
BUJUK DIA BEROBAT
Begitu mereka sampai dirumah ibu leli yang mewah, amel sudah tidur lalu bi sumi menemaninya di kamar atas.
Sedangkan vita diajak ibu leli ke balkon lantai dua rumah itu. Dia ingin bicara serius dengan vita.
“vit gimana pernikahanmu sama bram, apa kamu mendapat perlakuan yang tidak baik dari bram”? Tanya bu leli.
“ kalau ada yang kurang berkenan maafkan dia ya vit, dia begitu semenjak menikah dengan feni.” Tambah bu leli lagi.
“Dulu mereka menikah kami sangat senang karena aku lihat mereka saling mencintai, tapi ternyata tidak mulus. Feni yang terbiasa hidup glamor tidak dapat diimbangi oleh bram, sehingga bram makin minder dan lama-lama tersingkir. Karena feni selalu tergantung dan mengandalkan keluarganya yang kaya raya. Apalagi orang tua feni langsung ingin mereka cerai dan mengatakan bram tidak bisa ngasi keturunan. Bram semakin terpuruk, setelah cerai dia sama sekali tidak tertarik dengan perempuan.” Cerita ibu leli panjang lebar.
Vita hanya diam mengikuti cerita ibu mertuanya.
“Sudah puluhan kali mama jodohin bram dengan orang lain, dia tidak mau karena menurut dia istrinya pasti akan pergi juga setelah tahu keadaannya,” lanjut ibu leli lagi.
“Makanya ibu ingin bicara dari hati ke hati sama kamu vit,” kata ibu leli lagi sambil menatap vita.
“Saya lihat sekarang bram ada perubahan, langsung atau tidak perubahan itu pasti karena kamu”, jelas ibu leli.
“Vit, apa selama ini kalian tidur bersama?” tanya mertuanya hati-hati.
“Maaf vit, sebenarnya maksud ibu bukan untuk ikut campur urusan rumah tangga kalian, Ibu terima bahkan kenyataan yang paling pahit pun, karena ibu sadar keadaan anak ibu,” ucapnya pelan
“tapi ibu ingin bram mau berobat.” Jelas ibu leli detail.
“Dulu ada anak temanku yang mengalami hal ini, tidak bisa punya anak,bahkan tidak bergairah di ranjang tapi setelah mereka berobat keluar negri dia bisa kembali sehat dan punya anak,” jelas mertuanya.
“Maksud mama kak bram selama ini sakit .... maksudku tidak memuaskan istrinya ....dan tidak mau berobat?” tanya vita melihat mertuanya karena takut mertuannya tersinggung.
“Iya vit, apa kamu tidak merasakannya?bahkan dia akan langsung pergi berlalu kalau tiap kali kita bahas itu.” Cerita bu leli mengingat waktu yang lalu.
Bram selalu bilang ngga usah kalau mau dicarikan jodoh, karena dia sudah yakin hasilnya akan sama seperti istrinya, meninggalkannya karena tidak bisa memuaskannya.
__ADS_1
Gimana dulu feni mengatakan bram adalah laki-laki impoten.
Itulah penghakiman paling berat buat bram. Dan memukul telak mental bram sehingga jatuh terpuruk ke yang paling dasar.
“Ohhh begitu, nanti coba vita bilangin pelan-pelan ke kak bram ya ma,” jawab vita yakin sambil manggut-manggut.
Tapi dalam hati vita tidak setuju kalau dibilang bram harus berobat soalnya bram tidak menunjukkan laki-laki kurang sempurna di ranjang. Tapi vita juga tidak mau langsung mengatakan itu ke mertuannya biar berjalan dulu, batinnya.
Tanpa terasa mereka sudah lama ngobrol disana. Dan dari atas mereka lihat mobil bram masuk ke halamam rumah. Mereka pun menyudahi pembicaraan tadi jangan sampai bram mendengarnya.
“ wah-wah mama sekarang sudah tidak memperdulikanku ya, pulang ngga bilang-bilang,” celoteh bram sambil agak berlari kearah pelukan mamanya.
