Terima Kasih , Untuk Luka Ku

Terima Kasih , Untuk Luka Ku
EPISODE 65 - EPISODE 66


__ADS_3

HATIKU BERGETAR


“Apa kabar vit,” ucapnya dengan gemetar, begitu juga tangannya yang sedang bersalaman dengan vita. Vita melihat rendi sangat gugup dan terlihat agak tua dibanding umurnya. Kenapa kamu jadi begini bang, batin vita.


Vita yang melihat rendi gugup pun nencairkan suasana.


“Saya baik bang, oh ya kenalin ini bram suamiku, anakku yang cewek amelda dan yang cowok kenzo kenzi,” terang vita satu persatu.


Saking gugupnya rendi lupa untuk menyalami bram suami vita yang ada disebelah vita. Tapi setelah menyalami anak-anak vita dia balik lagi ke suami vita.


Setelah itu dia menyalami amelda. Entah kenapa rendi ingin sekali memèluk anak perempuan vita. Dia seperti mendapatkan sesuatu yang dia sendiri tidak mengerti. Lama dia memperhatikan wajah amelda seperti tersihir oleh gadis itu. Amelda juga merasakan hal yang sama. Amel dan rendi sama-sama terpana, entah apa yang membuat keduanya seperti merasakan getaran dalam hatinya. Rendi sudah berlalu dengan perlahan, amel juga melepaskan salamannya perlahan. Apakah ini ayah”,? Batin amel.


Benarkah laki-laki yang sudah setengah tua ini ayahku? Berati ayahku tidak hidup senang selama ini, batin amel.


Rendi merasa ada sesuatu dengan anaknya vita. Setelah mereka bersalaman mereka pun duduk bareñg-bareng dengan penduduk yang lain.


Bi erna yang melihat kedatangan rendi pun mendekatinya,Karena bi erna pikir rendi harus tahu kalau dia sudah punya anak kandung. Apalagi bi erna sebenarnya tahu bagsimana dulu cinta rendi sama vita, hanya saja terhalang oleh restu orang tuannya.Dia kasian sama rendi yang sampai sekarang belum punya anak kandung.


“Ren, ikut bibi bentar ke belakang,” ucap bi erna sambil menepuk bahu rendi


“Napa bi,” tanya rendi sambil mengikuti bibi erna.


“Ren,tapi kamu cukup tahu aja ya, karena selama ini kita sudah dekat.” Ucap bibi erna.


“Sebenarnya dulu vita ngga menggugurkan anakmu katanya,” bisik bi erna dekat telinga rendi. Biarpun bini erna berbisik tapi itu sudah suara menggelegar di telinga rendi, ada rasa tidak percaya, ada rasa senang.


“Masa”, jawabnya melongo


“Hmmmmmmmm” ucap bi erna manggut- manggut.


“Berarti....” rendi tidak melanjutkan lagi tapi melongo bengong.


“Iya ren, amelda itu putrimu,” ucap bibi erna.


“Tapi tolong jangan bertindak yang merusak kebahagiaan vita dan amelda, cukup kamu tahu aja ya,” ucapnya.

__ADS_1


Mendengar itu rendi jadi terharu dia melirik lagi kedalam rumah kearah amelda, wajah yang sangat mirip dengannya. Kenapa aku tidak sadar tadi, pikirnya. Air mata yang dari tadi dia tahan pun mengalir deras.


Ternyata sebenarnya aku sudah punya anak gadis, bathin rendi, tapi sulit untuk kugapai, batin rendi lagi. Dari jauh dia pandangi wajah putrinya.


Terimakasih vit, kamu mau melahirkan anakku, bathin rendi. Setelah merasa puas melihat putrinya dia pun langsung pulang ke rumahnya.


DIA PUTRIKU 1


Sepanjang perjalanan dari rumah orang tua vita ke rumah rendi yang bersebelahan dengan rumah orang tuanya pikiran rendi kemana-mana. Dia senang ternyata ada anak kandungnya, dia sedih dia tidak bisa bersama anak kandungnya malah dia pelihara anak saudaranya.


Tuhan, kenapa Tuhan menghukumku sebegini rupa, batin rendi.


Karena terlalu bingung rendi bukan masuk kerumahnya tapi malah masuk kerumah orang tuanya. Ibunya sedang tiduran dilantai sambil nonton tv, sedangkan ayahnya duduk di bangku dekat ibunya.


“Kenapa kamu kek orang linglung, jam segini sudah mabuk. Tuh kata orang vita datang sudah sukses noh, bukan kek kamu,” ucap papanya pedas karena rendi selalu mabok tiap hari. Tapi bukanya kesal rendi malah dudul dikursi dekat papanya. Biasanya dibilangin dia pasti kesal trus pergi begitu aja. Melihat itu papanya bingung, kenapa nih anak batinnya.


“Saya sudah ketemu vita pa,” ucapnya lemah.


“Trus”, tanya papanya lagi.


