
KEBAHAGIAAN SEJATI
Semenjak pulang dari rumah sakit dan bram tahu vita hamil bram pun over protective.
Setiap waktu kosong dia cari-cari di google tentang kehamilan. Dia tidak ingin ada hal yang terlewatkan tentang kehamilan vita. Tidak ada hal yang lebih membahagiakan jika dibandingkan dengan kehamilan istri kecilnya itu.
Apa saja yang bisa dimakan dan tidak bisa dimakan. Apa aja yang bisa dilakukan dan apa aja yang tidak bisa dilakukan.
Banyak yang tidak boleh dilakukan oleh vita, contohnya menggendong amel teŕlalu lama, melakukan pekerjaan - pekerjaan berat.
Selama beberapa hari ini rencananya bram tidak akan ke kantor, dia bekerja dari rumah kecuali meeting dan itu tidak memerlukan waktu lama.
Makanan vita juga harus sesuai dengan kriteria bram dan bisa dimakan vita. Sampai bram harus meminta rekomendasi dari ahli gizi untuk mengetahui makanan yang bagus untuk vita dan calon bayi mereka.
Saking bahagiannya bram dengan kehamilan vita diapun lupa kasih kabar ke orangtuanya.
Apalagi bram bukan orang yang sangat terbuka tentang banyak hal.
Tapi vita memang jodoh yang pas untuk bram, sehingga vita yang banyak mengingatkan bram tentang banyak hal.
"Kak bram sudah kasih tahu ibu" tanya vita
"ohhh iya belum vit, bentar lagi aku telepon mama deh" ucap bram baru ingin ngasih kabar ke mamanya.
Aku harus telepon mama, mama papa pasti sangat senang, batinnya senyum sendiri.
Drrrrtttt drrrttttttt
“hallo” mama
“ hallo ma” bram
“Iya bram, tumben, ada apa nak” mama
“Coba tebak ma, bram punya kabar gembira, bram
“ ohhhh ya..Kabar gembira apa nak, dapat proyek yang besar nih kayaknya " ucap ibu lely semangat di sebrang telepon.
“Bukan ma, salah, coba tebak lagi,” bram sambil ketawa ngakak membuat mamanya heran dan penasaran sendiri, pasalnya bram belum pernah seceria ini kalau telepon kedua orang tuannya.
“Trus apa donk nak”, mama bingung anaknya becanda terus
__ADS_1
“ Vita hamil anakku ma” bram sudah tidaķ sabar
jedarrrrrrr
“Apa bram, coba ulangi,” mamanya sangat kaget karena tidak menyangka sama sekali. untung handpphone ditangannya tidak terlempar.
Bahkan bagi ibu lely mendengar hamil anak bram seperti petir di siang bolong.
“Iya ma, vita hamil anakku, kembar lagi ma,” bram
“Bram hiks..hiks” mamanya sudah nanģis di serang sana, dan itu sangat jelas di dengar oleh bram.
“kok nangis, Jangan nangis ma, makanya kalau bisa mama balik dulu donk, biar ada yang hibur vita.” ucap bram masih bersemangat.
"gimana ngga nangis bram mendengar kabar ini. terus kenapa menghibur, kok menghibur bram" tanya ibu lely sedikit bingung juga di sela - sela tangisnya.
“ iya ma, Vita suka sedih ma, katanya kasian amel ngga disayang lagi,” ucap bram agak pelan.
"kok vita bisa berpikir begitu bram"? ucap bu lely
"iya ma, dia takut dengan kehamilannya amel akan terabaikan " jelas bram
"ohhh gitu, ya ngga lah, amel itu berkah tersendiri buat kita " ucap bu lely
“Iya sudah iya ,sabtu ini mama balik ya”, mamanya antusias
“ Ya udah dulu ya ma, bram mau nemanin vita lagi,” bram
“Iya nak, kamu harus jaga vita dan kandungannya”, nasehat ibu lely sangat semangat.
Bram pun mematikan sambungan handphonenya itu.
sEtelah telepon mamanya, bram mengambil buah mangga dan buah apel di kulkas lalu mengupasnya sendiri dan membawanya ke vita.
