Terima Kasih , Untuk Luka Ku

Terima Kasih , Untuk Luka Ku
PART 36 ULANG TAHUN VITA


__ADS_3

ULANG TAHUN VITA


Hari- hari vita dan bram sekarang dipenuhi kebahagiaan. Setiap hari vita mengasuh anaknya yang walaupun dibantu pengasuh tapi dia tetap turun tangan, menyiapkan suaminya berangkat kerja sampai menyambutnya nanti malam pulang kerja.


Vita sangat bahagia. Karena kesibukannya vita pun lupa dengan hari ulang tahunnya, malah bram suaminya yang ingat dan antusias menyambutnya.


Dan malam ini bram sudah menyiapkan satu kejutan untuknya.


“Sayang, malam ini aku mungkin pulang malam ya,” nanti harus makan malam dengan pemilik perusahaan x yang menggunakan jasa perusahaan kita”, ucap bram sambil pura - pura membereskan bajunya takut menatap mata vita, takut ketahuan kalau dia sedang bohong. Sejujurnya bram bukan orang yang pintar berpura -pura.


“kamu nanti langsung tidur aja ya? Ucap bram lagi saat dia ingin berangkat diantarkan oleh vita sampai pintu.


“Oh iya kak, hati-hati ya”, katanya tanpa curiga.


Sampai jam 10 malam vita masih nonton tv. Dia mulai ngantuk, dia melihat jam sudah jam 10.


Bram belum pulang juga ya, batinnya.


Akhirnya dia pengen tidur di kamarnya aja.


Setelah melihat ketiga anaknya dia pun masuk kamarnya.


Tapi begitu masuk kamar pikirannya balik ke bram, akhirnya dia mengambil hpnya dan menghubungi bram.


Deeerttttt


Deeeerrrrttttt


Deeerrrrrrrtttt


Sampai tiga kali dia coba belum diangkat juga.


Memang makan malam sama siapa sh, bathinnya.


Setelah lama menunggu bram, sekitar jam setengah dua belas vita pun tertidur disofa yang ada dikamarnya. Bram pun pulang jam 12 kurang dikit.


Begitu masuk dia ngasi kuenya ke bi sumi, minta disiapkan di sofa ruang tamu.


Bram masuk ke kamar, dia lihat vita tidur disofa.


Pasti kamu ketiduran nunggu saya, batinnya.


Setelah membersihkan diri bram pun turun bertanya ama bi sumi apa sudah siap yang diangguki oleh bi sumi.


Lalu dia naik lagi dan mendekati vita yang masih tidur.


Dia mencium vita perlahan tapi membuat vita langsung terjaga.

__ADS_1


“Ehh kak bram dah pulang”, tanya vita masih setengah sadar.


“Iya sayang, aku lapar temanin aku turun makan”, ucap bram yang langsung diangguki oleh vita.


“Ayo, kok bisa belum makan sh, katanya habis makan malam ?” selidik vita.


"iya sh, cuma karena tadi lama banget aku jadi lapar lagi" ucap bram sambil senyum cengengesan.


"jangan biasakan nahan lapar kak, makan tengah malam begini juga kurang bagus lho"


Bram hanya melempar senyumnya.


Bram pun langsung menggandeng vita turun ke meja makan. Vita hanya menggunakan baju tidur yang biasa dia gunakan sehari - hari.


Melihat lauk sudah dingin vita pun ingin menghangatkannya. Bram pura - pura duduk menunggu di meja makan, dan ketika vita asyik menghangatkan lauknya bram berlalu ke ruang tamu mengambil kuenya.


Sambil dia menghangatkan makanan bram pun mengambil kue ultahnya di ruang tamu yang sudah siap tiup lilin disiapkan bi sumi .


Vita yang lagi asyik menghangatkan makanan pun kaget saat bram menutup matanya dengan kedua tangannya lalu mengarahkan vita kemeja makan.


"kak udah dulu becandanya, biar makanannya ga gosong " ucap vita. Dia ngga sadar kalau bi sumi juga belum tidur dan sedang ada disana. Bi sumi langsung mematikan kompornya dulu.


