Terima Kasih , Untuk Luka Ku

Terima Kasih , Untuk Luka Ku
PART 19 HIDUP BERSAMAMU


__ADS_3

HIDUP BERSAMAMU


Begitulah keseharian vita di apartemen bram, menemani bram sarapan dan sekarang dia sudah menyiapkan pakaian yang akan dia pakai sampai mengantar bram ke pintu untuk bekerja.


Sudah sebulan lebih vita tinggal di apartemen dan sekarang mereka sudah punya art karena bi sumi harus balik kerumah mertuannya, karena ibu lely memutuskan menyusul suaminya untuk sementara tinggal di singapura.


Pagi ini vita menyiapkan pakaian bram, mulai dari dalaman sampai dasinya. Lalu dia menunggu bram dimeja makan untuk sarapan. Begitu bram turun mereka sarapan bareng.


“Kak,” ucapan vita menggantung ingin lihat reaksi bram dulu.


Bram pun menatap vita,” kenapa” tanyanya pendek. Komunikasi mereka memang masih agak kaku, karena sejauh ini mereka ngobrol hanya kalau perlu. Tapi kali ini Bram yakin Vita mau bicara serius, karena Vita itu jarang ngomong duluan apalagi minta sesuatu ke Bram.


“Apa boleh nanti aku pergi sama bì sumi", Vita setengah yakin bertanya


" mau kemana"


"saya ingin cari dokter tempat periksa kak, saya belum pernah periksa. saya lebih enak sama bi sumi karena mba lala belum terbiasa,” kata vita takut-takut.


"ohhhh iya ya" gumam Bram


'ternyata mereka belum jadi - jadi ke dokter jandungan'


'tapi masa iya istrinya pergi sama bi Sumi doank' batin Bram


'tapi aku juga sibuk banget'


'ya sudah lah pergi sama bi Sumi dulu, Lala masih baru' batin bram


Lala adalah pembantu mereka sekarang.


Bram pun seolah tersadar, sampai sekarang dia belum pernah memikirkan kandungan vita. Dulu mereka batal cari dokter karena Bram harus berangkat ke singapura. Setelah itu malah Bram lupa benaran.Padahal sebelum berangkat mamanya sudah berpesan untuk mencari dokter yang bagus.


“Oh gitu, nanti aku suruh bi sumi kesinì sama pak ujang. Pakai mobil mama aja. Saya tidak bisa ngantar, takutnya seperti dulu lagi batal Mulu karena sekarang memang lumayan sibuk. tapi kalau kamu butuh bantuan telepon aja. Atau apa perlu aku suruh leo? Tanya bram ke vita karena dia juga sedikit merasa bersalah tentang hal ini, dulu sudah janji tapi belum di tepati.


“Tidak usah kak, dikantor juga dia repot, Bi sumi juga pasti bisa nemanin" kata vita senang.

__ADS_1


Lalu bram meraih dompet dikantongnya lalu menyerahkan satup kartu ke vita.” Pakai ini untuk keperluanmu sendiri, kalau ada keperluanmu sekalian ajak bì sumi untuk nemanin belanja,pinnya sekian sekian”, kata bram lagi.


"tidak usah kak, duit yang kakak kasih masih banyak kok" jawab Vita


"tidak apa - apa, itu buat belanja dapur, ini khusus buat keperluan kamu dan kandunganmu" ucap Bram serius


"terimakasih kak" ucap Vita lagi merasa terharu. Sekarang sepertinya dirinya sangat di manja oleh suaminya dan ibu mertuannya.


"maaf belum bisa temani kamu belanja, karena memang benar akhir - akhir ini lumayan sibuk" ucap Bram


Setelah menikah usaha Bram memang mengalami peningkatan. Apakah itu berkah karena Bram melindungi harga diri Vita atau malah itu rezeki calon anak yang di kandung Vita.


Yang pasti omzet perusahaan Bram sangat meningkat.


Lalu setelah selesai sarapan bram pergi ke kantor yang seperti biasa diantar vita sampai ke pintu dan mencium punggung tangan bram.


Sekarang Bram juga sudah sangat terbiasa dengan semua itu. Dia belum akan jalan sebelum istrinya mencium tangannya.


