Terima Kasih , Untuk Luka Ku

Terima Kasih , Untuk Luka Ku
PART 26 BINGUNG, BENARKAH


__ADS_3

BINGUNG ,BENARKAH?


Setelah kepulangan mertuannya hari-hari bram dan vita tambah romantis. Sekarang bram tidak membiarkan vita keluar apartemen tanpa dia, takutnya banyak lelaki yang iseng katanya.


Tiap hari dia pulang kantor tepat waktu bahkan maju. Setiap ada kesempatan pasti dia akan mengajak vita mesraan. Vita sangat bersyukur karena kemauan suaminya masih bisa dia imbangi, biarpun akhir-akhir ini dia sedikit kurang enak badan dan sering pusing.


Seperti tadi malam bram sangat bernafsu. Dia membuat vita sampai kelelahan.


Tidak sampai disitu jam 3 pagi dia bangun diapun merangsang vita lagi lewat sentuhan-sentuhannya ditubuh vita. Dan akhirnya mereka melakukannya lagi sampai bram puas.


Pagi harinya bram lebih dulu bangun dari vita. Diapun langsung mandi dan mengambil pakaiannya sendiri karena istrinya sangat kelelahan, batinya sambil senyum-senyum.


Lalu dia pun sarapan dan berangkat dengan wajah yang sangat cerah. Leo yang melihat itupun senang, hari ini sepertinya kerjaanya tidak terlalu ribet.


Vita yang baru membuka matanya setelah jam 8 pagi pun merasa semua badanya remug. Kepalanya pusing dan perutnya mual. Dia pun minta dibuatin teh manis sama lala, sambil menunggu teh manisnya dia bermain sama amel yang sedang sama bi sumi didepan. Setelah minum teh manis dia merasa sedikit segar dan baikan, tapi dia malas banget untuk mandi.


Sudah lebih seminggu vita sering merasa pusing dan mual kalau pagi. Seperti hari ini vita langsung pingsan saat ingin mengantar bram sampai pintu seperti biasa. Mukanya pucat sekali, melihat itu bram sangat khawatir lalu melarikan vita ke dokter kenalannya yang menangani persalinan vita waktu itu.


“Kita ke dokter dulu cepat,” perintah bram ke leo sambil menggendong vita didepan.


“buruan,” katanya lagi saat mereka sudah didalam mobil. Tidak berapa lama mereka pun sampai di dokter. Bram langsung mengangkat tubuh vita dan leopun langsung tanggap memanggilkan dokter kenalan bram.


Perawat yang disitu pun langsung menangani vita dan bram disuruh mengisi formulir. Lalu bram nenyuruh leo yang mengisinya sementara dia selalu disamping vita.


Dokter itu pun mengambil catatan perawat dan membacanya. Lalu memeriksa vita lewat usg. Bram yang tidak sabar pun langsung bertanya ke dokternya.


“Kenapa bisa begini dok, sakit apa istriku,? Tanya bram khawatir.


“Sebentar ya Pak bram, saya pastikan dulu,” kata dokter itu sambil menyuruh perawat mengolesi perut vita dengan gel.


Lalu dia menggoyang-goyangkan alat itu diperut vita sambil menatap monitor disampingnya. Dia bolak-balik beberapa kali lalu dia taruh alat itu di meja dekat tempat tidur periksa. Dia pun duduk dikursi dan bram pun langsung ikut duduk berhadapan dengan bu dokter.

__ADS_1


Bram pun menunggu dokter menjelaskan penyakit vita. Tapi matanya sebentar-sebentar ke tempat tidur tempat istrinya.


“Begini pak bram, ibu vita ini kondisinya sangat lemah, dia sepertinya kelelahan. Itu yang membuat dia pusing dan pingsan.” Lalu dokter itu menarik nafas sejenak dan bersandar dikursinya sambil menatap bram.


”Sebenarnya ini biasa, hanya saja kalau terlalu sering tidak baik untuk kehamilannya”, terang dokter itu ke bram.


Vita yang mendengar penjelasan dokter itupun kaget setengah mati, tapi badanya sangat lemas. Berarti aku hamil, batinnya...


