
Pengkhianatan mempunyai 2 babak, pertama kau dan dia yang bahagia dan kedua aku yang bahagia. (yuliashafira14)
“Ada apa ??” Qindra saat ini tengah fokus mengganti pakaian dan akan bersiap ke Restoran miliknya, tapi saat tengah beraktivitas ponselnya berdering.
“Entah, aku hanya ingin memastikan keadaanmu. Apa kau benar baik-baik saja ??” suara di ujung sana adalah milik Kalya, gadis itu rutin menelpon semenjak Qiandra di Bali. Mungkin ungkapan mengenai saudara tidak harus sedarah memang benar adanya.
“Aku baik-baik saja, tenanglah. Kau sudah menanyakan hal itu setiap saat” Dia tidak mengetahui Qiandra sempat masuk Rumah Sakit karena ulah Aksa dan Indira, tapi firasat Kalya seakan begitu kuat.
“Kapan orang tuamu datang ??” Qiandra mencoba mengalihkan perbincangan, mengingat pertunangan Kalya akan segera diselenggarakan dalam waktu dekat.
“4 hari lagi, jadi kau cepatlah kembali saat urusan di sana bisa teratasi” pinta Kalya, sejak kapan gadis ini begitu manja ?!
“Tentu, aku akan mengusahakannya. Pergilah bekerja, apa mau kau mau aku pecat ??” canda Qiandra dan Kalya hanya mendengus karena hal itu.
“Dasar, aku tutup teleponnya. Bye” suara tawa Kalya mengakhiri obrolan mereka, dan Qiandra merasa sedikit tidak enak hati karena berbohong mengenai kondisinya.
Ting tong…
Bel Apartemen berbunyi membuat Qiandra menyegerakan langkahnya dan saat pintu dibuka, ternyata pria tampan dengan senyum hangat tengah berdiri di sana.
“Ada apa ??” tanya Qiandra bingung melihat Gibran datang sepagi ini, apa dia ingin menumpang sarapan ?? Pikir gadis itu.
“Aku ingin melihat keadaanmu, tapi sepertinya kau berencana pergi ??” senyumannya diganti tatapan penuh selidik, Qiandra sudah begitu cantik. Bukankah penampilan ini bisa mengganggu fokus orang lain karena begitu mempesona ?!
“Aku akan Restoran, mmm kau sudah melihatku baik-baik saja, lalu ??” tanggapan Qiandra penuh tanya.
“Apa kau bisa menggunakan masker ?? Wajahmu bisa menjadi racun untuk gadis lain” gadis itu mengulum bibir untuk menahan senyuman indah menghias dirinya. Astaga mulut penuh madu, masih sangat pagi untuk Qiandra mendengarkan gombalan manis Gibran bukan ??
__ADS_1
“Kau yang harus menutupi wajahmu, dari jauh saja begitu tampan apalagi dengan jarak sedekat ini ?? Bisa membuat orang lain –“ Qiandra menggantungkan ucapannya bukan karena lupa kelanjutannya tapi tersadar akan sesuatu. Ada yang salah dengannya, kenapa dia menanggapi ucapan pria itu ?!
“Membuat orang lain kenapa ??” senyum pria itu begitu usil, membuat Qiandra terjebak karena ucapannya sendiri.
“Sudahlah, aku harus segera pergi, apa kau akan tetap di sini ??” benar-benar ratu dalam mengalihkan pembicaraan menurut Gibran.
“Aku akan mengantarmu” setidaknya kesempatan ini memang harus digunakan sebaik-baiknya menurut Gibran !!!
“Tidak perlu, bukannya kau juga harus pergi bekerja ?? Kau akan terlambat jika mengantarkanku” penolakan yang menjadi jawaban yang hangat di telinga Gibran.
“Aku akan mengantarmu setelah itu pergi ke kantor, apa kau lupa siapa bosnya ??” ohh, apa pria itu tengah menyombongkan diri ?? Sangat ahli ternyata.
“Aku bisa pergi sendiri” gadis itu hanya tidak ingin merepotkan orang lain lebih lama, jika dia tergantung pada pria itu bukankah itu bisa menjadi masalah ?? dia khawatir akan dirinya sendiri !!
“Aku yang tidak bisa membiarkanmu pergi seorang diri” pria ini sudah belajar banyak bagaimana harus menanggapi setiap ucapan Qiandra, sangat ahli untuk seorang pemula. Dan gadis itu tidak bisa terus menolak bukan ?? Karena memang dia sudah begitu terlambat saat ini.
Saat berada di Lobby beberapa pasang mata mengiringi langkah keduanya, apa ada yang salah ?? Tidak !! hanya saja keduanya terlihat begitu serasi. Pakaian dan wajah mereka begitu mahal, astaga membuat iri orang saja.
