
KAMU PERGI KEMANA
Sementara ditempat lain, rendi kaget terbangun dari tidurnya.
Dia seolah-olah mendengar vita memanggil-manggil namanya.
Huhhh ternyata Cuma mimpi pikirnya. Dia mau telepon vita handphonenya belum ada, semenjak kemaren handphonenya hilang.
Vita kenapa ya, batinya. Mudah-mudahan dia tidak kenapa-napa deh, pikirnya.
Setelah itu dia keluar buat cari makan karena tadi sore begitu nyampe rumah dia langsung rebahan dan ketiduran,setelah seharian dia dan temannya mencari-cari lowongan kerja, niatnya buat vita.
Aku kangen banget sama vita, bathin rendi.
Hari sabtu ini aku harus pulang, apa bilang mamaku aja ya kalau handphoneku hilang. Tidak bisa nih ga pake hape, ketinggalan kemana-mana, pikirnya.
Akhirnya setelah makan malam dia pinjam handphone tantenya buat nelpon mamanya.
Lalu dia cerita ke mamanya kalau handphone hilang. Pertamanya mama rendi pura- pura kaget, napa bisa hilang katanya dengan penuh akting. Ya sudah nanti kamu beli handphone, tunggu mama kirim uangnya, kata mamanya.
“Jangan lama-lama ya mah”, kata rendi.”
Soalnya aku jadi ketinggalan berita kampus dan pelajaran,” tambahnya.
Dia tidak mau mamanya tahu kalau sebenarnya dia sudah kangen sama vita.
“Oh ya sayang, apa kabar tantemu, baik kan, mama ngomong donk,” katanya pura-pura kangen, padahal dia mau tanya yang mereka omongin sebelumnya.
Rendi pun kasih handphone ke tantenya” Tan, mama kangen katanya, mau ngomong sama tante,” sambil ngasi handphone dan dia langsung masuk kamar.
“Gimana dek, perempuan itu menghubungi rendi”, tanya mamanya setelah tantenya bilang aman untuk ngomong karena dia lihat rendi sudah masuk kamar.
“Tidak lagi kak, hari pertama itu doank, setelah itu udah aku matiin,” jelas tantenya.
“Ya udah tadi aku dah bilang dia ganti hp, nanti aku kirim duitnya.” Kata mamanya.
“tapi nanti aja ulur waktu dulu minggu-minggu ini biar wanita itu yakin rendi sudah tidak suka padanya,” tambah mama rendi panjang lebar.
“BeberPa hari ini aku tidak lihat wanita itu sama sekali dikampung ini, malu kali,” lanjut mamanya.
“ Ya udah dulu ya,bye. Kata mama rendi lalu mematikan panggilannya.
Karena belum dikirim mamanya duit beli hp, akhirnya hari sabtunya rendi memutuskan untuk pulang kampung. Dia sudah tidak sabar untuk ketemu vita dan beli handphone baru.Dia hanya titip pesan ke ponakannya kalau dia pulang karena tantenya lagi kondangan sehingga tantenya belum tahu kalau rendi ingin pulang.
__ADS_1
Tantenya tahu setelah sore hari dan itu sudah sangat terlambat karena rendi sudah sampai dikampung.
*****
Sesampainya dikampung, mamanya rendi kaget kenapa rendi tiba-tiba pulang.
“Lho ren, kok pulang, kan mama bilang tunggu mama kirim”, tanya mamanya.
“Iya mah, bingung kalau gada handphone. Ngapa-ngapain ga bisa”, katanya sambil meletakkan tas ranselnya dilantai dekat kursi.
“Ya udah makan dulu sana” kata mamanya sambil mengikuti rendi masuk ke dalam rumah. Dia sudah bingung, gimana kalau rendi tahu vita hamil? Gimana kalau rendi nanti ketemu vita? Apa yang harus kulakukan, pikir mamanya pasrah. Karena dia ga nyangka rendi pulang hari ini.
Diapun berusaha mengalihkan perhatian rendi biar rendi ga usah kerumah vita seperti biasanya. Tapi tidak berhasil karena rendi langsung mengambil kunci motor ditempat biasa dan pergi ke rumah vita.
“Kamu baru nyampe ren, masak langsung pergi”, kata mamanya.
“Sebentar doank ma,” jawab rendi sambil mulai menstarter motornya dan berlalu. Mamanya sudah pasrah tidak bisa berbuat apa- apa.
Begitu sampai dirumah vita, sepi tidak ada orang sama sekali. Biasanya delon adeknya vita bermain dihalaman. Tapi ini ngga ada, apa pada pergi ya, apa masih diladang, tapi sudah sore kok belum pulang, pikir rendi.
Semenjak kepergian vita memang orang tuanya seperti malu melihat orang, mereka pagi sekali berangkat ke ladang, dan pulang kalau hari sudah gelap, kedua adiknya vita juga ikut ke ladang.
Sambil berpikir sejenak rendi duduk dikursi bambu diteras vita, tiba-tiba bibi erna yang baru pulang dari ladang yang melewati rumah vita melihat rendi di rumah vita, darahnya langsung naik. Dia menyuruh suaminya berhenti dan langsung turun dari motor lalu menampar rendi. Rendi bingung sebingung-bingungnya. Tapi suaminya bibi erna langsung menangkap istrinya biar dia jangan pukul rendi lagi.
Rendi yang bingungpun bertanya” kenapa om”, tanyanya memang penuh kebingungan.
