat Anindita merasa sedikit kesal kepadanya.


Anindita langsung memberikan tatapan tajam dengan nafas yang menderu saat itu dia langsung memberikan pengertian lagi kepada Ben dengan cepat sambil berusaha menahan emosi di dalam dirinya sendiri yang susah payah dia tahan sedari tadi sebelumnya.

__ADS_1


"Ben....kau sama sekali tidak mengetahui apapun tentang Antonio jika dibandingkan denganku yang sudah cukup lama tinggal satu rumah denganya, dia tidak akan mencari Anindya lagi, sebab dia sudah tahu aku bukan Anindya tetapi Anindita, dia akan mencari aku bukan Anindya, meski wajah kita mirip tapi aku sudah mengatakan semuanya karena dia mengancam aku saat itu, jadi kau tidak perlu mencemaskan apapun untuk orang yang kamu sayangi ini, aku juga telah berkorban banyak untuk Anindya, apa menurutmu aku menikmati tinggal di luar dengan penuh kecemasan dan masalah yang menimpaku, sedangkan kau dan Anindya sudah bisa hidup dan tinggal di tempat yang nyaman tanpa memikirkan hal apapun, aku tidak ingin berurusan dengan kalian lagi, kembalilah kalian ke tempat seharusnya kalian berada dan tolong jangan muncul lagi di hadapanku, termasuk juga kau Anindya semua ini terjadi di awali karena aku mengasihani dirimu," ucap Anindita sambil menatap tajam pada Anindya saat itu.


Anindita sudah bangkit berdiri dan dia hendak pergi dari sana namun Anindya juga ikut berdiri dia menarik tangan Anindita dan menahannya dengan kuat.


"Anindita tunggu, ada yang perlu aku katakan padamu," ucap dia pada Anindita saat itu.


Melihat wajah Anindya yang terlihat begitu serius terpaksalah Anindita kembali berbalik dan menghadap pada dia dengan wajah datar dan lelah saat itu, lalu langsung menyuruh Anindya untuk bicara dengan cepat padanya saat itu juga.


"Katakan," ujar Anindita kepadanya dengan wajah yang dingin sekali.


"Apakah kamu sungguh tidak pernah berpikir bahwa aku dan kamu bisa saja menjadi saudara kembar satu sama lain? Wajah kita terlalu mirip dan kita memiliki tanggal dan tahun lahir yang sama? Bukankah ini sangat aneh?" Ujar Anindya yang membuat Anindita mengerutkan kedua alisnya sambil berpikir keras saat itu.


"Memangnya kenapa kau bertanya seperti ini kepadaku? Jika pun aku dan kau adalah saudara kembar aku tidak akan masalah hanya saja aku tidak tahu apapun tentang hal itu, ibu dan Oma ku tidak pernah membicarakan apapun mengenai saudara ataupun ayahku, aku tidak tahu," balas Anindita dengan jujur kepada Anindya.


Dan Anindya langsung saja memeluknya kembali dan mengatakan kepada Anindita bahwa dia benar-benar saudara kembarnya dan dia ingin menyatukan kembali keluar mereka seperti dulu dan seperti semua orang pada umumnya dimana mereka bisa bersatu dengan keluarga yang lengkap.

__ADS_1


"Anindita aku adalah kakakmu, aku saudara kembarnya Anindita, apa kamu percaya padaku, tolong jangan percayalah." Ucap Anindya yang membuat Anindita sangat syok sekali saat itu sampai membelalakkan mata dan mematung diam tidak bisa melakukan ataupun mengatakan sesuatu lagi saat itu.


Dan yang mengagetkan adalah ibu Kasih dan Oma baru saja tiba di rumah saat itu dan mereka melihat juga mendengar dengan jelas apa yang dikatakan oleh Anindya kepada Anindita saat itu sampai membuat ibu Kasih naik pitam dan langsung saja berteriak memanggil Anindita dan langsung saja membuat mereka segera melepaskan pelukan satu sama lain dan saling menjauh.


"Anindita!" Ucap ibu Kasih dengan sorot mata yang tajam sekali saat itu.


Mereka berdua langsung berbalik dan menoleh ke arah ibu Kasih, dan hal tersebut membuat ibu Kasih kebingungan sebab kedua orang disana sama-sama memiliki wajah yang mirip sekali, sulit untuk membedakan mereka saat itu, begitu juga dengan sang Oma yang langsung terperangah menutup mulutnya melihat kedua cucuk kembarnya sudah benar-benar bertemu dan mereka akan kesulitan membedakan yang mana Anindita dan yang mana Anindya saat itu.


"Anindita mendekat pada ibu dan menjauhlah dari penirumu!" Ucap ibu Kasih yang membuat Anindya sangat sakit hati mendengar ucapan tersebut, Anindita juga kebingungan mengapa ibunya bisa mengatakan hal seperti itu dengan sorot matanya yang terlibat begitu kesal sekali.


Namun disaat Anindita hendak melangkahkan kaki Anindya justru mendahuluinya dan dia pergi menghampiri ibu Kasih dengan cepat, hal tersebut semakin membuat Ben dan Anindita yang asli menjadi kes dan semakin mengerutkan kedua alis mereka dengan kuat karena tidak mengerti dengan apa yang dilakukan oleh Anindya saat itu, padahal sudah jelas dia tahu bahwa dia sudah harus kembali ke rumah ayahnya lagi.


"Anindya apa yang kau lakukan menjauh dari ibuku!" Ucap Anindita yang tidak bisa menahan dirinya lagi melihat ibu Kasih yang malah menggenggam tangan Anindya.


"Diam kau! Keluar dari rumahku, kau adalah putri Doni bukan bukan putriku, aku hanya akan mengakuimu jika hubunganmu dengan Doni sudah lepas!" Ucap ibu Kasih membuat Anindita keheranan.

__ADS_1


Anindya juga kaget ketika mendengar ternyata ibu Kasih mengenali ayahnya dan juga dirinya, hanya saja ibu Kasih tidak ingin mengakui mantan suami dan anak yang di bawa suaminya itu, sebab dia tidak ingin membuka bekas luka yang sudah hampir kering itu.


Suasana menjadi sangat tegang, Ben juga tidak tahu harus melakukan apa lagi saat itu, dia tidak bisa membela Anindita karena menyukai Anindya dan takut Anindya akan marah dengannya jika dia ikut campur dengan apa yang sedang terjadi saat itu, sedangkan Anindita yang asli sudah tidak di percaya oleh ibunya sendiri.


__ADS_2