Terima Kasih , Untuk Luka Ku

Terima Kasih , Untuk Luka Ku
EPISODE 60 - EPISODE 61 - EPISODE 62


__ADS_3

SAYA VITA PAK


Setelah berpelukan dan bertangisan vita pun memperkenalkan bram suaminya, dan juga anak-anaknya yang baru turun dari mobil.


“Ini abang iparmu dek,” ucap vita memanggil delon”dek” seperti dulu sambil memandang suaminya lalu bram dan delon bersalaman.


“ dan ini keponakan-keponakanmu.”


“Sini sayang,” panggilnya ke anak-anaknya yang baru pada turun dari mobil.


“kenalin sayang, ini om delon,” ucap vita ke anak-anaknya. Lalu satu persatu anak vita mencium tangan delon. Delon masih sangat terharu dengan kedatangan kakaknya setelah sekitar 20 tahun.


“Bapa sama ibu sehat,” tanya vita ke delon.


“Sehat” jawabnya sambil memanggil satu temannya untuk menelpon istrinya, supaya disuruh pulang.


“Tolong telepon kakakmu dulu, suruh pulang,” suruh delon ke temannya.


Lalu temanya itu menelpon seseorang disebrang sana , menyuruh pulang sama nertuanya juga karena ada tamu datang.


“Disana rumahku kak” kata delon sambil berjalan menuju rumahnya.


Mereka berjalan bersama, tidak naik mobil lagi menuju rumah delon dan orang tua vita.


“Bapa sama ibu tadinya masih dirumah yang lama, Cuma karena mereka seringan disini aku suruh tinggal disini aja, rumahnya aku jadikan gudang.” Jelas delon sambil membuka pintu rumahnya. Rumah yang sangat sederhana dibanding rumah vita di jakarta. Tapi vita tidak sombong dia membantu adeknya menyapu dan membersihkan rumah itu sebelum dikasih tikar plastik. Lalu dia menyuruh suami dan anaknya untuk duduk. Sebelum mereka duduk datanglah satu orang laki-kaki yang sudah terlihat tua dan juga seorang perempuan yang agak tua juga. Vita hampir tidak kenal mereka lagi kalau adeknya delon tidak memanggil bapa mama. Vita yang masih memegang ujung tikarpun langsung menghambur bersimpuh dikaki orangtua itu. Dan ayahnya pun mengangkatnya berdiri.


“Maafin vita pa,” kata itulah yang pertama vita ucapkan saat ketemu ayahnya.


“maafin vita ma,” ucapnya sambil memeluk ibunya sudah dengan sesenggukan. Lalu ayahnya pun memeluk vita lagi bersama mamanya.


Kedua orang tua vita pun nangis sejadi-jadinya melihat kedatangan anaknya. Mereka sangat shock, haru dan bangga serta ada rasa tidak percaya.


“Ternyata benar kamu adalah vita,” ucsp papanya sambil menangis. Vita pun memeluk bapaknya lagi sambil menangis sesenggukan.


“Iya ini vita pak, anak perempuan bapak, yang telah buat bapak kecewa dan malu.,” ucap vuta disela-sela tangisnya.ggg dj3r

__ADS_1


BIBI ERNA


Setelah lama berpelukan dengan orang tuannya vita pun memperkenalkan suami dan anak-anaknya.


“Ini kak bram, suami vita menantu papa,” lalu bram pun mencium tangan mertuannya.


“Ini anak-anak vita, cucu papa,” ucap bram sambil menyuruh anaknya menyalami orang tuannya. Setelah itu vita juga berkenalan dengan adik iparnya, istri delon dan anaknya angel.Sebelum mereka duduk vita masih serasa ada yang kurang yaitu bibi erna.


“Pa ma bibi erna apa kabar?” tanya vita tentang bibinya yang baik, yang dulu sangat sibuk mengurus masalahnya.


“Baik vit,” ucap mamanya sambil nenyuruh istri delon nenelpon bibi erna.


“Waktu kamu pergi bibimu sangat stress, dia mengira kamu bunuh diri di sungai yang dibelakang itu.” Jelas mama vita.


“Sampe berhari-hari dia bolak balik mau mencari kamu,” kata mamanya lagi.