“Pergiiii,” teriak bibi erna dari balik dekapan suaminya.” Tanyakan kenapa sama orang tuamu yang kaya raya itu.” Sahut bibi lagi.
Seketika rendi kaget, berarti ada sesuatu yang terjadi yang vita tidak cerita sama saya, pikirnya. Aku yakin mamaku sudah membuat keluarga vita sakit hati, pikirnya lagi.
“Baiklah om, saya pamit dulu,” kata rendi masih tetap sopan. Karena dia yakin mamanya sudah membuat keluarga vita sakit hati.
Begitu sampai dirumahnya, rendi langsung masuk dan bertanya to the point ke mamanya. Mamanya sedang minum teh manis dan makan gorengan.
“Ma, apa yang telah mama katakan ke keluarga vita, kenapa mereka marah banget ma”, tanya rendi berapi-api. Mamanya kaget, tapi dia pura-pura tenang. Dalam hatinya berarti mereka belum ketemu, berarti dia belum tahu vita hamil, pikirnya.
“Aku bilang biar vita menjauhi kamu, karena dia ga pantas buat kamu, “ ketus mamanya. “ memang begitu kenyataanya kan”? Katanya lagi.
Rendi pun melongo kaget mendengar ucapan mamanya.
Rendi sudah benar- benar marah sama mamanya. Pasti vita merasa bahwa rendi benar- benar sependapat dengan mamanya. Dia harus jelasin, mereka harus bersama. Aku akan ajak vita ke kota, pikirnya. Aku tidak siap putus dari vita, apalagi aku sudah mengambil yang paling berharga dari diri vita, tekad rendi.
Kemarin dia juga sudah dapat kerjaan direstoran buat vita, untuk sementara sampe dapat yang lebih baik, pikirnya lagi.
__ADS_1
Hari sudah gelap, rendipun pergi kerumah vita lagi, aku harus ngomong sama vita, pikirnya. Sampe dihalaman rumah vita sudah terlihat papanya vita duduk dikursi bambu sama adeknya vita delon.
Kelihatannya mereka baru sampai pulang dari ladang.
Bapaknya vita menatap rendi tajam, dan kurang bersahabat, tidak seperti biasannya.
Sebenarnya rendi agak ciut juga nyalinya, tapi demi tekadnya ketemu dan ngomong sama vita dia pun tetap maju.
“ Selamat malam om,” sambil mengulurkan tanganya untuk menyalami bapaknya vita. Tapi bapaknya vita tidak bergeming, bahkan terlihat seperti tatapan putus asa yang ada dimatanya.
“Aku pengen ngomong sama vita, apa dia dirumah om?, kata rendi lagi sambil menarik tangan yang dia sodorkan tadi.
Tiba-tiba bapaknya vita menangis sambil tatapanya jauh ntah kemana. Melihat itu delon yang anak kecil dan tidak tahu masalah dengan rendi pun mengatakan bahwa vita sudah pergi entah kemana gara- gara dimarahin sama mamanya rendi.
“Mamanya bang rendi jahat, buat ayah dan kak vita menangis.”sekarang kak vita pergi deh,” Jelasnya ala anak kecil.
Bapaknya vita bangkit tanpa ngomong apa-apa dan langsung masuk rumah. Delon pun mengikuti bapaknya, rendi pun masih bengong. Vita pergi, nenangis, kenapa kamu tidak telpon aku vit, ucapnya lirih.
Mamanya vita yang ingin menjemur handuk diteraspun melihat rendi berdiri disitu. Sebenarnya dia ingin marah dan memaki-maki rendi tapi tenaganya sudah habis. Akhirnya dia berkata dengan lembut kepada rendi,” Ada apa kamu kesini? Mau lihat kehancuran vita? Kamu mau bertepuk tangan atas kemenanganmu,” cecar mamanya vita lembut tapi menusuk.
“Kamu terlambat, vita sudah pergi. Pulanglah, kamu tidak usah mengunjungi rumah ini lagi karena vita tidak ada disini.” Tandas mamanya vita.
Rendi bengong, vita pergi. Diapun memberanikan diri menarik tangan mamanya vita yang hendak masuk ke rumah
" tolong kasih tahu saya bi, vita pergi kemana, aku harus bicara sama dia. Aku tidak perduli apa kata orang tuaku, aku akan tetap bersama vita”. Kata rendi sembari memohon.
“Kak vita sudah pergi tidak tahu kemana,bapak sama ibu juga sudah capek mencarinya, semua ini gara-gara mamanya bang rendi,” jawab riko adeknya vita yang kebetulan keluar tadi.
“Pulang aja sana, jangan datang datang kesini lagi, “ teriak riko semakin mengencangkan suaranya lalu masuk kedalam rumah mengikuti mamanya dan membanting pintunya.
Rendi yang bengong semakin putus asa. Dimana kamu vit? Pikirnya. Lalu dia pun berlalu dari tempat itu untuk pulang. Dia benar-benar bingung dan putus asa, apapun alasan mamanya, vita sudah pergi entah kemana, tidak ada yang tahu.
Dimana saya harus cari kamu vit, bisiknya lirih.
Kenapa kamu pergi begitu aja vit, minimal kamu ceritakan dulu sama aku apa yang kamu rasakan, batin rendi karena dia belum tahu sebenarnya vita hamil.
Hai semua
Dukung terus ya
Like, coment dan vote
Terimakasih🙏
__ADS_1