TAKDIR YANG TERTUKAR

TAKDIR YANG TERTUKAR
Di Zona Bermain


__ADS_3

Sampai tidak lama ketika melihat tuan Antonio yang hanya menatap datar dengan kedua alis yang dia naikkan sedikit keatas baru saja Anindita menyadari hal itu, dia sadar bahwa dirinya malah memeluk tuan Antonio secara tiba-tiba seperti itu, dan langsung saja dia melepaskannya dengan cepat, masih dengan wajah yang gugup dan perasaan yang tidak menentu saat itu.


"AA...aahh.. ahaha..maafkan aku Antonio tadi aku terlalu senang, ahh," ucap Anindita sambil tersenyum canggung kepadanya.


Tapi untuk menghilangkan keadaan canggung yang sangat tidak nyaman ini Anindita pun segera saja menarik tangan tuan Antonio dan mengajaknya untuk pergi masuk ke zona bermain yang ada disana, karena Anindita sudah tidak tahan untuk bersenang senang disana bersama banyak orang yang masuk ke tempat tersebut.


"Ahh .. sudahlah Antonio ayo cepat kita pergi kesana aku ingin mencoba permainan itu, iya permainan dance yang sering dilakukan banyak pasangan itu, ayo cepat kau harus mengikutiku," ucap Anindita sambil terus saja langsung menarik tuan Antonio dengan cepat.


Dia bahkan tidak memperdulikan tuan Antonio yang terlihat sangat enggan untuk mengikuti keinginannya tersebut, karena tuan Antonio merasa masuk ke dalam sana seperti anak-anak meski ada banyak orang dewasa lainnya yang bermain di dalam sana, dia segera membeli banyak koin untuk Anindita dan dia merasa sangat senang ketika melihat tuan Antonio mau membelikan koin sebanyak itu untuk dia main di dalam zona permainan tersebut.


"Wahhh..Antonio kau yakin kita bisa menghabiskan semua koin ini?" Tanya Anindita yang juga merasa kaget melihat tuan Antonio membawa banyak koin di tangannya saat itu.


"Ya ..kau yang pasti akan bisa menghabiskannya, sana kau bermain saja sesukamu aku akan berdiri disini dan memperhatikanmu dari jauh, jangan sampai kau menghilang dari pandanganku, apa kau mengerti?" Ucap tuan Antonio bak seperti seorang ayah yang tengah mengajak bermain anaknya sendiri.


Konyolnya Anindita juga bersikap patuh padanya dia tidak memperdulikan hal itu lagi dan dengan cepat Anindita mengambil koin yang banyak dari tangan tuan Antonio lalu segera berlari masuk ke tempat bermain, dia bisa dengan mudah berbaur dengan beberapa anak kecil yang ada disana dan karena Anindita sangat cantik juga ceria tentu saja para anak kecil yang ada disana begitu mudah untuk akrab dengannya terlebih Anindita yang dengan mudah memberikan koin yang dia miliki kepada anak-anak yang meminta koin itu padanya dia juga terus mencoba semua permainan yang ada disana tanpa rasa lelah sedikit pun, mulai dari mencapit boneka dan berhasil mendapatkan banyak boneka lalu dia membagikan boneka yang dia dapatkan dari mesin capit pada anak-anak yang menonton permainannya saat itu.


Lalu Anindita mulai menaiki permainan balap mobil disana dan diikuti dengan beberapa anak juga yang terus mengikuti kemanapun Anindita pergi bak seperti ekornya saat itu.


Anindita terus bermain sangat senang disana, tanpa dia sadar tuan Antonio di dekat oleh beberapa remaja yang ganjen di sekitar sana disaat Anindita tengah asik bermain dengan anak-anak itu.


Hingga ketika Anindita bermain permainan game lagu dan dance dia tidak bisa memainkannya seorang diri dan dia mengajak anak-anak yang mengikuti dia untuk menemaninya tapi mereka terlalu payah dan tidak bisa mengimbangi kecepatan Anindita saat itu, sampai dia tidak sengaja melihat ke arah tuan Antonio yang dikerubuti oleh para wanita dan mereka terus meminta foto juga ada beberapa yang memegangi tangan tuan Antonio saat itu.


