
MASIH TERINGAT
“Aku takut situasi ďan keadaan mendukung papa, seperti yang saya alami dulu”, vita sudah merebahkan kepalanya kedada bram.
Bram membelai lembut rambut istrinya.
“Kalau itu kamu berdoa aja, karena hidup kita bukan kita yang menentukan tapi ada Tuhan. Doa seorang ibu sangat tangguh lho,” ucap bram sambil tertawa.
“sikembar kemana sayang,? Tanya bram sambil celingukan cari dua anak kembarnya.
“Belum pulang, lagi futsal sayang,” jelas vita.
“Tumben sampe malam”? Tanya bram lagi karena biasanya dia sampe rumah anak-anaknya sudah ngumpul.
“Tadi waktunya di undur pa,paling jam delapanan baru pulang, diantar mang ujang kok,” jelas vita sambil beranjak bangkit membawa tas suaminya ke ruang kerjanya. Sementara bram langsung menuju kamar mereka yang disusul oleh vita setelah menaruh tas kerja suaminya.
“Apa kamu jadi ingat masa lalu mu sayang,” tanya bram karena melihat vita masih belum ceria.” Yang pahit-pahit ngapain kita ingat sayang, yang penting sekarang kita sudah sangat bahagia,” ucap bram sambil mendekati vita sambil menunjuk pakaian kerjanya supaya dibantu vita untuk menggantinya.
Vita pun mengerti dan mulai melonggarkan dasi suaminya lalu membuka kemejanya perlahan. Entah kenapa bram malah memeluk istrinya dan dia ingin bercinta dengan istrinya padahal ini masih sore.
“Sayang mandi bareng yuk, sudah lama kita tidak mandi bareng,” bisik bram ditelinga vita.
“Ih nakal, sudah tua juga, malu th sama umur,” ledek vita lagi tapi tidak menolak ajakan bram.
“Aku pengen test apakah aku sudah setua itu,” ucap bram sambil langsung menggendong vita ke kamar mandi. Dan semua yang vita perkirakan benar bram tidak hanya mandi aja, vita dengan senang hati akhirnya melayaninya.
__ADS_1
“Aku masih gagah kan “? Tanya bram sambil menggoda istrinya yang sedang mengeringkan rambut selepas mereka keluar dari kamar mandi.
“Hhhmmmm” vita mendelikkan matanya kearah suaminya. Bram senang dan terkekeh melihat jawaban istrinya. Untuk sementara vita lupa dengan trauma masa lalunya dan kekhawatiranya pada amel.
****
Jam 8 lewat sikembar sudah pulang. Lalu mereka makan malam berdua ditemani oleh vita. Vita memang selalu berusaha untuk selalu ada untuk anak-anaknya.
“Kak amel belum pulang ma,” tanya kenzo disela-sela makannya.
“Belum, bentar lagi kali.” Jawab vita sambil memperhatikan makan mereka.
“Setelah ini kalian belajar ya, masih ada pr yang belum kelar,”? Tanya vita ke anak-anaknya.
“Kamu kali, mikirin tesa terus,” balas kenzi sambil melotot ke kembarannya.
“Huuuuuu siapa bilang, aku belajar terus tahu, buktinya nilaiku selalu bagus,” ucap kenzi sambil mencibirkan bibirnya ke kenzo.” Tapi kalau ada cewe cantik dan baik masa dilewatkan ya ma, iya ngga ma? Senyum kenzi lagi kearah mamanya. Vita hanya bisa geleng-geleng melihat tingkah kedua anaknya.
Tidak berapa lama amel pun pulang. Dia langsung menemui mama dan kedua adiknya.
“Hi semua, tumben masih baru pada makan,” tanya amel sambil mencium punggung tangan mamanya dan juga pipi mamanya kiri kanan.
“Huuuu yang baru ngerayain ulang tahun pacar, senang th,” sindir kenzi yang bikin amel gemes. Dia menarik kuping kenzi ke atas seperti anak kecil. Kenzo pun ketawa senang lihat kaka dan kembarannya.Melihat tingkah ketiga anaknya vita pun merasa senang dan khawatir dengan pergaulan masa sekarang.
“Sudah sudah gimana tadi acara ulang tahun charles, rame donk. Diadakan dimana? Tanya vita
__ADS_1
“Iya ma rame, ternyata sekalian ulang tahun pernikahan bokap nyokapnya. Diadakan direstoran charles yang dia rintis sendiri dari nol katanya,” jelas amel panjang lebar.
“Tapi tadi keluarganya ngobrol sama amel,” selidik vita.
“Iya ma, mereka nanya kabar dan kirim salam buat mama sama papa,” jawab amel jujur.
“Mmmmm tapi tetap harus jaga harga diri ya nak, sebisa mungkin jangan dulu kerumahnya kecuali ada moment,” nasehat vit.
“Ya sudah istirahat sana,” perintah vita ke putrinya yang sudah beranjak dewasa.
“Kalian juga tidur besok sudah harus sekolah juga,” perintahnya kepada kedua putranya.
Setelah anak-anaknya masuk kamar, vita pun mematikan lampu ruangan itu dan masuk ke kamarnya. Bram yang baru masuk kamar juga melihat vita masih lesu.
“Apa anak‐anak sudah tidur, amel sudah pulang,” tanya bram.
“Sudah tadi, melihat anak-anak akrab dan bahagia saya takut yang, mereka ada yang terjebak langkahnya”, ucap vita sambil duduk disisi tempat tidur.
Bram mendekati istrinya yang sedang gelisah.
“Sayang cepat atau lambat mereka pasti mengenal dunia pacaran, yang penting kita berdua harus mengawasi mereka,” ucap bram sambil membelai wajah istrinya.
“Sayang, sepertinya ke khawatiranmu sudah berlebihan deh, oh ya dan kamu tahu ngga karena kamu salah langkahlah makanya kita bertemu, coba kalau kamu tidak ditolak kamu tidak akan ke jakarta. Kita tidak ketemu,” jelas bram panjang lebar karena dia tidak mau istrinya larut dalam rasa khawatir melihat anak-anaknya mengenal lawan jenis.
“Kalau masih khawatir sini saya tenangkan, mau ngga,? Ucap bram menggoda istrinya dengan menaik turunkan alisnya.
__ADS_1