
PINDAH RUMAH
Pagi ini vita bangun terlambat. Dia masih malas sebenarnya untuk bangun. Tapi rasa mual membuatnya harus segera ke kamar mandi.
Vita yang tiba-tiba bangun pun langsung membangunkan bram juga.
“Kenapa?, kamu mau muntah”? Tanya bram penuh perhatian.
Sebelum bisa menjawab vita sudah menutup mulutnya dan lari ke kamar mandi.
“Hati-hati”, perintah bram sambil ikut mengikuti vita ke kamar mandi. Dia sangat khawatir kalau vita jatuh karena buru - buru. Apalagi vita sepertinya menahan muntahan dari mulutnya serta menahan gejolak perut juga.
Dia memijitin tengkuk vita dengan telaten di kamar mandi. Melihat vita muntah - muntah begitu membuat bram sangat tidak tega melihatnya.
“Udah”, ucap vita sambil bangkit.
"udah sayang, ayo" ujar bram membantu vita untuk berdiri.
Bram pun mengambil tissu dan melap sekitar mulut vita yang belepotan karena habis muntah. sedikitun tidak ada rasa jijik bram melakukannya padahal bram adalah orang yang perfeksionis, tidak suka sama yang kotor.
“Ya udah, ayo sayang,” ucap bram sambil memapah vita. Lalu dia membawa vita ke tempat tidur lagi.
“Duduk dulu ya aku ambil minum hangat dulu,” ucap bram sambil berjalan kearah dispenser lalu menyerahkan gelasnya ke vita untuk minum.vita pun minum air yang diberikan oleh bram.
“Apa kamu mau tidur lagi,” tanya bram ke vita.
Vita pun menggelengkan kepalanya.
“ngga Kak, Aku ingin lihat amel”, kata vita sambil bangkit dari duduknya.
“Ya sudah, ayo”, ucap bram sambil berjalan menggandeng vita menuju kamar amel.
Ternyata amel sudah bobok lagi, maklumlah anak bayi, setelah kenyang dan cape bermain dia akan minum susu lanjut bobo.
"ogah dia sudah bobo lagi kak" ucap vita sama bram.
"iya vit, dia lucu banget kalau sudah tidur pulas" ucap bram sambil senyum mengamati tubuh amel yang tertidur pulas.
Vita mencium kening putrinya lalu membetulkan sebelah tangannya yang terentang terhalang bantal.
'Makin lama makin nyata kalau dia sangat mirip bang rendy' batin vita
'apa kabar ya bang rendy sekarang, pasti dia sudah bahagia dan sukses'
'Tapi syukurlah kalau dia sangat bahagia, karena aku juga sudah sangat bahagia' batin vita.
"ayo sayang kita sarapan dulu, biar kan amelnya bobo" ucap bram menuntun vita keluar dari kamar amal.
"iya kak"
Mereka berdua keluar dari kamar amel dengan tangan bram selalu merangkul pundak vita posesif.
__ADS_1
"Nanti setelah sarapan kita langsung ke rumah mama ya, kemarin mereka pesan begitu" ucap bram minta persetujuan.
"iya kak"
Setelah sarapan mereka pun siap-siap mau ke rumah mertuannya.
Semua sudah beres di mobil, vita pun keluar menuju lift bersama bram dan juga amel yang di gendong bi sumi.
Begitu sampai bawah bram membukakan pintu untuk vita lalu dia mengitari depan mobil dan duduk dikemudi. Mereka pun menuju rumah bu leli.
Di perjalanan mereka melewati restoran sea food. Vita pun ingin makan ikan gurame goreng kering tambah sambal pedas.
Bram bingung karena restoran itu belum buka.
Tapi vita bersikeras ingin makan ikan gurame goreng kering direstoran itu.
