Tentang Qiandra

Tentang Qiandra
Hari Bahagia Kalya


__ADS_3

Kembang merana yang tinggal di masa lampau. Memori asmara yang pergi, kini kembali tuk mengecup ingatan. Bisakah rasa itu pergi tanpa bekas ?? (yuliashafira14)


Hari ini menjadi moment yang mendebarkan untuk Kalya, bagaimana tidak pertunangannya dan Darel akan dilaksanakan 1 jam lagi.


“Tenanglah” ujar Qiandra menenangkan, tapi gadis itu hanya bisa tersenyum simpul. Kalya memakai kebaya modern berwarna biru langit dengan sentuhan payet berkilau di beberapa tempat, rambut panjang gadis itu ditata dengan sedemikian rupa dan polesan *make*up membuatnya tampak bersaing dengan kilauan payet yang melekat pada kebayanya.


“Ini bisa membuatmu lebih baik” Qiandra memberikan permen karet pada Kalya “Apa disaat seperti ini permen bisa membantu ??” tanya Kalya, tapi tangannya menerima pemberian Qiandra dan langsung membuka bungkusnya dengan segera permen itu telah mendarat dalam mulutnya.


“Tentu, apa kau lupa bagaimana ini bisa membantuku untuk mengatasi masalah ??” ujar gadis itu tertawa, ini bukan pertama kalinya. Tapi, Qiandra memang sering mengunyah permen jika merasa gugup akan sesuatu.


“Apa dulu kau juga sepertiku ??” Kalya mengulum bibirnya saat tersadar telah melontarkan kalimat yang mengusik luka sahabatnya itu. “Qia, maaf aku tidak bermaksud” lanjutnya merasa tidak enak.


“Apa aku mengatakan sesuatu ??” tanya Qiandra dengan tersenyum “Berhenti meminta maaf saat kita membicarakan masa lalu. Dulu, aku juga merasa gugup sepertimu. Bahkan aku sering buang air kecil karena begitu gugup” Qiandra mencoba menerawang bagaimana dirinya beberapa tahun silam saat bertunangan dengan Aksa.


“Apa kau baik-baik saja ??” ada yang berbeda dengan Qiandra, sungguh !! Pikir Kalya.


“Tentu” jawabnya dengan tersenyum, apa-apaan ini kenapa Qiandra masih bisa berekspresi seperti itu setelah mengingat kembali bagaimana luka yang diberikan Aksa pada cintanya. Ini tidak seperti dirinya yang dulu, Qiandra si gadis sensitif jika membahas masa lalu. Tapi apapun yang terjadi, dia bersyukur bahwa Qiandra baik-baik saja sekarang !!


“Syukurlah, aku senang bisa melihatmu seperti sekarang” Kalya dengan segera memeluk sahabatnya itu, dan Qiandra hanya bisa membalas pelukannya !? Gadis itu tidak paham maksud dari ucapan Kalya, bukankah yang harus mengatakan kalimat itu adalah dirinya dan bukan Kalya ?! Entah.


Acara pertunangan Kalya dan Darel digelar privat yang hanya dihadiri oleh beberapa orang penting yang berhubungan baik dengan keluarga kedua belah pihak, para karyawan dan juga kedua sahabat pria itu.


“Sayang ??” sapa Darel dengan tatapan aneh. “Apa kau Kalya ??” pertanyaan konyol Darel yang hanya bisa didengar oleh keduanya.


“Memangnya kau pikir siapa ?!” ketus Kalya, pertanyaan bodoh Darel benar-benar menambah rasa gugupnya. Apa pria itu berharap akan bertunangan dengan orang lain ?? Kenapa dia bertanya untuk hal yang pasti ?!


“Maaf sayang. Aku pikir kau adalah bidadari yang tersesat dan tidak sengaja masuk kemari” mulut Darel benar-benar, manis ?! Lihatlah wajah jahilnya yang tersenyum setelah mengatakan hal itu ?? 


“Kau, astaga” Kalya tidak bisa melanjutkan kalimatnya karena ulah pria itu, wajah merona dan senyuman indah enggan pergi dari gadis itu saat ini.

__ADS_1


“Kau cantik” sambung Darel kembali berbisik. “Tentu saja” jawab Kalya yang begitu besar kepala ?! Mereka tertawa setelah mengatakan hal-hal aneh.


Saat acara penukaran cincin telah selesai keduanya terlihat bahagia, Qiandra yang berdiri di samping orang tua Kalya begitu haru. Entahlah, dia merasa bersyukur karena menjadi bagian dari kebahagiaan keluarga ini.


“Nak, sekarang Kalya sudah punya seseorang yang akan menjaganya sebelum pernikahan. Setelah ini Mama akan mengenalkanmu dengan anak teman papa Agam” ujar Dyra yang membuat Qiandra terdiam, bukan karena dia menyebut dirinya dengan sebutan mama. Tapi apa ?? mengenalkannya dengan seseorang ?!


“Kamu mau kan ??” pertanyaan Dyra membuat Qiandra hanya bisa mengangguk, menolak dihari bahagia Kalya ?? kurang tepat bukan ?! 


