Terima Kasih , Untuk Luka Ku

Terima Kasih , Untuk Luka Ku
EPISODE 63 - EPISODE 64


__ADS_3

DIA PERNAH DATANG


Setelah makan siang dengan nasi padang ala kampung mereka masih duduk sambil cerita banyak.


Bi erna masih enggan jauh dari vita. Dia masih saja banyak yang dia ceritakan sama vita.


“Gimanalah ceritannya kamu berangkat ke jakarta”, tanya bi erna ke vita.


“Aku ketemu temanku berta bi, kakaknya di jakarta. Uang yang aku bawa waktu itu cukup untuk ongkosku. Akhirnya atas bantuannya aku cati tiket bis menuju jakarta. Disana aku dijemput kakanya trus aku kerja di warteg. Trus pas ke gereja ketemu ibu mertuaku. Aku diajak kerumahnya dan dijodohkan sama bram suamiku ini,” ucap vita tersenyum sambil melirik suaminya. Bram juga ikut tersenyum.


“Berarti.....maaf vit kamu tidak jadi....,” ucap bi erna ragu.


“Tidak jadi apa bi, tidak jadi menggugurkan,” tanya vita agak pelan karena ada anak-anaknya duduk disitu.


“Hmmmmm”, bi erna mengangguk-angguk.


“Tuh anaknya bi, amelda. Waķtu itu mertuaku sudah tahu keadaanku bi karena aku pingsan, bram juga sudah tahu semuannya. Ngga ada yang saya rahasiakan bi,” ucap vita melirik suaminya.


“Waktu itu mertuaku ingin membantuku bi, dia menyuruh bram menikahiku supaya anakku ada ayahnya. Karena suamiku juga pernah gagal bi, sebelumnya, dia sudah lima tahun bercerai dengan istrinya karena belum punya anak”, jelas vita lagi.


Bi erna sangat lega mendengar penuturan vita, ternyata hidup vita sekarang tidak menderita, bahkan senang.


“Sebulan setelah kamu pergi rendi datang kerumahmu. Aku memukulnya waktu itu,” kenang bi erna.

__ADS_1


“Dia sama sekali tidak melawan, bahkan dia masih berani menemui bapakmu nanya keberadaanmu,” jelas bi erna sambil menerawang.


“Waktu itu kami berpikir dia tidak bertanggung jawab dan mencampakkanmu, ternyata tidak. Dia terus bertanya tentang kamu. Karena putus asa dia tidak fokus kuliah, akhirnya pulang dan selalu mabuk-mabukan. Lebih parahnya lagi setelah dua tahun dia baru tahu kalau waktu itu kamu hamil ketika ngga sengaja bapaknya menyalahkan mamanya. Dia tambah terpuruk, ngga mau ngapa-ngapain lagi. Seharian dia minum,” jelas bi erna panjang lebar.


SUDAH BERLALU


“Sekarang dia menikahdengan saudara jauh mamanya. Tapi mereka juga belum punya anak sehingga dia mengambil keponakannya anak dari kaka istrinya”, jelas bi erna.” Siapa yang nyangka anaknya sudah dewasa.” Ucap bi erna lagi.


“Sekarang semua itu masa lalu bi, dan sudah berlalu. Mereka dulu menyuruhku menggugurkanya, berarti buat mereka anak itu sudah tiada. Ini anakku dan bram bi, bram yang menemaniku hamil dan melahirkan dan membesarkannya.” Ucap vita tegas.


“iya bi, saya setuju dengan istri saya, amel adalah putriku sampai kapan pun,” ucap bram.


“Saya masih ingat pertama kali vita mau melahirkan amel bi, aku keringat dingin, aku kasian aku salut sama vita, dia ngga pernah nyerah bi, padahal aku sudah ngga tega lihat dia kesakitan.” Kenang bram saat kelahiran amel.


“Saya juga lihat gimana cara vita merawat anak-anak. Dia sangat telaten bi,” jelas bram lagi.


“Ngga apa-apa bi, amel juga sudah besar sudah punya pacar lagi. Dia juga sudah tahu ceritannya kok bi,”ucap vita ke bi erna.


“Biar bagaimana pun amel juga harus kenal sama ayah kandungnya dan keluarganya, tapi untuk menjadi bagian dari mereka keknya nggak dulu deh,” Jelas vita yakin.


“Rendy itu masa lalu bi, keluarganya juga masa lalu. Semua tentang dia sudah masa lalu. Sekarang masa depanku sama bram dan anak-anakku. Yang berlalu biarlah berlalu,” ucap vita sangat yakin.


******

__ADS_1


Malam harinya vita belum bisa istirahat karena banyak tamu yang datang. Hampir semua orang sekampung datang ke rumah mamanya vita.


“Hoi vit, kamu masih cantik banget, aku sudah tua nih,” ucap salah satu kakak kelas vita waktu sma.


“Sekarang kamu sukses ya,” ucapnya lagi.


“Anak-anakmu ganteng banget nih, cantik lagi ceweknya,” ucapnya lagi dengan serius.


Vita masih senyum- senyum mendengar ocehan kaka kelasnya ini. Dari dulu sampai sekarang bawelnya masih sama, batinnya.


“Kakak bisa aja,” ucap vita merendah.


“Kakak nh yang sudah sukses” ucap vita lagi sambil senyum.


“Hei vita,” kata seorang nenek sambil memeluk vita.


“ Inikan anak si rahman,” ucap nenek itu lagi seolah bertanya.


Semua yang disana juga jadi ikut tertawa. Vita dan keluarga juga merasa sangat tersanjung disambut hampir satu kampung. Bi erna udah sibuk membicarakan besok diadakan syukuran kepulangan vita. Sekampung disuruh makan bersama layaknya pesta yang sudah direncanakan.


Setelah mendengar dari orang-orang bahwa vita pulang rendi pun pergi mrngikuti temannya ke rumah vita. Setibanya disana dia sudah melihat banyak sekali orang. Dari jauh dia lihat beberapa orang yang asing di kampung ini, ternyata itulah vita sekeluarga.


Rendi melangkah ragu mengikuti temannya lalu menyalami vita.

__ADS_1


“Vita masih ingat abang ngga”? Bang berman,?” ucap berman mengingatkan lalu menyalami vita.” Klo yang dibelakangku ini pasti kamu ingat kan, abang rendi,” ucap berman lagi berseloroh.


Rendi sudah salah tingkah, sedih, senang, kaget, ngga percaya. Semua campur aduk perasaannya. Dan saat bersalaman dengan vita matanya sudah berkaca-kaca, kenapa kamu kembali bersama orang lain vit, batinnya.


__ADS_2