
MUNGKIN INI RENCANA TUHAN
Saat mereka berbincang, vita pun membuka matanya, melihat sekitarnya dan bertanya dimana saya?
Akhirnya kedua ibu itupun saling pandang sekejap. Tapi hanya sekejap karena ibu diana langsung senyum
“ syukurlah kamu sudah sadar, apa ada yang sakit nak” katanya dengan lembut.
“Kalau ada yang kamu rasa sakit bilang aja, biar kita bawa kerumah sakit, kamu tidak usah mikir biayanya,” tambah ibu diana lagi.
Ibu lely pun mengiyakan semua perkataan ibu diana dengan menganggukkan kepalanya tanda setuju.
“Iya nak, jangan sungkan sama kita”, lanjut ibu lely lagi. Vita yang baru sadar pun bingung dan melihat kedua ibu itu bergantian.
Airmatanya pun mengalir lagi, terharu dengan kebaikan dua wanita paruh baya ini.
Setelah pergi dari rumah dia pikir semua orang akan memandang sinis dan menghinanya. Ternyata masih ada yang baik. Terimakasih Tuhan, batinnya.
“Lho lho ..kok malah nangis sayang, tidak baik lho wanita hamil banyak nangis, kasihan anakmu, jangan biarkan kamu nambah dosa lagi dengan buat anakmu sedih lagi.” Kata ibu diana sambil mengusap kepala vita yang sekarang sudah duduk.
“Tidak bu, saya ga papa ,saya terharu sama ibu berdua, ternyata masih ada ibu yang perduli sama saya, saya pikir semua orang sudah jijik sama saya,” jelas vita masih berurai air mata.
“Terimakasih ya bu, sudah membantu saya,” ucapnya ke ibu diana dan ibu lely.
“Kok jadi kamu yang berterimakasih, harusnya tuh saya nak yang terimakasih, kalau kamu tidak menolong saya tadi saya sudah jadi apa coba”, jelas ibu lely panjang lebar sambil tersenyum.
“Oh ya udah bu, saya ingin permisi pulang, saya benar-benar ngga apa-apa.” Katanya dengan suara pelan sambil bangkit berdiri.
“Eh kamu pulang kemana memang biar di antar sama supir saya”, kata ibu lely sambil ikut bangkit.
“lain waktu aja saya mampir din,” katanya keibu diaña sambil menyalami ibu diana yang diikuti oleh vita.
Ibu lely menggandeng tangan vita seperti anaknya sendiri. “ayo nak, nanti kasih tau supir saya dimana rumahmu, tapi antar saya kerumah dulu ya baru antar kamu.” Kata ibu lely masih menggandeng tangan vita.
“Tidak usah bu, nanti merepotkan, saya pulang sendiri aja,” jawab vita karena memang dia tidak ingin merepotkan orang lain.
“Tidak merepotkan, ayo” kata ibu lely sambil berjalan menuju mobil lalu supirpun membuka pintu dan menutupnya lagi setelah mereka naik.Lalu dia mengitari bagian depan mobil dan duduk disamping kemudi dan menyalakan mesin mobil untuk berlalu dari tempat itu.
__ADS_1
Didalam mobil ibu lely mulai berpikir kenapa dia tidak mengadopsi anak yang dikandung anak gadis ini. Toh sudah lama anaknya bram ingin mengadopsi, tapi terhalang karena bram tidak punya pasangan/istri. Tapi ngga enaklah ngomongin itu dimobil ,pikirnya. Mending aku ajak dulu gadis ini mampir ke rumah, pikirnya lagi.
Tidak berapa lama mereka sampai di rumah besar nan megah, menurut vita. Sebenarnya dikomplek itu semua rumah bagus dan megah.
“Ayo mampir dulu nak, kita makan sebentar, nanti pak mun ngantar kamu balik,” ajak bu lely sambil menggenggam tangan vita. Vita masih ragu untuk turun, bukan takut atau curiga tapi dia pikir mending dia langsung pulang dan istirahat.
“Terimakasih bu, tapi saya langsung pulang aja, pengen istirahat mumpung ngga kerja diwarteg,” katanya terus terang.
Ibu lely lumayan terkejut mendengar dia kerja di warteg.
“emang kamu sebagai apa kerja diwarteg,”
selidik ibu lely yang penasaran.
“ Nyuci piring bu,” jawabnya terus terang.
Ibu lely berpikir sebentar , lalu tersenyum sama vita. “ ibu ingin cerita sama kamu, sebentar aja ya,” katanya penuh harap.
Sebenarnya tadi ibu lely berpikir mending dia kerja dirumahku aja, ntar biar bisa sekalian rawat anaknya.
