Tentang Qiandra

Tentang Qiandra
Lebih Dekat


__ADS_3

Ingatkah dirimu tentang sebuah penggalan kisah masa lampau ?? Periode klasik nan menyakitkan, aku bersyukur ketika kebenaran melecehkan kecuranganmu. (yuliashafira14)


“Aku ingin pulang, berada di Rumah sakit membuat tubuhku merasakan sakit di sekujur tubuh” keluh Qiandra, ini baru 2 hari dia dirawat tapi seakan kebosanan selalu hinggap dan mengusik dirinya.


“Aku akan bertanya pada dokter sebelum kau menginginkan sesuatu yang lebih jauh” dengan segera Gibran beranjak dari duduknya dan akan keluar tapi niat itu diurungkan kala seorang suster dan dokter masuk untuk memeriksa kondisi Qiandra. Kebetulan !!


“Bagaimana keadaannya ??”tanya Gibran berdiri tidak jauh dari mereka seakan takut Qiandra akan hilang jika dia berada jauh darinya.


“Sudah lebih baik tuan, nona ini hanya perlu memberikan perhatian lebih pada luka-lukanya” jawab dokter itu tersenyum ramah.


“Apa dia sudah bisa pulang ?? seharian ini dia merengek karena bosan” kenapa dia membeberkan hal yang membuat Qiandra malu ?!


“Siapa yang merengek !!” bantah Qiandra dengan sok galak tapi terkesan lucu saat Gibran memandangnya, dan dia terkekeh melihat reaksi mahal gadis itu.


“Anda sudah bisa pulang nona, saya harap anda bisa menjaga diri dan tidak kembali kemari” sela dokter itu, dia hanya tidak ingin menjadi seekor nyamuk jika terlalu lama di ruangan itu “Saya permisi” sambungnya.


“Terima kasih dokter” ucap gadis itu semringah, apa yang membuatnya tersenyum cantik seperti itu ?? diizinkan pulang atau karena dokter itu meninggalkannya berdua dengan Gibran ?! Astaga ini hanya opini pria itu.


“Kenapa kau terlihat bahagia ??” selidiknya, dia penasaran untuk bertanya.


“Tentu saja karena akan meninggalkan Rumah Sakit” ungkapan percaya dirinya berhasil meruntuhkan asa Gibran.


“Hanya karena itu ??” oke pria ini mencoba meyakinkan Qiandra bahwa keluar dari Rumah Sakit bukanlah satu-satunya alasan bukan ?!

__ADS_1


“Tentu saja hanya karena hal itu, apa kau memikirkan hal lain ??” Qiandra bertanya dengan mata menyipit, apa gadis itu tengah mengajaknya bergurau ?? Naik selevel pikir Gibran !!


“T-tidak ada, aku hanya bertanya” elaknya malah membuat tawa Qiandra semakin menggema, pria itu tergagap hanya karena pertanyaan sepele. Tidak buruk !!


“Berhenti tertawa, ada sisa makanan di gigimu” dengan sigap gadis itu menutup mulutnya dan segera mengambil cermin untuk memeriksa keadaannya, jika benar bukankah ini memalukan ??


“Tapi bohong” selanya tertawa, apa dia tengah menirukan ucapan yang tengah viral itu ?? astaga pria ini begitu buruk dalam candaan !! 


“Gibran !!” teriaknya, mereka larut dalam candaan bahkan untuk hal-hal sepele. Sepertinya ada saja alasan untuk keduanya saling melempar lelucon, jika semudah ini melindungi dan membuat Qiandra tersenyum kenapa pria itu dulu mengambil jalan pintas saat ingin mendekatinya, dia menyesali karena begitu buru-buru.


Saat ini keduanya tengah berada di dalam mobil, Gibran masih setia berada di samping Qiandra. Pria itu sangat siaga dan yang jelas dia begitu bahagia !! Alasannya ?? Pasti karena gadis itu, bukankah kebahagiaannya hanya terletak pada Qiandra !? Setelah kejadian buruk itu membuat keduanya lebih baik dalam beberapa hal, ini bukan keinginan Qiandra. Pria itu selalu punya cara agar bisa mendekatinya, dan yah gadis itu hanya menikmatinya uuppss salah, maksud menerimanya !!


“Kau akan tinggal di sini” Gibran dengan segera membuka pintu mobil tapi Qiandra langsung mencegahnya dengan menahan pergelangan tangan pria tampan itu.


“Aku tahu, ini ideku membawamu tinggal di sampingku. Tenang saja ada 1 unit Apartemen yang kosong untukmu” apa pria itu tengah menyombongkan diri dengan ucapannya ?!


