
Pupusnya kerinduan karena kedustaan, cinta yang dulu dielu-elukan kini tragis karena nestapa. Langkahku gontai bersama deburan ombak, kini kemana ku kan bertepi ??? (yuliashafira14).
“Apa ini sudah semua ???” tanya Qiandra tanpa Kalya yang mengekorinya. Mengingat kini dia berada di Bali untuk mengurus beberapa hal, Restoran ini merupakan cabang terbaru jadi banyak kendala yang mengharuskan Qiandra untuk memberikan perhatian yang lebih.
“Sudah mba, untuk 30 orang” jawab salah seorang teman kerjanya. Qiandra akan bersiap untuk membagikan makanan itu pada tuna wisma yang berada di ujung jalan. Ini bukan pertama kalinya Qiandra melakukan hal mulia, dia dan Kalya memanglah gadis yang baik dan murah hati.
“Terima kasih, aku akan kembali besok pagi” jawabnya dan segera bergegas diantar Driver Online, karena mobil yang biasa Qiandra gunakan saat berada di Bali harus masuk bengkel. Setelah sampai ditempat tujuan gadis itu turun dan langsung membayar sang pengemudi, dia memilih untuk berjalan kaki saat membagikan makanan.
Dia membagikan makanan dengan perasaan syukur, setidaknya Tuhan masih bermurah hati selama ini. Membantu orang-orang kurang beruntung adalah kewajiban untuknya, bukankah DIA sengaja menitipkan hak orang lain dalam rezeki yang kita peroleh ?! membiasakan kita, agar ingat dan bisa saling berbagi ?!
“Terima kasih kak” ucap seorang bocah perempuan yang berusia 7 tahun, saat anak seusianya bermain dan bersekolah. Dia malah berjuang untuk bertahan hidup, lingkungan telah memaksa anak itu agar tumbuh lebih dewasa dari sebayanya.
“Sama-sama sayang, kakak akan membagikan ini pada teman-temanmu yang lain” jawabnya dengan kelembutan, tersisa 2 kotak lagi yang belum Qiandra bagikan saat ini.
Saat gadis itu melangkah tiba-tiba ada sebuah mobil yang melaju dari arah belakang dan menyerempet tubuhnya, Qiandra terpental dan terjatuh dengan siku dan lutut yang terluka. Dia bersyukur setidaknya hanya luka yang dia peroleh !!
“Aww” dia meringis tapi tidak melepaskan pelukannya pada 2 kotak makanan, Qiandra merasa perut orang lain lebih penting dari tubuh remuknya saat ini.
“Kau tidak apa-apa ???” Apa ini ?! Ini tidak asing bagi Qiandra, tapi yang perlu dipertanyakan. Suara atau pertanyaan pria itu yang terdengar tidak asing untuk Qiandra sekarang ?!
"Nona" jelas, ini suara yang ingin Qiandra lupakan. Tapi kini suara itu kembali dan mengganggu pendengarannya, sudah bertahun-tahun tidak mungkin mereka kembali berjumpa bukan ?? Sangkalnya !!
“Sayang apa dia tidak apa-apa ???” suara seorang gadis kembali terdengar dan mematahkan prasangka Qiandra sebelumnya
Deg…
Jantung Qiandra berdegup kencang saat ini, bukan karena cinta tapi perasaan lain yang membuatnya tertunduk untuk menyembunyikan diri. Alasannya hanya satu, dia tidak ingin melihat mereka lagi. Bisakah Qiandra menghilang saat ini ?? Harapnya !! rasa perih akibat bagian tubuh yang berdarah tidak lagi terasa untuk gadis itu.
"Hey nona apa kau akan duduk di sana sepanjang hari ???” tanya gadis sombong itu.
"Apa dia tidak bisa mendengar ?? minggir sana atau aku tabrak kau !?" bentakan berulang kali dari gadis itu memaksa Qiandra agar menoleh.
“Qiandra” ucap pria itu.
“Oh astaga siapa ini ??? Apa kau sekarang sedang berpura-pura ?!” bukan permintaan maaf yang Qiandra peroleh, tapi tuduhan yang tidak beralasan dari seorang gadis yang berdiri dengan beracak pinggang. Sungguh kasar !!