"Aaahh, tuan tampan bisa aku berfoto denganmu, kau sangat tampan sekali." Ucap salah satu wanita yang sangat caper dan terlalu dekat dengan tuan Antonio saat itu.


Melihatnya membuat Anindita semakin kesal, bahkan sampai membuatnya berdecak kesal sesaat dan menatap sinis ke arahnya saat itu.


"Eehh.. apa-apaan dia ini, apa dia berasa menjadi selebritis disini? Keterlaluan bisa bisanya dia mah bermain dengan banyak wanita di belakangku, aishh... Wanita itu juga kecentilan semua, awas kalian!" Gerutu Anindita merasa sangat kesal sekali.


Dia langsung berjalan menghampiri tuan Antonio sambil berpura-pura memanggil tuan Antonio dengan sebutan baby, juga dengan nada suara yang lembut juga manja, dia juga terus bersikap manis serta menggemaskan sengaja berperilaku seperti itu untuk membuat para wanita itu kesal juga iri dan patah hati karena mengetahui tuan Antonio yang mereka kerumuni itu ternyata sudah memiliki kekasih padahal dia sama sekali bukanlah pasangannya.


"Eumm..baby....aku sangat sakit hati melihatmu malah dekat dengan banyak wanita... Aaahhh hatiku sungguh terluka, kau membuat aku sakit baby," ucap Anindita sambil berjalan pelan dan dia memegangi keningnya bertingkah manja dengan tangannya yang memeluk tangan tuan Antonio sambil menyenggol beberapa wanita yang ada disana saat itu.


"Baby?" Ucap para wanita itu yang terbelalak dengan sangat lebar menatap ke arah Anindita dengan cepat.


Para wanita yang mendekati tuan Antonio mereka langsung menyingkir dengan wajah terperangah dan sangat kaget karena tidak menduga bahwa pria yang sedari tadi mereka mintai foto dan mereka dekati rupanya sudah memiliki pasangan.


Sedangkan tuan Antonio sendiri terbelalak membuka matanya dengan sangat lebar sambil menahan senyum di wajahnya karena dia mendengar dengan jelas Anindita memanggil dia dengan sebutan baby di tambah tingkahnya yang menggemaskan itu membuat tuan Antonio semakin tidak bisa menahan senyum di wajahnya.

__ADS_1


"Hah....baby? Apa lagi yang dia akan lakukan sekarang?" Batin tuan Antonio saat itu.


"Siapa kamu memanggil baby sembarangan?" tanya salah satu wanita kepada Anindita.


Anindita semakin naik pitam dan dia tidak bisa membiarkan hal itu berkelanjutan, dia pun langsung mendekati tuan Antonio memeluk tangannya dan terus saja menempelkan tubuhnya dengan tuan Antonio sambil bersikap manja dengannya.


"Baby....aku sangat mencintaimu, bisa kau mencium pipiku, sepertinya mereka ini tidak percaya kalau aku kekasihmu, eumm aku sedikit sakit hati mendengar mereka tidak mempercayai aku." Ucap Anindita sambil menengadahkan wajahnya menatap ke arah tuan Antonio yang memiliki tubuh lebih tinggi dari dirinya.


Tuan Antonio justru langsung mencium bibir Anindita secara tiba-tiba saat itu, padahal Anindita meminta dia mencium pipinya namun tuan Antonio malah mengecup bibirnya singkat dan tentu saja itu membuat Anindita terperangah membuka matanya dengan sangat lebar dan seketika dia diam mematung tidak bisa mengatakan apapun lagi.


Para wanita tadi juga langsung patah hati dan segera bubar dengan hatinyang hancur berkeping-keping karena sudah melihat pria yang mereka idamkan justru malah mengecup bibir wanitanya di hadapan mereka.


