
Semoga bunga cinta kembali asri dan menebarkan wanginya, pun cahaya kasih bisa kembali dan turut serta menerangimu. (yuliashafira14)
“Qia apa pakaian ini cocok untukku, tidak tidak warnanya terlalu gelap. Ini sepertinya lebih baik bukan ???” Kalya tengah euforia memilih pakaian yang akan dikenakan pada acara malam ini, tapi berbanding terbalik dengan sikap sahabatnya yang terlalu lamban !!!
“Gadis ini, apa kau akan melamun sepanjang waktu ??? Ini sudah saatnya dan kau, astaga ayolah bersiap !?” keluhnya, Qiandra sudah membersihkan diri tapi masih asyik berselonjor di atas tempat tidur.
“Kal, badanku tidak enak. Bisakah aku tidak ikut ???” tanya Qiandra, Kalya berhenti dengan kesibukannya dan menjawab “Tidak bisa dan berhenti mencari alasan, pakailah ini !!!” jawaban mutlaknya seperti hakim saat membungkam tersangka.
Kalian pasti ingat bahwa malam ini adalah Perayaan yang diadakan oleh Anggada Development, sebagai salah satu perusahaan yang menduduki puncak dalam bidangnya. Popular serta berkembang pesat, hal itu tidak luput dari kerja keras orang-orang berbakat di Perusahaan. Perayaan kali ini dipersembahkan Gibran sekawan untuk kerja keras dan dedikasi mereka.
Setelah selesai bersiap, kedua gadis itu langsung menuju hotel ternama yang dipercaya menjadi tempat untuk agenda malam ini. Saat memasuki Ballroom suasana canggung untuk Qiandra mulai terasa, beberapa mata melihat keduanya dengan tatapan penuh tanya. Siapa mereka ??? Dia benci menjadi pusat perhatian !!!
“Santailah sedikit, aku tidak mengajakmu memasuki rumah hantu jadi tolong hilangkan ekspresi ini” dengan sengaja Kalya menyenggol tangan Qiandra, jangan biarkan ocehan dan tatapan orang lain menjadi kerikil dalam langkahmu.
“Ohh wow apa bidadari juga menjadi tamu di acara kecil ini ???” tanya seorang pria, kalian pasti bisa menebak kalimat hiperbola siapa yang menyambut indera pendengaran Qiandra dan Kalya saat ini.
“Stop it Darel” jawab Kalya memutar bola matanya dan disambut tawa pria itu.
“Kalian seperti bintang dilangit malam, dan kau” gantungnya pada Kalya “Berhenti bersinar untuk orang lain, biarkan Qiandra yang melakukan pekerjaan itu” sambungnya dengan menggoda, apa sekarang pria ini sedang mengikuti lomba puisi ?!
“Ya aku akan mengabulkan permintaanmu, karena malam ini kau juga terlihat begitu tampan” jawab Kalya, apa selama ini ketampanan Darel hanya terlihat seperti butiran debu untuknya ??
“Maksudku, lebih tampan dari biasanya” kilah Kalya dengan cengengesan seakan mengerti kekeliruan tadi.
“Apa kalian akan terus seperti ini sampai acara selesai ???” gerutu Qiandra dan disambut tawa oleh keduanya.
__ADS_1
“Sorry...aku tidak bisa menahan diriku saat melihat sahabatmu ini, ayo kita bergabung bersama Gibran dan Fahar” ajaknya, nama Gibran yang disebut membuat Qiandra sedikit gelisah atau malah salah tingkah
“Apa kau baik-baik saja ???” tanya Kalya saat melihat tingkahnya yang tidak nyaman, Qiandra belum menceritakan kejadian kemarin pada gadis itu “Aku harap begitu” jawabnya.
Perayaan berlangsung begitu meriah, dihadiri kolega dan rekan bisnis dan beberapa orang penting lainnya. Sejam berlalu dan terlihat Darel bersama Kalya menyapa beberapa tamu, Fahar pun melakukan hal yang sama. Tapi Gibran ??? Setelah penyambutan pria itu tidak lagi terlihat.
“Apa kau menikmati acaranya ?!” tiba-tiba suara itu memecah keheningan yang diciptakan Qiandra dengan lamunannya. Dia tidak menjawab, pria itu mendekat untuk berbagi ruang di kursi taman itu.
“Bisakah aku duduk disini ??? aku sangat lelah” ibanya dengan tersenyum tampan, bisakah pria itu menyembunyikan auranya ?! siapa coba yang tidak akan hilang kendali karena hal itu, kebisuan merantai mereka beberapa saat.
“Qia maaf...mungkin perkataanku kemarin terlalu cepat bagimu, tapi rasa itu benar adanya. Aku terlalu kuat memendam ketertarikan ini tanpa sadar malah meluapkannya begitu saja. Bisakah kau memberiku kesempatan untuk melakukannya dengan benar kali ini” ujar Gibran melihat Qiandra.
