Terima Kasih , Untuk Luka Ku

Terima Kasih , Untuk Luka Ku
PART 2 INDAHNYA BERSAMAMU


__ADS_3

Malam harinya vita minta izin sama bapak ibunya yang sedang nonton tv.soalnya bentar lagi rendi pasti sudah datang menjemputnya.


“Pa,ma vita boleh ga pergi bentar ama bang rendi?” Tanya vita hati-hati takutnya ga dibolehin sama bapaknya.


“Mau kemana,? Tanya bapaknya sambil tetap memandang ke layar televisi.


“Cuma mau ke kampung sebelah pak, bang rendi ngajakin makan mie goreng.”jawab vita jujur. Pada dasarnya Vita adalah anak yang baik terutama kepada kedua orang tuannya.


“YA sudah, tapi pulangnya jangan malam-malam, ga bagus dilihat orang”? Lanjut bapaknya.


.”Kamu itu anak gadis vit, harus pintar jaga diri, jangan sampe jadi cibiran orang,” kata bapaknya lagi.


“iya pa ma, nanti ngga lama-lama kok”. Jawab vita.


Vita senang karena di izinkan keluar bersama rendi biarpun hanya makan mie goreng dikampung sebelah. Dikampung dia hampir bisa di bilang itulah ngedate ala anak muda di sana.


Dia masuk ke kamarnya dan mengganti baju tidur yang dia pakai jadi kaos oblong sama celana jeans, ngga lupa dia bawa sweaternya karena udara dikampungnya malam hari sangat dingin.


Tidak berapa lama setelah dia keluar kamar, rendi pun datang.


Vita segera membuka pintu dan menyuruh rendi masuk. “Masuk dulu bang, saya bilang bapak dulu”. Jelas vita sambil berjalan kearah bapak ibunya yang masih nonton tv.


"Pa,ma bang rendi sudah datang, vita berangkat dulu ya ma.” Pamit vita sambil memegang sweaternya di tangan kirinya.


"iya hati - hati ya nak"


Rendi juga mendekat kearah orang tua vita,


,” om bibi saya ingin ngajak vita ke luar sebentar ya om,” kata rendi dengan sopan.

__ADS_1


Kedua orang tua vita menoleh kearah mereka berdua sambil mengangguk,


“ Ya sudah jalan sana, pulangnya jangan terlalu malam. Nak rendi tolong jagain vita ya.” Kata mamanya vita sama rendi yang dianggukin oleh rendi.


”iya bi, pasti.” Jawab rendi. Kemudian mereka keluar dari rumah vita dan pergi kekampung sebelah dengan motornya rendi.


Rendi memacu motornya dengan pelan, karena dia juga ga terlalu ingin cepat sampai ditujuan. Saat ini dia senang bisa keluar berboncengan dengan vita. Gadis yang sangat dia cintai. Yang selalu membuat dia ingin pulang dari kota saat ada libur kuliah.


Rendi tidak munafik bahwa di kota banyak sekali gadis yang cantik, tapi mungkin karena rendi sudah sangat mencintai Vita dan dia bukan cowok play boy ,jadi dia susah melihat kecantikan gadis kota itu. malah rendi sering menilai mereka kecentilan dan rendi kurang suka .


Rendi mendapatkan cinta vita juga tidak gampang, karena vita adalah gadis yang sangat cantik dan incaran banyak lawan jenisnya dari semenjak mereka sekolah.


Rendi masih ingat dulu bagaimana dia bersaing dengan ketua osis untuk mendapatkan cinta vita.


untungnya vita nemilih rendi, mungkin karena vita melihat rendi juga laki-laki yang sangat baik. Dan vita sudah tahu keseharian rendi karena mereka satu kampung..sementara sang ketua osis memang ganteng, tapi terkenal playboy. Apalagi dia anak orang kaya, jadi sedikit terlihat sombong. Dia sampai gonta ganti motor waktu datang kerumah vita untuk cari perhatian. Tapi karena vita gadis yang tenang dan sederhana jadi dia tidak terpengaruh dengan semua itu.waktu itu vita adalah adik kelas mereka. Vita kelas satu sedangkan mereka berdua kelas tiga..


