Tentang Qiandra

Tentang Qiandra
Selamat Pagi Qiandra


__ADS_3

Kehinaan menghujani masaku, hati ini terbingkai karena rutukan. Tapi itu dulu, sebelum asri karibku datang menghanyutkan. (yuliashafira14)


Pagi menyambut, tapi mentari masih nampak bersembunyi dibalik awan. Apa dia malu menunjukkan kelebihan yang dia miliki? Hihi, ada-ada saja. Qiandra mengerjapkan manik hitamnya, bulu mata lentik milik gadis itu mengikuti irama yang dilakukan oleh matanya.


Setelah manik itu terbuka sempurna, Qiandra kemudian memiringkan badan ke arah berlawanan dan langsung merenggangkan tangannya. Tidur dengan posisi yang sama selama beberapa jam, membuat beberapa bagian tubuhnya sedikit kram. 


Dia melirik jam kecil yang berada di atas nakas 05.40, gadis itu dilema apa dirinya harus bangun atau kembali bermanja di tempat tidur? Bed Cover yang berbahan Katun Percale itu, ditenun erat dan terasa begitu polos dan sangat sejuk saat mendekapnya. Karena alasan inilah yang membuat dia betah bergelayut manja di tempat tidur dan enggan berpisah. Terlebih lagi, ini adalah akhir pekan. Jadi, ayolah! bukankah ini sempurna? Rebahan di hari libur!


“Qiaaa!” astaga suara siapa itu? Apa itu Kalya? baru saja Qiandra ingin merealisasikan keinginannya. Tapi teriakan seseorang benar-benar mengacaukan rencana akhir pekan gadis itu. Dengan malas dia bangun, berjalan dengan mulut yang tidak berhenti menggerutu. Sepagi ini apa yang membuat Kalya begitu heboh?


Langkah enggannya membawa Qiandra ke arah Kalya, gadis itu sedang mengikat tali sepatunya. Pakaian olahraga berwarna hitam telah melekat pas di tubuh Kalya, seketika wajah Qiandra menyelidik. “Kenapa berteriak? Dan apa yang ingin kau lakukan sepagi ini?” tanya polos Qiandra. Apa gadis itu belum sepenuhnya sadar? Kenapa bertanya untuk sesuatu yang jelas!?


“Aku ingin berenang!” tuturnya yang disertai dengan gelengan, kemudian gadis itu berjalan ke arah dapur untuk mengambil botol air minum yang akan dibawa.


Qiandra terkejut dengan jawaban Kalya. Dia mengikuti langkah sahabatnya itu dan berkata, “Sepagi ini? Astaga Kal seharusnya kau lari pagi bukan malah berenang. Dasar aneh!” Apa dia mengatai dirinya sendiri? 


“Kau yang aneh! aku memang ingin jogging. Apa menurutmu pakaian ini cocok untuk berenang?” Kalya mencubit pipi Qiandra, berharap hal itu bisa membuatnya sadar! Gadis itu meringis dan menatap Kalya beberapa detik kemudian terkekeh, dia telah menyadari kekonyolannya. “Gantilah piyamamu ini, kita turun bersama!” Timpanya.


“Ayolah Kal, ini akhir pekan. Aku hanya ingin tidur sedikit lebih lama!” rengek Qiandra, dia tidak rela meninggalkan kasurnya itu. Bukan tanpa alasan, selama hari kerja dia bangun tepat waktu, berharap hari libur dia bisa menghabiskan waktu lebih lama di kamarnya.

__ADS_1


“Kau ini gadis macam apa? olahraga itu baik untukmu. Kau bisa tidur lagi nanti, sekarang gantilah pakaianmu aku tidak mau mendengar bantahan!” dengan segera Kalya mendorong tubuh Qiandra untuk kembali ke kamarnya, gadis itu menutup telinga ketika rengekan Qiandra terdengar.


15 menit, waktu yang gadis itu butuhkan untuk berganti pakaian. Kalya menunggu tapi setiap 5 menit sekali dia kembali berteriak untuk memanggil Qiandra, “Aku sudah selesai jadi berhentilah berteriak!” dia turun dengan wajah yang sedikit ditekuk, Qiandra menggunakan setelan olahraga berwarna senada dengan milik Kalya, tapi dengan beberapa detail yang berbeda.


“Aku memanggilmu bukannya berteriak, ayo!” sangkalnya dengan segera menggandeng Qiandra dengan wajah yang masih saja tersenyum.


