Tentang Qiandra

Tentang Qiandra
Terusik ??


__ADS_3

Kekalutan dan keresahan akan mengikutimu selama kau tidak ingin berupaya untuk membebaskan diri dari hal itu, jika sulit ??! Bersembunyilah. (yuliashafira14)


“Sangat melelahkan, aku ingin makan sepuasnya saat ini juga. Dan aku merindukan tunanganku” racau Kalya setelah selesai menyelesaikan kesibukannya. Saat ini mereka bersiap untuk makan siang, suasana Restoran begitu ramai dengan pelanggan lain.


“Makanlah sepuasnya, apa yang membuatmu begitu lelah saat hanya duduk di ruangan” jawab Qiandra, gadis itu terlihat memandangi Kalya tidak percaya. 


“Bagaimana aku tidak kelelahan saat pikiran dan hatiku ini dipenuhi Darel” ucapnya dengan menggoda, Qiandra tidak habis pikir apa yang dimakan Kalya ??! Kenapa sahabatnya itu mengeluarkan kalimat-kalimat memuakkan.


“Menikahlah secepatnya, aku rasa perasaanmu itu bukan lagi pada tahap akut tapi sudah sangat kronis” Qiandra senang melihat kebahagiaan di wajah Kalya, tapi bukan berarti dia sanggup menanggung beban pada pendengarannya. Kalya membuat Qiandra mendengar gombalan sepanjang waktu !!!


“Apa kau sakit sayang ??’ Darel datang diikuti Fahar di belakangnya, tampan. Kenapa wajah mereka terus mendominasi saat ini ?! Menjengkelkan.


“Tentu,  jika tidak melihatmu” jawab Kalya dengan menopang dagu dan suara yang dibuat seimut mungkin. Ayolah hentikan ekspresi berlebihan itu !!


“Untung aku bisa merasakannya dan datang tepat waktu hari ini” Darel menarik kursi dan duduk di sebelah gadis pujaannya. “Aku merasa mual mendengarkannya, bisakah kita makan terlebih dulu sebelum melihat kelanjutan drama kalian ??” timpa Fahar yang duduk di kursi berlawanan.


“Benar, aku butuh tenaga sebelum menyaksikannya lebih lanjut” Qiandra terlihat sibuk dengan ponsel di tangannya, apa dia menunggu kabar dari seseorang ?? Bisa jadi !! Sepasang manusia yang kasmaran itu hanya tertawa mendengar perkataan Qiandra dan Fahar !!


“Apa Gibran tidak ikut” pertanyaan Kalya tiba-tiba, sudah seminggu semenjak kejadian Perayaan dan Gibran masih belum terlihat. Mereka terdiam akan pertanyaan Kalya, dan semua mata melirik ke arah Qiandra untuk melihat ekspresi apa yang akan mereka lihat di wajah itu. Nihil, gadis itu sangat ahli kala memendam !!


“Gibran sedang bekerja, semenjak sembuh dia begitu sibuk. Banyak berkas yang harus ditandatangani dan rapat yang harus dia ikuti, aku dan Fahar tidak berwenang untuk membantunya mewakili hal itu" jawab Darel sekenanya.

__ADS_1


Gibran memang begitu sibuk tapi tidak sesibuk ucapan Darel, alasan sebenarnya dia jarang datang karena ingin memberi waktu untuk Qiandra. Dia akan kembali nanti dengan misi yang lebih besar, meyakinkan gadis itu dengan banyak cinta untuknya.


“Ohh, aku merindukannya” ucap Kalya tiba-tiba, apa gadis itu tidak merasakan tatapan penuh tanya milik Darel setelah mengatakannya ?!


“Apa kau mengujiku ???” tanya Darel dengan alis yang bertautan, “M-maksudku sebagai sahabat, kalian selalu bersama. Jadi aku merindukan melihat kalian bertiga seperti biasanya, jangan berpikiran hal lain” jawab Kalya, gadis itu gelagapan.


“Tidak hanya aku yang merindukannya, Qia pasti merasakan hal yang sama. Benarkan Qia ??” lanjutnya meminta pertolongan dengan mencari tameng yang cocok “Astaga, habiskan dulu makananmu, nanti akan aku jawab” ujarnya dan kembali melahap makanan dengan perasaan berbeda, berbeda ?? Mmm Interesting.


