
AKU BISA
Setelah melahirkan vita benar-benar merawat putrinya tanpa baby sister.
Tapi asiñya sudah tidak keluar. Biarpun vita merawat putrinya sendiri tapi vita tidak pernah melupakan kewajibannya sebagai istri. Tiap hari dia menemani bram sarapan dan mengantar sampe pintu mau berangkat kerja.
Hari ini putrinya sudah genap 3 bulan. Hari ini suaminya sangat sibuk kayaknya karena dia pindah kantor ketempat yang lebih bagus dari sebelumnya. Semenjak menikah dengan vita usaha bram memang menanjak maju, inilah berkah tersendiri buat bram.
Asisten leo datang ke apartemen bram tidak menunggu dibawah seperti biasa, karena ada yang harus ditandatangani oleh bram. Setelah mengetuk pintu, vita yang lagi bermain dengan bayinya sambil dia dorong- dorong strolernya membuka pintu.
“Pagi bu, pagi cantik,” ucap leo sambil menowel pipi bayi amelda
“Pagi juga pak leo,” balas vita
Seperti tahu sedang digodain amelda pun terkekeh kekeh gaya anak kecil. Melihat itu leo pun semakin gemas, dia angkat amel dari doronganya lalu dia gendong sambil diayun ayun. Amel pun makin cekikikan, dan vita yang melihat itu pun tertawa lepas melihat kelucuan anaknya dan leo.
Tanpa mereka sadari bram melihat semua itu dari tadi. Hatinya sedikit terusik, kenapa mereka bisa tertawa lepas dengan leo. Harusnya mereka tertawa lepas denganku. Kenapa aku jadi merasa seperti tersisih, batin bram.
“ Leo, sepertinya kamu senang sekali, buruan mana yang mau saya tanda tangan,” tanya bram.
“Oh iya pak, hampir lupa gara-gara amel,” jawab leo sambil menyerahkan amel ke vita. Sekali lagi tata tata ucap leo ke amel, amel pun cekikikan di gendongan vita. Melihat itu tanpa sadar bram pun tersenyum tulus. Ya, melihat senyum amel dan comelnya amel membuat bram sedikit rileks. Lalu mereka berjalan kearah ruang kerjanya untuk melakukan pekerjaannya.
Entah kenapa senyum amel tadi tetap terbayang dipikiran bram sehingga dia tambah semangat bekerja. Sungguh pemandangan yang memberi semangat baru.
****
Hari-hari vita dan bram memang jadi agak ramai semenjak kehadiran amel. Bram juga sudah bisa becanda dengan amel.Tapi vita sama bram tetap sedikit masih kaku.
Tidak terasa amel sudah lima bulan sekarang. Hari-hari bram sudah mulai lebih bergairah. Minggu depan ada rekan kerjanya yang mengadakan resepsi pernikahan. Dia ingin mengajak vita untuk ikut di acara besar itu.
“Hari sabtu ini bi sumi kesini buat jaga amel, saya mau ajak kamu ke acara resepsi temanku,” jelas bram ke vita saat mereka ingin tidur.
“Ha ke resepsi,tapi aku tidak punya pakaian pesta kak,” jelas vita. Karena memang selama ini dia belum pernah ke pesta di jakarta.
__ADS_1
“Nanti cici yang mengurus semuannya, kamu tenang aja,” jawab bram singkat.
Hari sabtu yang ditunggu pun tiba. Hari ini bram berangkat ke kantor lebih santai. Karena memang hari sabtu tidak pakai seragam tapi baju santai.
“Nanti kamu siap jam 6 karena acaranya jam 7”, ucap bram sambil melangkah keluar pintu saat bram berangkat kerja.
"iya kak"
Jam 10 ada orang yang mengantarkan gaun ùntuk vita coba. Ada tiga warna dan beberapa model disana. Vita pun mencoba-coba semuannya. Dan pilihannya jatuh ke warna biru muda lembut. Dres yang bawahnya agak circle.