“Ayo masuk, jangan sungkan,” tegasnya.
Anggap aja rumah kamu nak” lanjutnya lagi sambil membawa vita duduk diruang keluarga.
Tidak berapa lama ada seorang pembantu yang membawakan mereka minum lalu ibu lely menyuruhnya minum.
“Oh ya nak, dari tadi kita belum kenalan, kata orang tak kenal maka tak sayang”, kata ibu lely sambil mengulurkan tanganya.
” Saya lely dan kamu...” “ rosvita sering dipanggil vita” jelas vita.
“ ohhh vita, saya dengar tadi kamu lagi hamil, trus kamu kerja di warteg, emangnya suami kamu ngga kerja,” tanya ibu lely dengan senyum.
Biarpun ibu lely senyum tapi ucapan itu adalah batu besar bagi vita. Diapun menunduk dan lansunglah airmatanya mengalir tanpa bisa ditutupi.
Melihat itu ibu lely pun jadi serba salah, mungkin gadis ini lagi banyak beban,pikirnya.
“ ya udah, kalau menceritakannya membuatmu sedih, tidak usah diceritakan sayang,” kata ibu leli sambil mendekati vita dan memeluknya.
__ADS_1
Entah kenapa batinnya mengatakan kalau gadis ini adalah gadis baik-baik.
“Tidak apa-apa bu, biarpun sakit aku harus menceritakannya, karena aku merasa ibu adalah seorang ibu yang baik yang tidak hanya menghakimi”, katanya sambil terisak.
Lalu dia menceritakan bahwa dia hamil oleh pacarnya sendiri dan keluarga cowoknya tidak setuju dan menyuruhnya menggugurkan kandungannya.
Dia cerita semuannya sambil berurai air mata. Ibu lely pun memeluknya lebih erat, kasihan gadis ini hanya karena pacarnya masa depannya jadi rusak pikirnya. Bagaimana masih ada orang yang menyuruh menggugurkan kandungan sementara dia bertahun-tahun mengharapkan cucu dari anaknya. Ya Tuhan apakah ini adil, batinnya.
“ Sudah nak, jangan menangis, anak itu adalah berkat,” jelas ibu itu sambil mengusap- usap punggung vita.
“Kalau kamu bersedia tinggallah dirumah ini, karena ibu tidak punya anak perempuan,” pinta ibu leli.
“ Tuhan memang punya rencana sendiri buat tiap-tiap orang,ambil aja hikmah dari setiap langkah perjalanan hidup kita” lanjutnya.
“ Kamu diuji untuk melewati jalan begitu, sementara ibu di uji dengan jalan lain” lanjutnya masih memeluk vita.
“Kamu lihat rumah ibu ini kan, cukup besar tapi hanya dihuni art” , katanya lagi.
“Sudah lama ibu mengharapkan seorang cucu dari anak ibu, tapi tidak kesampaian, bahkan sekarang mereka sudah memutuskan berpisah,” katanya dengan lirih.
Dia pun jadi ingat bagaimana hidup anaknya dulu ketika masih menikah dengan feni. Gadis dari keluarga kaya yang dicintai anaknya, tapi sering melecehkannya dan terakhir malah mencampakkannya.
Sebenarnya mereka bukan keluarga kurang mampu, mereka cukup mampu dengan perusahaan yang bergerak dibidang expedisi. Tapi keluarga feni yang merupakan orang terkenal dikota ini, yang mempunyai bisnis disegala bidang, bahkan sampai keluar negri jelas keluarga bram belum masuk kategori satu level.
Karena itulah keluarga feni sangat gembira ketika feni ingin bercerai dengan bram pada usia pernikahan ketiga tahun, alasannya bram tidak bisa memberinya keturunan. Bram terpuruk, karena dia mencintai feni. Tapi dia juga sadar mungkin tuduhan feni benar, bahwa dia bukan laki-laki sejati. Buktinya mereka belum punya anak setelah menikah 3 tahun padahal periksa kedokter feni subur.
Semenjak itu bram makin menutup diri sama perempuan, boro- boro pacaran rekan kerja perempuan juga dia enggan.
“Ehh ibu jadi curhat nak, kita makan siang dulu yuk,” ajaknya sambil menarik vita untuk berdiri dan menuju meja makan.
Setelah selesai makan ibu lely menyuruh vita istirahat dikamar tamu, dan ibu lely ingin istirahat sebentar di kamarnya, tapi vita sungkan. Akhirnya dia duduk aja diteras samping rumah itu.
dukung terus author ya
like, coment dan vote
Terimakasih🙏
__ADS_1