TAKDIR YANG TERTUKAR

TAKDIR YANG TERTUKAR
Memohon


__ADS_3

Melihat hal tersebut tentu saja Anindita sangat kaget dan dia langsung saja menghampiri tuan Antonio dengan sangat berani dan bahkan dia tidak segan untuk memegangi tangan Antonio saat itu, dia meminta kepadanya untuk tidak melakukan hal menyeramkan dan sadis seperti itu kepada bodyguard nya sendiri seburuk apapun kesalahan yang dia lakukan terhadap dirinya.


"Ohh....astaga.... tidak-tidak aku mohon jangan lakukan itu, hey Antonio apa yang kau lakukan cepat suruh dia keluarkan lagi orang itu, jangan buat dia menjadi santapan macanmu!" Ucap Anindita dengan panik dan memegangi tangan Antonio dengan erat.


Antonio justru melah menatap cukup tajam ke arah Anindita dan dia hanya memperlihatkan sebuah senyum kecil di wajahnya saat itu sehingga hal tersebut membuat Anindita yang melihatnya tambah heran dan kebingungan mendapatkan reaksi aneh dari Antonio kepada dirinya,


"Antonio apa yang sedang kau pikirkan jangan lakukan hal sekejam itu, dia juga manusia apa kau bodoh ya, ayo cepat keluarkan dia!" Bentak Anindita yang sudah sangat tidak sanggup melihatnya lagi.


Apalagi di saat dia bodyguard lainnya saat itu hendak membukakan kurungan sang macan yang sudah terlihat begitu marah untuk siap memangsa manusia tersebut dengan mata laparnya.


"Apa yang bisa kau berikan kepadaku jika aku melepaskan bodyguard pengkhianat itu?" Tanya Antonio sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Anindita saat itu.


Anindita cukup tersentak kaget ke belakang dan dia hampir tersandung saat itu, namun Antonio dengan cepat menahan pinggangnya hingga Anindita selamat dan dia merasa mulai takut pada Antonio sekarang, pagi setelah melihatnya secara langsung bahwa Antonio memang benar-benar memeliki seekor macan berukuran besar serta beberapa serigala dan anjing di rumahnya tersebut.


"KA..kau..." ucap Anindita yang gugup tidak menentu karena wajah Antonio yang cukup dekat dengan wajahnya saat itu.

__ADS_1


Anindita menelan salivanya susah payah dia tidak tahu apa yang harus dia katakan saat itu, sebab kini dirinya sendiri juga merasa takut untuk berbicara dengannya atau sekedar mengeluarkan apa yang ingin dia katakan saat itu.


"Astaga....kenapa dia sangat menyeramkan sekarang aaahhh aku merasa cukup takut dengannya" batin Anindita merasa cemas,


"Baiklah jika kau tidak menjawab aku akan menyuruh bodyguard ku segera melepaskan macan itu dan pertunjukan akan segera di mulai" ujarnya kepada Anindita begitu saja.


Mendengar itu Anindita semakin panik dan tidak bisa berpikir panjang seakan dia terdesak dan ini tentang hidup dan mati seseorang, meski dia sendiri tidak mengenal siapa bodyguard itu dan sejujurnya dia juga cukup kesal terhadap bodyguard botak tersebut tetapi hal seperti itu terlalu berlebihan untuk memberinya hukuman.


Maka dari ibu Anindita tetap membelanya dan dia langsung saja menghentikan Antonio yang saat itu hampir saja memerintahkan kedua bodyguard dia untuk melepaskan sang macan peliharaan miliknya yang ganas tersebut.


"Aahhh....iya...iya baiklah aku akan memberikan sesuatu penawaran untukmu tapi tolong kau lepaskan saja dia, kau bisa memenjarakan dia jika memang dia melakukan hal yang sangat fatal kepadamu, tetapi kau jangan menghukum dia dengan mengambil nyawanya kau sama sekali bukan tuhan dan tidak ada yang berhak melakukan hal sekeji ini kepada siapapun, meski kau pengusaha di dunia ini!" Ucap Anindita sangat berani dan lantang.