“Tapi kau memanggilku dengan berteriak. Dasar!” Qiandra masih tidak terima dengan ajakkan gadis itu, tapi dia tidak punya pilihan selain mengikuti permintaan Kalya. Jika tidak dia pasti akan mengganggu Qiandra sepanjang hari.


“Kau benar, ternyata aku lepas kontrol lagi. Padahal semalam aku sudah bersungguh-sungguh, tapi kenapa malah kecolongan? Baiklah, kedepannya saya akan lebih berhati-hati nona.“ Sambungnya dan kemudian memberikan hormat dengan sedikit membungkuk, apa yang dilakukan Kalya membuat mereka kembali tertawa.


Di Apartemen ini sebenarnya telah difasilitasi ruangan khusus gym dengan peralatan yang lengkap, tapi Qiandra dan Kalya lebih terpesona dan memilih sebuah taman yang berada di belakang Apartemen. Udara yang sejuk dengan pencahayaan alami, bukankah itu hal yang sempurna?


“Ayo!” ajak Qiandra, gadis itu tiba-tiba saja terlihat lebih bersemangat dari sebelumnya, ada apa dengannya?


“Tunggu aku, apa kau ingin menjadi atlet? Astaga ada apa dengannya? Hey Berhati-hatilah!” perkataan Kalya hanya seperti angin lalu untuk Qiandra, gadis itu telah mencuri start lebih dulu. Dasar!


“Apa kau belum capek?” bukankah ini terlalu dini untuk Kalya bertanya? Mensejajarkan diri bersama Qiandra saja membuatnya begitu kesulitan, nafas Kalya memburu.


“Ini baru setengah putaran Kal, jangan bilang kau sudah kelelahan?” Qiandra memperlambat temponya untuk mengimbangi Kalya.

__ADS_1


“Kau benar aku kelelahan, kita istirahat dulu sebentar.” Pintanya dengan peluh yang telah membanjiri, Qiandra yang melihat hal itu terpaksa mengiyakan permintaan Kalya.


“Hah, Aku tidak menyangka jika duduk di bangku taman bisa semenyenangkan ini.” Kalya segera membuka tutup botol minuman yang dia bawa dan segera meneguk hingga setengah, tampaknya dia benar-benar kelelahan.


“Apa kau gadis yang sama dengan orang yang memaksaku saat di Apartemen tadi?” nada jahil itu membuat Kalya memutar bola matanya. Apa Qiandra ingin balas dendam?


“Ayolah Kal, setengah putaran lagi!” belum sampai 5 menit mereka istirahat, tapi Qiandra sudah kembali mengajaknya untuk berlari. Astaga!


“Kenapa aku merasa menyesal mengajak Qia kemari, seharusnya biarkan saja dia tidur sampai siang.” Nada penyesalan Kalya keluar begitu saja, hembusan nafas berat pun turut mengambil bagian. Dia tidak menyangka, jika mengajak Qiandra akan membangkitkan bakatnya yang terkubur. 


“Qia awas!” teriak Kalya yang berada di belakang Qiandra, gadis itu terlalu bersemangat sehingga membuatnya kesulitan mengontrol diri. Dan?


Bruukk…


Gadis itu menabrak seseorang, “Aww.” Keluh korban, pria yang mengenakan pakaian olahraga berwarna biru itu berbalik untuk mencari tahu siapa tersangkanya. “Astaga maaf, aku tidak sengaja. Apa kau terluka?” Qiandra sedikit panik, dia ingin memeriksa tapi urung dia lakukan. Kenapa? Tentu saja karena dia tidak ingin bersikap lancang menyentuh tanpa izin!


“Kau tidak apa-apa? Dasar ceroboh, aku sudah bilang hati-hati.” Kalya memeriksa keadaan sahabatnya yang baik-baik saja. Dan melupakan, salah! Dia mengabaikan korban dari kecerobohan Qiandra. 


“Aku baik-baik saja Kal, tapi-“ gadis itu melirik pria yang menatap mereka dengan ekspresi tidak terbaca, dia mengikuti arah pandang Qiandra. Saat Kalya menatap pria itu bukan ucapan permintaan maaf yang terlontar tapi, “Hai Tampan.” sapa Kalya tanpa sadar, dan jelas hal itu membuat Qiandra begitu malu. Apa saat ini Kalya tidak bisa menahan diri?

__ADS_1


Perasaan ini sempat tertinggal dan aku merasa begitu kekurangan, tidak mengindahkan telah menjadi kebiasaan. Dayaku? Terkuras! Kini, perlahan citaku tercurah. Sanubari pun kembali bersyair, sebabnya? Karena dia. Sahabatku yang berbeda!


__ADS_2