Terima Kasih , Untuk Luka Ku

Terima Kasih , Untuk Luka Ku
PART 1 PROLOG


__ADS_3

Rosvita, adalah seorang gadis desa yang baru lulus sekolah menengah umum. Dia adalah gadis idola di kampungnya, katakanlah kembang desa.


Usianya belum genap 19 tahun, tapi dia adalah seorang gadis yang sangat cantik, baik, dan ramah pada semua orang.


Sedangkan pacarnya rendy berusia 21 tahun, sedang kuliah di salah satu perguruan tinggi di kota.


Bram laki-laki dewasa berusia 31 tahun, suami vita.


****


Kak vita, ada bang rendy datang,” seru delon


adek bungsunya vita yang lagi bermain di


halaman rumah. Vita menoleh kearah adeknya dan benar aja ada rendy disana sambil memarkirkan motornya.


“Kapan pulang bang”, sapa Vita ceria sambil berdiri, vita menyalami rendi seperti biasa.


“Tadi sore dek, sekitar jam 4 saya nyampe,” kata rendi sambil mengulurkan tangannya.Mereka seperti biasa saling bersalaman.


“Kamu keknya lagi sibuk ya? Buat apa ini? Sambil melihat kertas dan kayu kecil yang dipegang vita.


“Ini buat bendera kecil bang, besokkan perayaan tujuh belasan, delon berangkat ke kecamatan dengan rombongan sekolahnya untuk mengikuti upacara, trus masing-masing disuruh buat dan bawa bendera kecil “Jelas vita.


"Ohhh.".rendi sambil manggut-manggut.


“ Sini Abang bantuin, Besok kamu ikut ke kecamatan vit,”? Tanya rendy sambil memutar-mutar bendera yang di pegangnya.


“rencananya iya bang, sambil ngawasin delon. Takut hilang disana saking ramenya orang. Abang tahulah kalau sudah perayaan tujuh belasan di kelurahan kita, ramainya kaya apa tahu,” ucap vita sambil senyum


.” Besok mereka ada beberapa perlombaan soalnya,” jawab vita sambil membereskan sisa sisa kertas dan kayu yang berantakan di lantai.


“Dari sini kita rame-rame bang ama teman-teman, naik mobil pick upnya paman edy.” Lanjut vita menjelaskan kalau dia sama teman-temanya sudah berencana untuk berangkat bareng-bareng ke kecamatan besoknya.


“Ikut abang aja vit, naik motor, kita ngikutin mereka dari belakang.” Rendi mencoba mengajak vita untuk berangkat bareng. Biar bagaimana pun berangkat dengan Vita pasti punya kesenangan sendiri buat Rendy.

__ADS_1


“Emang abang besok ke kecamatan juga, emang kapan abang pulang ke kota”? Tanya vita.


“Iya besok abang ingin ikutlah, kangen masa sma disana, besok pasti banyak teman smaku disana. Sekalian kangen kangenanlah...,” jawab rendi.


”kamu juga pasti kangen sama teman-teman kamu kan”? Lanjut rendi. Semasa Sma mereka sekolah satu sekolah di salah satu sma dikecamatan, vita adalah adik kelasnya rendi.


“Kangen sih, tapi aku malu sama mereka bang, mereka semua pada mau kuliah, sedangkan aku hanya tinggal dikampung dan jadi gadis kampung”.vita menjawab lesu sambil melangkah masuk ke rumahnya mengambil minum.


"jangan suka begitu Vita, belum tentu mereka berpikiran begitu"


"iya sih"


“Abang mau minum bang”? Katanya sambil menaruh satu gelas minuman yang dia bawa didekat rendi duduk sementara satunya lagi dia minum sendiri.


“Kenapa kamu ga cari kerja dikota aja vit, nanti bisa sambil kuliah”? Rendi mencoba memberitahukan, siapa tahu bisa jadi solusi dan mereka bisa makin dekat.


“Dikota banyak yang bisa kamu kerjain vit, contohnya karyawan pabrik itu masih banyak yang hanya lulusan nenengah atas.” Lanjut rendi jujur.


