Terima Kasih , Untuk Luka Ku

Terima Kasih , Untuk Luka Ku
EPISODE 57 - EPISODE 58 - EPISODE 59


__ADS_3

PULANG KAMPUNG


Akhirnya tanggal 26 desember mereka sekeluarga berangkat dari Jakarta. Mereka berangkat malam supaya bisa menginap dulu satu malam di kota sebelum besok paginya berangkat ke desa dengan perjalanan lebih kurang 4 jam lagi.


“Zo n zi ada yang ketinggalan ngga”, tanya vita saat akan berangkat dari rumahnya.


“Kita ngga ma, kak amel coba,” tanya balik kenzo


“Saya keknya sudah fix ma,” jawab amel


“Ya sudah kalau semua sudah fixkita berangkat,sebelum berangkat duduk dulu semua kita berdoa dulu,” perintah bram ke anak-anaknya.


Lalu mereka semua duduk dengan rapi untuk berdoa yang dipimpin oleh bram.


Setelah itu mereka naik ke mobil untuk menuju bandara.


Di bandara mereka menunggu sekitar 30 menit lalu chek in. Lalu mereka semua masuk ke dalam pesawat.perjalanan mereka selama 2 jam.


sEtelah terbang selama 2 jam mereka tiba di kota A. Lalu mereka menuju hotel dengan taksi. Mereka hanya ambil dua kamar karena besok pagi mereka sudah mulai menempuh perjalanan ke kampung.


Besok paginya mereka langsung chek out, sarapan mereka diluar hotel. Supir yang mereka pesan juga sudah datang jadi mereka langsung berangkat menuju kampung halaman vita.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 3 jam maka mereka sudah sampe dilokasi yang dulu sering vita kunjungi. Seperti sekolah, dan pasar sekali seminggu.


KENANGAN


Saat dalam perjalanan mereka melewati kecamatan, dimana vita pernah sekolah menengah umum. Disana juga terakhir kali dia bersama dengan rendi. Sepanjang perjalanan dari kecamatan itulah vita kembali teringat semuannya.


Makan di rumah makan padang yang ada di sebrang lapangan itu. Menonton acara 17 an dengan delon adiknya. Sekarang delon sudah seperti apa ya? Dia sekolah ngga ya? Dia sudah menikah belum ya? Beberapa pertanyaan dalam bathin vita. Sementara bram dan ketiga anaknya sepertinya masih ngantuk-ngantuk.


Sepanjang jalan ini dulu terakhiŕ kali vita boncengan sama bang rendi. Sangat bahagia belum ada beban. Vita ingat waktu itu wajahnya bersemu merah kalau rendi memuji dia. Bahkan vita masih malu-malu walau hanya memeluk rendi dari belakang boncengan motornya.


Sepanjang jalan ini dulu rendi memberinya banyak harapan dan angan-angan. Karena sambil melamun vita pun tidak sadar kalau mereka sudah dekat dengan gubug awal penderitaannya. Sekarang bentuk ladang itu sedikit berubah. Dan gubug penduduk itu sudah tidak ada di ganti gubug baru di pinggir ladangnya.


Semua hal diladang ini vita ingat lagi. Hujan deras, basah kuyub, lalu berhenti dan terjadilah kehancuran itu. Mengingat itu vita meneteskan air mata. Gimana dulu kehormatannya harus hilang di gubug ladang orang.


Vita juga ingat perkataan rendi, bahwa semua akan baik-baik aja. Kita pasti tanggung bersama. Tapi akhirnya vita terjerembab sendiri. Rendi pasti sudah bshagia juga, batin vita.


Mengingat rendi vita jadi ingat keluarganya terutama ibunya.

__ADS_1


Bagaimana nanti pandangannya ya?


Dia tahu ngga ya amel ini anak rendi?


Rendi sekarang punya anak berapa ya?


Kalau aku kasih tahu, mereka menganggap amel ngga ya? Tapi tidak dianggap juga ngga apa-apa karena amel sudah punya papa bram yang sayang sama dia.


Mengingat itu semua membuat vita tidak sadar kalau mereka sudah dekat.


AKU ROSVITA


Karena mereka setengah jam lagi sampe vita pun membangunkan anak dan suaminya.


“Ayo katanya mau lihat suasana kampung, kok malah tidur, kita sudah mau sampe lho,” kata vita ke anak-anaknya.


“Ughhhhhhj”kenzo sambil menggeliatkan badannya.


“Lihat noh, kebun sayur kol, yang ono noh tomat “, jelas vita sambil menunjuk tanaman kol penduduk.


“Lihat noh kak, bawa hasil taninya nanti pake itu,” jelas vita lagi sambil menunjuk seekor kerbau yang bawa beban di belakangnya pake gerobak.


Flash back on


Besok dikampung vita ada yang menikah. Sudah kebiasaan dikampungnya kalau ada yang mau menikah pemuda pèmudi disana akan bergotong royong menghias tempat acara dan juga mengumpulkan bumbu yang dibutuhkan untuk masak-masak dari ladang-ladang penduduk desa.


