
KEADAAN RENDI
Semenjak tahu kenyataan tentang vita yang hamil rendi tambah hancur. Sekarang dia tinggal di kampung, keladang lalu sorenya minum- minum sampai mabok lalu pulang tidur.
Mamanya mencoba membujuk rendi untuk meneruskan kuliahnya, tapi rendi sudah tidak berniat lagi. Dia sudah tidak punya gairah hidup.
Melihat kebiasaan rendi sekarang bapaknya pun angkat bicara.
“Ren, memangnya kamu tidak ingin maju, tidak ingin melanjutkan kuliahmu lagi,? Tanya papanya saat rendi selesai mandi sore itu.
“Ngga” jawabnya singkat.
“Apa kamu mau melakukan satu usaha,? Tanya papanya lagi.
“Ngga,” jawab rendi lagi singkat
“Apa kamu mau menikah”? Ucap papanya lagi.
“ Ngga”, jawab rendi pendek lagi.
“Ren, kamu ngga boleh begitu terus, masak hanya gara-gara vita kamu jadi begini. Masa depanmu apa?” tanya bapaknya dengan nada lebih tinggi.
“Masa depan apa, “ tanyanya dengan nada sinis “vita sudah pergi, anakku sudah ngga ada.? Kenapa aku masih harus mikir masa depan? Tanya rendi ngga kalah tinggi.
“Kan mama lebih bisa mengatur masa depanku daripada aku.? Ucap rendi ngga kalah sengit.
Mamanya pun ngga bisa berkata apa-apa lagi. Rendi pun berlalu ke luar untuk minum-minum.
“Sekarang rendi sudah jatuh terlalu jauh, mungkin karena dia merasa juga jadi penyebab kepergian vita,” ucap bapaknya lesu.
“Gara-gara vita semua berantakan,” kesal mamanya.
“Kamu belum sadar juga ya, hanya karena punya sedikit duit kamu merasa bisa beli kehidupan orang,” ucap papanya sambil berlalu ke dalam kamar.
Mamanya pun bingung memikirkan ini semua. Sebenarnya kalau tahu akan jadi begini mungkin dia sudah menyetujui rendi dan vita dari dulu. Tapi sekarang nasi sudah jadi bubur, rendi sudah tahu semuannya dan juga sudah membencinya, dia hanya bisa berdoa supaya ada jalan buat rendi untuk kembali ke jalan yang benar dan memperjuangkan masa depannya.
ULTAH PERUSAHAAN
Tanpa terasa perjalanan rumah tangga bram sudah 5 tahun bersama vita. Dari tahun ke tahun perusahaan bram juga makin maju. Tiap tahun mereka merayakan ulang tahun tiap anggota keluarga. Tapi tahun ini tambah satu lagi yaitu 10 tahun perusahaan bram. Ulang tahun perusahaan di bulan yang sama dengan ulang tahun bram.
Ulang tahun perusahaan kali ini sudah dirancang oleh bram sedemikian, dia ingin berbagi dengan semua karyawan dan koleganya, tapi dia tidak tahu kalau leo dan istrinya vita merencanakan untuk merayakan ulang tahun bram secara bersamaan.
“Leo, apa sudah kamu buat list karyawan lama yang dapat gift dari perusahaan.”? Tanya bram ke asisten leo
“ sudah pak, semua sudah saya susun,” ucap leo.
“Oh ya leo, tolong kamu data anak dari karyawan yang berprestasi, berikan juga mereka bea siswa, jangan sampai ada yang tertinggal ya leo.” Ucap bram lagi.
“Baik pak,” ucap leo. Sekarang bosnya sangat peduli dengan sekitar pikir leo.
“Maaf pak, kenapa tahun ini ada acara bea siswa dan yang lainnya ya pak? Tanya leo dengan perubahan itu.
“ istriku banyak mengajariku untuk berbagi”, ucap bram sambil senyum tapi tetap serius.
