
KAMU SELALU BERHASIL
Akhirnya melihat tingkah suaminya vita pun tersenyum.
Melihat istrinya senyum bram pun menggoda lagi, ma mau lagi donk? Ucapnya ke vita. Vita pun langsung bangkit ke kamar mandi.
“Baru tadi sore juga”, jawab vita sambil beranjak ke kamar mandi untuk mengganti baju tidurnya dengan daster tipis. Sewaktu keluar kamar mandi dia lihat bram sudah tidur, dia pun langsung masuk ke dalam selimut bersama suaminya. Tapi bram yang sudah nafsu malah menarik daster tipis vita ke atas tanpa terasa oleh vita, karena bersamaan dengan dia menarik selimut ke atas dadanya. Dia baru sadar saat tangan bram sudah ada didadanya. Dia terkejut tapi tidak menolak malah dia sekarang memiringkan badannya menghadap bram. Mendapat lampu hijau brampun langsung melancarkan aksinya satu ronde lagi. Setelah hampir satu jam dengan kegiatan mereka, bram terlelap sementara vita memastikan ketiga anaknya sudah tidur. Lalu dia melangkah keluar dari kamarnya.
sEtelah melihat kamar ketiga anaknya, vita pun ikut tidur disamping suaminya.
Wajahnya sangat teduh, tidak pernah marah, sangat penyayang batin vita sambil mengelus pipi suaminya. Selamat tidur sayang, ucapnya lirih.
Besok paginya vita dan bram bangun barengan.
“Good morning sayang,” ucap vita mengecup pipi suaminya. Bram terperangah jarang vita melakukan duluan. Bram tersenyum kepada vita, pertanda lancar urusan hari ini, batinnya.
“Jangan salahkan aku sayang kalau aku ingin lagi ya,” ucap bram menggoda vita.
“Oh no, sudah siang anak-anak harus sekolah,” ucap vita sambil lompat dari tempat tidur.
“Hati-hati sayang, ingat umur,” ucap bram ketawa.
Kamu hebat sayang, kamu selalu berhasil nembuat aku bahagia, membuat aku merasa berarti, terimakasih Tuhan, batin bram.
*****
Kebahagiaan selalu mengiringi keluarga bram dan vita. Tiada henti-hentinya mereka mengucap syukur. Amel juga sudah menyampaikan ke orang tuanya untuk membuka toko kue untuknya, karena pesanannya sekarang sudah lumayan. Bram tidak keberatan bahkan dia sangat mendukung. Begitu juga vita dia selalu mensuport ketiga anaknya. Tapi akhir-akhir ini vita dan amel sering tidak sependapat tentang charles. Seperti hari ini, amel yang telah selesai ujian akhir kemarin berencana hari ini mutar-mutar dengan charles cari lokasi tokonya nanti. Tapi vita sepertinya kurang setuju kalau amel pergi sama charles seharian.
“Ma hari ini aku ama bang charles mau mutar-mutar cari lokasi buat toko kue,” ucap amel di meja makan saat sarapan.
Deg
Vita bingung mau jawab apa.
__ADS_1
“Kenapa ngga sama papa sama mama aja nak, kenapa musti sama charles. Mama juga ngga kemana-mana, mama yakin kalau kita ajak papa juga pasti ngga keberatan,” jelas vita panjang lebar.
“Kemaren bang charles sudah ngajakin ma”, jawab vita masih sambil makan.
Mendengar charles ngajakin, pikiran vita pun langsung negatif. Dia takut kalau amel hilaf dengan charles sementara charles masih kuliah.
“Mendingan nanti pergi sama papa mel,” bujuk vita Lagi
“Sudah terlanjur janji ma,” jawab amel agak kurang senang dengan jawaban mamanya.”lagian Cuma mutar-mutar doank ma, ngga ngapa-ngapain kok. Dia juga orang baik,” bantah amel lagi.”mama ini keknya keberatan kalau aku pergi sama charles, aku sudah gede ma,” lanjut amel lagi.