Vita dan teman-temanya yang lain sedang memetik cabe yang diselang seling dengan tanaman jeruk. Tanaman jeruknya masih kecil dan belum bèrbuah makanya sela-selanya masih bisa ditanami cabe.


Hari itu ada seorang pemuda dari desa lain yang vita ngga kenal yang merupakan saudara dari yang punya pesta ikut bergabung bersama mereka. Wajahnya ganteng, kulitnya bersih dan orangnya tinggi. Teman cewek vita banyak yang cari perhatian. Tapi tidak dengan vita, dia biasa aja.


Tapi melihat vita yang cantik cowok itu juga kayaknya mencuri-curi kesempatan mendekati vita. Dia selalu berusaha mendekati vita. Ternyata rendi melihat gerak gerik cowok tersebut dari tadi dan dia sangat cemburu. Tapi rendi ngga bisa ngapa-ngapain karena rame teman-temanya. Dia pun berdiri doank mengamati vita dan cowok itu. Rendi menarik-narik pokok jeruk didepannya setiap kali kesal. Tanpa dia sadari pohon jeruk yang begitu kokoh itupun kecabut. Reno teman rendi dan vita yang melihat ulahrendi pun berbisik ke vita.


“Kamu jangan dekat-dekat cowok ini dh, nanti pokok jeruk disìni habis dicabutin rendi,” bisik reno ditelinga vita.


Vita pun menoleh ke rendi dan benar aja rendi masih memegang pokok jeruk yang dia cabut.


Lalu vita mendekati rendi.


“Bang napa abang cabut,” tanya vita ke rendi. Rendi yang senang didatangin vita pun bingung.

__ADS_1


“Cabut apa”, katanya masih memegang pokok jeruknya. Lalu vita mendekat lagi dan mengambil pokok jeruk yang dicabut rendi.


“Ohhh astaga,” ucap renďi. Tapi melihat itu langsung timbul ide dalam hatinya.


“Makanya kamu jangan dekat-dekat cowok lain kalau ngga mau jefuk ini aku cabutin semua. Kamu dekat abang aja, jangan kemana- mana,” ucap rendi.


Karena malas berdebat vita pun menurut sampai pada malam acara pernikahan itu. Vita ngga mau rendi cemburu buta mending dia menjauh dari cowok-cowok bathinnya.


Flash back offf


“Nanti kakek ada pohon jeruknya ngga,” tanya kenzi


“Mama kurang tahu sayang, nanti tanya aja ya,” ucap vita.


“Ini bang pohon jagung manis, kalau jagung sh dulu kakek ada ngga tahu sekarang,” terang vita.


Tanpa terasa mereka sudah memasuki area kampung vita. Semua sudah berubah. Rumah-rumah sudah banyak yang bagus-bagus dan lebar-lebar sesuai kampung. Benar-benar sudah berubah, dulu disini masih tanah kosong sekarang sudah jadi rumah dan jadi ladang.


Di pinggir jalan ada beberapa orang yang sedang menyusun kol ke dalam keranjang. Mobil truk sudah menunggu di samping mereka. Melihat mobil pribadi datang mendèkat mereka semua menoleh ke mobil vita sekeluarga. Lalu vita dan bram pun turun. Semua orang melongo, maklum aja jarang sekali orang kota yang cantik putih bersih ke kampung. Lalu sambil agak menundukkan badannya vita pun bertanya sama mereka karena vita sudah tidak kenal sama sekali.


“Permisi pak, kalau rumahnya pak rahman dimana ya pak, anaknya riko sama delon,” tanya vita dengan sangat sopan yang diangguki oleh bram.


“Oh pak rahman,” ucap salah satu dari mereka. “itu anaknya pak angel”, katanya sambil menunjuk delon yang duduk agak jauh dari mereka. Ternyata anaknya bernama angel sehingga dia dipanggil pak angel.


“Pak anģel, ada yang nyari nh,” panggilnya. Delon sambil bingung karena tidak kenal vita juga mendekat.


“Cari siapa pak”, tanya delon ke bram dan vita.


“Delon “ ucap vita lirih” kamu delon”, ucap vita sambil mendekat. Delon pun mengangguk pasti.


“Ini kak vita dek,” ucap vita sudah mengeluarkan air mata. “kakakmu rosvita”, jelas vita sudah berderai air mata.


Delon pun hampir tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Kak vita pulang, batinnya.


“Kak, kaka vita benaran pulang, benaran kak? Ucap delon tidak percaya. Air matanya pun ikut menetes. Lalu tanpa sungkan vita memeluk adiknya dengan erat.


HUuuuuukkkk huuuuukkkkk


“Kata bapa kaka bunuh diri, kami cape mencari disungai itu,” ucap delon disela-sela tangisnya.

__ADS_1


__ADS_2