Terima Kasih , Untuk Luka Ku

Terima Kasih , Untuk Luka Ku
EPISODE 51


__ADS_3

TOKO KUE


Setelah mereka pulang dari bali, kehidupan kembali seperti biasa. Amel sudah menguras tabungannya kemaren begitu juga kenzo dan kenzi untuk tiket mereka masing-masing.


Amel mulai menerima pesanan lebih banyak karena dia sudah tidak sekolah lagi.


Hari ini ada pesanan dari satu hotel untuk acara breefing di hotel. Amel langsung ok in lalu dia minta tolong dibantuin oleh asisten rumah tangganya.


Sekitar jam 1 siang harus sudah sampe hotel katanya. Untungnya vita sudah kelar. Dia pun memasukkan ke dalam mobil mamanya, dan berangkat menuju hotel setelah mengganti bajunya dengan kaos street dan celana levis. Dia terlihat cantik dan dewasa.


Sampe dihotel amel dibantu oleh asisten rumah tangganya langsung masuk dan menemui orang yang pesan. Setelah dicek dan dibayar amel pun berlalu dari tempat itu. Dia tidak menyadari seseorang yang mengamatinya dari tadi. Dialah charles teman yang punya hotel.


Charles merekomendasikan kue amel karena ingin membantu amel tanpa dia tahu.


Charles tahu keinginan amel untuk buka toko kue, tapi duitnya sudah habis untuk kejutan mamanya kemaren. Sebenarnya charles bisa aja bantu amel dari tabungannya tapi amel tidak mau, dia ingin usaha sendiri dulu.


Sepulangnya dari bali bram dan vita melihat amel lagi sibuk membuat kue.


“Banyak pesanan sampe ngga lihat mama pulang,” tanya vita sambil memperhatikan kerjaan amel.


“Iya nh ma, mumpung ada pesanan. Daripada diam aja,” ucap vita sambil tetap kerja.


“Lumayan mah, mama sama papa istirahat dulu lah, nanti kalau udah matang aku panggil,” kata amel lagi.


“Ya udah mama naik dulu ya,” ucap vita ke anaknya sambil berlalu dari dapur menuju kamarnya diatas.


“Pa keknya tabungan amel udah habis kali pa buat surprise kemarin, dia lagi gigih th cari duit,” ucap vita sambil menaruh tas tanganya di meja rias.


“Masak, papa sudah berencana sh ma, nanti papa mau bukain amel toko kue dekat mall x ma. Kemaren kan dia sudah buat mama senang, sekarang waktunya kita kasih dia kejutan.” Ucap bram sambil mengambil handphonenya dan telepon leo.


“Tolong deal kan toko kemaren untukku, yang dekat mall x dan pembayarannya tolong ambil dari rekening pribadiku, jangan rekening kantor,” perintah bram ke leo.


“Trus tolong suruh orang modifikasi menjadi toko kue basah,” tambah bram lagi.

__ADS_1


“Tolong usahakan kelar dalam minggu ini,” tegas bram lagi.


“Ya pak”, ucap leo.


Inilah keseharian keluarga bram, satu sama lain ingin saling membahagiakan. Satu sama lain rela berkorban. Ini semua memang diawali dari ketulusan vita. Ketulusan yang vuta berikan ke bram, lalu bram salurkan kepada anak-anak dan orang terdekatnya. Sehingga semua mendapatkan ketulusan itu.


Terimakasih selalu aku ucapkan Tuhan, doa bram dalam hati.


****


Akhirnya setelah seminggu dalam proses toko kue itu sudah jadi. Bram mengajak vita kesana sepulang kerja.


“Sayang, kerjaanku masih nanggung nh, kamu mampir dulu aja ke kantorku nanti dari sini kita berangkat,” jelas bram ke istrinya.


“oh ya sudah sayang, nanti saya kesana.” Jawab vita.


Setelah jam 4 sore vita siap-siap ke kantor suaminya. Dengan memakai jamsuid panjang tanpa lengan Motif bunga kecil vita terlihat lebih muda dan lebih fresh. Dia naik mobil sendiri ke kantor bram tapi disupiri sopir rumahnya. Soalnya nanti dari kantor dia berangkat bareng naik mobil suaminya.


Sampai didepan ruangan bram vita mengetuk pintunya.


tOk tok tok


“Masuk”


Vita pun melangkah masuk ke ruangan bram.Dia langsung mendekati meja suaminya.


“ Masih sibuk sayang,” ucap vita mengagetkan bram.


“ hehhhh kamu sayang kirain siapa pake acara ngetuk pintu segala,” Jawab bram sambil berdiri menyambut istrinya.


“Istriku cantik banget sh,” ucap bram sambil mendekat memeluk vita.


“Huuuuu sudah tua juga gombal aja,” balas vita.

__ADS_1


“siapa yang gombal coba, kalau tahu istriku tadi dandan secantik ini ngga aku kasi diantar supir, mending aku jemput,” seloroh bram.


“Mau minum apa sayang sambil nunggu ini bentar lagi,” tanya bŕam


“Ngga usah sayang,” ucap vita sambil berjalan ke sofa.


Bram memencet bell ruangan cici. “ tolòng pesankan satu jeruk hangat untuk ibu,” perintah bram. Lalu bram melanjutkan berkas-berkasnya yang terkendala. Tidak berapa lama jeruk hangat diantar dari pantri.


Tok tok tok


“Masuk”,


“Pantri pak, jeruk hangatnya”, ucap orang itu sangat sopan.


“Kasi istri saya,” tunjuk bram ke vita. Vita pun tersenyum.


“Terimakasih ya mas,” ucap vita masih senyum.


Lalu pelayan pantri tadi langsung permisi.


“Jangan suka senyum-senyum sama pelayan,” ucap bram tajam. Dari tadi aku lihat kamu senyum terus sama dia”, lanjut bram lagi.


“Hehehe suamiku masih cemburu aja nh, ingat anak dan umur yang,” ucap vita sambil berjalan ke arah bram.


Cup cup dua kali mengecup bibir bram. Benar aja bram kaget dan senang.


“Jangan salahkan saya kalau kerjaan saya ngga kelar-kelar ya,” bisik bram ditelinga istrinya.


“Kelarinlah cepat, nanti di rumah aja,” kata vita menggoda bram.


“Nanti pasti aku tagih di rumah,” balas bram sambil kembali bekerja.


Vita senang sekarang suaminya sudah sangat bisa rileks tidak kaku, bram juga senang karena sampe usia mereka sekarang vita tetap mengutamakan perasaan bram.

__ADS_1


__ADS_2