“Mama akan pastikan pria pilihan kami bisa membuatmu bahagia” lanjut Dyra, orang tua Kalya begitu mengasihi Qiandra dan gadis itu pun punya perasaan yang sama untuk mereka. Qiandra hanya bisa tersenyum mendengar kalimat itu !!


******


Saat ini Qiandra berjalan ke arah Balkon hotel yang beratapkan langit malam yang dilimpahi cahaya dari penduduk langit, wah kenapa bintang dan rembulan sangat betah di atas sana.


“Udara malam tidak baik untukmu” suara itu mengalihkannya, seorang pria telah berdiri di samping kanan Qiandra, sejak kapan ?! Gadis itu bahkan tidak mengetahuinya.


“Tapi, aku menyukainya. Didalam terlalu ramai dan aku tidak terlalu nyaman” jawab Qiandra dan sedetik kemudian menatap Gibran. “Ada apa ??” tanya gadis itu karena melihat Gibran masih betah melihat ke arahnya dengan tatapan berbeda.


“Karena aku menyukainya, apa alasan itu cukup ??” ucap Qiandra menatap pria itu untuk menegaskan sesuatu. Hanya karena masalah udara malam membuat keduanya berbicara aneh !!


“Qia” panggil Gibran lirih, membuat si empunya nama melihat ke arahnya.


“Aku tidak sengaja mendengar percakapanmu dengan tante Dyra” lanjutnya, apa pria itu mencuri dengar tadi ?? yang jelas ada yang berbeda dengan nada bicaranya saat ini.


“Apa kau akan menerima tawaran itu ??” tanyanya memastikan.


“Entahlah, aku tidak pernah berharap agar bisa melewati jalan yang sama seperti Kalya. Perjodohan dan pertunangan ?? hal itu bukan bagian dari takdirku” jawabnya dengan tersenyum masam.


Hening…

__ADS_1


“Qia” panggilnya kembali.


“Mmm” astaga jawaban gadis itu, selalu saja.


“Qia” entah apa maksud Gibran memanggilnya sedari tadi.


“Bicaralah aku mendengarkan” ucap Qiandra yang masih betah dengan memandangi langit, apa gadis itu tengah menghitung jumlah bintang yang bertebaran di atas sana ?? Astaga !!


“Qia aku ingin menjadi bagian dari takdirmu, apa kau mau menikah denganku ??” ucapnya tiba-tiba dan langsung menatap Qiandra yang terkejut mendengar ucapannya, apa Gibran bersikap begitu lancang saat ini ?!


“Qia, apa kau bisa melihatku ??” walaupun gadis itu terkejut tapi dia tidak berani menatap Gibran.


“Berhenti bergurau Gibran” jawabnya dengan sedikit tersenyum, tapi satu hal yang pasti jantung Qiandra berdetak sangat cepat saat ini.


“Apa dimataku kau melihat hal itu ??” ujar Gibran dan pertanyaan itu mendorong Qiandra agar menatapnya untuk mencari kebohongan di sana. Tapi nihil !!


“Aku masih Gibran yang sama Qia, pria yang menyukaimu. Tidak, ini bukan hanya perasaan suka tapi aku mencintaimu. Sejak pertemuan pertama hingga saat ini, perasaanku masih sama” ujarnya dan dengan lancang meraih tangan Qiandra.


“Gibran” ucapnya lirih, Qiandra ingin menolak sentuhan dan ucapan Gibran. Tapi ada yang aneh, dia tidak bisa melakukannya.


“Aku tidak suka mendengar kau akan dikenalkan dengan pria lain, membayangkannya saja sudah membuat darahku mendidih” ujar pria itu kembali dengan nada yang putus asa.


"Gibran, a-aku ingin sendiri !!" jawab Qiandra mengalihkan.


"Hmm, baiklah" pria itu menarik dan menghembuskan nafas berat, lagi-lagi Qiandra menghindari perasaannya.


"Kau berhak atas diri dan hatimu, jadi aku juga berhak atas rasa ini. Aku pergi dan kau jangan terlalu lama diluar !!" pria itu melangkah pergi setelah membelai kepala Qiandra penuh cinta, gadis itu hanya diam seakan kaku. Ada pergolakan dalam dadanya saat ini !!


Qiandra masih diposisi yang sama setelah pria itu pergi 15 menit yang lalu, dia meninggalkan jas untuk membalut tubuh gadis itu dengan alasan udara malam tidak baik untuknya. Dia semakin mengeratkan jas hitam milik Gibran saat ini.

__ADS_1


Setelah sekian lama, perasaan hangat ini kembali menyapa malamnya !! Gadis itu tidak bisa menolak atau menerima ucapan Gibran, dia harus memastikan sesuatu sebelum menjawab pernyataan pria itu bukan ?!


Kita pasti pernah merasa dan berpikir bahwa dunia akan berakhir hanya karena kita ditinggalkan oleh seseorang. Hal itu telah menjadi bagian terlemah dalam diri, yang luput dari persepsi itu adalah bahwa kita keliru dan lupa. Lupa akan kenyataan bahwa kepergian seseorang akan membuka pintu bagi orang lain, yah membuka pintu untuk dia yang mencintaimu dengan cinta yang sebenarnya.


__ADS_2