Bram pun telepon leo asistennya. Tapi leo tidak tahu siapa pemilik restoran itu. Akhirnya bram telepon papanya.
dddrrrrttt dddrrrrttt
“Halo bram,sudah dimana", papa
“Halo pa, masih di jalan x, papa tahu ngga restoran x ini milik siapa” bram
“Emang kenapa bram” papa
“Vita ingin makan ikan gurame kering disini sekarang pa”, bram
"maunya sekarang pa, tadi aku bilang nanti juga dia langsung wajah sedih"
“Oh tunggu sebentar papa telepon teman papa ya,” papa
"iya pak, makasih pa"
Tidak berapa lama papa bram telepon balik.
"halo pa"
“ Oh itu punya om x bram, sudah ada karyawan di dalam. Masuk aja” ucap papanya.
"ohhhh benaran pa"?
"iya, teman papa itu pasti sudah telepon karyawannya di situ"
"oke Pa, makasih ya pa"
“iya, Jangan sampe cucu papa ileran ya, “ ucap papa senang.
"iya pa"
Akhirnya mereka masuk ke dalam restoran yang masih tutup itu. Dan dua orang pelayan sudah melayani mereka pagi ini untuk makan gurame goreng sesuai selera vita. Setelah itu mereka berangkat lagi ke rumah ibu leli mertuannya vita.
__ADS_1
Di rumah mertuannya mereka sudah disambut dengan senang hati. Bahkan ibu leli khusus belanja tadi pagi khusus buah selera ibu hamil. Vita benar-benar seperti ratu.Karena mereka sudah makan direstoran sebelum kesini ibu leli menyuruh vita istirahat dikamar nanti makan siang dibangunin.
Bram membimbing vita ke kamarnya dan karena sudah kenyang vita pun mulai ngantuk dan akhirnya tidur. Sekarang vita memang sangat gampang mengantuk. Bram yang melihat istrinya sudah tidur pun senang, dia ingin anaknya bertumbuh dengan sangat baik. Dia kecup kening vita dan menyelimutinya setelah itu dia menemui orang tuanya di ruang keluarga.
“Vita tidur”? Tanya bu leli ke bram
“Geger iya ma”, jawab bram sambil senyum.”dia sudah kekenyangan, tadi makan ikanya 3 ekor” ucap bram sambil tertawa.
“Porsi makan ibu hamil memang selalu meningkat bram, apa lagi anakmu kembar,” jawab mama menjelaskan.
“Apa dia suka muntah-muntah bangun tidur”? Tanya bu leli.
“Iya ma, hampir tiap hari belakangan ini.! ujar bram mengingat vita selalu muntah - muntah.
“ Kalian langsung tinggal disini aja ya,” ucap bu leli.
“Iya bram, jangan di apartemen. Oh ya ma selama vita hamil muda, mama disini aja dulu jagain cucu dan mantu kita. Takutnya gada yang perhatiin kalau bram lagi kerja”, perintah papanya bram.
Bram pun senang mendengarnya.
"bram juga berpikir begitu Pa, tapi takut nggada yang urus papa" ujar bram
"kali ini papa ngalah dengan senang hati, demi cucu papa" ucapnya serius. Bram pasti sangat senang mendengarnya karena dia bisa berbagi tugas dengan mamanya.
"terimakasih pa" ucap bram
Karena dia akan bisa bekerja dengan fokus kalau mamanya yang mengurus vita.
Keesokan harinya papanya pulang ke singapura sementara bram sekeluarga sudah pindah ke rumah orang tuanya.
Bram sangat senang karena ada temanya menghadapi ibu hamil.
Bram mengambil libur sehari untuk mengurus kepindahan mereka. Dia tidak mau hanya menyuruh orang untuk mengurusnya. Dia ingin turun langsung juga mengurus segala sesuatunya.
Setelah semua beres sore harinya mereka semua santai di rumah ibu leli.
"kak bram mau di buatin kopi"? tanya vita
"ngga usah vit, bi sumi aja" potong sang mertua.
"ngga apa - apa ma, buat kopi doank. " ucap vita tersenyum
"hati - hati sayang" ucap bram mengingatkan.
"asiap bos" ucap vita becanda.
Halo semua
Dukung terus ya karya ini
Like, coment dan cita.
__ADS_1
Terimakasih