
KEHIDUPAN BARU
Setelah menempuh perjalanan panjang, akhirnya vita sampai di jakarta. Lusi kakanya berta pun sudah menjemput dia di terminal bis.
Sekarang dia tinggal di kontrakan lusi beserta temanya. Lusi membantu dia mencari pekerjaan, tapi agak sulit karena vita posisi lagi hamil.
Akhirnya vita pun untuk sementara membantu mencuci piring di warteg dekat rumah lusi. Sehari dia dibayar murah, tapi sudah dapat makan 3x sehari. Vita pun tidak keberatan yang penting dia bisa hidup di jakarta.
Lusi pun melapor ke perangkat rt tentang tamunya, dengan mengatakan vita adalah adik sepupunya yang pergi meninggalkan suaminya karena suaminya menikah lagi. Lusi takut terjadi apa- apa sama vita kalau tidak lapor sama rt setempat. Semua berjalan agak mudah. Vita pun sudah terbiasa bangun pagi setelah lusi dan temannya berangkat kerja dia pun berangkat ke warteg.
Dan hari minggu lusi mengajaknya beribadah.
Mungkin karena kecapean bekerja dalam posisi hamil muda, tubuh vita pun sering lemah dan kepalannya sering pusing. Kadang malam hari dia sudah tidak kuat untuk mandi, akhirnya sampai pagi lagi baru mandi.
Hari ini hari sabtu, lusi sama temannya ingin pergi belanja karena besok perusahaan mereka pergi outing keluar daerah. Vita pun dirumah sendirian malam minggu ini.
Badannya terasa cape banget, lalu dia ingat mamanya, adiknya delon yang paling dekat padanya. Kalian apa kabar?” batinnya. Mengingat itu airmatanya keluar lagi.
Terbayang lagi rendi yang mungkin sekarang pulang, karena ini hari sabtu, aku sangat merindukanmu bang, kata vita lirih. Kamu bilang kamu akan bertanggung jawab, tapi kenapa abang menghilang? Batin vita lagi sedih.
Sekarang aku harus menanggung ini sendiri bang, hamil diluar nikah, betapa hinannya dimata orang, belum lagi kata-kata keluargamu, dan kamu yang sama sekali tidak perduli lagi, batin vita lagi.
Kamu kejam bang, bisik vita dalam hatinya.Vita tidak tahu kalau hp rendi diambil dan disimpan tantenya atas suruhan mamanya rendi setelah vita dan bibinya pulang dari rumah rendi waktu itu.
Pesannya pertama masih masuk dan dibaca tapi yang baca adalah tantenya rendi.
Malam minggu ini dia sedih lagi, aku tidak boleh ingat kekampung, tekadnya dalam hati. Pandang kedepan jangan menoleh ke belakang, batinya. Akhirnya dia tertidur dengan sisa airmata masih menetes. Lusi dan temanya pulangpun dia sudah tidur.
Keesokan paginya dia bangun agak siang, karena tidak ke warteg. Lusi dan temannya sudah berangkat pagi subuh tadi. Hari ini dia ingin beribadah. Kemarin lusi sudah kasi tahu cara naik angkot atau cara order online menuju tempat ibadah. Vita pun mandi dan siap-siap untuk berangkat ke gereja. Akhirnya ojek yang dia pesanpun datang dan mengantarkannya sampai halaman gereja. Begitu dia turun dari motor ojek, memasuki teras gereja, dia sudah mendengar alunan musik piano lagu rohani. Mendengar itu vita langsung ingin menangis, karena dia merasa dirinya kotor dan tidak layak untuk masuk ke rumah ibadah.
Lalu penerima tamupun menyalami vita dan mengantarkannya ke kursi yang masih kosong. Vita semakin merasa tidak layak. Dia mulai berdoa minta ampun sama Tuhan. Dia benar-benar minta ampun. Airmatanya tidak berhenti mengalir. Saking terbawa perasaan sedihnya yang diiringi juga musik rohani itu, dia tidak menyadari sama sekali kalau ada seorang ibu yang duduk disebelahnya. Ya dialah ibu nyonya pendeta.Yang dari tadi memperhatikan vita, karena vita menangis sepanjang acara. Setelah selesai doa berkat ibu itu menyalami vita sambil senyum.
Semua jemaat sudah berjalan keluar untuk bersalaman didepan pintu..tapi vita masih duduk di bangkunya. Ibu itu tersenyum dan memeluk dia dan mengajak vita ke kursi di belakang gereja.
“Sepertinya kamu punya masalah yang sangat berat, apa kamu ingin cerita nak”? Tanya ibu itu dengan sabar.
__ADS_1
Mendengar ibu itu bicara dengan lembut dengannya, vita tambah terisak. Dia yang merasa kotor, masih ada yang mau menyapa dia dirumah Tuhan. Dia melihat sekilas kepada ibu itu lalu dia menunduk lagi.
Airmatanya masih terus mengalir, tidak terbendung. Ibu itu pun mengusap-usap punggungnya seperti menenangkan anaknya sendiri. “menangislah kalau kamu ingin menangis, tapi kalau kamu ingin cerita ibu mau mendengarnya,” kata ibu itu.
“Setiap orang punya masalah nak, tapi Tuhan Punya lebih banyak solusi. Jangan kamu pendam sendiri,” katanya dengan sabar.