“Kamu tahu kan leo bagaimana istriku ingin selalu berbagi dihari ulang tahunnya? Aku lihat dia sangat bahagia melakukannya. Aku ngga salah kan leo mengikuti istriku kalau itu hal baik? Tanya bram serius.
__ADS_1
“Jadi kamu harus susun dan atur sebaik mungkin, dan semuannya bahagia,” ucap bram lagi sambil menatap leo.
“Baik pak,” ucap leo semangat.
“Oh ya tolong sekalian suruh cici kesini,” perintah bram
Tok tok tok tok
“Masuk”
“Bapak memanggil saya,” tanya cici
“Iya, tolong kamu urus dan sesuaikan pakaian saya dan istri sayA nanti di ulang tahun perusahaan ini. Tolong bantu leo, karena ada pakaian wanita,” jelas bram yang langsung diangguki oleh cici.
“Baik pak:, jawab cici “ Kalau begitu saya permisi pak,” lanjut cici.
“Mmmm”
cIci pun mulai mencari beberapa referensi pakaian untuk ditunjukkan ke istri bosnya nanti.
Sore harinya cici , leo dan vita janjian untuk mengatur pakaian saat ulangtahun nanti. Mereka pun menuju salah satu butiq yang direferensikan teman cici. Mereka janji ketemu di boutiqnya karena posisi vita lagi di rumah sementara leo dan cici ada dikantor.
“Mari bu, kita sesuaikan pakaian bapak ibu dengan tema ulang tahun perusahaan.” Ucap cici begitu mereka sampai disalah satu butik referensi temannya.
“Oh ya saya rasa kita makan dulu sambil ngobrol karena ada beberapa yang ingin aku tanyakan”, ajak vita sambil celingukan cari restoran disekitar situ.
“Oh terserah ibu, kami punya waktu dua jam diluar kantor,” ucsp leo
Akhirnya mereka menuju restoran yang ada disekitar situ.
Leo dan cici pun memesan makanan sesuai selera masing-masing dan vita juga memesan menu sesuai seleranya.
Sambil menunggu makanan mereka datang vita pun bertanya beberapa hal sama leo dan cici tentang perayaan ulang tahun kali ini. Karena ulang tahun kali ini mau dirayakan berbarengan dengan hari ulang tahun bram.
Tidak berapa lama pesanan mereka masing-masing pun datang. Mereka masing-masing makan dengan tanpa suara.
****
“Mba cici, sebenarnya sebelum kita mengatur busana pak bram nanti saya ingin kerja sama dulu sama kalian ” Vita memulai perbincangan. “sebenarnya kemarin pas ulang tahun pak bram kami tidak kemana-mana, karena saya ingin merayakannya sekalian dengan ulang tahun perusahaan.” Lanjutnya. “ Apa kalian punya konsep sendiri, atau idelah nanti ada satu sesi diacara itu saya dan anak- anak mengucapkan ulang tahun sama pak bram. Tapi tolong pak bram jangan sampai tahu, seperti kejutan kecil gitu.” Jelas vita detail sambil senyum.
Cici dan leo pun sejenak saling pandang karena mereka belum dikasi tahu hal ini sebelumnya.
Tapi setelah dijelaskan oleh vita mereka pun mengangguk bersama.
Akhirnya cici dan leo pun mengerti maksud istri bosnya.
“jadi maksudnya nanti ada satu sesi pak bram tidak tahu kalau ada acara perayaan ulang tahunnya? Tanya leo serius yang diangguki oleh vita.
“Baik bu saya akan atur dulu semuanya, nanti kalau ada yang mau saya tanyakan saya hubungi ibu,” ucap leo sopan.
“Yah, mungkin perananmu paling besar leo karena kamu orang yang paling dekat dengan bram,” tandas vita.
“Kalau begitu sekarang kita ke butiq dulu, biar kita bisa langsung pulang pak leo,” ucap cici.
“Iya, takut waktu kalian keburu pulang ke kantor” ucap vita cepat
__ADS_1
Mereka pun masuk ke boutiq besar itu lalu mencari busana bram , vita dan ketiga anaknya.
