
Ketika ada yang bertanya apa penyesalan terbesarmu ?? Jawabanku adalah saat diri ini jatuh cinta. (yuliashafira14)
“Kalya ayolah maafkan aku, semalam aku sakit perut makanya langsung pulang dan meninggalkanmu di sana” pintanya dan mengekori Kalya ke dapur dengan masih memakai piyama.
“Kau tidak pandai berbohong Qia, aku tau pasti Mama yang merencanakan ini kan ?? Kau tidak akan mungkin meninggalkan kalau bukan Mama yang mempengaruhimu” Kalya masih sibuk menyiapkan sarapan kesukaannya dan melirik Qiandra yang memonyongkan mulutnya kemudian dia melanjutkan “ Diammu sekarang adalah kebenaran bukan ??” melirik Qiandra yang mematung.
“Maaf Kal karena tidak memberitahumu tapi maksud kami baik” ucapnya dengan penuh sesal karena meninggalkan Kalya dan Darel, tapi karena tidak tega membuat Kalya tersenyum dan berkata "Baiklah aku maafkan"
“Ceritakan padaku bagaimana kalian semalam ??” karena rasa penasaran yang tinggi membuat Qiandra mendekati Kalya yang tengah memanaskan wajan.
“Dia pria terburuk, sungguh jauh dari seleraku. Dan kau tahu ?? Dia selalu tau cara memancing emosiku” ucap Kalya yang mengingat kembali bagaimana pertemuannya semalam yang sangat menyebalkan.
“Benarkah ?? Ceritakanlah padaku apa yang Darel perbuat, aku rasa dia pria paling mendekati kriteriamu selama ini.” Seingatnya Kalya menyukai perawakan Darel.
“Nilai plusnya hanya karena rupa dan status saja, kau tidak akan mengerti kalaupun ku ceritakan” ejek Kalya sambil menata sarapan “ Dan kau bagaimana ??” lanjutnya sambil melihat Qiandra yang langsung melirik tidak mengerti.“Kenapa denganku” tanyanya.
“Ayolah Qia, siapa pria yang bertemu denganmu semalam saat aku di Toilet ??” tanyanya dengan senyum menggoda.
“Ya ampun kau berfikir terlalu jauh nona, aku bahkan baru bertemu dua kali dengannya secara tidak sengaja mana mungkin ada yang lebih dari itu.” Mengambil segelas air untuk menolak dahaganya, berbicara dengan Kalya selalu menguras ion dalam tubuh.
“Dua kali ?? Ini bahkan lebih dari sekedar tidak sengaja, kata takdir lebih cocok untukmu dan dia” tawa Kalya kembali membuat Qiandra mendelik.
“Ya ya ya tertawalah sepuasmu, aku rasa moodmu sangat baik setelah bertemu dengan Darel semalam” goda Qiandara yang berhasil membuat tawa Kalya terhenti.
“Sebaliknya !! mengingatnya saja membuat hilang selera makan, aku harus memikirkan cara untuk menghentikan rencana gila ini.
“Kau yakin ?? Kalian baru bertemu sekali bisa jadi kedepannya kau akan mabuk asmara karena Darel, tidak ada yang bisa menjamin apa yang akan terjadi nanti Kal".
“Tidak akan mungkin” tegasnya.
“Terserah kau” jawab Qiandra dan beranjak untuk mulai membersihan Apartemen, karena saat weekend keduanya akan mulai dengan aktivitas bersih-bersih. Asisten rumah tangga mereka hanya bertanggungjawab membersihkan pada hari Senin sampai Jum’at, selebihnya dikerjakan masing-masing dan kadang berbagi tugas. Bukan tanpa alasan, hal itu telah terbiasa sedari dulu.
“Sore ini kita jadi nonton kan ?? tanya Kalya disela kegiatan mereka.
__ADS_1
“Tentu saja” jawab Qiandra antusias.
***
Di tempat lain Gibran dan kedua temannya sedang berkumpul untuk membahas sedikit masalah pekerjaan disela kegiatan kumpul mereka.
“Bagaimana menurutmu Ran ??” yang ditanya hanya diam dan menatap kosong dan membuat kedua sahabatnya menggelengkan kepala.
“Apa yang kau pikirkan ??” tanya Darel menepuk pundak sahabatnya itu dan berhasil membuat Gibran tersadar.
“Kalian bicara apa ??” tanyanya polos.
“Astaga kau benar-benar banyak pikiran ternayata lupakanlah kita bahas ini nanti, sekerang ceritakan masalahmu” pinta Fahar yang siap mendengarkan dan diangguki Darel.
“Aku tidak punya masalah” bohongnya dan mulai meminum jus, “Mmm Darel aku benar-benar minta maaf soal semalam” lanjutnya yang sengaja menyinggung agar Darel menceritakan tentang pertemuaan bersama calon tunangannya.
“Itu bukanlah masalah besar” jawab Darel dengan tersenyum senang. “Sebenarnya aku ingin kalian berdua menemaniku semalam tapi semua rencana berantakan” lanjutnya menceritakan dan Fahar hanya bisa ikut tersenyum karena ide konyol yang meminta mereka menemani bertemu Kalya yang secara pasti itu akan canggung untuk Gibran dan dirinya.