Ibu leli agak bingung dengan tingkah bram masalahnya bram ngga pernah sesantai ini ngomong dan menyapa mamanya. Biasanya sangat kaku dan paling memeluk mamanya dan senyum.
Benar-benar vita sudah banyak merubah anakku, batinnya.
“Kan sekarang anak mama ada dua, kamu dan istri kamu, ... jadi kalau kamu sibuk mama akan minta tolong vita”, ucap bu leli sambil melirik vita.
Lalu bram melepaskan pelukannya dan berjalan kearah vita istrinya.
Lagi-lagi ibu leli terkesima tidak percaya bram bisa melakukan itu. Semoga ini pertanda baik Tuhan, batinnya.
"kamu lagi vit, sekongkol sama mama, pergi jemput mama ngga bilang dulu" ucap Bram sambil memegang tangan istrinya.
"maaf kak, takutnya kak Bram sibuk jadi aku berangkat aja jemput mama" ucapnya tenang
"kamu yah" ucap Bram sambil mencubit hidung mancung istrinya.
Malam harinya mereka nginap dirumah mamanya atas permintaan mamanya bram, karena lusa dia sudah harus balik lagi ke singapura.
Setelah makan malam ibu leli dan vita sudah duduk di ruang keluarga sama amel dan bi sumi. Mereka sedang bermain dengan amel yang baru bisa berceloteh hehehe
unungungung.
__ADS_1
Setelah puas bermain amel sudah ngantuk sepertinya, akhirnya bi sumi membawa ke kamar atas. Tinggal vita dan bu leli yang masih nonton tv. Ibu leli benar-benar merasakan kehangatan keluarga. Ada anak, mantu dan juga cucunya yang lucu bercengkrama bersama. Tidak berapa lama bram yang tadi diruang kerjanya pun bergabung.
Dia langsung duduk disamping vita dan melingkarkan tangannya dibahu vita sambil tersenyum. Melihat itu lagi-lagi ibu leli terkesima. Anakku benar-benar sudah kembali pikirnya. Aku bersyukur Tuhan mempertemukan kita vit, batinnya.
“Mama kenapa ngga agak lama disini dulu ma”? Tanya bram.
“seminggu dua minggu kek” lanjutnya lagi sambil melirik ke vita. Vita hanya tersènyum dan menganggukkan kepalanya kearah mertuannya.
“Kasian papamu disana sendirian,” jelas mama bram.
” Nanti kapan-kapan kami balik bareng papa deh”, lanjut mamanya semangat.
“Ya udah mama istirahat dulu, mama pasti capek. Kita juga istirahat dulu ma,” ucap bram sambil memegang lengan vita.
“Iya mama capek nh, tapi sudah senang liat kalian dan juga cucu mama”, jawab mamanya sambil berdiri langsung masuk kamar.
Bram pun mengajak vita ke kamar mereka diatas.
Vita masuk ke kamar mandi tapi tidak ganti baju tidur karena dia ngga bawa salinan. Dia hanya cuci muka dan bersihin badan lalu naik ketempat tidur.
“Kok kamu tidak ganti baju,” tanya bram yang melihat vita belum ganti baju tidur.
“Ngga bawa salin tadi, dimobil juga Cuma ada celana jeans dan kaos.” Jawab vita seadanya.
“Kalau begitu kamu tidak usah pake baju aja” goda bram yang sudah ada dibelakang vita.
Meletakkan kepalanya dileher vita dan memulai aksinya. Vita yang sudah menduga adegan selanjutnya pun hanya bisa mengikuti permainan bram. Dan akhirnya mereka berdua sama-sama tidur tanpa baju tidur.
Dua hari berikutnya bram dan vita mengantar ibu mertuannya ke bandara. Bram sama vita sudah tidak secanggung dulu lagi bahkan sekarang kalau bisa dibilang sudah sangat normal. Ibu leli pulang ke singapura dengan perasaan bahagia, menantunya juga sudah berjanji untuk membicarakan pengobatan dengan bram kalau ada moment yang pas.
Hai semua
dukung terus ya
__ADS_1
Like, coment dan vote
Terimakasih🙏