
CERITA KAMPUNG
Karena sudah ada rencana pulang kampung vita pun mulai menceritakan keadaan kampung sama anak-anaknya supaya nanti mereka jangan kaget dan terlalu mendadak untu anak anak nya menyiapkan segala sesuatu nya pikir vita.
“Zo n zi mungkin tahun baru ini kita liburan ke kampung mama,”
“iya ma asyik asyik,” langsung disela keduannya padahal vita belum selesai bicara pada mereka.
“Tapi disana tidak ada fasilitas lho nak, kamar mandi aja kamar mandi umum. Belum lagi tidak ada keramaian tapi jauh lebih tenang dan nyaman. Rumah nenek juga sangat kecil dan jelek, nanti kalian jangan kaget ya dan jangan merasa jijik dengan nenek karena itu orang tua mama,” mohon vita ke anak-anaknya.
“Iya mom, sepplah itu,” ucap kenzo
“Dulu mama dikampung kerjanya nanam jagung, trus nanam sayur, pokoknya ya berladang,” ucap vita mengenang masa lalu.
__ADS_1
“Nanti kalau kita pulang kampung kalian bisa langsung metik jeruk, metik jagung mau di bakar trus liat kerbau, banyak lagi deh.” Cerita vita Panjang lebar.
Tidak berapa lama amel pun pulang.
” Hei lagi cerita apa sh, pada seru kayaknya,” ucap amel sambil mencium tangan mamanya.
“Kak, nanti tahun baru kita mau pulang kampung, seru ngga,” ucap kenzi yang di iyakan juga oleh kenzo.
“Emang iya mah,” tanya amel serius
“Nanti disana kalian anggap aja seperti camping ya,” jelas vita lagi.
PERSIAPAN PULANG KAMPUNG
__ADS_1
Setelah sepakat untuk pulang kampung tahun baru nanti vita sudah melakukan persiapan sebulan sebelumnya.
Pertama-tama bram menghubungi temannya yang ada di kota tempat kampung kelahiran istrinya. Dia pesan rental mobil untuk mereka pakai serta supir yang tahu tentang daerah kampung istrinya. Setelah deal barulah besoknya bram buat detail planning selama di kampung.
Sementara tiķet keberangkatan mereka diurus oleh leo.
Sikembar kenzo kenzi sibuk keluar masuk mall mencari pakaian gunung dan jaket karena kata mamanya disana dingin.
Amel tak kalah antusias. Selain menyediakan uang cash yang lumayan banyak dia juga mempersiapkan tokonya dan mempercayai semua karyawan nya untuk mengelola toko selama beberapa hari nantinya.
Dia juga sangat antusias untuk melihat ayah kandungnya yang kata mamanya sekampung dengan kakeknya. Seperti nya
Vita sangat-sangat nervous menjelang pulang kampung. Dia jadi ingat semua orang- orang yang menyayanginya, bibi erna dan suaminya, kedua orang tuanya, delon adiknya dan juga riko. Dia juga teringat sekilas dengan rendi. "Pasti abang sudah bahagia sekarang" , bathin vita. Apapun yang terjadi dikampung setelah kepergianku "aku tidak perduli, karna bagi ku masa lalu adalah pelajaran dan yang pasti sekarang aku sudah bahagia dan aku ingin berbagi bahagiaku dengan keluargaku", bathin vita.
__ADS_1
Sementara bram lebih antusias karena ini menyangkut vita. Segala sesuatu yang menyenangkan hati vita istrinya akan membahagiakan bram juga sebagai seorang suami.
Begitulah persiapan mereka sekeluarga dengan keruwetan di masing masing setiap kepala di dalam mobil tersebut