__ADS_1
“Kalian yang membuatku terjatuh dan terluka, tapi apa katamu ?? Pura-pura ??” sungut Qiandra tidak terima dengan perkataan gadis itu.
“Berhenti bersandiwara, dia sepertinya membuat alasan untuk mendapatkan uang. Siapa tahu dia sengaja menjatuhkan diri saat mobil kita lewat, agar bisa mendapatkan ganti rugi” sarkasnya dengan menatap penuh benci pada Qiandra yang bersimpuh di jalanan saat ini, jika saja gadis itu terluka pasti dia sudah berjalan dan tidak memperdulikan perkataan beralasan tadi.
“Apa benar kau melakukan itu Qia, aku tidak percaya. Waktu ternyata membuatmu berubah !!!” entah kenapa pria itu bertanya seakan ingin mempermalukan Qiandra lebih jauh.
“Untung mobilku baik-baik saja, pergilah sana. Jangan harap aku akan memberi apa yang kau mau” ucapan pria itu benar-benar menyakiti Qiandra, gadis di sampingnya malah menampakkan senyum devil, kepuasaan tergambar jelas dia tunjukkan. Benar-benar seperti penyihir !!
“Kalian benar-benar pasangan yang menjijikkan” ucap Qiandra yang tersulut emosi, dia tidak ingin siapapun kembali mengusik dirinya. Terlebih, jika itu menyangkut persoalan harga diri !!
“Apa yang kau katakan tadi hah ??” gadis itu segera menarik dengan kasar rambut Qiandra dan membuatnya mendongkak, tidak ada rasa takut maupun kesakitan di wajah itu.
“Apa kau sudah kehilangan fungsi pendengaran ?? Aku bilang, kalian berdua begitu menjijikkan” ucapnya mengulang dan menantang, mata Qiandra benar- benar penuh keberanian saat ini. Dia akan melindungi diri dari apapun, termasuk dari sepasang manusia tidak berperasaan yang tengah memandang hina dirinya !!
“Dasar, kau yang menjijikkan !! Apa kau tahu alasan Aksa berpaling darimu ?? Karena kau membuatnya muak. Dia bersamamu selama ini hanya karena iba dengan hidupmu itu !!” ucap Indira, gadis yang bersama Aksa saat ini. Dia semakin kencang beradu dengan rambut Qiandra.
“Sudahlah Indira, jangan dengarkan perkataan gadis ini. Tinggalkan saja dia, waktuku terlalu berharga untuk meladi tingkahnya” ucap pria yang bernama Aksa, sejenak dia melirik wajah Qiandra.
“Hiduplah dengan benar Qia. Lihat dirimu, begitu menyedihkan !!! Apa kau belum melupakan aku sehingga melakukan hal tercela seperti ini ??” pertanyaan macam apa itu ?! Kenapa dia menanyakan hal yang tidak masuk akal untuk Qiandra.
“Dalam mimpimu, aku hidup lebih baik saat ini. Kau tidak sepenting itu untuk aku ingat” jawabnya sinis, untuk sesaat sepasang manusia itu terus memojokkan Qiandra dengan perkataan yang tidak seharusnya mereka lontarkan. Sampai sebuah suara menyusup masuk diantara mereka.
Dia nampak murka saat ini, mimik yang tidak pernah Qiandra lihat sebelumnya !! “Gibran” gumamny pelan.
“Singkirkan tanganmu darinya” ucap pria itu dingin, saat melihat tangan Indira masih berada di rambut Qiandra.
“Apa kau tuli hah, aku bilang singkirkan tangan kotormu ini !!” ucap Gibran dengan segera menepis kasar tangan gadis itu dari rambut indah milik Qiandra.
“Dasar preman, kau menyakiti tunanganku !!” ucap Aksa penuh emosi, dan akan memukul Gibran. Tapi gerakan itu terbaca olehnya, dengan gerakan cepat Gibran membalikkan keadaan. Yang mana membuat Aksa harus berciuman dengan aspal secara sukarela.
Bugh…
Bugh…
Bugh…
__ADS_1
“Kau dan tunanganmu ini yang menyakiti wanitaku !! Pergi atau aku buat kau tiada” jawabnya penuh amarah, dan kembali mencengkram kasar kerah kemeja pria itu.