Vita yang lagi duduk didekat tv memikirkan amelda, kasian amel masih kecil sudah punya adik, pasti nanti amel jadi terabaikan, pikirnya.
Bram yang lagi membawa buah pun mengamati vita yang terlihat sedih lalu mendekatinya dengan lembut.
“Kenapa vit, kamu mikirin apa sh, nanti anak kita cengeng lho”, tanya bram sambil menaruh buah yang dia bawa di meja dan dia mengusap kepala vita. Bram tidak mengerti juga dengan perubahannya sendiri, dia jadi sangat perduli dan sedikit romantis sama vita, padahal itu jauh dari sikap pribadinya belakangan ini.
Vita yang lagi galau pun menjatuhkan kepalanya di dada bram.
__ADS_1
“Kasian amel kak, aku hamilnya terlalu cepat, amel pasti terabaikan,” jawab vita sudah berurai airmata.
“Kok kamu ngomongnya begitu”, tanya bram sambil membelai kepala vita dan membuat posisi vita lebih santai dan nyaman.
“Tidak ada yang berubah vit, kasih sayang kita ke amel tidak akan berubah, kamu jangan takut ya. Amel itu putri pertamaku, mana mungkin kurang kasih sayang.” Jelas bram panjang lebar.
“kamu tahu ngga vit, kamulah kebahagiaan sejatiku, awalnya memang kamu hadir dengan tanpa terduga dan tiba-tiba. Tapi lama kelamaan kamu telah merubah seluruh hidupku. " cerita bram sambil mengusap kepala istrinya.
"Kamu dan amel yang membuat aku semangat bekerja sehingga tahun kemarin keuntunganku berkali-kali lipat dari tahun sebelumnya. Setelah itu kamu bisa mengubahku menjadi laki-laki sejati yang ternyata masih membutuhkan perempuan disampingku, apalagi sekarang kamu memberiku keturunan untukku, hal yang dari dulu aku dambakan , masih mungkin ga vit aku mengabaikan kalian? Tidak akan vit, jangan takut ya.” Jelas bram sambil memeluk vita tambah erat.
Dalam hati bram berjanji akan selalu membahagiakan vita dan amel.
Vita pun semakin terisak dipelukan bram. Sebenarnya dia senang dengan apa yang bram ucapkan dan dia harus bahagia untuk itu.
Lalu bram menyuapi vita mangga yang dia bawa tadi. Vita pun menghabiskan semuannya. Bram senang kalau vita mau makan banyak, apa saja yang penting makanan sehat karena dia masih lemas.
Setelah makan buah lumayan banyak vita ingin istirahat di kamar dan bram dengan setia menemaninya.
Mungkin karena kekenyangan atau hormon kehamilannya vita akhirnya tertidur. Melihat vita tertidur dengan lelap bram mengusap pipi istrinya itu lalu dengan senyum dia mengecupi pipinya.
'terimakasih Tuhan mengirimkan vita buatku '
'Kamu melengkapi kebahagiaan hidupku vit, dan kehadiranmu sangat membuatku merasa berguna dan berharga '
'Aku akan selalu membahagiakan kamu dan anak - anak kita, dan vita itu berkat tersendiri untukku, jadi jangan takut ya. Tetaplah setia di sisiku' gumam bram .
Lalu bram melangkah ke sisi tempat tidur mereka untuk menghubungi asistennya.
Bram benar -benar ingin berada di dekat vita di awal - awal kehamilannya. Apalagi vita hamil kembar dia pasti sedikit repot nantinya. Ditambah vita sangat mengkhawatirkan amelda.
"tolong kamu urus kantor seminggu ini, kecuali sangat urgent, aku ingin menemani istriku seminggu ini" tutur bram kepada asistennya.
"baik pak "
"kalau masih bisa kamu putuskan, tidak usah nunggu keputusanku tinggal laporin aja ke ensiklik, nanti kalau istriku sedang tidur bisa aku buka" ucap bram lagi
"baik pak" jawab sang asisten dari sebrang sana, sejujurnya dia juga bahagia saat bosnya itu bahagia menjadi calon ayah.
Hai semua dukung terus ya
maklum dulu ini pertama menulis, jadi sangat banyak kekurangannya dari segala sisi.
__ADS_1
Like, coment dan vote ya
Terimakasih