Benar saja sekitar satu jam setelah bram berangkat bi sumi sudah datang bersama mang ujang.


.Setelah itu bi sumi juga diminta bram untuk menemani istrinya ke mall x untuk belanja keperluannya.


Vita pun berangkat bersama bi sumi dan mang ujang. Di dokter mereka ternyata tidak usah ngantri karena sebelumnya suaminya sudah telepon dokternya. Hanya sekitar satu jam mereka sudah selesai di doktèr, itupun karena harus test ini dan test itu karena baru pertama kali periksa. Sekarang mereka sudah menuju mall x, vita pun senang bisa keluar rumah dengan mobil mewah lagi dan dompetnya juga penuh.


Terimakasih Tuhan hari ini aku bisa belanja, batin Vita


Satu hal yang tidak terpikirkan sebelumnya. Mungkin inilah hikmah yang Tuhan sediakan, batin vita.


Dulu dia hampir marah sama Tuhan kenapa dia bisa hamil diluar nikah, padahal dia bukan anak yang bandel, bukan anak yang suka kelayapan, tidak suka melawan orang tua, tapi kenapa ini menimpannya, batinnya waktu itu.


Mungkin kalau dia tidak hamil dia tidak akan punya keberanian pergi ke jakarta, dia akan tetap jadi gadis kampung yang selalu direndahkan oleh keluarga rendi.


Bahkan suaminya sekarang jauh lebih berada dari keluarga rendi yang sombong itu. Setelah dianggap cukup belanjanya mereka pun pulang ke apartemen.


Selama kehamilannya vita memang jarang berbicara dengan bram, bahkan mereka tidur diatas satu ranjang tapi hampir tidak pernah ada tegur sapa disana. Biarpun begitu bram banyak memberi perhatian pada vita lewat tindakan, seperti dia menyuruh sekretaris kantor untuk membeli susu ibu hamil karena dia lihat vita tidak pernah minum susu hamil. Begitu juga kulkas setiap minggu selalu diisi sayuran segar dan daging segar. Dan mba lala juga harus mengutamakan vita ketimbang dirinya.

__ADS_1


Bram juga memesan beberapa makanan sehat rutin diantar ke apartemennya sebagai cemilan karena dia tahu wanita hamil banyak makan gampang lapar. Semua itu bentuk perhatian bram tapi tidak bisa dia ucapkan.


Vita sangat senang, dan kalau boleh jujur ini jauh lebih baik dari yang vita bayangkan. Bisa mempunyai suami dan tempat tinggal selama hamil dan melahirkan aja dia sudah sangat bersyukur. Tapi Tuhan memberi lebih. Dia bersyukur untuk itu.


Tidak pernah terbayangkan sebelumnya Vita yang dianggap sampah oleh keluarganya rendi ternyata dianggap pembawa berkah bagi keluarga Bu Lely dan Bram.


Merasa sangat di perlakukan istimewa membuat Vita ingin telepon suaminya.


dddrrttt dddrrttt dddrrttt


"hallo" ucap Bram di sebrang ragu - ragu tapi senang. Selama mereka menikah inilah pertama kali mereka bicara di telepon.


"hallo kak, kami sudah selesai ke dokter. Ternyata kak Bram sudah telepon dokternya sebelumnya ya kak, jadi kami ngga ngantri lagi, makasih ya kak" ucap Vita sementara Bram masih diam, bukannya apa - apa dia masih senang istrinya bilang terimakasih untuk hal- hal kecil begitu. Dan suara Vita juga selalu lembut.


"kak Bram, lagi sibuk ya, ya sudah ya kak" ucap Vita karena Bram masih terdiam


"ehhhh nggak, ngga sibuk, syukurlah kalau sudah kelar, kalian sudah jadi belanja"?


"sudah juga kak, sekarang lagi di rumah"


"ohhh ya sudah, istirahat dulu lah"


"iya kak, kak Bram sudah makan siang"


"sudah tadi"


"ohhhh, sudah dulu ya kak, makasih"


" hmmmm" Bram memutuskan sambungan telepon itu dengan senyum kecil.


Ternyata begini ya punya istri, batin Bram sambil senyum.


Selalu dan selalu author minta like ya guys.


Terimakasih🙏

__ADS_1


__ADS_2