Antonio justru semakin tertarik dan penasaran untuk bisa mengenal Anindita yang dia kira sebagai Anindya saat itu, justru karena keberanian yang dia miliki, itu membuat saya tarik tersendiri bagi seorang Antonio terhadap dirinya.


"Baiklah ayo cepat katakan apa yang bisa kau berikan untuk jaminan bagi pengkhianat seperti dia?" Balas Antonio kepada Anindita dengan wajahnya yang serius dan sebelah alisnya yang dia naikkan beberapa saat.

__ADS_1


Anindita mulai menjawabnya dengan gugup meski dia sendiri tidak tahu apakah keputusan itu adalah hal yang benar atau tidak sama sekali, tetapi baginya yang terpenting saat ini adalah menyelamatkan bodyguard tersebut, sebab dia tidak mau menyaksikan penderitaan dia jika sampai bodyguard botak tersebut benar-benar di cabik-cabik hingga mati oleh seekor binatang buas di depan matanya sendiri.


"A...a..aku....aku tidak tahu apa yang bisa aku berikan kepadamu sebagai jaminan baginya, karena aku memang tidak memiliki apapun dalam hidupku, tapi aku bisa meyakinkan kau berjanji kepadamu bahwa kau tidak akan merasa menyesal atau rugi jika kau melepaskannya, aku akan mengembalikan cincin ini kepadamu dan aku tidak akan melarang ayahku untuk bekerjasama lagi denganmu, aku juga akan membantu kau jika kau membutuhkan bantuan aku lagi" ucap Anindita kepadanya.


Dia sudah berusaha keras mengatakan semua yang dia rasa dia miliki sebagai Anindya saat itu, sebab dia sadar dengan jelas bahwa saat itu dia sedang menjadi Anindya bukan Anindita.


Sayangnya semua yang dikatakan oleh Anindita barusan bukanlah hal yang di harapkan oleh tuan Antonio dan sama sekali bukan salah satu hal yang di inginkan oleh tuan Antonio sehingga wajah Antonio langsung berubah menjadi sangat dingin dan datar dia cukup menyeramkan sebelumnya dan sekarang justru malah menjadi sangat menyeramkan, perubahan ekspresi di wajah tuan Antonio saat itu membuat Anindita mengerti dan dia peka dengan keadaan, dia langsung saja memegangi lagi tangan Antonio dengan erat dan dia berusaha berbicara lagi kepadanya dengan pelan dan se lembut yang dia bisa.


"Astaga....dia pasti akan marah dan sekarang malah terlihat semakin kesal setelah aku bicara barusan, pasti dia memang bukan orang normal aku harus bersikap lembut dan baik kepada dia agar dia setidaknya tidak semakin marah denganku, aahh aku tidak mau di masukkan juga ke dalam kandang macam itu" batin Anindita merasa cemas sendiri.


"A..a..a.ahhh...tuan Antonio maksudku tadi aku akan membantumu apapun yang kamu butuhkan dariku, aku akan melakukannya asal kau melepaskan dia dan aku, kau tidak sekejam itu bukan jika membiarkan wanita seperti aku melihat manusia di mangsa oleh seekor macan di depan mata kepalaku sendiri, apalagi dia adalah bodyguard kau juga" ucap Anindita menambahkan dengan cepat.


Mendengar ucapan apapun dari Anindita, Antonio yang pada dasarnya memang licik juga cerdik dia langsung tersenyum kecil lagi dan dia menatap lekat semakin dalam kepada Anindita saat itu.


"Bagus itulah yang aku inginkan, kau tidak akan bisa menarik kembali semua ucapanmu kepadaku barusan termasuk janjimu itu, kau harus membantu aku apapun yang aku butuhkan darimu, apa kau mengerti?" Balas dia membuat Anindita bingung tapi walau begitu karena dia takut dan cemas sehingga dia tidak bisa berpikir panjang dan jernih.

__ADS_1


Dia pun hanya bisa langsung saja mengangguk dan menyetujui ya begitu saja dengan mudahnya sambil tersenyum canggung sedikit.


__ADS_2