“Apa ini hanya perasaanku saja atau mereka benar-benar sekarang sedang menatap kita ??” tanya Qiandra saat mendekati mobil Gibran, dan pria itu hanya tersenyum tampan karenanya.
“Yah mereka sedang melihat kita karena wajahmu, masuklah dan berhenti menjadi pusat perhatian dengan kecantikanmu itu” Qiandra hanya diam tidak merespons, tapi terasa sangat jelas jika dia merasa ada hawa yang mengusik kedua pipinya. Sedikit panas !!
“Apa kau salah makan ??” tanya Qiandra penasaran saat berada dalam mobil mewah itu, seperti ada yang berbeda dengan Gibran saat ini.
“Kenapa ??” pria itu berpura-pura bodoh dengan senyuman di wajahnya, sungguh berbakat memang.
“Kenapa akhir-akhir ini aku sering mendengar ucapan manis dari mulutmu itu !?” tanyanya saat memasang seat belt tapi tidak berani melihat Gibran karena wajahnya masih sedikit merasakan hawa tadi.
__ADS_1
“Karena aku melihatmu” jawabnya menatap Qiandra dan gadis itu menoleh untuk memastikan pendengarannya, keduanya saling menatap. Kali ini Qiandra benar-benar berdebar karena hal itu.
“Kita berteman, bukankah hal seperti ini wajar ??” oh pria ini berkilah untuk menjaga posisinya, dia hanya tidak ingin Qiandra kembali menjauhinya. Seharusnya dia bisa mengontrol diri bukan ?? Dan Qiandra, hanya bisa mengangguk tidak pasti. Benarkah seperti itu ?? hatinya bertanya ?!
Dalam perjalanan menuju Restoran mereka kembali terdiam, waktu 25 menit cukup membawa mereka ke tujuan saat ini. Qiandra akan segera turun tapi Gibran menghentikannya dengan pertanyaan.
“Apa kita masih berteman ??” tanyanya ragu, pria itu berharap Qiandra tidak terganggu dengan perkataan tadi.
“Apa kau merasa melakukan kesalahan dan membuat pertemanan kita terganggu ??” tanya balik gadis itu dengan tersenyum, astaga ini ujian untuk Gibran karena melihat Qiandra hal itu.
“Mm tidak” jawab pria itu sekenanya, dia tidak pernah tau apakah yang dianggap benar berlaku sama pula untuk Qiandra.
“Jadi pertanyaanmu tadi tidak beralasan bukan ??” tanyanya dan di angguki Gibran, jadi yang membuat pria itu diam sepanjang perjalanan karena hal ini ??
“Terima kasih atas tumpangannya” ucap gadis itu keluar dan berjalan ke arah Restoran, selama menatap Qiandra pria itu terus tersenyum lega karena suatu alasan.
Tapi itu tidak bertahan lama saat dia tiba-tiba seseorang. Aksa, beberapa hari yang lalu orang-orang suruhan Gibran sudah melaporkan tentang mantan tunangan Qiandra dan kekasihnya itu. Dia menunggu saat yang tepat untuk melakukan sesuatu, apa itu hanya Gibran yang tahu pasti !!
“Aku tidak akan membiarkan mereka mengganggumu lagi, aku akan bersamamu untuk melewati semua hal” gumamnya dan segera memacu mobilnya untuk meninggalkan halaman Restoran saat memastikan Qiandra sudah masuk.
Tapi ada yang luput dari penglihatan Gibran. Saat ini ada orang asing yang tengah mengambil gambar keduanya, seorang pria yang berpakaian serba hitam.
“Halo bos, aku sudah mendapatkan gambarnya. Sekarang apa selanjutnya ??” lapornya pada seseorang di seberang sana. “Baik” sambungnya.
Pria itu melihat hasil jepretannya selama beberapa hari, ada foto saat Qiandra keluar dari Rumah Sakit bersama Gibran. Entah siapa yang menyuruhnya untuk melakukan hal ini. Tapi yang jelas, akan ada hal yang menjerat mereka jika sampai mengganggu Qiandra apalagi sampai menyentuhnya !!
Saat kita tengah menyusuri jalanan terjal dan bebatuan dengan seseorang, kita pasti pernah bergantung padanya bukan ?? setidaknya jika kita tidak sengaja terluka dan berdarah bukankah ada seseorang yang akan membalut dan merawat luka itu. harapan kita !!
__ADS_1
Tapi bagaimana jika kita malah menemukan banyak luka dari orang yang mengatakan dia bersama kita saat ini ?? bukankah itu lebih menyakitkan ?!