
MANTAN
Setelah kedua orang tua bram masuk kamar, mereka semua juga masuk dan istirahat karena selama liburan mereka sudah sangat capek.
kEesokan harinya kedua orang tua bram sudah terbang kesingapura. Bram dan vita pun ikut mengantar ke bandara. Setelah pesawat orang tuannya sudah take off mereka pun pulang karena bram harus ke kantor.
Bram belum terlalu sibuk di kantor. Karena memang sudah di jadwalkan oleh leo dua minggu setelah ulang tahun perusahaan dia kosongkan jadwal bram kecuali yang urgent.
Karena sudah kelar kerjaan dikantor dia pun pulang dan ingin mengajak anak dan istrinya makan direstoran temannya yang baru buka.
Vita dan anak- anak sudah siap saat bram sampe rumah. Karena bram tadi sudah mengirim pesan whatsap untuk siap-siap.
Mereka berangkat menuju restoran. Lumayan rame. Lalu bram pun diantar oleh pelayan ke tempat yang sudah diatur sebelumnya.
Bram dan keluarganya terlihat sangat bahagia. Ternyata ada sepasang mata yang dari tadi melihat kebahagiaan mereka, ya dialah feni. Yah..ternyata dia sedang di indonesia karena dia sedang ada masalah dengan suaminya yang sekarang. Suaminya baku hantam dengan ayahnya. Feni pun iri melihat kebersamaan bram. Lalu saat bram dan keluarganya ingin pulang feni sudah cegat.
__ADS_1
“ Hei bram, apa kabar? Lagi ngajak keluarga nh?” ucapnya sambil menatap bergantian vita dan anaknya.
“Oh iya, kebetulan lagi senggang,” ucap bram
“Wow lho hebat juga ya bram, bisa menghasilkan tiga anak,” ucap feni berusaha menjatuhkan bram.
“Ini anak-anak lokan?” benarkah,? Ucap feni lagi.
Vita yang mendengar ocehan feni bingung, kenapa dia ngomong begitu, kemana arah pembicaraannya ini, batin vita. Vita sebenarnya sudah malas meladeni feni, karena menurut dia hanya akan menambah sakit hati. Toh sekarang yang terpenting bram sangat mencintainya dan anak-anak.
“Apa maksud ucapanmu,” tanya bram ke feni dengan tatapan tajam.
“Kok kamu susah mengerti ya, memang dari dulu kamu itu susah dalam segala hal ya, bahkan diranjang aja kamu letoi,” ucap feni santai. Mendengar itu darah bram serasa naik sampai kemana-mana. Dia sudah mengepalkan tangannya tapi dicegah oleh vita. Dia memang bisa lebih tenang menghadapi masalah apa pun. Apa lagi dia lihat cara bicara feni malah seperti orang yang putus asa.
“Kok anda bisa ngomong begitu ya”? Kalau anda anggap suami anda punya kekurangan harusnya anda menutupinya bukan malah mengumbarnya. Tapi coba, mungkin anda yang terlalu maniak, karena bram sangat hebat di ranjang. Bahkan anda tahu pertama saya tidur dengan bram satu bulan lagi saya hamil. Saya aja kaget, karena ibu bilang bram harus berobat dulu. Karena dulu anda sudah menghakiminya dengan sadis bilang dia mandul.” Terang vita panjang lebar dengan tenang tapi mengandung penekanan untuk mematahkan pembicaraan feni.
__ADS_1
“Hahaha kamu terlalu membanggakan suamimu ini”, ucap feni lagi berusaha memprovokasi. “ kamu pasti mau duitnya, dia ngga punya duit beli apartemen aja pake duitku,” ucap feni lagi. Bram sudah sangat geram dia menarik tangan vita untuk pergi dari sana.
Sebelum melangkah vita pun masih mengeluarkan kata-kata menohok buat feni. “Saya dan bram saling mencintai kekurangan dan kelebihan kami. Saya tidak pernah mencari kelemahannya, yang selalu saya lihat adalah kelebihannya. Begitu juga dia ke saya. Oh ya kalau dulu suamiku beli apartemen pakai duitmu ambil aja apartemennya,” ucap vita tenang. Feni merasa di tantang. Akhirnya karena terlalu kesal dia pun berlalu juga.
Sementar bram yang masih marah tidak bisa menyembunyikan kemarahannya.
“Sudahlah, jangan diambil hati, sepertinya memang karakternya agak keras ya,” ucap vita ke suaminya.
“Dari caranya menjatuhkan kamu sebenarnya dia iri sama kita, aku malah kasihan lihat dia begitu. Mungkin dia punya sangat banyak duit tapi dia lupa cara mendapatkan kebahagiaan dengan duitnya.” Ucap vita sangat bijak.
“Kamu tidak apa- apa kan sayang,” tanya bram ke vita takutnya vita tersinggung. Vita pun senyum sambil menggelengkan kepalanya.
“Kenapa aku harus tersinggung kak dengan ucapannya, dia bilang suamiku letoi tapi bagiku sangat hebat, dia bilang suamiku kere tapi bagiku sangat kaya, lalu kenapa aku harus ikuti kata-kata dia kalau aku sudah bahagia dengan yang kurasakan kak?” ucap vita lagi membanggakan suaminya sambil tersenyum ke bram yang dibalas senyum juga oleh bram.
Bram mengacak rambut istrinya sedikit, lalu sambil tersenyum memegang pundak vita.
__ADS_1
“Aku juga ngga butuh istri kaya raya, cukup aku butuh kamu rosvita sayang,” ucapnya sambil menatap mata vita.