Akhirnya mereka semua duduk ditikar yang baru di pasang tadi. Tidak berapa lama bini erna dan suaminya sudah datang dengàn tergesa-gesa. Kelihatan banget kalau dia sangat antusias dengan kepulangan vita. Ternyata mereka sekarang sudah lumayan mampu di banding dulu.


“Mana vita,” teriaknya masih dari teras rumah itu. Setelah dekat dia pangling dulu.


“Kamu vita adekku yang baik tapi ngeselin itu,”? Tanya erna kebih tinggi sambil menggoyang-goyang badan vita.


Vita pun menghambur memeluk bibi erna, ngga peduli bajunya yang bagus dan wangi sementara bibi erna bau keringat.


“Maafin aku bi,” tangis vita dan erna pun pecah dalam pelukan erna. Akhirnya semua orang yang berdiri disana ikut terharu dan menangis. Tidak bayak kata -kata yang keluar tapi mereka berdua sangat terhari. Setelah agak lama vita pun mengenalkan Suaminya yang dari tadi setia berdiri dibelakang vita.


“Bi, ini suamiku, dia sangat baik bi,” ucap vita sambil melihat suaminya.


“Sayang ini bibiku, adeknya ayahku ýang sangat baik samaku. Hanya yang peduli aku saat terpuruk,” jelas vita ke suaminya. Lalu bram pun mengangguk dan menyalami bi erna.


“Bi, ini cucumu, ini amelda, ini si kembar kenzo kenzi.” Jelas vita sambil menunjuk satu-satu anaknya. Dan ketiga anaknya pun mencium punggung tangan bibi erna bergantian.


sEtelah itu vita juga menyalami suami bibi erna dan juga anak-anaknya.


KAMU KEMANA

__ADS_1


sEtelah selesai acara bersalaman mereka semua pun duduk. Beberapa orang kampung juga sudah berdatangan.


Bibi erna sama vita masih bergandengan dan sekarang duduk berhadapan.


“Gimana dulu ceritanya vit, kamu pergi kemana,”? Tanya bibi erna serius. “kamu tahu ngga aku pikir kamu bunuh diri disungai itu, kami susuri sungai itu berhari-hari, nihil,” terang bibi erna masih menangis lagi.


“ kami sampe ke orang pintar buat nyariin kamu,” jelas bi erna.


“Maaf ya bi,” sekali lagi ucap vita.


“Waktu itu aku langsung naik bis antar kota, ngga ada orang memang, sepi,” vita mulai mengingat- ingat.


“Sebenarnya dari rumah juga aku sudah berniat pergi, tapi naik apa ke terminal bis,” jelas vita lagi.


“Trus pas bibi bilang besok subuh harus berangkat aku susun barang-barangku trus aku ikutin bini, niatnya aku pergi setelah itu dulu ketempat bibi itu, tapi begitu disana berhenti bis antarkota menurunkan penumpang aku langsung naik, bisnya juga langsung jalan.” Terang vita lagi.


“Waktu itu aku ngga tau lagi apa yang harus aku pikirkan bi, yang penting aku pergi dari orang-orang yang mengenal aku, aku dulu berharap juga bis itu jatuh semua meninggal tapi tidak terjadi,” jawabnya masih menangis.


“Sudah jangan nangis lagi,” kata bram sambil menghapus airmatanya.


“Nanti aja lagi ceritanya ya bi, dia kasian sudah cape. Setiap mengingat itu dia pasti menangis,” jelas bram.


“Yang penting sekarang dia sudah disini, semua sehat,” ucap bram yang diangguki bi erna dan suaminya.


“Ayo sayang, minum dulu, nanti kamu sakit lho,” ucap bram sambil membelai rambut istrinya. Sementara ketiga anaknya hanya melihat aja karena mereka tahu mamanya sudah puluhan tahun tidak pulang, pasti sangat kangen dan terharu seperti sekarang ini. Biarlah mamanya puaskan dulu.


“Oh ya bi, anak-anak belum makan nh, ada makanan ngga?” tanya vita


“Oh ayo sayang makan siang dulu,” ucap bibi sambil menyuruh delon ambil nasi dan lauk di rumahnya.


“Sampe lupa nawarin makan” kata bi erna.


“ Kalau ngga beli aja bentar nasinya bapa angel,” suruh bi erna ke delon.


Delon pun mengerti dan langsung mengambil motornya untuk membeli nasi padang. Karena di kampung tidak banyak pilihan.

__ADS_1


__ADS_2