MEngjngat masa-masa itu rendi senyum sendiri sambil memacu motornya.sekarang gadis yang mereka perebutkan ada diboncengannya. dan sekarang sudah menjadi kekasihnya.


Makanya satu tangan rendi mencoba menarik tangan vita yang dibelakangnya biar memeluk pinggangnya. Vita menurut dan membiarkan tanganya memeluk pinggang rendi.


“Bawa bang sweater, nh sudah aku pake,” jawab vita sambil satu tangannya tetap memegang ujung jaket jeans rendi.


“Pegangan sama abang vit, biar ga terlalu dingin.” Bilang rendi sambil tetap memacu motornya.


“Iya bang,” jawab vita seperti malu.dia malu karena rendi sepertinya tau dia yang agak kedinginan sekarang.


Tapi dia senang dan jantungnya deg deg deg..sehingga mengalahkan rasa dingin itu.dia senyum senyum sendiri dibalik punggung rendi.


Tidak berapa lama mereka pun sampai di tempat yang dituju. Ternyata lumayan ramai juga, mereka harus nunggu beberapa orang dulu.

__ADS_1


“Duduk disana ya vit,” kata rendi sambil menuju meja yang agak kepojok. Rendi menarik tangan vita kemeja tersebut setelah lebih dulu pesan dua porsi mie goreng untuk mereka berdua. Vita duduk berhadapan dengan rendi. Sambil menunggu pesanan mereka datang vita melihat sekeliling. Memang rame ya gumamnya.


“ Kenapa vit, kamu mencari sesuatu,” kata rendi yang sedari tadi memperhatikan vita yang didepannya.


“ Nggak bang, liatin doank. Tempat ini memang rame ya, berarti memang enak kali bang”. Tutur vita masih sambil melihat lihat dari tempat duduknya.


“ Ya, iyalah vit makanya sampai terkenal ke desa sebelah. Apalagi kalau sabtu minggu, benar- benar rame vit.” Jelas rendi. Dan setelah berapa lama mereka menunggu sambil berbincang, pesanan mereka pun datang. Mereka langsung menikmati mie goreng yang kata orang enak banget. Dan ternyata benar, mie gorengnya benar-benar enak.


Setelah selesai makan rendi mengantar vita pulang, karena takut kemaleman sementara besok pagi vita mau berangkat ke kecamatan dengan teman-teman rombongannya.


Setelah motor rendi sampai dihalaman rumah vita, vitapun langsung turun. Dan rendi pun tidak turun dari motornya karena dia mau langsung pulang. Dia hanya melihat dari motornya sampai Vita masuk rumahnya.


“Abang pulang dulu ya vit, besok kita ketemu dikecamatan. Tungguin abang disana.Besok abang hubungi”. Kata rendi sambil membuka helmnya karena rumahnya juga sudah dekat.


“Iya bang, hati-hati pulangnya ya bang, vita masuk dulu.” Jawab vita


“Iya, abang cabut ya,” rendi langsung menstarter motornya dan berlalu dari rumah vita.


sEtelah kepergian rendi vita pun masuk ke rumahnya dan langsung masuk ke kamarnya. Wajahnya sangat sumringah karena hatinya lagi berbunga-bunga. Indahnya waktu kalau lagi bersamamu bang rendi, batin vita.


Ternyata semua penghuni rumah sudah tidur, tadinya tinggal mamanya yang masih nonton sambil nungguin Vita, tapi begitu Vita masuk mamanya juga langsung masuk kamarnya dan tidur.


Vita masuk kamarnya dengan sangat bahagia. Dia membayangkan tadi rendi menyuruhnya untuk memeluknya, membuat dia senyum - senyum sendiri.


Hallo semua


Dukung terus ya


Like, coment dan vote

__ADS_1


Terimakasih


SELAMAT MEMBACA


__ADS_2