
KEBIASAANMU
Pagi harinya vita bangun sudah melihat bram tidur disampingnya.
Tidur telentang dengan kedua tangannya diletakkan didada. Vita pun turun perlahan dari tempat tidur supaya jangan mengganggu tidurnya bram.
Vita pergi ke dapur, dia lihat bi sumi sudah selesai sholat.
Vita lalu membuka kulkas siapa tahu ada yang bisa langsung dimakan karena dia sudah lapar. Bi sumi yang melihat itu pun bertanya.
“ non vita mau makan sesuatu?” tanya bi sumi.
“Iya bi saya lapar,” jawab vita sambil duduk di meja makan karena dikulkas hanya ada beberapa sayuran dan beberapa potong roti.
“Ya udah, saya goreng rotinya bentar ya non,” kata bi sumi. Vita pun menganggukkan kepalanya tanda setuju.
Setelah roti gorengnya matang vita dan bi sumi makan bersama di meja makan. Sebenarnya bi sumi menolak tapi karena vita bilang dia mau ditemani mau ngga mau bi sumi pun duduk di meja makan.
“Bi, biasanya kak bram sarapan apa? Setiap hari dia sarapan di rumah ngga”?
Tanya vita pengen tahu tentang bram suaminya.
“Den bram sarapan apa aja bisa non, Cuma biasanya yang paling dia suka nasi goreng seafood.” Jawab bi sumi terus terang.
“dulu sih waktu den bram masih tinggal sama ibu tiap hari sarapan non, Cuma selama tinggal sendiri disini bibi kurang tahu non “. Lanjut bi sumi lagi.
"maaf ya bi, aku banyak bertanya sama bibi tentang kebiasaan kak Bram" ujar Vita tulus
"ngga apa - apa non Vita, saya senang non Vita masih mau berbicara dengan kami"
"ahhh bi Sumi bisa aja, emank kak Bram jarang ngomong ya bi"
"jarang non bahkan hampir tidak pernah. Sebenarnya den Bram itu baik non, karena mantan istrinya aja kurang baik" ucap bi Sumi
"ahhh bibi bisa aja"
"iya non, semoga nanti non Vita bisa mengembalikan den Bram yang dulu yang ramah dan suka senyum"
Vita hanya tersenyum mendengar harapan bi Sumi.
Apa bi Sumi tidak terlalu berharap sama Vita, sedangkan istrinya dulu aja yang cantik dan kaya tidak berhasil, apalagi saya bi, saya hanya gadis desa yang bodoh dan kotor, saya jelas tidak punya kemampuan untuk mengubah seorang bramanto, batin Vita.
__ADS_1
Tapi Vita hanya mengaminkan harapan bi Sumi, bukankah katanya tiada yang mustahil bagi Tuhan.
"Amin " jawab vita
“Ya udah berarti buatin sarapan nasi goreng aja ya bi, kalau tidak ada bahan-bahan seafood yang biasa aja,” lanjut vita. Lalu dia beranjak dari sana mau mandi dikamar mereka.
Setiap hari sepertinya Tuhan kasih keindahan dan hal - hal baik buat Vita. Apakah untuk selamanya atau hanya sesaat, Vita tetap mensyukurinya. Toh hari besok kita memang belum tahu.
Sampai dikamar vita melihat bram masih tidur dengan posisi yang sama, diapun bergegas kekamar mandi untuk mandi.
Sepanjang mandi pun Vita masih bersyukur, bisa mandi di kamar mandi mewah seperti ini. Dulu di kampung Vita hanya punya kamar mandi kecil dan rewot.
Kembali Vita mengucap syukur untuk yang dapat dia nikmati hari ini.
Sampai dia selesai mandi bram masih tidur.
Mau bangunin dia takut Bram tidak suka, karena dia belum tahu kebiasaan Bram.
Lalu setelah mengganti pakaian rumahan vitapun turun lagi untuk bertanya sama bi sumi biasanya bram bangun jam berapa.
“Biasanya den bram bangun jam 7 non,” jawab bi sumi. Oh berarti sebentar lagi kalau dia tidak bangun baru saya bangunkan, pikirnya.
Ternyata jam 7 kurang sedikit bram sudah bangun.
