Tentang Qiandra

Tentang Qiandra
Kebetulan Yang Berkesan


__ADS_3

Cinta, satu kata yang mampu membuat siapa saja menjadi pujangga karena hanya merasakannya. Kata yang mampu menjadi pereda dalam aksara pilu, bait sederhana yang mampu menyelami dunia. (yuliashafira14)


“Qia di sini” panggil Kalya saat Qiandra tiba di Bandara, tapi dahi gadis itu berkerut melihat sosok yang berjalan di samping sahabatnya itu.


“Kalian kenapa bisa bersama ??” tanyanya, dengan menggoda pada Qiandra. Apa ada peningkatan dengan hubungan mereka ?!


“Aku pikir kau akan kembali lusa, bukankah kau ada rapat hari ini ??” lanjut Darel, dan Gibran ?? Pria itu menatap Qiandra yang terlihat menanyakan kebenarannya.


“Aku sudah menyelesaikannya lebih awal, tenanglah. Di mana mobil kalian ?? Aku lelah sekali” ujar pria itu dan langsung merenggangkan tubuh tingginya. Dan berjalan mendahului yang lain !!


Saat di perjalanan pulang Kalya tidak henti-hentinya melirik Gibran dan Qiandra secara bergantian, ada rasa penasaran dibenak gadis itu. Gibran duduk di samping Darel yang tengah mengemudi sementara Kalya dan Qiandra berada di belakang mereka. Saat sudah tiba di Apartemen Qiandra dan Kalya, kedua pria itu pamit untuk melanjutkan perjalanan mereka.


“Qia kenapa kau bisa bersama Gibran ?? Dan sepertinya kau bersikap berbeda padanya saat ini, tidak seperti beberapa pekan yang lalu, atau jangan-jangan kalian ?? Oh astaga” entah gadis ini bertanya atau malah sibuk memaparkan materi ?? 


“Sudah ?? Apa pikiran anehmu sudah selesai berkelana ??” tanya Qiandra saat dia tengah berada di dapur untuk mengambil air mineral, tidak hanya cuaca yang membuatnya ingin membasahkan tenggorokannya. Tapi mendengar Kalya yang sibuk berbicara saja sudah membuat dia semakin ingin meneguk air jernih itu.


“Kami tidak sengaja bertemu saat di Bali waktu dia menolongku” lanjutnya, sedetik kemudian Qiandra nampak sadar atas dirinya yang tengah kecoplosan bicara. “Dia membantuku membagikan makanan, iya dia berada disana saat itu” sambungnya.


“Benarkah ??” Kalya menggoda Qiandra, seakan dia tahu ada yang disembunyikan temannya itu.


“Lalu kenapa kalian bisa bersama hari ini ??” lanjutnya, entah jiwa keponya itu sangat sulit diajak kompromi untuk saat ini.


“Entahlah, kami bertemu saat di Bandara. Mungkin kebetulan” Qiandra berharap jawabannya bisa menghentikan arus pertanyaan Kalya, dia benar-benar tidak mengizinkan Qiandra istirahat terlebih dulu.


“Wah sepertinya kalian memang berjodoh, kebetulan tidak akan sampai berulang kali Qia” ujarnya, dan berlalu ke ruang tv. Tidak ada pertanyaan lagi, mungkin gadis itu sudah merasa cukup dengan jawaban Qiandra. 


“Takdir ?? Hah jangan pikirkan Qia” gumamnya pada diri sendiri, dan menyusul Kalya. Dia benar-benar harus istirahat agar tidak terpengaruh dengan perkataan temannya itu.

__ADS_1


******


“Jelaskan !!” kata Darel saat pria itu sedang fokus mengemudi tapi memang dasarnya dia dan Kalya pasangan kepo, jadi pria itu tidak bisa menahan diri lebih lama.


“Soal apa ??” tanya Gibran, dengan sikap cueknya.


“Kenapa kau pulang lebih awal ??” Darel tahu seharusnya Gibran masih berada di Bali, bukan di sini.


