
BOLEH KETEMU AYAH
Sekarang amel sudah sibuk melayani pesanan kue yang sedang meninggi pesat dan juga sibuk kuliah. Vita juga selalu membantu amel menerima pesanan kue. Sekarang juga dia sudah punya 5 karyawan. Satu orang untuk delivery dan 4 orang lagi membantu amel dan vita membuat kue.
Sudah hampir 6 bulan toko kuenya ramai peminat, dan memang dia belum bisa langsung nabung banyak tapi dia sudah punya tabungan pribadinya.
***
Hari ini sepulang dari toko kuenya dia melihat acara tv tentang seorang petani.
Pikirannya langsung teringat cerita mamanya tentang kampung halamannya.
Kalau papa bram bukan papa kandungku berarti papa kandungku ada dikampung, batinya. Boleh ngga ya aku pengen lihat wajahnya aja seperti apa? Batinnya lagi.
Lalu besoknya dia bertanya sama vita tentang ayah kandungnya.
“Ma boleh tahu ngga ayah kandungku seperti apa?” tanya amel sama mamanya saat mereka didapur toko.
Vita kaget mendengar pertanyaan tiba-tiba amel. Dia bingung harus jawab apa.
“Memangnya kenapa mel, kok tumben kamu nanya begitu,” tanya balik vita.
__ADS_1
“Ngga ma, saya hanya ingin tahu wajahnya seperti apa, orangnya kek gimana,” tanya amel lagi.
“Wajahnya ganteng, orangnya baik menurut mama, Cuma ngga tahu kenapa waktu itu dia ninggalin mama, apa karena orangtuanya atau karena sudah tidak cinta mama,” ucap vita sendu. “ jangan bahas masa lalu lagi sayang, mama sudah malas membayangkannya lagi. Terlalu menyakitkan, tapi mungkin harus begitu untuk bertemu papamu. Lanjut vita menjelaskan perasaannya.
“Apa boleh suatu saat kita pulang kampung,” tanya amel yang membuat vita melongo dan akhirnya mengangguk.
MENABUNG
Setelah perbincangan dengan vita tentang ayahnya, amel pun berniat menabung biar bisa pulang dengan uang sendiri.
Setiap kali ada orderan kue yang lumayan besar langsung dia tabung keuntungannya.
Kini sudah hampir enam bulan dia menabung. Vita juga sudah cerita ke bram tentang amel yang menabung demi bertemu ayahnya. Bram sama sekali tidak keberatan yang penting vita jangan sampai berubah dan meninggalkan bram.
“Takutnya dia ngga mau sayang,” sanggah vita karena tahu sifat anaknya yang keras.
“Biarin aja dia berusaha dulu, malah saya lagi berpikir juga bagaimana kalau ⁷kita pulang semua,” lanjut vita lagi. “jadi kita sama- sama nabung, soalnya biayanya sangat mahal,” ucap vita lagi.
“Memangnya kamu sudah ingin pulang, biasanya belum mau,” kata bram sambil melirik vita.
“ Mungkin sudah waktunya pa, apalagi anak-anak sudah gede-gede. Nanti keburu mereka pada nikah. Liburan ini kita pulang aja, apa kita pulang tahun baru aja. Biasanya dikampung itu tahun baru rame pa,” terang vita tentang kebiasaan di kampungnya.
__ADS_1
“Ya sudah kita rencanakan aja tahun baru sayang,” ucap bram dengan antusias.
“Mulai sekarang kita menabung dulu” ucap bram becanda padahal tanpa menabung juga dia tidak akan kewalahan kalau hanya untuk pulang kampung.
*****
“Pa kalau kita pulang kampung apa kamu sudah siap?” tanya vita ke bram takut bram ngga suka dengan keluarganya.” Keluargaku sangat miskin, adekku dua yang mungkin sekarang sudah pada nikah. Gimana kalau mereka susah juga,” kenang vita.
“Kamu kok ngomongnya begitu sh sayang, kita menikah sudah sekian lama apa harta kekayaan adalah prioritas kita”, tanya bram sambil menatap vita.
“Sayang saya sudah mencintai kamu keseluruhan, asal kamu tidak berubah aku tidak akan kecewa vit, jangan berpikir begitu lagi ya sayang,” ucap bram tulus.
“Bagaimana dengan anak-anak ya pa,? Tanya vita agak ragu.
“Anak-anak juga ngga ada masalah sayang, mereka kan anak-anak manis yang penuh kesederhanaan. Kamu yang mendidik mereka pasti kamu tahulah,” jelas bram panjang lebar.
“Iya sh, nanti sedikit-sedikit aku cerita dh sama mereka, biar mereka jangan kaget,” jelas vita lagi.
“Ya udah terserah kamu sayang, sekarang aku pengen mandi bareng nh,” ucap bram sambil mengerlingkan sebelah matanya ke arah vita.
“Dasar, tua-tua keladi,” ucap vita tapi senyum menggoda juga.
__ADS_1
“Huhhhhh ini nh kelebihan istriku ini, pintar menggoda,” keluh bram sambil garuk-garuk kepala lalu mereka bersamaan naik ke kamarnya.