Dia lihat vita sudah duduk disofa sudah mandi,berarti dia sudah bangun dari tadi pikirnya.
"kak Bram mau mandi"
"hmmm"
Bram pun mandi lalu mengambil satu set pakaian kerjanya.
"apa boleh besok aku siapin baju kak Bram" tanya Vita hati - hati takut Bram tidak suka.
Bram terdiam, memang biasanya dia siapin sendiri, tapi sekarang dia sudah punya istri yang mau menyiapkannya.
Sejujurnya hati Bram senang, karena dia akan merasakan di urus oleh istri.
"bolehlah, tapi kamu jangan terlalu cape" ucapnya akhirnya.
"iya kak"
__ADS_1
Setelah semua lengkap dia pakai dia keluar dari kamar untuk sarapan. Ternyata istrinya sudah lebih dulu di meja makan.
Selama tinggal di apartemen bram memang sangat mandiri karena dia tidak ada art. Pakaiannya semua di loundry. Hanya dua kali seminggu ada art yang khusus membersihkan apartemennya.
Bram duduk dimeja makan, melihat ada nasi goreng. Vita yang duduk agak jauh pun menawarkan diri untuk mengambil nasi bram.
Lagi- lagi Bram merasa senang dilayani oleh istri. Ini adalah hal baru buat Bram. Dalam hati dia tersenyum kecil walaupun belum di tunjukkan di wajahnya.
Dia meraih 1 piring dan menyendok nasi gorengnya, mengambil telor dadar yang sudah disiapin bi sumi.
Bram terdiam, baru kali ini dia diambilin makan oleh istrinya. Kalau dulu sama feni malah bram yang sering dimintain tolong untuk menyiapkan nasi istrinya.
Setelah makananya lengkap vita menaruhnya persis didepan bram.
“Sarapan bareng aja, buat nasimu juga” kata bram supaya mereka makan bareng.
Lalu vita pun menyiapkan makananya sendiri lalu duduk hadap- hadapan dengan bram. Vita juga merasa senang karena ternyata Bram memperlakukannya benar- benar seorang istri.
Sebelum makan tidak lupa vita untuk berdoa. Sekali lagi bram terkesiap , ini hal yang jarang dia lakukan, berdoa. Sebenarnya orang tua Bram mengajarkan berdoa dari kecil dan sampai remaja, tapi begitu Bram dewasa mereka sudah jarang mengingatkan karena menganggap Bram sudah dewasa. Setelah itu mereka makan dengan pikiran masing- masing.
Sekali-sekali bram melihat vita yang ada didepannya, tapi vita tidak pernah berani menatap bram, dia hanya menunduk.
Setelah selesai makan bram pun mau berangkat karena dari tadi leo sudah menunģgu di bawah. Lagi-lagi bram dibuat terpana karena istrinya mengantarnya sampai ke pintu lalu meraih tangan bram dan mencium punggung tangannya.
“Dimeja rias ada uang, gunakan untuk keperluanmu dan keperluan rumah, kalau kurang nanti ngomong aja,” kata bram sambil melepas tangan vita yang tadi meraih tangannya.
"iya kak, makasih"
"ohh iya, hari Sabtu aku tidak sibuk, kita akan pergi ke dokter untuk cek kandungan kamu. Dan aku juga kurang faham kebutuhan ibu hamil, jadi kamu beli aja nanti bilangin ke saya"
"iya kak"
"jangan terlalu banyak gerak, istirahat aja, soalnya dari kemarin kamu sudah cape, kasian kandunganmu"
"iya kak" ucap Vita senang
Vita tidak menjawab sambil mengangguķ.Lalu bram menuju pintu keluar dan vita masuk ke dalam lagi. Dia berniat belajar masak masakan kesukaan bŕam sama bi sumi.
Dia masuk ke kamar mereka dan mengambil duit yang tadi ditinggal bram di meja rias kamar, dan vita sangat terkejut karena uangnya terlalu banyak menurut vita. Lalu diapun mengajak bi sumi untuk belanja kepasa untuk mengisi kulkas Bram.
Hai masih disini ya
__ADS_1
Dukung terus dengan like, coment dan vote
Terimakasih