
Hal yang paling menyakitkan adalah, ketika kau benar-benar sakit dan hancur tapi tak mampu lagi merasakan hal itu. (yuliashafira14)
Qiandra Almira Nasution adalah gadis perfeksionis nan cantik yang memiliki senyuman manis berusia 25 tahun mempunyai tubuh proporsional dengan wajah kecil dan berkulit putih, alis rapi mata indah hidung mancung dan bibir mungil menambah kesan yang mempesona. Dianugerahi fisik sempurna tidak membuat kehidupan pribadi Qiandra bahagia, hidup yang keras telah dilalui seorang diri mengingat dia adalah gadis sebatang kara. Orang tuanya telah lama meninggal, tapi hal itu tidak pernah mematahkan semangat juangnya untuk memperbaiki kehidupan.
Kerabat terdekat dan sahabat yang dikenal semenjak masa kanak-kanak seiring waktu berubah dalam memperlakukan Qiandra, karena tidak ingin dibenci terlalu lama untuk hal yang tidak diketahuinya. Memilih menyingkir untuk hidup sendiri setelah dicampakkan dan merantau ke Ibukota pada usia 20 tahun adalah kenekatannya. Seakan garis takdir buruk berbaris menunggu giliran dalam menguji seberapa tangguhkan Qiandra melewati kepahitan, kisah asmaranya pun menambah daftar panjang bibit trauma tumbuh dan membuat dia seakan tidak mempunyai gairah untuk membuka hati apalagi memikirkan membangun rumah tangga.
Tumbuh tanpa kasih sayang tidak membuat pribadinya miskin etika dan akhlak dalam memperlakukan yang lain, dia dipenuhi cinta dan kehangatan terhadap orang-orang terdekatnya bahkan hal itu juga ditujukan untuk mereka yang telah melakukan kesalahan dulu dan menyakiti harga dirinya. Tapi untuk persoalan kehidupan pribadi Qiandra bisa dikatakan sangat membatasi diri, kesan pertama orang lain terhadap Qiandra adalah angkuh dan irit bicara, tapi setelah lama mengenalnya semua pernyataan itu menguap begitu saja.
“Kal bangunlah apa kau ingin kupecat, tidurmu bahkan lebih lama dari Sleeping Beauty” panggil Qiandra pada teman sekamarnya sambil menyiapkan sarapan, Kalya adalah sahabat Qiandra saat ini. Sama-sama perantau dari pulau Sulawesi dan bertemu di Ibukota membuat mereka layaknya saudara kandung dikarenakan persahabatan yang sudah terjalin selama 5 tahun.
“Hmmm...” yang dipanggil masih asyik bergelayut manja dengan kasur empuk dan semakin membenamkan wajah bantalnya ke dalam selimut.
“Astaga, Kal ayolah ini sudah jam berapa !! briefing dimulai sebentar lagi dan kau masih asyik bermesraan dengan tempat tidurmu itu ?? apa kau mau memberikan kesan buruk terhadap teman kerja kita ??” dengan kesibukan pagi hari di dapur tidak membuat Qiandra merasa terbebani untuk membangunkan sahabatnya yang kalau tidur seperti kebo yang 11-12 dengannya, hanya saja kalau mengenai tanggung jawab tanpa memikirkan rasa kantuk yang masih menyergap tetap membuat Qiandra konsisten dengan amanah.
“Cerewet banget iiihhh...iya aku bangun kamu lama-lama mirip si nenek sihir yang jahatin Sleeping Beauty tahu nggak” dengan malas Kalya bangun dan merapikan tempat tidur, setelahnya langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dilanjutkan memakai setelan kerjanya.
“Kamu udah sarapan ??” tanya Kalya yang telah duduk di kursi makan dan melihat Qiandra tanpa piring sarapan di atas meja.
__ADS_1
“Belumlah aku kan udah ngga suka makan sendiri sekarang, kamu sih dalangnya bikin aku kayak gini” karena kepribadian yang tertutup membuat Qiandra melakukan segala hal sendiri dan menyebabkan dia menjadi seorang penyendiri tapi setelah bertemu Kalya, gadis itu membuat kehidupan yang muram jadi berwarna.
“Hehe baguslah ngapain sendiri kalau ada yang imut ini” ucapnya dengan suara yang dibuat menggemaskan.
“Mulai, masih pagi juga” mereka cekikan dan melanjutkan sarapan kemudian menuju mobil, Qiandra berada dibalik kemudi dan Kalya duduk di sampingnya. Mengingat ini adalah hari sibuk jadi jalanan menuju tempat kerja mereka lumayan ramai dan sedikit terjadi kemacetan. Setelah bertarung dengan keadaan akhirnya kedua Owner itu memasuki Restoran dan disambut oleh teman kerja yang mengais rezeki di tempat mereka.
“Pagi bos” ucap seorang Manager yang mendekat dengan senyum ramah.
“Hey berhentilah dengan kata bos, bukankah panggilan itu terlalu kaku untuk kami ??” ucap Kalya dengan santai sambil berjalan beriringan dengan Qiandra “Pagi guys” sambut Kalya “Pagi teman-teman” sambut Qiandra, mereka punya cara sendiri dalam memulai pagi mereka.
