
LIBURAN
Setelah ulang tahun perusahaan itu selesai bram sekeluarga berlibur tiga hari ke puncak. Amelda, kenzo kenzi sangat bahagia begitu juga ibu leli dan suaminya.Mereka berlibur untuk merayakan kesuksesan perusahaan. Bram benar-benar ingin quality time dengan keluarganya.Tak henti-hentinya bram menucap syukur sama Tuhan atas kehidupannya.
“Sayang, kenapa bawaanya banyak banget sh, kita kan hanya dua hari.” Tanya bram ke istrinya yang masih aja membawa banyak bawaan.
“Mobil ini sayang yang bawa,” jawab vita. Bram hanya bisa mengikuti kemauan istrinya.
Mereka berangkat dua mobil. Satu untuk bram dan dikembar kenzo kenzi sementara satu lagi orang tua bram dan amelda. Hari ini vita dan anak- anak menggunakan pakaian santai. Vita menggunakan jeans panjang dan atasan street. Vita terlihat sangat cantik, apalagi pada dasarnya vita adalah cewek cantik ditambah sekarang sering perawatan membuat dia selalu terlihat cantik dan fresh. Bram kadang susah mengendalikan nafsunya kalau sudah berdekatan dengan vita. Vita sangat sangat tahu kelemahan suaminya. Dan pada liburan ini dia ingin memberikan hadiah itu untuk suaminya. Melayaninya sampai benar-benar puas. Vita sudah menyiapkan pakaian yang akan dia pakai nanti malam. Dia merasa senang kalau melihat bram selalu senang. Bram yang menerima dia dan amel apa adanya, padahal dari sisi manapun dia tidak pantas untuk bram.
__ADS_1
Sampai di puncak mereka menyewa 1 villa dengan beberapa kamar. Buat vita dan bram sudah pasti, buat anak-anak satu, orang tuanya satu kamar, para supir 1 kamar dan bi sumi gabung sama anak-anak.
Anak-anak sangat antusias. Yang pertama mereka lakukan berenang dulu setelah perjalanan jauh. Begitu juga orang tua bram mengawasi anak-anak di pjnggir kolam renang. Sementara bram memilih mengajak vita masuk kamar dulu. Vita sudah tahu kebutuhan suaminya, dia seperti laki-laki yang tak pernah puas. Mungkin karena dia pernah mati suri terhadap perempuan.
Sampai di kamar vita langsung menuju kamar mandi, untuk melepas penat. Tapi bram ngga kasi kendor, dia langsung mengajak vita mandi bareng. Vita hampir tidak pernah menolak bahkan dia selalu mengimbangi suaminya. Bram yang sudah tidak sabar langsung mengangkat tubuh vita yang lagi membuka celana levisnya. Alhasil celananya sudah melorot tapi belum keluar dari kakinya sehingga bram langsung melihat cdnya vita. Miliknya langsung menegang kaku, vita hanya senyum-senyum melihat semua yang dia alami. Sampai di kamar mandi bukanya mandi bram menurunkan vita dan mendorongnya kearah dinding pelan. Lalu mengunci dengan kedua tanganya dan dià pun mulai beraksi sampe benar-benar puas. Setelah itu barulah mereka mandi bareng. Wajah bram sangat sumringah mengecup kening vita.
“ terimakasih sayang” ucapnya penuh cinta. Vita pun senyum dan sangat bahagia bisa membahagiakan suaminya. Satu ronde telah mereka lewati, batin vita.Sepertinya hal inilah yang semakin menambah rasa percaya diri bram.
“Terimakasih ya vit, kamu membawa semua ini dikeluarga kami”, ucap bu leli saat vita mengantar teh hangat sore itu.
__ADS_1
“Justru saya yang berterimakasih bu, ibu sekeluarga menerima saya apa adanya,” balas vita serius. Ibu leli tersenyum, kamu memang selalu rendah hati vit, batinnya.
“Saya lihat kamu sangat bisa membahagiakan bram dan anak-anak,” lanjut ibu leli lagi.
“Terimakasih ya bu, saya hanya melakukan yang saya bisa”, ucap vita tulus.
“Apa kamu tidak ingin ketemu orang tuamu nak,” tanya bu leli dengan hati-hati takutnya vita masih menyimpan kepahitan tentang kampung halamannya.
Vita mènarik nafas panjang, sebenarnya dia kangen sama kedua orang tuannya, tapi mau bagaimana lagi dia belum siap menghadapi orang kàmpung.
__ADS_1
“sebenarnya saya kangen sama adek saya bu, tapi saya belum siap untuk pulang,” ucap vita yakin.
“ Ayo bu, kita gabung sama anak- anak.” Ajak vita ke ibu mertuannya. Mereka pun berjalan untuk bergabung dengan semuanya karena vita belum siap untuk mengingat dan membicarakan kampungnya.