Tapi karena panggilan Qiandra membuatnya beralih dan langsung memeriksa kondisi gadis itu "Kau tidak apa-apa" tanyanya memastikan dan merapikan rambut yang tadi dijadikan sasaran oleh gadis yang bernama Indira. Qiandra hanya bisa mengangguk saat ini !!
“Gibran berhenti” ucapnya saat melihat pria itu akan kembali berdiri, dia tidak ingin membuat Gibran terlibat dengan situasi ini.
“Apa ini ?? Kau terluka ?!” mata itu kembali memperlihatkan amarah, dia tidak akan mengampuni mereka.
“Gibran kumohon bawa aku pergi” ucap Qiandra dengan mata berkaca-kaca, dia tidak ingin hal buruk terjadi. Tiba-tiba ketakutan kembali menyergap gadis itu, atau lebih tepatnya gadis itu takut jika Gibran akan kembali terluka karena menolongnya.
“Tenanglah, aku akan membawamu” jawabnya dan langsung memeluk Qiandra begitu erat, berharap bisa menyalurkan ketenangan dengan cara itu.
“Kalian pergilah sebelum aku bertindak lebih jauh” ucapnya dingin pada Aksa yang dibantu Indira agar mampu untuk berdiri, tanpa perintah Gibran menggendong Qiandra menuju mobilnya untuk segera pergi menuju Rumah Sakit terdekat.
Selama perjalanan Qiandra tidak berani bersuara, wajah pria itu benar-benar tidak bisa tidak terbaca. Tapi yang jelas Gibran mengkhawatirkan kondisi gadis itu lebih dari apapun.
Setelah 10 menit, mobil yang mereka tumpangi sampai di sebuah Rumah Sakit. Gibran langsung turun dan berjalan ke arah berlawanan untuk membuka pintu mobil dan mencegah gadis itu untuk turun.
“A-aku bisa berjalan” jawab Qiandra tergagap saat melihat wajah Gibran sangat dekat dengannya. "Sungguh, aku bisa sendiri" sambungnya.
“Jangan bergerak dan berhenti menawar” suara dinginnya membungkam Qiandra segera, tanpa batahan dia membiarkan pria itu membawanya.
******
“Apa kau merasa lebih baik ???” tanya Gibran dan mendekati ranjang Qiandra, tatapan khawatirnya ahh apa benar Qiandra tidak bisa melihat itu saat ini ??
“Hmm, berkat kau. Terima kasih” ucapnya pelan, Gibran masih menatap Qiandra penuh kasih. Kerinduan ikut campur dalam hal ini !!
“Apa kau kenal mereka ??” tanyanya penasaran, tapi tidak membuat Qiandra langsung menjawab pertanyaan itu. “Lupakan, kalau kau tidak ingin bicara” seakan tahu, bahwa gadis ini cukup berat untuk mengatakannya.
“Pria itu-" seakan ada kesulitan menyebut tentang mereka. "Pria itu, Arka mantan tunanganku dan gadis itu Indira.” ucapnya pelan tapi berhasil membuat Gibran naik pitam, seharusnya tadi dia tidak hanya menghajar pria itu. Sesalnya !!
“Mereka menuduhku yang tidak-tidak, aku hanya membela diri tapi mereka terus menyudutkanku” lanjutnya seakan meminta pembelaan dari Gibran, tapi mungkin Qiandra tidak sadar bahwa pria itu sudah berada dipihaknya sejak awal.
“Aku tidak tahu kenapa harus bertemu dengan mereka lagi setelah apa yang keduanya lakukan dulu” keluhan itu terdengar putus asa, Qiandra tidak akan membiarkan Arka dan Indira mengacaukan hidupnya lagi. Tidak akan !!
__ADS_1
"Tenanglah, aku tidak akan tinggal diam jika mereka berusaha menyentuhmu lagi" ucap Gibran menenangkan dan yah, itu berhasil !!
Ketika orang lain seakan menjadi pakar dan ahli untuk hidup kita, maka menulikan pendengaran adalah jalan terbaik. Kita tidak akan mampu menyenangkan hati para pembenci, cukup cintai diri kita sebagaimana kita ada. DIA menciptakan dan membuatmu hidup di dunia ini karena cinta-Nya bukan ?! Maka bersyukurlah !!