Ada yang kurang dan kosong, tapi perasaan ini tidak berarti bukan ??! Qiandra hanya terbiasa, jadi saat hal itu berhenti untuk membiasakan pasti punya dampak yang membekas. Setelah hari ini, semua akan kembali pada tempatnya. Qiandra, pria itu dan perasaan yang tumbuh. Semua akan kembali ke tempat yang semestinya !!!


“Aku baik-baik saja, iya baik-baik saja” dia melihat ponselnya, seperti ada sesuatu yang menarik akan muncul di layar itu ?! Sayang, tidak ada apapun !! Qiandra mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri, banyak berkas yang menunggu sentuhannya saat ini tapi tidak satupun yang berhasil menggoda jemarinya. Tidak fokus, kata kata yang cocok untuk menggambarkan keadaannya. 


******


“Dia baik-baik saja tapi terlihat sedikit gelisah” jawab Fahar. Darel, pria itu masih diam tanpa suara. Apa yang terjadi padanya ?? Tentu saja kecemburuan yang tidak ada artinya !!


“Gelisah ?? Itu lebih baik, aku harus mengusiknya dengan perasaan itu agar berhenti bersikap Insecure. Aku akan membuatnya sadar bahwa dia merindukanku” Gibran punya rasa yang begitu besar pada gadis itu, tidak hanya kasih dan cinta. Apa yang dialami Qiandra membuatnya semakin ingin menjaga, melindungi orang yang dikasihi dari apapun.


“Ada apa dengannya ???” tanya Gibran dan mendekati kedua sahabatnya itu. “Haha Kalya mengatakan dia merindukanmu dan Darel cemburu karena ucapannya” sindir Fahar, dia melihat sendiri bagaimana jengkelnya Darel mendengar pengakuan Kalya.


“Benarkah ??? aku tidak menyalahkan Kalya karena telah berkata jujur” mereka tertawa, apa ini ?! Fahar dan Darel berkoalisi untuk menjatuhkannya. Tentu saja Darel tidak akan membiarkan hal itu terjadi.

__ADS_1


“Jangan terlalu percaya diri” balasnya.


“Umurmu sudah setua ini dan masih saja cemburu, apa kau tidak malu ??” ungkap Fahar.


“Cemburu dan aku tidak bisa dipisahkan, tapi tenanglah aku bisa mengendalikan diri” bangganya, apa Darel serius dengan ucapan tadi ?! Lalu kenapa dia terpancing saat di Restoran, aneh !!


“Aku percaya, jadi kalian berdua keluarlah sana. Aku harus bersiap untuk ke Perusahaan rekan bisnis kita” timpa Gibran, yah perbincangan itu tidak akan usai jika mereka masih di ruangannya.


“Baiklah, bekerja keraslah” ucap mereka dan akan bergegas untuk meninggalkan pintu, tapi tiba-tiba suara Fahar terdengar sebelum pintu di tutup.


“Apa kau benar-benar menyukai Qia” tanyanya, dan Gibran mengurungkan niat untuk beranjak dari sofa. Dia tersenyum mendengar pertanyaan itu “Sangat” dia memproklamirkan kata itu dengan begitu lugas dan penuh keyakinan.


“Kalau dia menolakmu sebagai seorang pria, bagaimana kau dekati dia sebagai seorang teman ?? Bentuk kepercayaannya terlebih dulu, siapa yang tahu kau bisa mengusik dia lebih jauh” masukkan dari seorang jomblo apa bisa dijadikan pedoman ?? Entahlah !!


“Aku rasa dia juga menyukaimu, yakinkan dia dan jangan terkesan memaksa” ohh Fahar, apa benar dia tidak memiliki seseorang ?? Perlu dipertanyakan !? Gibran hanya bisa tersenyum mendengar masukkan itu. 


Mungkin itu benar adanya, dia akan mencoba segala hal agar bisa membuat Qiandra menoleh ke arahnya. Menjadi sahabat ?? Tidak buruk, karena pada dasarnya selalu ada cinta diantara persahabatan pria dan seorang wanita.


Ketika suaramu tak didengarkan, ketika peluhmu tak dihargai. Ketika air matamu tak diindahkan, Ketika perasaan dan maumu diabaikan. Terkoyak batin terasa, sesak dada yang mengancam, tak adil bagiku karena selalu mendengarkan dan mengikuti maumu. Aku yang berlebihan menuntut kasih ataukah kau yang tak pandai memberi kasih ??


Note : *Insecure - Tidak kukuh; kurang keyakinan; kurang kuat; tidak aman.

__ADS_1


*Interesting - Menarik.


__ADS_2