“Belum kepikiran bang, ntar aja dh.” Jawab vita.


“Iya sih bang, ntarlah coba aku pikirkan lagi bang, Coba ngomong dulu nanti sama mama sama bapak, sapa tau mereka juga ada pendapat lain”, lanjut vita. Sejujurnya Vita tidak berani berkhayal untuk kuliah karena keadaan keluarganya yang hanya hidup pas- Pasan bahkan kadang sangat kurang membuat orang tuanya harus cari upahan ke ladang tetangga.


Disaat bersamaan bapak dan ibunya vita baru aja pulang dari ladang. Vita langsung membantu mengangkat keranjang yang dibawa mamanya dan menyimpanya didapur.


Sementara bapaknya berbincang sebentar dengan rendi setelah di Salami oleh rendi.


“ Kapan pulang ren, emang kuliahmu libur?” Tanya bapaknya vita.


“Belum libur sih om tapi sudah selesai ujian”. Jawab rendi sambil menyalami bapaknya vita.


"oHhh.".jawab bapaknya vita.


"Rajinlah belajar, fokus, biar kuliahmu cepat kelar" ujar bapak nya Vita bijak tanpa tujuan apa - apa.


"iya om"

__ADS_1


“Ya sudah kalian ngobrol dululah, om sama bibi mau mandi dan bersih-bersih dulu, sudah pada gatal nih,” kata bapaknya sambil berlalu kedalam bersama istrinya. Ga berapa lama vita pun keluar setelah menyimpan keranjangnya di dapur.


Mereka akhirnya selesai membuat beberapa bendera kecil, Dan Karena sudah sore rendi pun ingin pamit dulu.


Tapi sebelum beranjak dia ingin ngajak vita ntar malam makan mie goreng dikampung sebelah.


“Ntar malam makan mie goreng yo vit, yang dikampung sebelah, ntar abang jemput ya.” Kata rendi. ( kata orang dikampung sebelah ada mie goreng yang enak).


“Lihat nanti ya bang, aku bilang ibu bapak dulu .” kata vita karena dia mau pergi kemana-mana selalu harus izin orang tuanya, apalagi malam hari.


“Ok, abang pulang dulu ya, kamu tanya om sama bibi dulu, ntar malam abang kesini lagi,” jelas rendi sambil berdiri dan berjalan ke arah motornya.


“Iya bang,” jawab vita , sambil berdiri melihat rendi sampai berlalu dengan motornya dari halaman rumahnya. Setelah itu dia masuk dan menyiapkan teh untuk orang tuanya.


"nak rendynya sudah pulang" tanya mamanya


"sudah ma, baru aja"


"apa dia itu serius sama kamu vit, apalagi mereka orang kaya, nak rendi anak kuliahan, pasti banyak cewek cakep kan di kota. Takutnya kamu hanya di PHP vit" tutur mamanya.


Jujur saja kadang kedua orang tuannya Vita masih kurang yakin dengan rendi, karena di kota pasti banyak cewek cantik. Dan mereka tidak ingin anaknya nanti kecewa dan patah hati.


"sepertinya sih serius ma, bang Rendy itu selalu perhatian kok sama Vita" jawabnya jujur karena memang begitulah adanya. Mereka pacaran dari sejak SMA dan Rendy tidak pernah mengecewakannya, bahkan kalau mereka sedikit cekcok Rendy pasti sabar menghadapi Vita .


"ya sudah, hati- hati aja ya nak" ucap mamanya.


Setelah kedua orang tuanya selesai mandi, seperti biasa mereka akan ngumpul di ruang tengah yang kecil itu sambil minum teh nonton tv sebelum makan malam, selagi kedua orang tuannya nonton vita pun mandi, tapi sebelumnya dia juga sudah siapkan makan malam bersama dengan orang tuanya dan adik - adiknya.


Hai semua, dukung karyaku ini ya


Sebenarnya inilah karya pertamaku


Tapi karena pemula, masih lebih banyak kekurangannya daripada sempurnanya. Makanya saya revisi ulang.


Dukung terus ya, like, content dan vote

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2