Vita terlihat cantik dan anggun menggunakanya. Didukung badan vita juga bagus tidak gemuk dan tidak kurus.
Setelah menemukan yang pas orang botiquenya pulang, vita pun merebahkan dirinya dikasur karena amel sudah dijaga bi sumi. Vita ingin istirahat dulu.
Tanpa terasa ternyata vita tidur sampai jam 4 sore. Dia bangun karena pembantunya mengetok pintu dan bilang ada tukang rias datang. Lalu diapun keluar dan menemui mereka.
“Kami disuruh pak bram untuk merias ibu,” kata tukang riasnya sopan. Kalau boleh tau baju ibu warna apa ya” lanjutnya.
Tidak berapa lama ada yang mengetuķ pintu, ternyata asisten leo. Dia ingin menjemput vita ke kantor dulu karena bram belum kelar meeting. Pakaian bram memang sùdah tersedia selalu di mobilnya.
Leo terkesima dengan istri majikannya, yang biasanya hanya pakai daster dan celana pendek tanpa riasan makeup, sekarang benar-benar bikin pangling.
“Saya disuruh bapa untuk menjemput ibu,” ucap leo. Sebenarnya vita juga sudah tahu karena barusan bram sudah kirim whatsap.
"iya pak"
“Ayo” lanjut vita setelah mengambil tasnya dan mencium amel yang digendong bi sumi. Vita pun berjalan sangat anggun dengan sepatu tumit agak pendeknya. Benar- benar serasi.
Tidak sampai setengah jam mereka pun sampai di kantor bram. Leo pun menunjukkan lift khusus direksi. Gedung ini gedung baru.
Vita berjalan mengikuti leo, ternyata bram sudah ada diruangan karena meetingnya sudah kelar.
Tok tok tok
__ADS_1
“Masuk” ucap bram sambil tetap menatap monitornya.
“Ibu sudah sampe pak, saya pamit dulu ke ruangan saya,” pamit leo agak membungkukkan badanya.
“Suruh masuk sini aja dulu,” ucap bram karena dia pikir leo masih ada ternyata tinggal vita.
Vita pun berjalan mendekati meja bram. Bram yang merasa bukan leo karena jalanya lambat pun mendongakkan kepalanya. Dan betapa terkejutnya dia melihat ciptaan Tuhan yang ada dihadapannya.”cantik sekali” ucapnya lirih. Dia tidak sadar kalau sekarang dia sudah berdiri.
“Sini, tunggu disofa ini sebentar, masih dikit lagi nh” terang bram. Dia masih menatap vita, sementara vita menatap sekeliling ruangan itu.
“Mau minum” ucap bram
“Tidak usah kak, tidak haus”, ucap vita.
Bram melanjutkan kerjaanya tapi dia benar-benar ngga konsentrasi.
Sebentar-sebentar dia menoleh ke vita, kok dia cantik banget hari ini, batin bram.
Setelah semua kerjaannya selesai mereka pun berangkat ke gedung resepsi. Disana sudah sangat ramai dan banyak diantara mereka yang kenal bram atau bahkan ada juga teman lamanya.
“Hai bro, apa kabar”? Ucap hendy teman sma bram yang hari ini juga datang sama istrinya.
“Istrimu cakep banget bŕo, masih muda lagi” bisik hendy ditelinga bram. Mendengar itu bram hanya mesem-mesem.
“Lain kali ngumpul donk, kalau pas ada semua.“Ajak hendy ke bram
“Ini nh, teman yang paling susah ketemuan, “ tunjuk roy ke bram.” Galau terus hahaha , tapi keknya sekarang beda nh,” ucap roy sambil memperhatikan bram dan vita.
Vita hanya diam, dia memang belum terbiasa dengan pesta mewah tapi dia punya pembawaan yang tenang, jadi biarpun ini merupakan hal baru dia tidak terlalu norak.
sEtelah selesai ngobrol sama beberapa temannya bram mengajak vita untuk naik untuk menyalami pengantin, lalu mereka pun pamit pulang.
selalu author minta likenya ya. Terimakasih
__ADS_1