"Aaahhh..hatiku, mereka ini benar-benar pasangan yang sangat romantis, huaa..aku ingin seperti mereka, tampan dan cantik huaaa aku patah hati," ucap salah satu wanita yang langsung berlari pergi begitu juga dengan wanita lainnya yang sudah pergi lebih dulu dari sana sejak melihat Anindita memanggil baby kepada tuan Antonio sebelumnya.


Tuan Antonio terus menatap lekat ke arah Anindita dan dia tersenyum kecil sambil langsung berbicara lagi untuk menyadarkan Anindita.


"Kenapa kau diam dan terus menatapku begitu, apa kau mau aku mengecup bibirmu lagi?" Ucap tuan Antonio yang langsung saja membuat Anindita segera menjauh darinya dengan cepat.


"AA..AA..ahh..tidak, siapa yang mau mendapatkan ciuman darimu, jangan percaya diri!" Balas Anindita dengan hatinya yang mulai merasa tidak menentu saat itu.


"Eum...baby aku ingin kau mengecup pipiku, mereka sepertinya tidak percaya aku kekasihmu, eumm..." Ucap tuan Antonio membuat Anindita merasa sangat kesal sekaligus bingung dengan tingkah tuan Antonio yang menirukan diri dia sebelumnya.


"Eehhh...Antonio hentikan aishhh..aku benci sekali, jangan lakukan itu aaaahhh," ucap Anindita sambil berlari menjauh dan berteriak menutupi telinganya sendiri karena tuan Antonio terus saja menggoda dia terus menerus.


Hingga mereka keluar dari zona permainan itu dan saat keluar dari sana mata Anindita langsung bisa melihat sebuah cafe kecil yang menjual teh susu kesukaannya sehingga dengan cepat Anindita langsung saja mengajak tuan Antonio untuk masuk ke sana secepatnya, karena dia sudah tida tahan lagi ingin menikmati teh susu disana.


"Baby...tunggu aku!" Teriak tuan Antonio yang masih tidak habis-habisnya menggoda Anindita.


"Aish..diam kau! Ayo kita pergi ke sana saja, aku ingin teh susu dengan jeli di dalamnya dan sedikit boba yang kenyal, ayo Antonio kita pergi kesana," ucap Anindita sambil menarik tangan tuan Antonio dengan kuat.


Namun sayangnya tuan Antonio malah tetap berdiri diam mematung saja, dengan kedua tangan yang dia masukkan ke dalam celana yang dia kenakan saat itu.


Hal itu sedikit membuat Anindita kesal karena dia sudah tidak sabar untuk pergi kesana sehingga dia sedikit membentak tuan Antonio yang sangat lama untuk membawa dia kesana saat itu.


"Antonio ayo kita kesana kenapa kau malah diam saja?" Ucap Anindita dengan wajahnya yang sangat kesal kepada tuan Antonio.


"Mintalah dengan benar, panggil aku baby lagi, baru aku akan membawamu kesana dan membelikan apapun yang kau mau disana." Ucap tuan Antonio sambil menaikkan kedua alisnya pada Anindita.

__ADS_1


Tentu saja Anindita sangat kaget dan membelalakkan kedua matanya dengan sangat lebar, bahkan dia sampai menepuk jidatnya sendiri karena mengingat apa yang sudah dia lakukan kepada Antonio sebelumnya hingga menyebabkan hal seperti ini terjadi diantara dia dan Antonio dan sebelumnya itu sangat memalukan sekali bagi Anindita.


"Huuh....Antonio sepertinya kau sudah salah paham, aku melakukan hal tadi karena ingin menyelamatkan kau dari para wanita ganjen dan kecentilan itu, kau jangan salah paham begini," ucap Anindita menjelaskannya.


"Itu terserah padamu, katakan atau kita pulang saja." Ucap tuan Antonio sambil berbalik hendak pergi dari sana.


Melihat itu dengan cepat Anindita menahan tangannya dan dia langsung saja mengatakan untuk menyanggupi apanyang di inginkan oleh tua Antonio.