“Apa maksudmu” akhirnya suara emas itu bisa didengar Gibran, membuat pria itu tersenyum dan menggenggam tangan Qiandra.
“Sekali saja, biarkan aku melakukan sesuatu untukmu” penolakan Qiandra kemarin membuatnya berujar lebih tegas malam ini, seakan memberi tanda jangan menolakku.
“Ini” ucap Qiandra terpana, melihat ke arah langit malam. Terangnya bintang bersaing dengan letupan cahaya warna yang dihasilkan kembang api. Indah dan sangat cantik, sesaat dia tertegun melihat hal itu. Sempat dia berpikir apa ada acara lain disana ???
“Kau suka” tanpa sadar gadis itu mengangguk dan Gibran masih dengan agresifnya memegang tangan Qiandra.
“Aku menyukainya” wah ucapan yang menakjubkan menurut Gibran, untuk pertama kali apa yang dilakukannya dipuji oleh Qiandra. Bahkan kebahagiaan dari ucapan itu mengalahkan kalimat persetujuan saat dia melakukan kerjasama dengan rekan bisnisnya.
“Aku juga menyukaimu” jawaban yang tidak selaras tentunya.
“Qia aku akan menceritakan sesuatu" ucapnya tanpa menunggu persetujuan kembali berujar.
__ADS_1
"Pertama kali aku melihatmu saat di Bandara, dan kau tahu apa yang terjadi saat itu ??? aku tidak bisa mengendalikan diri dan tanpa sadar terus mengikutimu, kewarasanku tiba-tiba datang menyeret paksa diriku untuk tidak meneruskan hal itu. Untuk pertama kali dalam hidup, aku berdebar pada jumpa pertama” ucapnya tersenyum kala kepingan kenangan itu kembali melintas.
“Pertemuan kedua dan ketiga kita juga sebuah bentuk ketidaksengajaan. Karena kejadian beruntun itu membuatku telah lancang untuk menyukaimu” ucapan yang penuh keberanian itu terlontar kembali, dia ingin melihat gadis yang membuatnya teralih.
“Aku menyukaimu sejak pertemuan pertama” matanya penuh kasih menatap Qiandra, apa gadis itu bisa merasakan kehangatannya ?!
“Aku hanya ingin memberitahu perasaanku dengan benar” lanjutnya kemudian melihat langit malam yang sudah tidak berbintang. Hujan, mungkin akan segera datang !!!
“Apa kau mau menyambut dan memberiku kesempatan ??? Pikirkanlah sebelum menjawab, setelah hari ini maka ada kemungkinan aku tidak akan kembali besok ” tanyanya penuh harap, bukankah memiliki seseorang adalah naluriah bagi manusia ?!
Tidak ada jawaban...!!!
“M-maaf Gibran tapi aku-” apa tidak ada kata lain ?! maaf mampu mewakili semuanya, Qiandra jangan biarkan hatimu yang mati suri semakin hanyut dibawa gelombang.
Dengan cepat Qiandra telah berdiri ingin segera meninggalkan pria itu, guratan kekalutan nampak di wajahnya dan Gibran mampu melihat perubahan itu “Apa aku melakukan kesalahan ???” tanyanya dengan cepat meraih pergelangan tangan Qiandra.
“Kau akan melakukannya kalau tidak melepaskan ini” dia mengangkat tangannya sendiri yang tengah dicengkram.
“Maaf, Qia ak-“ ucapannya jatuh bersamaan hujan yang tiba-tiba turun dari langit malam yang sempat cerah.
“Bahkan langit tidak merestui perasaanmu, berhenti melakukan hal ini lagi ” ucapan itu mengalahkan angin kencang dan hujan yang tiba-tiba turut andil dalam pernyataan cintanya.
Qiandra membiarkan Gibran seorang diri, hanya pria itu yang sukarela menemani rintik hujan yang turun malam ini.
Helaan nafas semakin sulit dihembuskan, perasaan sesak pun membingkainya dengan perlahan. Jiwa yang lelah dan mata berair pun mulai membuatnya rapuh. Tak sekarang, ujar ngawur itu membuat tanya !? Dalam langkah dia semakin kacau, tak hiraukan hati kecil yang mengingatnya. Debaran ini, dia berjanji tidak akan kembali terpengaruh.
__ADS_1
Jika kita mengambil jalan yang mudah karena jalan lain terlalu sulit, maka pengorbanan dan penantian hanya akan menjadi angan. Gibran memilih menelaah hari kelabu yang berkabut itu, jika mereka tidak bisa bersama untuk seumur hidup maka biarkan pria itu menciptakan mimpinya dalam kenyataan. Karena kita tidak pernah tau apakah kita masih bisa bertemu setelah kesempatan ini !!!