Bram yang mendengar kehamilan pun bingung, apa ini tentang rahim perempuan atau berhubungan tentang penyakit yang berhubungan dengan perempuan yang akan hamil. Dia melirik ke vita, tapi vita sangat lemas.


“Maksud dokter,? Tanya bram memajukan badannya.


Melihat reaksi bram dokter itu pun bingung, apa pak bram belum tahu istrinya hamil, padahal menurut pemeriksaannya kehamilanya sudah lebih 8 minggu! Masak selama itu suaminya ngga tahu kalau istrinya hamil.


“ Emang pak bram belum tahu kalau istrinya hamil”? Sudah sekitar 8 minggu pak, bapa nggak tahu,Tanya bu dokter bingung.


Apa???????


Bram bengong. Dunia seolah berhenti berputar sejenak.


Lalu dia flashback ke belakang resepsi temannya waktu itu, karena malamnyalah dia dan vita tidur pertama kali.iya sekitar dua bulan lalu.


“Apa saya mimpi? Dokter ngga bohong kan? Tanya bram lebih serius.


'apa ini hanya mimpi atau benar - benar nyata Ya' gumam bram


Dokternya pun maklum, mungkin ini memang tidak mereka rencanakan, pikirnya.


Mengingat belum genap setahun ibu vita melahirkan anak pertama, pikir ibu dokter lagi.


Padahal pikiran bram beda, aku bisa punya anak, aku laki - laki sejati, batinnya.

__ADS_1


“Tidak pak, istri bapak sedang hamil sekitar 8 minggu. Dan yang lebih mengejutkan bayi bapak sepertinya twin( kembar), apa ada keturunan kembar pak” jelas dokternya.


Bram masih melongo, dia tidak menjawab pertanyaan dokter itu, l dia pun berlari dan memeluk vita yang masih lemah. Beberapa waktu dia memeluknya dan menciumi wajahnya semuanya.


'terimakasih vit, kamu sekarang mengandung anakku,' batin bram sambil menciumi vita tanpa peduli dokter dan perawat yang ada disana.


Ternyata aku laki-laki sejati, pikir bram lagi su-dah berurai air mata.


Terimakasih Tuhan, doanya dalam hati.


Lalu bram kembali lagi ke meja dokter dengan sangat sumringah saking senangnya.


“Lalu apa yang harus saya lakukan dokter,” kata bram ke dokternya sambil senyum bahagia.


"tolong ibunya jangan terlalu capek pak, apalagi sekarang ibunya hamil kembar, harus benar - benar di jaga, begitupun keseimbangan gizinya" ucap dokter SpOG nya.


“Ini saya sudah resepkan vitamin pak, ditambah makanan yang sehat di rumah ya pak. Trus sampe tri mester pertama kurangi dulu berhubungan ya pak, bukan berarti tidak boleh tapi dibatasi,” jelas dokternya tersenyum lalu menyerahkan resepnya ke bram.


"baik dokter"


Bram menerima dengan gembira dan dia menyuruh leo yang setia menunggu diluar ruangan.


“Tolong kamu tebus ini, setelah itu kamu boleh pergi ke kantor. Aku tidak bisa ke kantor, tolong handle kerjaanku minggu ini. Istriku lagi hamil leo,,” katanya dengan sangat senang walaupun masih ada sisa air mata disana tapi ini air mata bahagia.


Leo yang mendengar itu pun ikut senang.


Dari dulu dia sudah ikut keluarga bram mulai dari supir keluarga. Jadi dia cukup tahu dulu gimana rumah tangga bram dan istrinya feni. Mereka sering berantem gara-gara keluarga mereka menginginkan keturunan. Sampai bram terpuruk dan leo diangkat jadi supir pribadinya karena bram sering minum sampai mabok.


Akhirnya orang tua bram menyekolahkan leo lagi setelah mengantar bram ke kantor tiap pagi, dan setelah lulus leo diangkat jadi asisten pribadinya bram. Saat leo menikah keluarga bram langsung menghadiahkan rumah untuk leo. Karena itulah leo sangat menghormati dan menyayangi bram. Sekarang bram bahagia dia pun ikut sangat bahagia.


Tetap dukung ya

__ADS_1


like, coment dan vote


Terimakasih🙏


__ADS_2