"Eee..e....ehh..jangan! Kau tidak boleh pulang, aku masih ingin disini Antonio, kita bahkan belum menonton film, kau kan sudah janji padaku, kau tidak boleh mengingkarinya!" Ucap Anindita dengan wajahnya yang sangat serius dan sedikit cemberut saat itu.


"Ya sudah kau katakan lagi seperti yang sebelumnya memohonlah padaku sambil katakan baby, kau harus membuat aku senang dahulu, baru aku akan mengabulkannya." Balas tuan Antonio yang masih saja membuat Anindita kesulitan untuk memilih.


"Huaa ..Antonio kau benar-benar ya, aahh..aku tidak bisa melakukannya," ucap Anindita yang tidak bisa menahan malu karena disana banyak sekali orang yang berlalu lalang.


"Ya sudah, ayo kita pulang saja." Ucap tuan Antonio yang membuat Anindita tidak memiliki pilihan lain dan dia langsung menyetujuinya saat itu juga.


"Aishh..iya..iya..kau bersabarlah dahulu aku sedang mempersiapkan diri, aishh..... Tidak sabaran sekali sih," ucap Anindita menahan tangan tuan Antonio lagi.


Tuan Antonio pun menunggunya dan Anindita mulai menarik nafas dalam lalu mulai melakukannya dan membuang jauh-jauh rasa malu yang dia rasakan demi tes susu dan semua yang dia inginkan nantinya.


"Huuhh..ayo Anindita ini hanya acting saja tidak terlalu sulit karena kau sudah pernah melakukannya ayo, aku pasti bisa!" Batin Anindita saat itu.


"Eu'um...baby...aku ingin kesana, kau harus mengizinkanku, eumm... Aku tidak ingin pulang baby, aku mohon," ucap Anindita melakukannya lagi dengan mata yang berbinar dan bibir yang dia kerucutkan, nada bicara yang manis dan wajahnya yang sangat imut membuat tuan Antonio terus menahan tawa dan dia benar-benar meleleh karenanya sehingga dengan cepat tuan Antonio mengangguk dan menurutinya.


"Aaahhh...kenapa dia sangat menggemaskan sekali saat seperti ini, aku tidak akan bisa tahan jika dia terus seperti itu," batin tuan Antonio berusaha keras menahan dirinya agar tetap terlihat cool di hadapan Anindita dan umum.


"Baiklah ayo kita masuk." Balas tuan Antonio dan Anindita sangat senang dia langsung berlari masuk dan memesan dengan cepat.


Tuan Antonio terus menatapnya dari kejauhan dan dia juga merasa sangat senang sambil terus saja tidak bisa berhenti tersenyum dan mengembangkan bibirnya ketika melihat Anindita yang begitu bersemangat dan sangat ceria ketika ingin mendapatkan sebuah teh susu saja.


Tapi ketika Anindita kembali dengan cepat tuan Antonio langsung mengubah ekspresi di wajahnya dia kembal memasang wajah datar dan tatapan mata yang dingin sampai Anindita datang kesana dan membawa dua tes susu untuk dia juga untuk tuan Antonio, tidak lupa Anindita juga meminta tuan Antonio untuk membayar dia teh susu itu.


"Antonio ini teh susunya kau bayarlah kesana aku sudah bilang kau yang akan membayarnya," ucap Anindita membuat tuan Antonio segera membayarnya.


Anindita langsung saja meminum teh susu itu dengan wajah yang sangat senang karena sudah sekian lama dia tidak pernah menikmati teh susu seperti ini lagi, terakhir kali dia menikmatinya ketika di harus putus sekolah saat dia SD tentu saja itu sudah sangat lama makanya Anindita sangat ingin datang dan membeli tes susu tersebut meski harus membuat Antonio dengan cara menyebalkan sebelumnya.


"Eummm...ini enak sekali, aaahh rasanya tidak pernah berubah sejak dulu, huaaa..aku ingin bisa meminumnya setiap hari," ucap Anindita yang terus di perhatikan oleh tuan Antonio saat itu.

__ADS_1


__ADS_2