“Karena aku sudah selesai dengan tugasku di Bali, dan untuk proyek pembangunan sudah aku cek sejauh mana kendala yang mereka hadapi dan mencari jalan keluar untuk masalah itu. Sisanya sudah aku serahkan pada orang kepercayaanku” okelah, pria itu memang hebat. Tidak heran bagaimana gampangnya dia menyelesaikan masalah.


“Apa kau sengaja menyelesaikan pekerjaanmu lebih cepat agar bisa kembali bersama Qiandra ??” lanjut Darel, apa pria itu dan tunangannya tidak ingin beralih pekerjaan ?? Wartawan sepertinya cocok untuk mereka !!


“Iya, aku harus lebih extra menjaganya untuk saat ini !!” jawab pria itu tegas dan penuh arti, dan Darel ingin kembali bertanya tapi diurungkan. Kenapa ?? Mungkin dia lelah.


Malam hari


“Apa yang kau lakukan ??” dia ragu untuk mengirimya, apa Qiandra akan membalas pesan yang dikirim ?? Ahh terlalu banyak berpikir membuatnya pusing, dengan menutup sebelah matanya kemudian dia menekan send. 


“Hanya mengirim pesan saja membuatku gugup, apa dia sudah tidur ??” gumamnya, baru juga terkirim tapi pria itu merasa sudah mengirim pesan sejam yang lalu.


Ting…ponselnya memberi tanda bahwa ada kabar dari seberang dengan tidak sabar pria itu membuka pesannya “Duduk”.


“Jawabannya singkat sekali, apa dia sedang malas ??” gumam Gibran, dia tidak tahu harus mengirim apa lagi. Ditengah kebingungan ponselnya kembali berbunyi.


“Kenapa ??” pesan Qiandra dan membuatnya tersenyum, entah dia merasa diberi kesempatan saat ini. Tanpa pikir panjang dia menelpon Qiandra, keberanian itu datang begitu saja !!


“Halo, apa yang kau lakukan ??” tanyanya basa basi.

__ADS_1


“Bukankah aku sudah menjawabnya tadi ??” bodoh, kenapa pria itu merutuki dirinya.


“Haha benar juga, mmn kau bersama siapa ??” pertanyaannya begitu kikuk.


“Kalya, tapi dia di kamarnya. Apa kau ingin bicara dengannya ??” Gibran berpikir sejenak, untuk apa dia melakukan itu ?!


“Tidak” Jawabnya, apa keduanya memang seperti ini jika berkomunikasi lewat ponsel ?? Sangat kaku !!


Hening…


“A-apa kau sudah makan malam ??” pria itu bertanya dengan sangat berani !! Astaga hanya bertanya seperti itu saja membuat pria itu menahan nafasnya.


“I-iya, kau sendiri bagaimana ??” jawaban yang benar-benar membuat Gibran tersenyum, astaga !!


“Sudah, apa aku mengganggu waktu istirahatmu ?? senyum tampannya naik ke level mematikan saat ini.


“Tidak, kebetulan aku memang sedang tidak melakukan apa-apa !!” jawabnya, mungkin kalian tidak tahu. Tapi gadis itu juga begitu gugup saat ini, sudah lama ponselnya tidak dia gunakan untuk hal seperti ini.


Pembicaraan itu berlangsung cukup lama, banyak hal yang mereka bicarakan. Dari hal penting bahkan hal yang biasa saja, apapun bisa menjadi bahan untuk keduanya !!


“Tidurlah” ujar pria itu, saat ini waktu berlalu begitu cepat untuknya.


“Baiklah, selamat malam” jawab Qiandra.


“Selamat malam” astaga lihatlah senyumnya itu.


Cinta memang selalu punya cara berbeda untuk membuat kita mampu merasakan hadirnya, kadang dengan perasaan sukacita. Kadang pula dengan rasa sakit, perih yang mampu membuat kita seperti buih di lautan. Hilang begitu saja dan tidak punya makna apa-apa, tapi satu hal yang pasti perasaan bahagia dan kekecawaan punya andil yang sama dalam perasaan itu !! 

__ADS_1


__ADS_2