Tentang Qiandra

Tentang Qiandra
Awal Mula


__ADS_3

Bersua denganmu adalah takdirku yang indah, bisakah sang waktu berhenti sejenak agar mampu ku abadikan potretmu dalam manik ini. (yuliashafira14)


 


Setelah menempuh perjalanan udara dan darat selama beberapa jam sampailah Qiandra di cabang Restoran yang dimaksud kedatangannya disambut hangat teman kerja menyapanya, Restoran mereka menyajikan aneka masakan Nusantara maupun Western di lantai 1 dan aneka cake serta beragam minuman kekinian di lantai 2. Tempat yang asyik dan makanan enak serta harga terjangkau menjadi daya tarik kaula muda untuk betah berlama-lama.


Sejauh ini mereka telah membuka 3 cabang masing-masing di Daerah yang berbeda dan 1 Restoran pusat di Jakarta, masing-masing mereka bertanggung jawab memegang 2 Restoran dan saling membantu dan mendukung satu sama lain. Qiandra dan Kalya berkuliah di salah satu perguruan tinggi di Jakarta dengan bermodalkan beasiswa dan kerja paruh waktu Qiandra bisa menghidupi diri sendiri dan mulai menabung, Kalya yang hidup serba cukup awalnya menaruh simpati akan hidup yang dijalani Qiandra, seiring berjalannya waktu rasa simpati itu menjadi kebanggaan dan kagum.


Semenjak saat itu Kalya mencoba mendekati Qiandra dan mulai menjalin persahabatan, karena sikap Qiandra yang sangat tulus dan berdampak positif pada perilaku Kalya yang notabennya adalah anak manja hal itu membuat orang tua Kalya mempercayai Qiandra bahkan mereka telah menganggapnya sebagai anak karena kesantunannya dan tentu itu membuat Qiandra bahagia karena mempunyai keluarga yang menyayanginya.


Membuka Restoran adalah mimpi Qiandra sedari dulu mengingat dirinya dan Kalya sangat suka dengan makanan terlebih saat Qiandra pernah merasakan bagaimana rasanya kelaparan di perantauan, tidak menyisakan makanan adalah keharusan baginya. Mengetahui impian itu membuat Kalya sebagai seorang putri pejabat yang disegani di Sulawesi meminta dukungan finansial kepada orang tuanya, Qiandra yang mengetahui hal itu awalnya menolak tapi itu tidak berlangsung lama karena mereka mengambil jalan tengah yakni orang tua Kalya hanya meminjamkan uang untuk modal dan akan dikembalikan saat Restoran mendapatkan keuntungan.


Dengan niat dan kerja keras dari Qiandra serta ditopang dana dari Kalya dan orang tuanya usaha kecil itu berkembang pesat dalam waktu 3 tahun saja mereka telah membuka cabang di Bandung, Surabaya dan Bali. Ciri khas dari Restoran itu adalah teman kerja yang didominasi perempuan perantau dan hanya beberapa pekerja pria untuk menjaga keamanan.


Qiandra pun tidak pernah menyebut mereka karyawan akan tetapi teman kerja, untuknya sebutan karyawan seperti punya sekat yang membatasi. Karena ingin menciptakan suasana kerja yang Frendly dia merubah sebutannya pada mereka, karena tertular Qiandra si manja Kalya pun melakukan hal yang sama.


“Selamat datang mba ??” sambut Manager dibalas dengan senyum ramah disertai anggukan oleh Qiandra dan mereka langsung menuju ruang kerja yang biasa ditempati Owner untuk membahas masalah di Restoran itu. Dalam beberapa jam pertemuan akhirnya usai setelah mendapatkan jalan keluar, karena penat Qiandra keluar dari ruangan dan langsung menuju pantai yang berada tidak jauh dari Restoran.


“Pantai, senja dan aku mmm...sangat sempurna” ujar Qiandra tersenyum geli dengan ucapan ge’ernya, karena sangat fokus menikmati keindahan pantai tanpa sengaja Qiandra menabrak seseorang di depannya dan dengan sigap sosok itu menjaga keseimbangan agar tidak membuat pasir pantai terkejut karena ulah Qiandra.


Bruuukkk...

__ADS_1


Aaawww...ucap mereka bersamaan sambil memegang bagian tubuh masing-masing yang berbenturan.


“Astaga maaf maaf aku tidak sengaja” dengan gugup Qiandra berbicara tanpa melihat siapa sosok di hadapannya dan masih sibuk memegang pelipis yang terbentur oleh dada bidang pemuda tinggi tampan yang menjadi korban kecerobohannya.