Betapa kagetnya vita saat dimeja makan matannya di buka ada kue ulang tahun lengkap dengan ucapannya.


tadaaaa


happy birth day to you


happy birth day to you


happy birth day to you


“Hari ini kamu ulang tahun sayang, maaf ya mungkin aku belum bisa membahagiakan kamu,” ucap bram serius sambil kembali memeluk istri tercintanya.


Vita masih kaget dan tidak percaya dengan ini, pasalnya sampai seusia ini vita bukan orang yang terbiasa merayakan ulang tahunnya, bahkan kadang ya begitu, terlupakan.


Semua orang yang berada di sana sangat terharu melihatnya.


Dulu selagi pacaran sama rendi sih, rendi rajin memang mengucapkan selamat ulang tahun dan selalu ada hadiah kecilnya.


Sekarang tiup lilinnya dong” lanjut bram lagi membuyarkan lamunan vita tentang masa lalu.


Setelah berdoa dalam hati, vita meniup lilinya , bram pun mengucapkan selamat ulang tahun buat vita, dan vita pun memeluk erat bram.


"selamat ulang tahun sayang, semoga panjang umur, selalu sehat dan tetap disampingku sampai tua. pokoknya semua doaku yang terbaik untuk istriku ini" ucap bram tulus.


"terimakasih kak, terimakasih " ucap vita sudah meneteskan airmata. Biar bagaimana pun mengingat perjalanan hidupnya berangkat dari kampung penuh keterpurukan vita tidak menyangka sekarang bisa meraih kebahagiaan.

__ADS_1


Memiliki mertua yang baik dan sayang dan juga memiliki suami yang sayang dan perduli walau awalnya tanpa cinta. Tapi buktinya sekarang mereka bisa hidup bahagia.


“Oh ya ini kejutan kecilku, dan ini hadiah dari aku,” ucap bram menyerah kan satu kotak kecil.


"apa ini kak" tanya vita polos


"buka aja"


"sekali lagi terimakasih kak sudah ingat ulang tahunku, aku sangat bahagia" ucap vita


“iya sayang, Besok ulang tahunmu kita rayakan bersama anak-anak ya, sekarang sudah malam dan anak - anak sudah tidur,” ucap bram masih mengusap kepala istrinya.


Vita hanya bisa mengangguk karena sangat terharu. Bramlah orang pertama yang merayakan ulang tahunnya.


“Buka dong kadonya, suka ngga?” tanya bram sambil mendekatkan wajahnya ke wajah vita. Lalu vita pun membuka kado yang diberikan bram yang ternyata kunci mobil.


“Besok mobilnya diantar kesini,” tambah bram.


Sekali lagi dia menghambur ke pelukan bram.


"terimakasih kak, bersamamu aja aku sudah bahagia, sekarang aku benar - benar berlimpah berkah dan bersamamu aku merasa berharga,” ucapnya sambil berurai air mata.


Dia benar-benar terharu. Sampai usianya yang sekarang bramlah laki-laki pertama yang memberikan hadiah ulang tahun yang sangat bernilai untuknya.


“ Jangan menangis, ini hari bahagiamu,” sambil mengusap airmata vita.


"saya bahagia dan terharu kak" ucap vita disela - sela tangisnya.


"kalau dengan menangis kamu merasa apa yang kamu rasakan lebih plong, menangislah, tapi menangisnya jangan terlalu larut dan setelah ini jangan menangis lagi. Kamu hanya boleh menangis dalam pelukan aku. " ucap bram tulus sambil memeluk istrinya lagi.


"iya kak"


"Sekarang kita potong kue dulu ya, bersama bi sumi dan mbanya amelda mewakili amel" ucap bram lagi.


vita segera memotong kuenya, dan memberikan potongan pertama kepada suami tercintanya bram.


Dengan senang hati bram mengangakkan mulutnya menerima suapan kue istri tercintanya.


Mereka sangat bahagia kelihatannya, begitu juga para art dan juga orang- orang yang ada disana. Semua kecipratan kebahagiaan pasangan suami istri itu.


Hai semua pembaca setiaku


tetap dukung tulisan ini


like


coment

__ADS_1


vote


Terimakasih


__ADS_2