Vita pun memberanikan diri untuk mengangkat kepalanya. Dengan suara pelan dia bilang sama ibu itu” Saya manusia kotor bu,” katanya masih dengan tertunduk.
Ibu itu seperti mengerti arah persoalan vita, maka dia pun memeluk vita.
“ Memangnya apa yang terjadi” lanjutnya.
“Kalau kamu mau berbagi cerita siapa tahu ibu juga bisa membantu mencari solusi” ucapnya pelan ditelinga vita.
Melihat ibu itu sangat sabar dan baik vita pun punya keberanian untuk menceritakan dari awal kehancurannya dengan menyerahkan kesuciannya kepada kekasihnya. Semua dia ceritakan sampai dia nyampe di jakarta dalam keadaan hamil seperti sekarang. Ibu itu sepertinya tidak terkejut mendengarnya.Dia pun memeluk vita lagi dan berbisik, “Tuhan pasti memulihkan hatimu yang hancur, bukalah hatimu dan dengarkan suara Tuhan, karena Tuhan melihat hati bukan melihat fisik yang hancur,” suaranya lembut ditelinga vita.
“Terimakasih bu, terimakasih,” balas vita masih menangis Cuma dadanya yang sesak terasa longgar sedikit.
“Trus sekarang kamu tinggal dimana, sama siapa”? Tanya ibu itu lagi.
“berikan ibu no hp kamu nak, siapa tahu ibu bisa bantu kamu untuk cari kerja”, katanya.
Vitapun memberikan no handphonenya.
“Kalau begitu saya pamit dulu ya bu”, katanya.
“ terimakasih untuk nasehat ibu, saya merasa sedikit lega,” jawab vita.
“Sama-sama nak, kamu harus tetap rajin berdoa ya” pesan ibu itu sambil mengelus- elus kepala vita. Vita benar- benar merasa damai di hatinya. Diapun berdiri dan melangkah kesamping gedung gereja. Ternyata sudah sepi, jemaat semua sudah pulang.
“Sekali lagi terimakasih ya bu” ucap vita sambil menunduk kepada ibu itu yang ternyata mengantarnya sampai ke depan gereja. Vita pun melangkah menuju jalan raya, pada saat bersamaan ada motor yang sangat kencang yang hampir menabrak seorang ibu yang mau menyebrang menuju gereja.
Vitapun berteriak memanggil sambil memeluk ibu itu. Akhirnya mereka terjatuh bersama. Karena kaget dengan kejadian tersebut dan juga tubuhnya yang lagi lemah vita pun pingsan. Ibu nyonya pendeta yang baru aja melangkah masuk mendengar teriakan itu terkejut melihat vita jatuh bersama ibu lely sahabatnya.
“ Tolong bawa kedalam dulu pak,” katanya sama bapak satpam yang menolong vita.
__ADS_1
Sementara ibu lely yang jatuh bersama vita tadi tidak apa-apa dan bisa langsung bangun sendiri. Akhirnya mereka membaringkan vita disalah satu kursi gereja.
“ Kok bisa begini lel,” kata ibu pendeta itu ke ibu lely temannya yang jatuh bersama vita tadi.
“Gadis ini tadi menolongku, karena motor yang kencang tadi hampir menabrakku Din”, katanya.
“Kasian gadis ini, dia lagi banyak masalah”, kata ibu pendetanya. Dia tadi habis cerita sama saya dibelakang. Dan sekarang dia lagi hamil, suaminya ngga ada. semoga aja bayinya tidak kenapa- napa” katanya lagi.
“ ohhh.... Semoga aja ya,” sahut ibu lely lagi.
Dia pun mengambil sesuatu dari tasnya, minyak aroma terapi dan dia mengoleskannya kedekat hidung vita.
Semoga kamu cepat sadar nak, batinnya.
“Apa perlu kita bawa dia kedokter?” tanya bu lely.
“Kita tunggu dia siuman dulu biar kita tahu apa yang dia rasa” sahut ibu itu.
“Sebenarnya saya datang kesini juga mau cerita sama kamu dan suami kamu, ehh malah begini kejadiannya,” Jelas ibu lely.
“Selalu ada hikmahnya lel, percayalah. Emank kamu mau cerita apa? Apa ada masalah? Tanya ibu diana nyonya pendeta itu.
“Itu lho din, aku bingung,” kata ibu lely sambil sekali-sekali mengolesi hidung vita dengan minyak aroma terapinya.
“Papanya bram ingin aku menetap sama dia di singapura, sementara kamu tahu bram juga butuh perhatian aku disini, jelasnya panjang lebar. Karena ibu diana juga tahu bagaimana kisah bramanto anaknya ibu lely.
“Coba aja seandainya bram sudah ada yang ngurus mungkin aku akan langsung mengiyakan ajakan papanya,” lanjutnya lagi.
“Sekarang kalau aku menetap di singapura pasti bram tidak akan terkontrol lagi, takutnya tiap malam dia pergi ke club lagi’,” ucap mamanya mengingat dulu bram pernah hampir tiap malam di club minum-minum untuk melupakan kesedihannya ditinggal istrinya.
Terimakasih masih setia
dukung terus ya
Like, coment dan vote
__ADS_1
Terimakasih