“Pagi mbak” jawaban serentak teman kerja mereka menyambut kedatangan kedua pemilik Restoran itu. Dan seperti biasa briefing itu berlangsung selama kurang lebih selama 20 menit, sebagai seorang Owner keduanya bersikap sebagai pemimpin dan mendengarkan pendapat teman kerja mereka.
“Iya” jawabnya dengan masih sibuk membereskan beberapa berkas yang diperlukan “aku habis ini langsung ke Apartemen mau ambil beberapa pakaian dan langsung ke Bandara, kamu ngga apa-apa kan aku tinggal sendiri beberapa hari ?? yaiyalah ngga apa-apa orang ini bukan pertama kalinya juga” sambungnya, dia yang mengajukan pertanyaan dan menjawab secara bersamaan.
“Kamu mah nanya tapi dijawab sendiri, Qia kamu kan ayam petarung jadi jangan lama-lama yah kan kasian kamunya kalau kangen aku. Terus jangan lupa juga oleh-oleh untuk sahabat yang paling kau cintai ini. Ok ??” Qiandra hanya menggelengkan kepala dengan rasa pede temannya yang setinggi langit itu.
“Iya yam“ jawab Qiandra dan berhasil membuat Kalya menatap penuh tanya. "Karena aku ayam berarti kamu juga sama. Kan ayam temenan sama ayam” sambung Qiandra menanggapi ocehan Kalya, nanti aku bawakan botol berisi pasir Bali untukmu sebagai buah tangan. Mereka berdua tertawa nyaring di dalam ruang Owner yang kedap suara itu, setelahnya Qiandra dan Kalya berpisah di pintu masuk Restoran.
__ADS_1
Di Bandara
Qiandra telah masuk dan sedang menunggu keberangkatan sekitar 30 menit lagi, karena rasa bosan membuat dia mengalihkan pandangan ke kiri dan kanan kemudian beralih ke benda pipih untuk mengecek notifikasi message dari sahabat konyolnya. Belum juga berangkat Kalya sudah merindukan Qiandra dengan mengirimkan sms.
“Qia aku sudah merindukanmu cepatlah kembali dan jangan lupa makan, aku akan memarahimu kalau melupakan mengisi perutmu saat sibuk. Jadilah penggila makanan seperti saat kau tidak sibuk” senyuman manis Qiandra terukir setelah membaca pesan singkat itu dan langsung membalas pesannya “Aku belum berangkat tapi kerinduanmu sudah merusak niatku untuk terbang, apakah pesonaku begitu dahsyatnya mempengaruhimu ?? Tenang saja aku akan makan dan menghabiskan persediaan di Restoran kita” balasnya.
Setelah mengirim balasan sms perhatian Qiandra dan penumpang lainnya teralihkah akan suara anak kecil yang menangis karena terjatuh saat sedang berlari. Dengan cepat Qiandra mendekat dan mensejajarkan tinggi badannya dengan anak kecil itu.
“Hey jagoan kamu ngga apa-apa ??” tanya Qiandra dengan sangat lembut sambil membantu sang anak untuk berdiri tapi karena benturan lantai dan tulang kering dari anak itu membuat luka lecet di bagian tubuhnya dan membuat si kecil susah berdiri dan menangis karena rasa perih.
“Cup cup apakah ini menyakitkan ??” tanyanya menunjuk luka lecet si bocah tampan yang berusia 5 tahun itu. Dia menganggukkan kepala, tanpa menunggu lama Qiandra menggendong anak itu untuk didudukkan di sampingnya. Dengan telaten dia meniup luka di permukaan kulit itu begitu lembut dan bertanya “Apa kau menyukai Super Hero ??” dengan polosnya anak itu mengiyakan pertanyaan Qiandra.
“Berarti kau seorang jagoan, jadi aku rasa luka kecil ini tidak akan terasa sakit untuk seorang jagoan sepertimu jadi berhentilah menangis ok” dibujuk seperti itu oleh Qiandra membuat si bocah langsung menghentikan tangisannya dan tidak berlangsung lama orang tua dari anak tampan itu datang menghampiri.
“Dek kamu ngga apa-apa ?? Ibu sama Ayah dari tadi cariin kamu” yah karena keasyikan bermain, orang tua dan anak itu menjadi terpencar. “Astaga kaki kamu kenapa lecet begini ??” rasa khawatir sih ibu nampak jelas di wajahnya, “Sayang tenanglah” ucap sang ayah menenangkan dan mengangkat tubuh mungil putranya.
“Yah bu tadi adek jatuh, terus ditolongin sama tante ini” adunya dengan manja khas anak kecil, orang tuanya pun mengerti dan mengucapkan rasa terima kasih pada Qiandra “Makasih ya mba ngga tau deh kalau sampai Abi ketemu sama orang yang punya niat jahat” ungkap sang ibu dengan mengelus lembut kepala anaknya.
__ADS_1
Dengan senyum manis dan hangatnya Qiandra menjawab “Sama-sama bu, Abi anak yang menggemaskan dan pemberani jadi ngga akan ada yang berani jahatin dia. Iyakan sayang" dia kembali mengelus kepala Abi dan si bocah dengan cepat mengangguk tanda setuju dengan pernyataan Qiandra. "Ouh iya Pak Bu sepertinya pesawat akan segera berangkat jadi saya tinggal dulu” pamitnya, sebelum berlalu dia menyempatkan pamit kepada Abi si kecil yang menggemaskan.