“Kamu dibilangin orang tua malah ngelawan ya”, bentak vita. Amel kaget ngga biasanya dia melihat mamanya membentak anak-anaknya. Setelah melihat sekilas mamanya diapun berlari ke kamarnya. Dia menghubungi charles membatalkan janjinya karena dia ingin istirahat dulu.
Siang harinya amel tidak keluar kamar. Dia tidak makan siang. Dia juga ngga ngomong ke mamanya. Vita pun menyuruh bibi untuk memanggil, tapi amel tetap tidak keluar kamar.
Akhirnya vita telepon suaminya dan menceritakan semuanya. Setelah pekerjaan yang urgent selesai sementara separuh dia bawa pulang, bram pun bergegas pulang. Saat dia sampai rumah dikembar juga baru pulang less.
“ Kok tumben papa pulang cepat,” tanya kenzi sambil mencium tangan ayahnya. Disusul oleh kenzo.
“Hmmmmmm gimana tadi sekolah,” tanya bram sambil mencium pucuk kepala anak-anaknya.
“Ayo kita masuk” sambil nenggandeng anaknya kiri kanan.
Sampai diatas mereka masuk kamar masing-masing. Bram membuka kamarnya perlahan dan mencari vita. Vita sedang duduk disofa dan terlihat sangat bingung.
“Kamu kenapa sayang,” tanya bram
Vita yang tidak menyadari kehadiran bram pun kaget.
“Kok sudah pulang sayang,” tanya vita sambil mendekati suaminya.
“Begitu kamu telepon tadi aku tidak fokus dikantor, makanya srparoh kerjaan aku bawa pulang,” jelas bram sambil mengecup kening istrinya.
“Ayo kita bicara dulu sama amel,” ajak bram. Vita pun menurut.
__ADS_1
Bram menggandeng tangan vita masuk ke kamar putrinya.
Tok tok tok
“Mel, kamu lagi tidur?” buka dulu nak papa mau ngomong,” ucap bram
Tidak berapa lama pintu pun di buka oleh amel. Sementara saat papanya memanggil amel sikembar mendengarnya. Mereka bertanya-tanya tumben papa cari kak amel. Akhirnya mereka berdua keluar dari kamar menuju kamar sebelah, kamar kakanya amel.
“Kenapa pa? Tanya sikenzo saat papa dan mamanya masuk kamar kak amel. Apa lagi mereka lihat papanya menarik tangan mamamya. Mereka pun ikutan masuk ke kamar amel.
“Ngga apa-apa nak,” ucap bram sambil berlalu ke kamar amel.
Amel duduk dipinggir tempat tidur melihat papanya datang.
“Kenapa mel, kata mama kamu mogok makan, nanti kamu sakit sayang,” ucap bram sambil mengelus rambut amel. Sikembar yang bingung pun saling pandang, mereka baru tahu kalau kakanya lagi mogok makan.
“Nak, apa yang dibilang mama kamu itu benar. Kamu kan masih punya keluarga tempat curhat, tempat saling berbagi pendapat tentang segala hal,” lanjut bram.
“Nanti papa dan mama akan cari tempat yang bagus buat toko kue mu,” lanjut bram.
“Tapi kenapa charles itu selalu tidak dipercaya sh pa? Dia laki-laki baik pa. Dia ngga pernah macam-macam sama saya pa” jawab amel kesal.
“Amel sayang, mama pasti punya alasan sendiri untuk itu, tapi selama tujuan mama baik kamu harus nurut ya nak,” jelas bram sabar.
“Aku ngga senang mama nganggap aku anak kecil pa,” ucap amel.
“Bukan dianggap anak kecil, tapi supaya kamu jangan sampe salah langkah nak,” bujuk bram dengan sabar.
“Sama aja aku diannggap anak kecil” ucap amel.
Bram pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena dia merasa gagal meyakinkan amel.
“Ya sudah nanti kita bahas lagi, ayo kita makan dulu.” Ajak bram
__ADS_1
Akhirnya mereka semua menuju meja makan walaupun hari masih sore.