Terima Kasih , Untuk Luka Ku

Terima Kasih , Untuk Luka Ku
EPISODE 71 - EPISODE 72


__ADS_3

BERJUANG BERSAMA


Amel sebenarnya masih bingung dengan keadaan ini, karena ini hal baru buatnya. Yang ada dalam bsyangannya selama ini dia ingin bertemu ayahnya yang tidak menginginkanya dalam keadaan ayahnya yang lebih baik bukan terpuruk kek sekarang.


Akhirnya amel pun bicara setelah melihat ayahnya terus sesenggukan.


“Ayah,” untuk pertama kali amel memanggil ayahnya dengan sebutan ayah. Tapi justru itu yang membuat rendi makin terharu.


“Jangan menangisi masa lalu lagi, semua sudah berlalu. Kita semua berjuang aja yah,” ucap amel ingin membuat rendi bangkit. Bagaimana pun rendi adalah ayah kandungnya.


“Iya nak huk huk huk,” ucap rendi makin sesenggukan masih memeluk amel.


Amel pun membiarkan ayahnya memeluknya sepuas hatinya. Setelah lumayan lama rendi pun melepas pelukannya lalu dia mengajak amel duduk bersama.


“Jadi besok kalian sudah pulang,” tanya rendi masih dengan nada sendu setelah mereka duduk bersama.


“Iya ayah,” jawab amel canggung dengan panggilan itu.


“Apa kamu nanti masih ingat ayah,” tanya rendi dengan ekspresi ketakutan.

__ADS_1


“Ayah, maaf bukan aku melupakanmu, tapi memang aku masih baru dengan semua ini, dari dulu aku sudah sangat nyaman dengan papa, dan papa juga oma opa sangat sayang padaku. Jadi hampir tidak ada bagian hidupku yang terhilang. Aku sendiri kaget pertama tahu silsilah hidupku tapi karena aku sangat percaya dan sayang sama mamaku jadi aku bisa menerima keputusan dan alasan beliau. Tapi kalau ayah bertanya seberapa besar pengaruh masalah ini dalam hidupku, hampir tidak ada ayah. Aku tidak merasa kehilangan atau ada tambahan apa-apa selain aku tahu bahwa ayah adalah ayahku. Aku akan mencoba ayah memberikan makna yang lebih dari panggilan ayah, tapi biarkan waktu yang menjawab.” Jelas amel mengungkapkan perasaan hatinya panjang lebar.


Mendengar itu sebenarnya rendi sangat sedih tapi dia tidak mau dilihat anaknya sedih lagi. Dia harus berlapang dada, syukur anaknya masih mau menemui ayahnya..batinnya.


“Baiklah nak, besok hati-hati dijalan ya. Kalau kamu ada sedikit waktu kapan-kapan telepon ayah,” ucap rendi dengan sangat sedih.


“ mel, nenek tahu kamu tidak kekurangan apa pun, tapi jika suatu saat kamu butuh sesuatu kasi tahu kami ya nak,” ucap mamanya rendi lagi.


“Baik nek,” ucap amel.


Lalu amel mengambil amplop dari balik jaketnya dan dia serahkan ke rendi ayahnya.


“Ayah, ini adalah tabungan dari hasil toko kueku, biarpun sedikit ayah gunakan untuk yang baik demi masa depan ayah, jangan untuk minum-minum,” ucap amel penuh harap. Rendi pun sebenarnya tidak mau menerima pemberian amel, tapi karena amel terus memaksa dan menyodorkannya akhirnya rendi ambil dan berjanji dalam hati untuk berubah.


Besok paginya vita sekeluarga sudah bertolak ke kota. Sebelum berangkat banyak orang sekampung yang berkumpul di rumah orang tua vita. Mereka semua ingin menyalami vita sekeluarga. Tetapi dari keluarga rendi tidak ada yang terlihat karena katanya rendi tidak kuat melihat amel pergi.


Mobil mereka sudah siap didepan rumah begitu juga supirnya. Satu-satu mereka bersalaman. Vita memberikan sejumlah uang kepada orang tuanya dan juga bi erna.


“Tidak usah vit, kamu pulang aja mama sama bapa sudah senang,” ucap ibunya vita sambil memeluk vita.

__ADS_1


“Ngga apa-apa bu, ini tabunganku untuk bapa dan ibu.,” terang vita lagi.


Bram juga tidak lupa memberikan angpao untuk ayah mertuannya. Mulanya bapanya vita menolak tapi karena bram tetap memaksa maka ayah vita juga menerimanya.


“Terimkasih ya nak,” ucap bapaknya.


“Saya yang berterimakasih pak, sudah membesarkan dan mendidik vita untuk saya,” ucap bram yakin. Mendengar itu bapanya vita pun senang karena bram sangat menyayangi vita dan membahagiakan vita.


“Amel pamit ya nek dan kakek”, ucap amel kepada orang tua vita bersamaan.


“Ini ada sedikit tabungan amel, tolong gunakan untuk keperluan kakek dan nenek ya,” ucap amel lagi.


“Semoga pekerjaanmu lancar ya nak dan penuh berkah,” ucap mama vita.


Giliran kenzo dan kenzi salaman dengan semuanya. Akhirnya semua senang, setiap yang datang vita kasih sedikit uang begitu juga bramdan amel. Sementara kenzo kenzi hanya mengikuti dengan senyam senyum karena belum bekerja.


Sebelum masuk mobil vita masih memanggil adiknya delon karena riko sudah pulang duluan ke kota B.


“Dek, nanti tolong tanyain tukang ya, benarinn rumah ini seperti yang kita bicarakan kemaren. Tanyain semuannya dan biayannya. Langsung kasih tahu aku ya,” ucap vita sambil mencubit pipi anaknya delon yang sedang digendong delon.

__ADS_1


“Daaaaaas daaaaa,” kita jalan ya.


Sementara bibi erna dan delon masih mengantar mereka sampai kecamatan. Setelah itu mereka langsung menuju bandara untuk pulang kè jakarta.


__ADS_2