“Apa kau menyukainya ??” tanya Gibran penuh selidik dan berhasil membuat Darel menatapnya penuh tanya.
“Apa selama ini ada yang tidak kau ceritakan pada kami ??” tanya Fahar dan berhasil membuat Darel diam, karena dia memang belum menceritakan masalah ini sebelumnya.
“Haha maaf, yang jelas aku sudah menyukai dia sejak lama makanya aku mencari cara agar bisa mengikat dan membuat dia tetap disampingku. Apalagi saat ini dia terlihat semakin cantik, itu membuatku semakin ingin mengurungnya” lanjutnya dan itu berhasil membuat Gibran terdiam dan Fahar hanya bisa tertawa.
“Kenapa kau bertanya tentang perasaanku Ran” lanjut Darel yang penasaran.
“Bukan apa-apa, hanya ingin tahu kenapa kau tiba-tiba ingin bertunangan” jelasnya sambil kembali meminum jusnya hingga tandas.
***
Saat memacu kendraanya Gibran kembali terngiang akan perkataan Darel tentang betapa dia menyukai gadis yang mengusik pikiran dan hatinya akhir-akhir ini, saat sedang melamun dia disadarkan akan seseorang yang berdiri dari kejauhan memintanya berhenti.
“Apa yang kau lakukan nona ??” Tanya Gibran tidak sabar saat keluar dari mobil, sepersekian detik Gibran menghentikan langkah karena terpana pada sosok lain tidak jauh dari mereka berdiri.
__ADS_1
“Kau melamun ?? Astaga...tuan bisa kami meminta bantuanmu, mobil kami mogok dan hari sudah hampir gelap kau orang pertama yang kami temui di jalan ini” jelas Kalya, jalanan sepi membuatnya parno karena memang mereka melewati jalan lain untuk menghindari kemacetan. Dari arah belakang Qiandra mendekati sahabatnya dan Gibran yang masih fokus memandangi yang jelas membuat dia risih.
“Kau-“ belum sempat Qiandra bicara Gibran langsung memotong perkataannya “Apa yang terjadi dengan mobil kalian ??” tanyanya untuk menghindari kegugupan yang mulai menyergap.
“Entahlah, tiba-tiba saja seperti ini kami sudah menghubungi orang yang akan memperbaiki tapi mereka akan sampai terlambat. Tidak mungkin kami terus menunggu karena sebentar lagi akan gelap, benarkan Qia ??” jelas Kalya menggebu seperti kerasukan dan menyenggol tangan sahabatnya itu.
“Iya” mengalihkan pandangan saat Gibran kembali meliriknya.
“Tuan bisakah kau memberi tumpangan ??” tanya Kalya dan cepat diangguki Qiandra, Gibran tersenyum melihat tingkah Qiandra yang polos.
“Naiklah” ajak Qibran, saat mendekati mobil Kalya mendorong Qiandra untuk duduk di depan sementara dirinya di belakang dengan alasan ingin lebih leluasa mengingat tadi Kalya yang mengemudi membuat Qiandra menuruti permintaan itu.
Hening
Saat menuju Apartemen mereka Gibran tidak henti-hentinya mencuri pandang pada Qiandra yang asyik melihat jalanan, gadis itu benar-benar membuatnya merasa berbeda. Sementara Kalya diam mengamati tanpa sepengetahuan mereka, tidak terasa mobil yang membawa mereka telah sampai di tempat parkir.
“Terima kasih” ucap Qiandra dan Kalya bersamaan “Untung kami bertemu denganmu” lanjut Kalya.
“Sama-sama nona, aku pamit” jawabnya yang masih fokus mencuri pandang pada Qiandra dan diangguki keduanya dengan senyum wajar.
“Qia aku rasa pria itu tertarik padamu” ungkap Kalya saat telah memasuki Apartemen, dan membuka lemari pendingin untuk mengambil minuman untuknya dan Qiandra.
“Apa maksudmu ??” jawabnya tidak mengerti.
“Aku melihat dari matanya kalau dia tertarik padamu, jelas kau tidak merasa begitu karena sibuk dengan jalanan tadi” ungkapnya sambil mengingat kembali tingkah Gibran.
“Sebenarnya dia-“ gantung Qiandra dan berhasil memancing keingintahuan sahabatnya itu, “Sebenarnya apa ??” tanyanya tidak sabar.
“Dia pria yang telah aku ceritakan sebelumnya” jujur Qiandra santai tapi tidak dengan Kalya yang seperti mendapat angin sejuk kemudian bertanya dan memastilan kembali “Benarkah ??” dan diangguki Qiandra sebagai tanda kebenaran.
“Pantas saja tatapannya padamu berbeda, tidakkah kau berpikir ini adalah takdir Qia ?? Seperti katamu tidak ada yang kebetulan di dunia ini bukan ?? Aku rasa dia menyukaimu” jelas Kalya yang berhasil membuatnya menautkan alis.
“Berhentilah memprediksi Kal aku tidak berminat mendengarkan, istirahatlah sepertinya kau lelah makanya membicarakan hal aneh” kemudian berlalu dari sana dan meninggalkan Kalya, Qiandra adalah gadis yang paling menghindari membicarakan dirinya terlebih jika masalah perasaan.
__ADS_1
“Tapi kali ini aku merasa sangat yakin Qiandra” gumamnya.