Satu set baju mereka ada Yang couple berlima. Tapi yang lain samaan berempat, vita dan ketiga anaknya.
Setelah semua rencana sudah matang mereka pun berpisah. Cici dan leo balik ke kantor sementara vita langsung pulang ke rumah.
Sampai di rumah vita lagi mikir kado apa untuk bram.
Kalau ngado jam tangan sudah pernah.
Ngasi kado pakaisn juga sudah sering anak-anaknya juga.
Ngasi barang mahal, barang apa ya? Tanya vita dalam hati.
“Hahhhh kadonya diriku sendiri aja dh, semua dia sudah punya, batin vita.
Tapi anak-anak ngasi kado apa ya? Batin vita lagi. Lalu dia memanggil ketiga anaknya.
“mama mau tanya, nanti ulang tahun papa kalian mau ngado apa?” tanya vita sambil melihat anaknya bergantian.
“Apa yah”, ucap amel sambil meletakkan jari telunjuk dibibirnya sambil berpikir.
“pajangan ma buat dimeja kantor papa,” ucap amel ngasi ide.
Sementara kenzo dan kenzi bisik-bisik. Lalu secara bersamaan mereka bilang
“Puisi ma” ucap mereka barengan.
Vita pun antusias ya benar juga ngado puisi.
“Ide bagus tuh ma,” sambung amel mendukung ide adik-adiknya.
“Oh ide bagus juga, boleh th,” jawab vita sambil manggut-manggut memandang ketiga anaknya.
Lalu dia pun menyuruh anaknya membuat satu puisi untuk ayahnya tapi dibacanya nanti pas ulang tahun ayahnya.
Ketiga anaknya adalah anak yang pintar dan penurut. Tidak susah bagi vita untuk mengajari mereka.
“Tapi kasih tahu ayah harus di hari ulang tahunnya, karena ini kejutan,” ucap vita.
lAlu anak-anaknya pun masuk kamar amel untuk membuat puisinya serta latihan karena mereka bertiga.
Begitu bram pulang kantor wajahnya sudah sangat cape, karena menjelang ulang tahun ini banyk yang harus dia persiapkan juga.
“Keknya cape banget sayang,” ucap vita saat menyambut bram dipintu.
“Iya, banysk banget kerjaan,” ucap bram sambil melonggarkan dasinya. Lalu mereka sama-sama naik ke kamar atas kamar mereka. “anak-anak sudah tidur”,? Tanya bram
“sudah, tadi sore bermainnya cape kali,” beritahu vita sambil mengiringi suaminya.
Begitu sampai dikamar vita menaroh tas bram di ruang kerjanya dan vita membantu membuka baju bram. Inilah yang selalu menghilangkan rasa cape bram, kalau vita sudah berada disampingnya dan dia bisa bersentuhan.
Bram pun mencium kening vita lagi yang ada didepannya. Vita hanya senyum- senyum dia sudah tahu kalau sikap suaminya sudah begini berarti dia sedang ingin bermesraan. Vita pun tidak keberatan malah dia sangat menyambut sentuhan bram dengan mengecup bibir bram. Bram tidak tinggal diam ada lampu hijau masa diam terus, batinya.
Dia pun langsung ******* bibir vita, dia ingin sekarang bermesraan dengan istrinya.Biar bagaimana pun capenya dari luar kalau sudah ingin bermesraan dengan vita, semua cape itu akan langsung hilang. Dia pun memainkan tanganya di dada vita. Itulah yang selalu menggdirahkan buat bram, ketika vita mendesah nikmat. Permainan mereka pun makan waktu lama sampai keduannya lemas. Vita sudah terkulai lemas sedangkan bram masih mencium kening vita dengan sayang, terimakasih sayang kamu sudah hadir dihidupuku, batin bram.
__ADS_1
Di ulang tahunku tahun ini aku sudah mendapatkan segalanya, terimakasih Tuhan, batin bram.