“Huhhhhh ngga tahu pa,” jawab rendi menunduk tapi air matanya sudah menetes. Melihat itu papanya jadi kasihan, apa lagi rendi sampai meneteskan air mata.


“Sudahlah ren, kalian sudah tua, sudah punya kehidupan masinģ-masing. Jalani aja hidupmu sekarang,” ucap papanya tùlus karena dia sadar keadaan anaknya begini korban keserakahan orang tuannya.


“Tapi bagaimana kalau ternyata dulu vita tidak menggugurkan anakku pa,” tanya rendi makin sendu. Mendengar itu mamanya pun ikut nimbrung.


“Memangnya vita melahirkan anakmu itu ren,” tanya mamanya antusias karena mereka tidak terpikir akan hal itu. Menurut sepengetahuan mereka vita sudah menggugurkan kandungannya lalu pergi. Papanya rendi lebih terperangah lagi, ternyata mereka punya cucu yang kandung dari rendi. Mereka dalam sekejap sangat antusias, tapi detik berikutnya mereka masing-masing terdiam. Bagaimana cara menanyakan hal ini ke vita? Kalau pun iya apa vita mau menunjukkan anak itu je mereka mengingat perlakuan mereka. Tapi melihat keterpurukan rendi mamanya bertekad untuk mencari tahu.


“Rendi kenapa kamu curiga vita melahirkan anakmu”,? Tanyà mamanya yang baru duduk dari tidurannya.


“Waktu menyalami gadis itu aku merasa sangat hangat ma, aku ingin banget memeluknya. Padahal aku baru pertama melihatnya,” ucap rendi sambil mengingat jabatan tànganya tadi dengan amel.


“Wajahnya persis aku pak,” ucap rendi sambìl meneteskan air mata.


“Kenapa kamu tidak langsung nanya vita,” tanya mamanya lagi.

__ADS_1


“Saya takut, saya takut menyakiti vita lagi. Saya belum tahu apa dia berterusterang dengan keluarganya. Saya takut anak itu juga tidak menganggap saya. Saya bingung pak,” ucap rendi sambil meremas rambutnya kasar.


“Ya sudah kamu pulang dulu, tidur jangan minum-minum lagi. Minimàl selama mereka disini, kamu ngga mau kan makin terlihat ngga pantas,” ucap papanya. “ nanti coba kita pikirkan lagi cara menanyakannya, minimal anak itu harus tahu kamu ayahnya. Kalau dia benci kamu itu wajar karena kamu yang salah, tapi lebih baik benci daripada tidak dikenal,” ucap papanya lagi.


“Rèndi tidur disini ajalah, sudah malas kemana-mana,” ucapnya sambil merebahkan diri dilantai dekat tv.


Melihat anaknya tambah terpuruk mamanya rendi tambah merasa bersalah. Dia tidak tahu harus berbuat apa. Semua kesombongannya dulu sudah hancur sekarang.


Bahkan dikampung itu sekarang rendi yang paling gagal diantara teman-tèman sepantarannya.


Sekarang anaknya ini tertidur diatas tikar plastik sederhana ini dengan sejuta beban. Bahkan tidurnya pun kelihatannya gelisah.


Maafkan aku Tuhan, doa mama rendi minta ampun. Aku sudah menghancurkan anakku dengan keegoisanku, batinnya.


Keesokan harinya orangtua rendi berinisiatif untuk berkunjung khusus ke rumah orang tua vita. Sudah banyak orang yang masak-masak disana, ada yang bersih-bersih juga.


Orang tua rendi disambut oleh orang tua vita.


“Masuk pak, duduk dulu,” ucap papanya vita.”vit, vita, ada tamu,” ucap papamya.


vita yang lagi didapur sama beberapa ibu-ibu pun melihat kearah ayahnya. Bram dan anak-anak sedang membakar-bakar jagung diluar bersama delon dan anaknya.


“Pi, amel ke depan bentar yo ada tamu,” ajak vita ke suami dan anaknya amel. “kenzo kenzi aja yang lanjutin bakar jagungnya ya,” ucap vita ke delon adiknya.


“Siapa pa,” tanya vita sambil mengingat- ingat. Tapi tetap ngga dia ingat karena wajah mamanya rendi benar-benar sudah terlihat tua begitu juga bapaknya.


“Maafin tante vit,” ucapnya mamanya rendi sambil jatuh seperti bersujud dihadapan vita.


“Eeehhhhjj eh eh jang..jangan begini jangan begini,” ucap vita bingung kenapa harus begitu, dia baru sadar bahwa ini kedua orang tua rendi.


Vita pun menarik mamanya rendi untuk berdiri. “Jangan begini tante, semua bisa dibicarakan,”ucap vita serius sambil melirik suaminya.


“Ayo duduk dulu tante, om”, ucap vita sambil menyalami ayah rendi.


“Oh ya om tante kenalin ini bram suamiku, ini amelda anak pertamaku dan sikembar noh lagi bakar jagùng,” Jelas vita.

__ADS_1


__ADS_2