“Aku tidak mau” ketusnya, jelas ini wajah dingin yang menolak Gibran waktu itu. Pria itu memutar otak dan mulai berpikir keras agar Qiandra menurutinya !! Gibran melakukannya dan..?!


“Apa kau mau bertemu pria itu ?? yang aku dengar dari orang-orangku kalau dia mencarimu untuk membalaskan dendamnya” apa Gibran tengah mengorbankan nama orang lain saat ini, dia benar-benar hilang akal sehat hanya karena ingin menjaga Qiandra.


“Benarkah ?? Tapi kenapa dia mencariku, bukankah kau yang menghajarnya ?? Seharusnya dia mencarimu bukan ??” oke, gadis polos ini terbawa arus. Dengarlah pertanyaannya untuk Gibran ?!


“Dia juga mencariku, jadi kau harus tinggal di sini karena tidak mungkin aku membiarkanmu sendiri saat lukamu masih membekas. Aku akan menjagamu, bukankah kita bersahabat ??” apa pria ini tengah memperjelas sesuatu ?? Setelah melalui perdebatan yang panjang membuat Gibran keluar sebagai pemenang.

__ADS_1


“Masuklah maaf jika tempat ini kecil untukmu” Gibran mempersilahkan dia masuk, dan apa katanya kecil ?? Tempat sebesar ini saja dianggap seperti rumah semut olehnya, bagaimana dengan Apartemen miliknya dan Kalya yang di Jakarta ?!


“Barang-barangmu akan menyusul, aku meminta seseorang membawanya kemari” lanjutnya saat melihat Qiandra diam dan tengah memikirkan sesuatu.


 “Istirahatlah, aku akan tinggal di sebelah” ucapnya membuyarkan Qiandra, apa yang dipikirkan gadis itu susah untuk ditebak.


“Terima kasih” ucapnya, gadis itu merasa sungkan.


“Bukan masalah, istirahatlah yang cukup. Jangan memikirkan hal-hal buruk oke ??” ujarnya kembali dan tergerak akan membelai kepala gadis itu, tapi dengan gerakan refleks Qiandra menghindari sentuhan kasih milik Gibran.


“Maaf, a-aku” ucapannya tidak enak hati, tapi rupanya pria itu benar-banar punya hati yang lapang, dia hanya tersenyum saat hal itu terjadi. Mungkin dia sudah terbiasa menerima penolakan dari gadis yang dikasihinya itu.


“Tenanglah” ucapnya menenangkan.


“Hubungi aku jika kau membutuhkan sesuatu, dan ingin pergi ke suatu tempat. Aku akan menjagamu selama di sini, jangan merasa sungkan oke ??” Apa pria itu ingin membuat Qiandra menari dengan kalimatnya ?? Manis sekali !! Dengan segera dia meninggalkan Qiandra untuk kembali ke unitnya.


“Maaf Qia aku berbohong padamu, aku hanya tidak ingin kau jauh dari pandanganku dan yang pasti aku tidak ingin orang-orang seperti mantan tunanganmu itu mengusikmu lagi. Tidak akan !!” gumam pria itu saat membaringkan tubuh lelahnya, apa sesulit ini untuk mendekati seseorang ?? Dia tidak pernah berpikir akan melakukan hal sejauh ini hanya karena seorang gadis !!


Tapi, Gibran tidak pernah menyesalinya. Pria itu akan menjaga apa yang harus dijaga, kehilangan dan kerelaan ?? dia tidak mengharapkannya. Meyakinkan Qiandra adalah jalan terbaik, mungkin sulit tapi dia akan melalui hal itu, bukankah pengorbanan adalah bentuk lain dari ketulusan ??


Itu yang ingin dia lakukan, meleburkan diri dengan rasa sakit yang tengah ditangung Qiandra. Dan untuk Gibran ?? Pria itu akan memberikan sesuatu yang tidak pernah gadis itu dapatkan sebelumnya, dia berjanji pada diri sendiri akan melakukan semua hal untuk membuat Qiandra tersenyum sehingga dia kelelahan karena alasan itu. 


 

__ADS_1


Kehilangan tidak hanya tentang dia yang terlepas dari jangkauan pandang manikmu dan meninggalkan ruang hampa relungmu. Kehilangan yang benar-benar, ketika kita telah meninggalkan banyak masa untuknya. Dan sekali lagi, kita kehilangan karena banyak melewatkan hadirnya !!!


__ADS_2