“Berhati-hatilah apa kau begitu menyukai pantai, sampai harus menabrakku karena tidak ingin berbagi tempat ini dengan orang lain ??” jawaban dari suara berat itu membuat Qiandra mendongkak dan bersitatap dengan lawan bicaranya karena pertanyaan yang dirasa keliru dari pemuda itu.


“Maaf karena menabrakmu itu murni ketidaksengajaan, aku akan berhati-hati. Sekali lagi maaf ” ucap Qiandra merasa bersalah dan sesekali merapikan rambutnya ke belakang telinga karena tertiup angin sore, tampilan sedikit berantakan yang disajikan Qiandra malah menambah kadar kecantikan alaminya dan hal itu tidak lepas dari pandangan pemuda yang berdiri saat ini di depannya dengan tatapan penuh selidik dia bertanya.


“Apa kau gadis itu ??” mendapati pertanyaan dari pemuda yang baru ditemuinya membuat Qiandra mengernyitkan dahi dan langsung mundur beberapa langkah.


“Apa maksudmu” tanyanya memastikan.


 “Maaf sepertinya kau salah orang kita belum pernah bertemu jadi tidak perlu berkenalan karena aku tidak berminat" cepat dia menjawab dan langsung pergi karena merasa asing serta risih dengan pertemuan mereka.


“Apa aku membuatnya tidak nyaman, dari jarak sedekat tadi dia semakin terlihat mempesona” ucap pria tampan itu sambil melihat punggung cantik Qiandra menghilang dari pandangannya.


Jakarta


Kalya mencoba menghubungi Qiandra yang sedari tadi belum mengabari sejak terakhir kali mengirim sms sewaktu masih berada di Bandara.


“Halo” setelah beberapa saat menunggu akhirnya sambungan teleponnya dijawab.

__ADS_1


“Ya ampun kenapa baru diangkat ??” tanya Kalya dengan menahan keinginannya untuk tidak mencubit Qiandra via telepon, bukannya menjawab Qiandra hanya tertawa mendengar suara Kalya.


“Kenapa kau malah tertawa apa ada yang lucu ??” tanyanya lagi sambil berjalan ke ruang tv.


“Hey sejak kapan kau mulai seprotektif ini padaku, apa kau mulai merasa kesepian lagi ??” tanya Qiandra di seberang karena dia baru menyelesaikan mandi dan makan malamnya.


“Tentu saja kesepian, jadi katakan nona kapan kau akan pulang ??” tanyanya tidak sabar sambil mengunyah makanan ringan yang menemani malam sepinya.


“Mungkin dalam beberapa hari ini, aku masih harus mengurus sesuatu dan untuk hasil rapat sudah ku kirim lewat email padamu” sudah menjadi hal wajar bagi keduanya untuk terbuka dalam hal apapun, apalagi masalah pekerjaan.


“Iya nanti akan ku baca jadi berhentilah bicara masalah pekerjaan saat di rumah, apa kau sudah makan malam ?? bagaimana harimu tanpaku, apakah menyenangkan ??” Kalya sangat ekspresif dalam hal apapun, jadi tidak heran orang akan beranggapan berbeda akan kedekatan mereka.


“Kal sepertinya kau butuh pendamping, aku mulai merasa tidak aman dengan pertanyaanmu. Apa kau tidak ingin menerima perjodohan yang diatur orang tuamu ?? setidaknya bertemulah dulu agar kau punya kesibukkan lain dalam hidupmu” ucap Qiandra dengan sesekali bergidik ngeri dengan lelucon yang dibuat Kalya.


“Haha...bukankah ada kau untuk apa yang lain, aku bahkan berkeinginan tinggal selamanya denganmu” ujar Kalya yang mulai menggoda Qiandra.


“Menggelikan, aku akan menyeret dan memaksa kau menikah dengan calonmu itu jadi berhenti membuat orang lain salah paham pada kita !!” jawab Qiandra sambil merebahkan diri di atas tempat tidurnya dan masih meladeni kecerewetan lawan bicara di seberang sana.


“Berhentilah sok jual mahal nona, haha” kembali terdengar suara tawa Kalya yang begitu nyaring keduanya larut dalam candaan tidak berbobot dan unfaedah, tapi anehnya percakapan itu berlangsung cukup lama dan diakhiri saat keduanya merasa mulai mengantuk.


 

__ADS_1


__ADS_2